
Edgar benar-benar menikmati bibir Anna sedangkan sebelah tangannya mulai nackal berselancar menaiki gunung kembar di depannya dan mere*** nya dengan gemas, membuat Mitha dengan otomatis melepaskan ciuman mereka
" Edgar !!" protes nya lalu mendorong tangan nackal itu agar menjauh dari si kembar dan langsung turun dari pangkuan Edgar sambil merengut kesal
" Kau marah ??" tanya Edgar
" Ya... kau sekarang berubah tidak seperti dulu " ucap Mitha
" Maaf, tapi bukannya kau seharusnya senang jika aku berubah... kau dulu lari kan karena marah aku menolakmu untuk menghabiskan malam bersama " sahut Edgar membuat Mitha mati kutu... apa yang harus ia katakan kini
" Apa kau menolakku kini karena ada pria lain di hatimu ? apa selama kau pergi kau bertemu dengan pria lain ??" tanya Edgar dengan intonasi yang mulai meninggi
" Tidak Edgar..."
" Lalu mengapa sekarang kau yang malah menolakku ?? apa kau tau di luar sana berapa banyak wanita yang mengantri untuk bersama ku ?? jadi alasan apa kau menolakku jika bukan karena ada pria lain di hatimu !! " lanjut Edgar membuat Mitha terhenyak
" Ya Edgar di hatiku ada dokter Steven !! aku bahkan sangat merindukannya kini " jika bisa ingin sekali Mitha meneriakkan itu saat ini, namun itu sama saja dengan bunuh diri saat wajah Edgar sudah memerah karena marah...
" Wahai otak cepatlah bekerja carikan jawaban yang tepat untuk menghadapi si raja singa ini π" cicit Mitha dalam hati
" Jadi benar ada pria lain , siapa dia katakan.!. aku akan menghabisinya π‘π‘" ucap Edgar sudah sangat kesal saat ini
" Tunggu Edgar dengar dulu penjelasan ku, tidak ada pria lain ....aku bukan menolakmu namun saat aku di rumah sakit aku pernah bertemu seorang gadis yang hampir saja bunuh diri, kau tau mengapa ??" tanya Mitha
" Mana ku tau , cepat katakan jangan berbelit !!"
" Gadis itu sedang hamil 4 bulan, pria yang menghamilinya adalah pacarnya dan yang parahnya pacarnya itu tak mau bertanggung jawab untuk menikahinya .Ia ingin aborsi namun pihak rumah sakit menolak makanya ia berusaha untuk bunuh diri " papar Mitha
" Itu saja ...??"
" Tentu saja tidak, ada juga seorang ABG berumur 15 tahun sudah hamil 6 bulan plus mempunyai penyakit kelamin yaitu HIV dan sipilis. Ternyata anak itu sudah melakukan hubungan semenjak berumur 13 tahun dengan kekasihnya yang berusia 10 tahun lebih tua....coba kau bayangkan bagaimana sudah masa depan anak itu ?? " lanjut Mitha
" Tapi aku sangat sehat Anna, aku tidak punya penyakit seperti itu !!" protes Edgar
" Aku tidak bilang kau punya penyakit itu Edgar....yang kubicarakan masalah hamil di luar nikahnya itu dan yang paling merugi pastilah pihak perempuan, jadi Edgar di situlah aku tersadar bahwa melakukannya sebelum menikah itu tidak baik. Jadi mulai sekarang aku bertekad aku tidak akan melakukan hubungan *** kecuali aku sudah menikah.... kau paham sekarang , kekasih tampanku ??" tanya Mitha sambil tersenyum manis
Edgar hanya bisa menghela nafas panjang, sebenarnya apa yang di katakan Anna itu benar... entah apa yang salah dengan dirinya kini, setiap bertemu Anna pengennya nyosor aja padahal dulu ia tidak begitu.
" Maaf Edgar... bukannya aku tidak tergoda untuk mencicipi mu π€€, siapa yang tak akan luluh berdekatan dengan pria setampan dirimu namun aku tak berani menyentuhmu karena kau milik nona Anna " lamun Mitha dalam hati tanpa menyadari mereka sudah berhenti di sebuah butik yang begitu besar
" Ayo Anna... !!" ajak Edgar mengagetkan Mitha
__ADS_1
" Kita mau kemana ??" tanya nya
" Kau sudah lama tak berbelanja...bahkan kau tidak menggesek kartumu , jangan bilang selera berbelanja mu juga berubah ? " tanya Edgar
" Bukan tidak... aku hanya belum sempat Edgar " sahut Mitha cepat, yah Mitha menyadari dirinya yang semenjak kecil memang hidup susah sudah terbiasa menahan keinginan apapun yang tak bisa di jangkau ya termasuk hasrat berbelanja .
Bahkan saat sudah bersuami pun jarang sekali ia menghabiskan waktunya untuk sekedar jalan-jalan ke mall seperti pasangan lainnya karena kesibukannya sebagai perawat, giliran ada off juga dihabiskan untuk mencuci pakaian dan bebersih rumah
Edgar duduk di sofa lalu menyilangkan kedua kakinya , sungguh dengan posisi itu terlihat sekali aura maskulin dan orkay nya di mata Mitha
" Kau sangat beruntung nona Anna , begitu di cintai oleh seorang pria yang begitu tampan dan kaya.... tidak seperti aku " cicit Mitha
" Keluarkan gaun terbaru kalian , kekasihku ingin berbelanja !!" titah Edgar ... tak lama pelayan pun mengeluarkan banyak gaun indah di depan mereka
" Pilihlah Anna !!" ucap Edgar , Mitha berlahan mendekati jejeran gaun indah di depannya... tangannya mulai menyentuh satu persatu gaun itu dan seperti biasa yang pertama di cek adalah label harganya , entah mengapa kebiasaan itu tak bisa hilang
" Mitha... jangan katro dong !!" bisik Romi sambil pura-pura berjalan mengawasi keadaan sekitar melihat kelakuan Mitha
Mitha menghela nafas panjang
" Maaf..... jiwa missquin ku masih nempel hehe!!" ucapnya pelan sambil terkekeh kecil, tangannya segera bergerak cepat memilih beberapa gaun indah di depannya
Edgar sedari tadi melihat sebuah gaun merah nan begitu indah , Edgar berdiri dan mengambil gaun itu
" O m g.... that so sexy, hallo kau ingin semua orang melihat aku memakai itu ??" cicitnya dalam hati namun bibirnya hanya bisa tersenyum manis pada Edgar
Mitha masuk ke ruang ganti tanpa suara dan ia pun mencoba gaun tersebut namun ia bahkan kesulitan untuk memakainya karena seumur hidup ia tak pernah memakai gaun macam ini
Akhirnya Mitha memanggil pelayan di depan pintu ganti dan memintanya membantu memakai gaun tersebut dengan memakai bahasa inggris untung saja pelayan itu bisa berbahas Inggris.
" Doraemon boleh ngak aku sembunyi ke dalam kantong ajaib mu ?? rasanya kok malu banget sih pake baju kayak gini hik hik hik nasip nasip " omel Mitha sambil menguraikan rambutnya untuk menutupi punggungnya yang terbuka
Mitha berjalan pelan sampai ke depan Edgar, Edgar yang asik dengan laptopnya tak menyadari kedatangan Mitha sedangkan semua yang berada di butik kini melotot melihat penampakan Mitha yang terlihat semakin sexy dengan gaun merahnya . Merasa di anggurin Mitha pun berjalan menuju balkon sambil menikmati pemandangan indah di depannya
" maaf tuan nona Anna sudah selesai !!" bisik Romi , Edgar langsung mengangkat wajahnya dan mencari keberadaan Anna
" mana dia ??" tanyanya
" Nona di balkon tuan " sahut Romi, Edgarpun berdiri dan berjalan ke balkon
" Anna !!" panggilnya , Mitha pun menoleh
__ADS_1
Jeder.... jantung Edgar serasa di sambar petir melihat penampakan Anna nannbegitu indah di pandang mata
Edgar tersenyum lebar
" Sudah kuduga , kau cocok memakai gaun ini . Tak usah di ganti kita langsung pergi dinner " ucap Edgar senang... matanya terus memandangi tubuh sexy Mitha membuatnya semakin jatuh cinta
" aku tak akan pernah melepaskan mu lagi Anna, apapun yang terjadi !!" janjinya dalam hati , hati Edgar sudah jatuh begitu dalam kini....ia sudah tak bisa keluar dari lubang cinta ini
Keduanya meluncur ke sebuah restoran mewah di Paris , sepanjang jalan tangan Edgar tak lepas menempel di pinggang Mitha seolah takut Mitha akan menghilang
" Edgar... aku tak akan kemanapun !!" ucap Mitha sambil berusaha menjauhkan tangan kekar itu dari pinggangnya namun tangan itu tak bergeming , apalagi Edgar terus saja memandanginya tanpa berkedip membuat Mitha jadi sulit bernafas rasanya
Akhirnya mereka pun sampai di tempat yang di tuju, sebuah restoran mewah mereka masuki dan mereka di arahkan ke lantai paling atas di mana sebuah ruangan privat telah di pesan Edgar khusus untuk mereka.
Mitha terhenyak melihat kemewahan plus keindahan malam yang terpampang nyata di hadapannya
" Apakah ini surga ??" celetuknya tanpa sadar membuat Edgar terkekeh, tangannya segera menarik pinggang Mitha membuat kulit keduanya bertemu , alunan lagu romantis terdengar begitu indah. Tangan Edgar meraih tangan Mitha mengajaknya berdansa
Dah Dig Dur derrr
Jika Edgar bisa mendengar seperti itulah bunyi detakan jantung Mitha saat ini karena begitu dekatnya mereka saat ini, tangan kekar Edgar bahkan kini menempel sempurna di pinggangnya bahkan sesekali meraba punggungnya yang tak tertutupi kain sama sekali
" Jiahhhh jadi ini maksudnya menyuruhku memakai gaun model ini ππ" cicit Mitha saat tangan Edgar terus bermain di punggungnya
" Edgar... kondisikan tanganmu !!" protes Mitha namun bukannya berhenti Edgar malah menemukan bibir mereka dan mengajak Mitha mengolah bibir sampai Mitha kehabisan nafas baru Edgar melepaskan bibirnya
Edgar menemukan kening mereka sambil mengatur nafasnya ....
" I love you ....." ucapnya membuat Mitha terpana, kata-kata Edgar terasa begitu tulus dan menyentuh hatinya... betapa ia sudah begitu lama mengharapkan seorang pria akan mengatakan hal itu padanya , Mitha tersenyum lebar... betapa bahagia hatinya kini
" Anna....." lanjut Edgar membuat Mitha langsung tersadar
" astaga... Mitha sadar jangan tergoda pada kekasih orang lain !!" cicitnya dalam hati
Seperti apasih penampakan si Mitha yang membuat Edgar tambah klepek-klepek?
look it sis...
gimana sis....cantik tak ?
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya