
Lama baru ciuman panas itu berakhir yaitu saat Edgar sudah lebih tenang dan tubuh keduanya basah kuyup terkena limpahan air .
" Ada apa Edgar, mengapa kau begitu ... "
" Aku fikir kau pergi , karena kau tidak ada di ranjang ataupun di kamar tadi " ucap Edgar sambil memandangi manik mata Mitha, tangannya menyentuh bibir Mitha yang baru saja habis di lumatnya ... bibir itu bergetar karena kedinginan, ia ingin menciumnya lagi tadi itu rasanya masih kurang bagi Edgar
" Edgar kau berdarah !!" tiba-tiba saja seruan Mitha menganggu hasrat Edgar yang baru saja bangkit lagi
" Aku tidak apa-apa Anna " sahut Edgar menyembunyikan sebelah tangannya yang berdarah itu namun Mitha tak bisa di bohongi , bau anyir khas darah sangat di hapal oleh indra penciumannya
" Tidak... Jangan berbohong padaku, ayo aku obati !!" titah Mitha tak mau di tolak, Mitha segera mematikan shower dan memakai piyama mandinya. Ia lalu melepaskan kemeja Edgar lalu mencuci luka Edgar dengan air mengalir, celana panjang yang di pakai Edgar juga di lepas
" Pakai piyama ini , ayo kita obati dulu lukamu " ajak Mitha....Edgar diam saja dan mengikuti Mitha keluar dari kamar mandi, Mitha kaget melihat banyak darah berceceran di kamarnya
" Sebenarnya apa yang terjadi pada Edgar ?? " tanyanya dalam hati sambil berjalan mencari kotak obat, setelah mendapatkannya ia pun menarik Edgar untuk duduk di ranjang karena sofa juga terkena tetesan darah dari tangan Edgar
" Kemarikan tanganmu, walau kau sembunyikan tak akan membuat tetesan nya berhenti Edgar !!" ucap Mitha sambil melotot... dengan malas Edgar mengeluarkan sebelah tangannya yang kembali mengeluarkan darah itu karena lukanya cukup lebar
" Ternyata lukanya sangat lebar... apa yang terjadi Edgar ? mengapa tanganmu bisa terluka sebegini lebar ?" tanya Mitha sambil memberi kan antiseptik pada luka Edgar sebagai pertolongan pertama... Edgar diam saja, ia bingung harus menjawab apa saat ini
" Bawakan kotak obat yang lengkap dengan alat jahit ke mari , cepat !!" titah Mitha pada Alex melalui telfonnya
" Apa...tanganku mau di jahit ? tidak usah di perban saja !!" tolak Edgar
" Jangan bilang pria se macho kau takut dengan jarum ??" pancing Mitha sambil memelototi Edgar
" Tidak...aku tidak takut, siapa bilang aku tidak berani pada jarum sekecil itu.. maksudku kan lukanya kecil tidak perlu di jahit " kilah Edgar
" Aku yang perawat, aku yang tau lukamu ini besar atau kecil... dan kau tak juga menjawab mengapa tanganmu bisa terluka !!" sahut Mitha lagi
__ADS_1
" Tanganku hanya tergores kaca karena tak sengaja , bukan hal besar " kelitnya lagi
" Apa tergores kaca ??" tanya Mitha kaget, mau tak mau ia kembali memeriksa bekas luka Edgar dengan lebih teliti.... jangan sampai ada tertinggal kepingan kaca walau sekecil apapun karena bisa menimbulkan infeksi
Tak lama terdengar ketokan di pintu
" Masuk !!" teriak Mitha yang masih saja asik memelototi tangan Edgar, Alex masuk dengan lambat... Ia takut tuannya kembali marah padanya namun suasana di dalam kamar adem ayem saja, keduanya duduk di ranjang sambil Mitha memelototi tangan Edgar yang terluka
" Ini kotak obatnya nona !!" lapor Alex sambil meletakkannya di samping Mitha
"Terimakasih , kau boleh keluar " sahut Mitha
" Siapkan makan malam !!" potong Edgar
" Baik tuan... " sahut Alex dan ia pun bergegas keluar
" Selamat... selamat... hufff " ucap Alex begitu sampai di luar
" Adem aja sih, nona Anna sedang memeriksa lukanya, jika kau mau memanggil dokter silahkan tapi tanggung sendiri jika tuan marah ... siapkan makan malam tuan dan nona !!" sahut Alex membuat anak buah Hardi langsung mundur teratur... Siapa yang berani membuat tuan Edgar marah lagi ?? Jawabnya tidak ada bahkan Hardi sendiri pun sudah angkat kaki sedari tadi
" Tuan mau makan di mana ? Di kamar atau di ruang makan ??" tanya pengurus mansion
" Aduh aku ngak nanya lagi.. Sudah antar aja ke kamar , palingan tuan mau beduaan saja sama nona " sahut Alex
ππππ
Dengan teliti Mitha menjahit luka Edgar, Edgar sesungguhnya takut dan benci dengan jarum suntik itulah sebabnya ia tak pernah mau di rawat dokter apalagi sampai rawat inap di rumah sakit namun di depan Anna tak mungkin ia mengakui hal itu
" Selesai ... ahh senangnya kemampuanku tak berkurang walau sudah beberapa bulan tak bekerja !!" sorak Mitha dalam hati setelah selesai melakukan tugasnya , Edgar sedikit heran bagaimana bisa Anna begitu mahir merawat lukanya padahal kan magangnya tidak begitu lama namun ia tak ingin bertanya apapun pada Anna saat ini, ia sangat bahagia mendapat perhatian dan rasa cemas dari Anna tadi
__ADS_1
Sederet makanan datang memenuhi meja makan di kamar Mitha , karena perutnya sudah lapar keduanya pun langsung makan. Mitha pun menunda rasa penasarannya sampai perutnya kenyang, selesai makan keduanya kembali naik ke atas ranjang... Mitha duduk bersandar di ranjang sedangkan Edgar berebah di pangkuannya dengan manja
" Sekarang katakan padaku...mengapa kau tadi terlihat begitu cemas saat melihatku di kamar mandi ?" tanya Mitha sambil mengelus rambut Edgar dan sedikit memijat kepala Edgar agar Edgar lebih rileks
" Aku fikir kau kabur lagi, makanya aku mencarimu macam orang gila " sahut Edgar dengan mata terpejam menikmati pijatan ringan di kepalanya
" Memangnya mengapa aku kabur ? kau ada ada saja Edgar "
" Pokoknya jangan pernah pergi meninggalkan atau kabur dariku Anna, aku tak bisa hidup tanpamu... berjanjilah !!" pinta Edgar membuat Mitha terhenyak
" Berjanji...? bagaimana aku bisa berjanji Edgar aku bukan Anna, aku harus pergi begitu kontrakku selesai " cicit Mitha dalam hati
" mengapa kau tak menjawabku Anna, jangan bilang kau memang mau kabur lagi kan ?? Katakan apa yang kau inginkan Anna, apapun yang kau minta akan ku beri yang penting kau selalu di sisiku ya... berjanjilah , katakan kau tak akan meninggalkan aku !!" lanjut Edgar sambil bangun dan menatap Mitha dengan perih rasa cinta
" Kasihan sekali kau Edgar, kau tidak tau bahwa gadis yang kau cintai sudah meninggal... Apa yang harus aku katakan ??" Mitha jadi serba salah
" Katakan Anna ... katakan !!aku berjanji akan selalu mencintaimu dan terutama akan selalu memenuhi rekeningmu seumur hidupmu " pinta Edgar lagi
" Rekening ??" tanya Mitha sambil mengerutkan sebelah alisnya
" Omg aku lupa ... nona Anna kan mata duitan π€¦π€¦" ucapnya dalam hati
" Uang cash juga akan selalu tersedia di dompetmu ... bagaimana katakan saja jika masih ada yang kurang , katakan iya pada permintaanku sayang " pinta Edgar untuk ke sekian kali
Mitha hanya bisa mengangguk pasrah membuat Edgar tersenyum lebar. Edgar tambah mendekat dan cupp.....
Sebuah ciuman panas kembali di layangkan Edgar, hatinya sangat berbunga kini
Mitha memejamkan kedua matanya , entah mengapa ia sangat menikmati ciuman Edgar kini... apakah Edgar juga sudah memasuki hatinya dan menendang dokter Steven tanpa di sadarinya ???
__ADS_1
see you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya