Kau Bukan Dia

Kau Bukan Dia
67. Penasaran


__ADS_3

" Apa yang kau lakukan di sini ... brengsek !!" sahut Edgar sambil mengepalkan tangannya, wajahnya langsung mengeras dan memerah tanda ia sangat marah


" Jaga mulutmu itu son, aku ini ayahmu !!"


" Ayah ?? ayah dari mana... aku tak punya ayah "


" Mau seribu kali pun kau tak mengakui aku, kau tak bisa mengelak bahwa ada darahku mengalir di tubuhmu itu Edgar !!kau adalah anakku kemanapun kau berjalan " sahut Phillip, membuat Edgar tambah kesal . Edgar mengeluarkan pistol nya dan berjalan mendekati ayahnya


" Ini ..!! ambil setiap tetes darah yang pernah kau berikan dariku ini.. ambil !!" tantang Edgar sambil memberikan pistolnya pada Phillip membuat Philip mundur... Ia paling benci yang namanya senjata sedari dulu


" Kakak....tolong jangan begini, ayah hanya ingin mengunjungi nenek !!" seorang pria muda menghadangnya... ya siapa lagi jika bukan adik tirinya, adik yang juga tak pernah di sukainya


" Jangan pernah memanggil aku kakak, aku bukan kakakmu !! dasar lelaki pengecut beraninya hanya pada wanita !!" bentak Edgar sambil menyinggung ayahnya


" Kakak... maafkanlah ayah, ayah sudah berubah "


" Dia mau berubah mau tambah parah mau mati pun bukan urusanku ... semua itu tak akan membuat ibuku bisa hidup lagi dan jika kau sangat menyayanginya bawa dia pergi dari hadapanku " ucap Edgar tanpa menyarungkan pistol nya


" Jika kau memang begitu benci padaku son, silahkan tembakkan pelurumu itu agar kau puas !!" lanjut Phillip membuat Edgar menyeringai lebar


" Jika memang itu yang kau inginkan old man , bersiaplah !!" ucap Edgar lalu mengarahkan pistolnya ke kepala Philip


" Kakak tolong jangan seperti ini, kami akan pergi !!" ucap Toni menghalangi pandangan Edgar dari ayahnya


" Pergilah kau Toni.. permasalahan ini memang harus di selesaikan, hanya kami yang bisa menyelesaikannya " ucap Philip mendorong Toni agar menjauh....sungguh sebenarnya hati Philip begitu sakit atas penolakan Edgar padanya, kematian istrinya sudah 20 tahun namun Edgar sampai sekarang tak jua mau memaafkan dirinya


" Silahkan Edgar jika itu bisa membuatmu puas dan memaafkan segala kesalahanku di masa lalu " ucap Philip lagi, seringai di wajah Edgar tambah melebar. Betapa ia sudah menanti hari ini puluhan tahun lamanya, betapa dadanya selalu begitu sesak kala mengingat air mata ibunya yang tak pernah berhenti mengalir atas kelakuan lelaki brengsek di depannya ini . Lelaki itu telah membuatnya tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu dan membuatnya kesepian sepanjang waktu


" Sampaikan salamku pada ibuku old man !!" desis Edgar


" Demi Tuhan hentikan semua ini....apa kalian ingin aku cepat mati ??" potong Barbara


" Bukan aku ibu, itu cucu kesayanganmu yang selalu mengajakku ribut " sahut Phillip

__ADS_1


" Edgar tolong sadarlah dia itu ayahmu, ayah kandungmu kau tak boleh melakukan itu !!" teriakan Barbara membuyarkan Edgar yang akan menarik pelatuk pistolnya . Barbara mengambil pistol di tangan Edgar dan melemparnya jauh


" Nenek tak pernah mengajarimu untuk menyakiti keluarga sendiri Edgar !!" lanjut Barbara lagi


" Seharusnya itu yang nenek ajarkan pada pria brengsek itu , jangan menyakiti pernah anggota keluarga sendiri terlebih istrinya !!.mengapa nenek biarkan dia menyakiti ibuku berulang kali sampai ibuku tak sanggup lagi menanggungnya hah !!" bentak Edgar dengan mata memerah


" Apa karena dia putramu sedangkan ibuku orang lain ? sehingga apapun yang dilakukan oleh putramu itu nenek diam saja ??" cerocos Edgar


" Nenek tak pernah membiarkan kelakuannya Edgar, nenek selalu menegurnya hanya saja kakekmu selalu melindunginya " sahut Barbara


" Jika memang begitu ya sudah silahkan saja namun aku tetap tak bisa menerima dia sebagai keluargaku apalagi sebagai ayahku... permisi , seharusnya aku tidak kemari " pamit Edgar lalu mengambil senjatanya di lantai dan pergi


" Edgar... !!" panggil Barbara sambil mengejar membuat Edgar berhenti berjalan dan menoleh... semarah apapun ia pada situasi ini ia tak bisa marah pada nenek yang sudah merawatnya selama ini


" Ada apa lagi nek? aku banyak kerjaan ... aku akan berkunjung lagi nanti dan ku harap mataku tidak di beri suguhan menjijikan seperti tadi " sahut Edgar dengan wajah dingin


" Bawalah Anna kemari jika kau sangat menyukainya, nenek akan berkenalan dengannya dulu " rayu Barbara membuat wajah keras Edgar sedikit berubah, mendengar nama Anna di sebut membuat kadar kemarahannya langsung turun ....senyum kecil langsung nampak di wajah tampan itu


" Sungguh nenek mau berkenalan dengan Annaku ?" tanya Edgar tak percaya


Edgar pun pergi dengan hati senang, entah menghilang kemana rasa kemarahannya yang bagai gunung meletus itu tadi gegara bertemu dengan ayahnya


" Ibu....mengapa ibu memutuskan untuk bertemu dengan gadis itu ? bukannya ibu tak menyukainya ??" tanya Philip kemudian


" Ya aku memang tak menyukai gadis itu, tapi sepertinya hanya gadis itu yang bisa membuat Edgar takluk... Aku akan meminta gadis itu mendamaikan kau dan Edgar jika ia mau menjadi istri Edgar " jawab Barbara


" What ?? OMG ibu...ibu kukira kau benar mau merestui Edgar, kau hanya menipunya bukan ha ha ha ibu kau memang sangat pintar . Ibu tau tak mungkin Edgar bisa memaafkan aku jadi itu sama saja ibu tak merestui gadis itu untuk menjadi istri Edgar " kekeh Phillip


" Tapi nek mengapa nenek tidak merestui pilihan kakak ? Jika kakak memang mencintainya biarkan kakak dengan pilihannya ... kasihan kakak " protes Toni


" Aku bukannya tidak menginginkan Edgar bahagia Toni, namun ia sudah begitu lama hidup dalam kesedihan dan nenek tak mau ia memilih wanita yang salah untuk mendampinginya... Itu saja "


" Dari mana nenek tau wanita itu tidak baik jika nenek bahkan belum pernah bertemu dengannya nek !!?" lanjut Toni

__ADS_1


" Nenek sudah memerintahkan Hardi untuk menyelidiki wanita itu dan lihatlah hasil penyelidikannya itu Toni , nenek tidak suka bukan karena tidak ada alasan di balik itu !!":ucap Barbara sambil menunjukkan berkas di atas meja, Toni segera membukanya dan ia melihat foto perselingkuhan Anna juga bagaimana isi rekening yang sudah di kuras oleh wanita yang bernama Anna itu....alis Toni terangkat bingung


" Apa kakak tidak mengetahui hal ini nek ?" tanyanya


" Hardi sudah memperlihatkannya dan Edgar sangat marah, Edgar berjanji akan memutus hubungan dengan Anna namun tiba-tiba gadis itu menghilang dan anehnya begitu bertemu dengannya Edgar seolah lupa ingatan dan malah tambah menyukainya " jelas Barbara


" Benarkan demikian nek ??" tanya Toni


" iya... Bukankah begitu Hardi ??" tanya Barbara pada Hardi yang sebenarnya sedari tadi berada di ruangan itu namun tak mengeluarkan sedikit pun suaranya


" Ya nyonya... tuan sekarang malah begitu bucin pada wanita ular itu, entah apa yang di lakukannya hingga tuan muda begitu tergila-gila padanya " sahut Hardi


" Hemm menarik sekali, aku jadi ingin sekali bertemu dengan Anna ini ibu....jika nanti Edgar membawanya ke mari hubungi aku ibu " pinta Philip


" Ya nek... aku kan belajar psikologi, aku bisa dengan mudah melihat bagaimana sifat dan karakter dari pacar kakak itu ... apakah ia gadis yang baik atau sebaliknya, jika memang ia tidak baik... kita harus menjauhkannya dari kakak " sahut Toni membuat semua yang berada di ruangan itu mengangguk setuju


Saat semua orang memikirkan seorang Anna, Minta si Anna kw tengah asik berkeliling kota Bandung , kita indah yang sudah begitu lama ingin di kujunginya .


Senyum tak lekang dari bibir manisnya....mulutnya tak henti mengunyah karena ia membeli setiap jajanan pasar yang di temuinya sepanjang jalan....Mitha bagai kesurupan berada di surga kulineran itu .


Romi dan Alex mah senang pake banget bisa ikut makan apa saja yang mereka inginkan , karena sesuai perjanjian mereka akan mengantar Mitha berkeliling Bandung asal di traktir sepuasnya dan tentu saja Mitha menyanggupinya wong kartu tinggal gesek ...


Sedang asik menikmati cimol sambil mengobrol dengan Romi...


" Mitha....?? rupanya kau di sini ??" sapa seseorang mengagetkan ketiganya bahkan Romi sampai keselek cimol mendengar ada orang yang mengenali Mitha di kota Bandung


Mitha otomatis menoleh dan melihat siapa yang memanggilnya... matanya melebar begitu melihat orang yang begitu di kenalnya kini tengah berdiri hanya 2 meter darinya


" Ya Tuhannnnnn.....!!" cicitnya gemetar


Hemmm siapa sih Mit ?? Onel jadi penasaran ??


Siapa ya kira2 sista, boleh atuh di tebak ...

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2