Kau Bukan Dia

Kau Bukan Dia
54. Ketahuan ???


__ADS_3

Mitha bangun dengan tubuh yang masih terasa lemas


" Dimana lagi ini , bukankah tadi aku berada di jet... apa aku sudah sampai di Jakarta ? tapi ini bukan di mansion..taman apa ini ? mengapa aku tidur di sebuah taman ?? " tanya Mitha dalam hati... Ia berada di sebuah bukit yang di penuhi banyak bunga , sepanjang mata memandang hamparan bunga tak berkesudahan


" Edgar.... Edgar!!" panggil Mitha namun Edgar tak ada di manapun


" Romi.... Alex... di mana kalian ??" sambung Mitha namun tetap saja tidak ada yang menjawab


" Dimana ini ? mengapa aku seorang diri di sini ? " cicit Mitha sedikit takut


" Ibu.... tolong Mitha bu, Mitha takut " doa Mitha sambil berbalik hendak kembali duduk di ranjang, namun alangkah terkejutnya Mitha begitu berbalik ia melihat ibunya duduk di atas ranjang


" Ibu...? Ini benar ibu ? Ibuuuu....!!" panggil Mitha, Mitha berlari secepat kakinya mampu berlari, ia segera memeluk ibunya dengan derai air mata bahagia, ibunya pun balas memeluknya


" Ibu... Mitha kangen ibu... hik hik hik jangan tinggalkan Mitha lagi Bu, Mitha takut sendirian hik hik " tangisnya di pelukan sang ibu, ibu mengelus rambut panjang Mitha sambil memeluk Mitha


" Ibu ini sungguh ibu kan ? " tanya Mitha sambil menatap wajah ibunya yang nampak tambah cantik, ibu Mitha mengangguk pelan


" Ibu....mengapa ibu tidak tersenyum ? Ibu tidak senang bertemu dengan Mitha ? apa Mitha ada berbuat salah bu ??" tanya Mitha melihat wajah sedih ibunya


" Mitha.... ibu sudah memberitahumu jangan berbuat dosa, mengapa kau tetap melakukannya ?? kasihan ibu di sini nak " ucap ibunya membuat Mitha terdiam seketika


Deg deg deg...


Air mata Mitha menetes mengingat apa yang telah terjadi antara ia dan Edgar, mengapa ia bisa lupa dengan wanti-wanti ibunya


" Ibu.....maafkan Mitha hik hik hik, Mitha tak akan mengulanginya bu... ibu jangan marah ya " tangis Mitha menyesali kelakuannya


" Ingat selalu pesan ibu nak, ibu pergi dulu ..... " terdengar suara sang ibu dan ibu Mitha tiba-tiba menghilang


" Tidak... Ibu jangan pergi, jangan tinggalkan aku ibu..... Ibu.... Ibu.....!!!" teriak Mitha sekuat tenaga, sampai akhirnya ia bangun dan terduduk


Keringat membasahi keningnya , nafas Mitha masih memburu ...matanya ke kanan kiri mencari ibunya sambil berusaha mengenali di mana ia berada saat ini


" Rupanya aku bermimpi, di mana ini ??" tanya Mitha mendapati dirinya terbangun di sebuah kamar yang begitu luas , Mitha bangun dan melihat ke luar jendela....hari nampaknya sudah lewat dari tengah hari


" Ini di mansion Edgar di Jakarta, tapi mengapa aku tidak berada di kamarku seperti biasanya... Apa ini kamar Edgar ?" tanya Mitha lagi, berlahan ia membuka walking closed dan benar ia berada di kamar Edgar karena semua barang Edgar tersusun rapi di sana

__ADS_1


Mitha ingin keluar namun melihat tubuhnya yang acak kadul begitu membuatnya malu untuk keluar , akhirnya Mitha memutuskan untuk mandi terlebih dahulu


Lama ia berendam di jakuci sambil melamunkan mimpi nya tadi... Mitha tertunduk sedih


" Maafkan Mitha bu, Mitha terlena dengan dunia ini hingga melupakan pesan ibu " cicitnya sedih, selesai mandi Mitha kaget melihat di kamar sudah tersedia sederet gaun dan pernak perniknya yang di bawa oleh 4 maid


" Nona Anna silahkan pilih gaun yang nona inginkan, kami akan membantu nona berpakaian !!" ucap salah satunya dengan begitu sopan


" Di mana Edgar ? " tanya Mitha


" Tuan langsung bekerja begitu sampai namun tuan akan kembali saat makan malam, nona belum makan siang.. Apa nona mau makan setelah berpakaian ??" lanjut mereka


" Ya antar saja makan siangku di kamar tamu saja " titah Mitha sambil mengambil selembar gaun indah


" Tuan bilang nona tidur di sini bersama tuan, kami akan antar makan siang nona ke kamar ini " jawab main membuat Mitha terdiam


" Tidak ... antar ke kamarku yang biasa saja !!"


"'Tapi nona ...kami takut nanti tuan marah jika nona tidak di sini !!" cicit mereka takut


" Cie cie yang habis pecah jande... Jalannya aja beda hi hi hi " olok Alex begitu pintu di tutup


" shutt Alex jaga mulutmu , nanti kalo ngambek tu jande susah urusannya !!" omel Romi menampol kepala Alex, anehnya Mitha diam saja.. Ia hanya berdiri di depan kaca sambil memandangi kebun bunga di depan kamarnya


" Mit... Jangan marah ya, Alex hanya bercanda " sambung Romi lagi, maid sudah tiba dengan membawakan makan siang komplit untuk Mitha


" Terimakasih... kalian boleh keluar !!" usir Mitha pada masih yang tinggal yang bertugas melayani dia makan, setelah maid pergi Mitha duduk dengan tenang dan mulai makan tanpa suara membuat Romi dan Alex saling pandang


" Kamu kenapa Mit, apa tuan menyakitimu ... Tuan memukul lehermu atau mencekik mu, tapi sepertinya bukan bekas cekikan itu ??" tanya Alex melihat di sekitar leher Mitha yang belang belang


Mitha hanya menarik nafas panjang sambil melirik ke arah Romi yang menutup rapat bibirnya karena sebenarnya ia pengen banget ngakak melihat kepolosan Alex


" Bos gimana ini, kok tuan tega sih mukulin perempuan ??!" lapor Alex gabut


" hei Joko tole... Itu bukan bekas di pukul atau di cekik , sudah jangan ribut bikin malu aja !!" omel Romi


" lha terus itu apaan coba , leher Mitha bekas biru kemerahan begitu kalo bukan be....." melihat Romi yang melotot sambil menahan tawa membuat Alex terdiam dan melepak jidatnya sendiri

__ADS_1


" Ya amplop....bodoh kok ngak ilang, sorry Mit rada lemot ni otak gegara kelamaan di jet he he he... Wow ganas juga tuan Edgar ya hi hi hi " olok Alex lagi


Lagi-lagi Mitha hanya diam , ia tak menyahuti Alex seperti biasanya... Mitha hanya melanjutkan makannya dengan tenang membuat Romi malah jadi takut


" Beneran kamu ngak papa Mith ?" tanya Romi lagi


" Mitha cuman kecapean bos, iya kan Mith....bagi anggurnya ya , uenak nih kayaknya aaaa....." Alex membuka lebar mulutnya dan memasukkan serenteng anggur ke dalam mulutnya


" Aku mau membatalkan kontrak kita " sahut Mitha membuat kaget keduanya


" uhuk uhuk uhuk... Bos tolong uhuk !!" pinta Alex yang keselek buah anggur


" Apa maksudmu membatalkan kontrak kita Mith ?? Apa tuan memukulmu ??" tanya Romi begitu kaget


" Kau ngak bisa membatalkan kontrak Mitha, semua hutangmu sudah kami bayar dan itu tidak sedikit !!"


" Aku akan membayar hutangku di rumah sakit dengan bekerja... Kalian ambil saja semua uang yang sudah kalian bayarkan ke rumah sakit " ucap Mitha sambil berdiri dan berjalan hendak keluar kamar


" kau mau ke mana ??" tanya Alex


" Aku akan kembali menjadi Mitha dan bekerja lagi sebagai perawat untuk membayar semua hutangku, selamat tinggal !!" sahut Mitha mantap


" Kau tidak bisa meninggalkan kami begitu saja....apa yang harus kamu sampaikan jika tuan datang hah ?? Setelah tuan begitu menyukaimu kau mau menghilang dan kau fikir tuan akan diam saja ?? Jika kau kabur dan tuan menemukanmu ... seumur hidup tuan akan mengurung mu di mansion ini tanpa bisa keluar lagi....apa itu yang kau inginkan ??!" cecar Romi


" Katakan saja yang sebenarnya , aku tak mau lagi berbuat dosa !!" sahut Mitha membuat keduanya melotot tak percaya


" Apa maksudmu kau tak mau lagi berbuat dosa Anna ??" tiba-tiba saja Edgar sudah berdiri di depan pintu begitu Mitha membuka pintu kamarnya


Ketiganya tercekat kaget melihat Edgar sudah berada di situ dan mendengar perbincangan mereka


" Mati sudah... tamat sudah riwayat kita bos, sepertinya nasip kita jauh lebih pedih dari pada si bandot tua 😭😭" bisik Alex lemas


Hemmm ketahuan ngak ya ???


Pengen tau jawabannya, pantengin terus novel ini sista


Love you All

__ADS_1


__ADS_2