
" Beneran begitu ? masa sih tuan Edgar akan semarah itu ? " tanya Mitha tak percaya karena selama ini Edgar terlihat sangat baik
" Begini Mitha.. selama ini memang kau tak pernah melihat sifat asli tuan karena ia pandai menyembunyikannya dari mu atau lebih tepatnya dari nona Anna. Tuan memang basic nya sangat baik tapi satu hal yang paling di benci oleh tuan yaitu dia tak suka di bohongi.. jika kau berani membohongi tuan maka hukuman yang di berikan sangatlah berat " jelas Romi
" Lha sudah tau begitu mengapa kau malah membohongi tuan Edgar dengan menyewa aku...kan seharusnya kemaren itu langsung bilang saja kalau nona Anna hilang ..."
" Dan mengakui keteledoran ku sebagai pengawal lalu kami semua akan di pecat dan tak akan bisa bekerja di manapun dan anak istri kami semua akan kelaparan ... itu maksudmu ?? tidak Mitha, begitu banyak mulut yang bergantung dari pekerjaan ini maka dari itu keselamatan kami semua bergantung padamu... mengerti !!" potong Romi membuat Mitha terdiam
" Mengapa kalian tak bisa bekerja di tempat lain ? kan banyak orang yang membutuhkan pengawal ??" lanjut Mitha
" Karena jaringan tuan begitu besar, satu kata darinya kami bahkan bisa hilang begitu saja tanpa bekas... jadi saranku selama sisa waktu kontrakmu ini berusahalah untuk menyenangkan tuan Edgar , jika tuan Edgar senang kau, aku dan semua nya juga akan senang ..Apa kau tau berapa orang yang bertugas hanya untuk mengawalmu sekarang ??" tanya Romi, Mitha menggeleng pelan
" Kami berjumlah 15 orang yang bergantian menjaga mu, jika di kalikan dengan anak istri kami hitung sendiri berapa banyak orang yang akan menerima imbas nya ....karenanya ingatlah kami sebelum kau bertindak gegabah ...mengerti ??" lanjut Romi, kembali Mitha hanya bisa mengangguk pasrah, ia tipe orang yang paling tak bisa menyakiti orang lain apalagi membuat orang lain sengsara karena ia sudah kenyang sengsara.. jadi ia tau rasanya
" Sekarang bersiaplah kita akan berbelanja , kau bisa membeli apapun yang kau inginkan Mitha... masa kau tidak senang !?" ucap Romi lalu pergi meninggalkan Mitha seorang diri
" Hufff bukannya bebas , kayaknya aku akan terperosok semakin dalam ini... tapi benar juga apa yang di katakan Romi, begitu banyak orang yang menggantungkan rezeki dari pekerjaan ini... ya sudahlah nasi sudah jadi bubur, sudah nyebur yang berenang aja sekalian ... nona Anna nona Anna mengapa bisa kau meninggal π₯" cicit Mitha dalam hati
Akhirnya seharian kembali Mitha keluar masuk butik untuk berbelanja membuat Edgar sedikit merasa terhibur saat mendengar dentingan pesan masuk di gawainya menandakan kekasihnya sedang menghabiskan uangnya.
Ruang rapat mafia...
" Tuan... ini dia orang yang telah membohongi tuan selama ini, ia yang sudah menghianati kita hingga pengiriman barang kita beberapa kali tertangkap pihak berwajib !!" lapor salah satu anak buahnya
" Jadi berapa mobil selundupan yang tersita ??" tanya Edgar
" Total ada 20 tuan dan semuanya mobil mewah harganya rata-rata di atas satu..."
__ADS_1
Edgar mengerutkan sebelah alisnya berarti kerugian yang mereka dapat lebih dari 20 ... dengan kerugian itu biasanya ia akan mengamuk habis dan tentu penghianat di depannya tak akan berbentuk lagi karenanya, namun entah mengapa hari ini.. Edgar diam saja seolah bunyi dentingan dari hpnya membuatnya tenang dan senang
" Tuan.... !!" panggil Hardi
" Selesaikan dia Hardi... terserah saja sesuka hatimu yang penting kerugian kita di ganti next!!" sahut Edgar mengagetkan semua yang hadir... mengapa tuan mereka yang begitu mereka takuti karena terkenal akan kemarahannya yang tak terkendali sekarang anteng adem ayem saja sambil memandangi gawainya yang sederi tadi berdenting pelan berkali-kali
Edgar tersenyum simpul memandangi foto yang dikirim Alex ketika Anna memasuki butik yang khusus menyediakan lingerie itu
" Hemm beli yang banyak sayang, kau pasti begitu sexy jika memakainya he he " ucapnya dalam hati dengan senyum lebar
" Ehem ehem tuan...bisakah anda konsentrasi ??" tegur Hardi membuat wajah Edgar kembali mengeras dan ia pun meletakkan hp nya
" Next...!!" ucapnya kembali serius dan seketika menciptakan suasana yang begitu menyeramkan di ruang rapat itu
π₯π₯π₯π₯
" Kenapa sih kau memaksaku masuk ke toko ini hah ??" protes Mitha ketika Romi memaksanya masuk ke butik yang menjual lingerie itu
" Cih apaan sih baju kurang bahan begini juga, dasar kalian lelaki enak bener mau lihat aku pakai baju-baju laknat ini π€¬π€¬, ku doakan matamu juling sekalian " omel Mitha melihat tingkah Alex
" Eh jande... siapa juga yang pengen liat kamu, aku ya pengennya liat gadis lah ...najis kale " sahut Alex
" Najis najis enak aja .. emang aku sejenis guguk, liat aja nanti kamu pasti dapetnya jande juga tuir lagi Wek !!"
" Eh tu mulut ya... enak aja sorry sorry maaf ngak level gue ma jande , mending jadi bujang lapuk gue !!" sahut Alex lagi
" Lah baru nyadar... kamu itu memang sudah bujang lapuk , mana ada gadis yang bakalan nyangkut... dah tua jelek , gadis mah liat kamu itu muntah aja bawaannya !!" kembali Mitha membalas
__ADS_1
" Gue bujang lapuk... hallo umur gue baru 27 enak aja...kamu tu yang..."
" Sudah sudah kenapa sih kalian itu kalo sudah ketemu kayak guguk dan meong , Alex tunggu di luar aja kamu !!" ucap Romi menengahi
" Dasar bujang lapuk, wek !!" ucap Mitha
" Dasar jande ngak tau diri wek juga " Alex tak mau kalah , membuat Romi hanya bisa menghela nafas panjang
" Mitha .. tuan itu paling senang kalau kekasihnya menghabiskan uangnya , ia jadi tambah semangat bekerja .. sudah beli minimal 3, pilih sana !! " rayu Romi sambil mendorong Alex dengan sebelah kakinya agar menjauh
Dengan bibir monyong Mitha akhirnya berkeliling berusaha memilih lingerie yang tertutup, tapi yang namanya lingerie mana ada yang tertutup π€π€£π€£
Satu jam berlalu , Mitha hanya menggaruk kepalanya karena pusing melihat dalaman laknat tersebut akhirnya ia memborong underwear biasa bukan lingerie, melihat itu Romi akhirnya turun tangan... ia mengambil 3 lingerie dan memasukkannya ke dalam belanjaan Mitha
" Kalo Edgar sampai memintaku memakai ini, kau akan menanggung akibatnya !!" omel Mitha sambil menunjuk ke tiga lingerie yang di ambil Romi
" Kau boleh memukuli Alex sepuasnya jika tuan memintamu memakainya !!" bisik Romi membuat senyum Mitha merekah lebar
" Bener...?? janji ??"
" Iya.. ntar ku ikat dia biar ngak ngelawan " sahut Romi lagi membuat wajah Mitha langsung begitu cerah
" Kena kau bujang lapuk ha ha ha "
" Uhuk uhuk uhuk.. siapa ya yang ngerumpiin gue sampe tiba-tiba keselek gini ?? " tanya Alex dalam hati
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa untuk like
komen dan vote ya