Kau Bukan Dia

Kau Bukan Dia
53. Bandot Tua


__ADS_3

Belum sempat menutup pintu , Edgar sudah berhasil menyusulnya. Mitha duduk sambil membelakangi Edgar... ia tak mau air matanya terlihat, entah kapan trauma nya akan sembuh . Ketakutannya pada seorang mertua sangat membekas....betapa selama setahun pernikahannya tak pernah sekalipun ia mendapat perlakuan baik dari sang mertua bahkan ia di ceraikan karena keinginan mertuanya juga


" Ibu.... tolonglah Mitha hik hik, Mitha seorang diri di sini ibu... Kemana putrimu ini bisa berlari ?? mengapa ibu pergi meninggalkan Mitha ??" Isak Mitha dalam hati, Edgar yang melihat bahu Anna yang bergetar jadi bingung.


Padahal ia tadinya mau marah besar pada kekasihnya itu karena sudah berani minta putus dengannya, namun melihat Anna menangis dalam diam seperti ini membuat lidahnya langsung kelu , dadanya serasa di hantam gada yang begitu besar bahkan kakinya terasa lemas ... Kemarahannya langsung menguap bagai api yang menjadi asap hilang terbawa angin


Edgar duduk di sebelah Anna dan memeluknya dari belakang sambil menciumi rambut wangi itu , namun hal romantis itu bukannya membuat Mitha berhenti menangis tapi malah membuat isakannya bertambah jadi


" Maaf telah membuatmu menangis " ucap Edgar akhirnya dengan susah payah, mengapa ?? karena Edgar bukanlah tipe pria yang suka meminta maaf pada siapapun... Ia terbiasa mendapatkan apapun yang diinginkannya dengan kuasanya hingga apa yang diinginkannya selalu bisa di dapatnya tanpa perlawanan dan akhirnya membentuknya menjadi pribadi yang arogan.


Kata maaf hanya pernah di ucapkannya pada neneknya, bahkan pada ayahnya sendiri sampai saat ini di usianya yang ke 27 ia tak pernah meminta maaf padahal setiap kali mereka bertemu selalu saja bertengkar.


Edgar terdiam sendiri usai mengatakan kata maaf pada Anna


" Mengapa aku begitu mudah luluh pada Anna kini ??" tanyanya dalam hati, tangannya menarik pelan bahu Anna hingga ia bisa melihat wajah cantiknya , berlahan di hapusnya air mata dari pipi Anna


" Sudah jangan mengeluarkan air mata lagi, kan aku sudah minta maaf " ucap Edgar melembut


" Air mata bukan air keran yang bisa langsung berhenti jika kita inginkan Edgar hik hik hik " sahut Mitha masih saja mewek


" Jadi kau masih akan menangis ??" tanya Edgar yang langsung di angguki oleh Mitha


" Baiklah... menangis lah sepuasnya di dadaku , kau boleh memakainya sepuas mu " ucap Edgar lalu merentangkan kedua tangannya agar Anna bisa berlabuh di pelukannya, dengan ragu Mitha meletakkan wajahnya ke dada Edgar... Ia menutup kedua matanya berlahan dan mencari ketenangan di dada bidang Edgar


Mitha kembali menangis tersedu... Ia benar-benar menuangkan rasa sedihnya , rasa sepinya di dada Edgar


Betapa selama setelah ia bercerai lalu ibunya meninggal , ia tak pernah lagi punya sandaran .... Ia benar-benar sendiri di dunia yang kejam ini. Dada Edgar memang sangat di butuhkan olehnya saat ini


" Maafkan aku nona Anna, aku pinjam sebentar dada Edgar hik hik hik " tangisnya dalam hati, Edgar memeluk balik Anna sambil mengelus rambut panjang Anna


" Ada apa denganmu Anna ? mengapa kau terlihat begitu takut bertemu dengan keluargaku dan kau juga nampak begitu sedih ....sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan ??" tanya Edgar dalam hati


" Seperti ini rasanya ya, menjadi tempat berteduh seorang wanita....rasanya sangat menghangatkan hati dan tubuhku " ucap Edgar mengagetkan Mitha


" Maksudmu selama ini belum ada yang pernah menangis di pelukanmu ?" tanya Mitha sambil menghapus air ingus yang berebutan ingin keluar dari hidung mancungnya


" Tidak juga... Kau wanita ketiga ..."


" Apa...?? dasar kau perayu wanita cih !!" omel Mitha kesal sambil mencubit perut Edgar

__ADS_1


" Kau cemburu sayang ?? " tanya Edgar terkekeh senang melihat ekspresi kesal dari Anna


" Siapa juga yang cemburu...." sahut Mitha sambil menunduk saat menyadari ia tak punya hak untuk cemburu pada Edgar... ya dia bukan lah Anna, Edgar meraih ke dua tangan Anna dan menciumnya sekilas


" Kau yang ketiga setelah ibu dan nenekku... Jadi tak usah cemburu okay !!" ucap Edgar lagi membuat Mitha terdiam , ia jadi bingung mau berkata apa ...


" Omg malu banget rasanya 🀦🀦🀦" cicit Mitha dalam hati


" Kau sendiri ....apakah pernah menangis di dada pria lain sebelumnya ??" tanya Edgar tiba-tiba membuat kaget Mitha


" A.. Apa ??" cicitnya kaget


" Di pelukan pria lain ??" beo Mitha sambil berusaha mengingat pernahkah ia menangis di pelukan suaminya dulu selama pernikahan mereka, ekspresi Anna yang nampak bingung membuat Edgar langsung naik pitam


" Jawab Anna !!" ucap Edgar penuh penekanan


" Jangan bilang kau cemburu Edgar ??"


" Ya aku cemburu ... sangat cemburu !! Katakan siapa pria sialan itu ??" tanya Edgar menggelegar membuat Mitha tersenyum, senang rasanya ada pria yang cemburu .... ia merasa begitu di cintai , rasa yang sudah lama tak di rasakannya


Gelegar suara Edgar terdengar sampai keluar kamar membuat semua saling pandang, wajah Hardi yang sudah memucat semakin pucat saja


" Kayaknya gawat di dalam bos , gimana kalau mereka beneran putus... kita jadi pengangguran dong " bisik Alex cemas


" Mending juga kita jadi pengangguran dari pada tu si tua bangka... bakalan almarhum dia, lihat betapa pucatnya tuan Hardi " sahut Romi


πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


" Mengapa kau malah tersenyum hah ??" tanya Edgar lagi semakin kesal


" Kemari duduk dulu ...."


" Tidak....jawab dulu siapa laki-laki siapa kurang ajar yang berani memelukmu selain aku , aku akan membunuhnya....!!" teriak Edgar lagi tambah membuat Hardi bak mayat hidup kini


Mitha berdiri lalu memeluk Edgar dari belakang


" Dadamu adalah tempat pertamaku Edgar menangis , sungguh ... terimakasih sudah memberiku tempat untuk menangis " ucap Mitha , Edgar berbalik dan menaikkan dagu Anna dengan telunjuknya... Di pandanginya manik mata Anna dengan mendalam untuk mencari kebenaran dari pernyataannya tadi


" Sungguh aku pria pertama ??" ulang Edgar, Mitha mengangguk

__ADS_1


" Sungguh ... Aku berani bersumpah, ini kali pertama aku menangis di dada seorang pria " aku Mitha dan itu memang benar karena selama pernikahan ya dengan suaminya tak pernah sekalipun Mitha berani menampakkan air matanya di depan suaminya... Ia lebih memilih menangis di kamar mandi setelah di marahi mantan mertuanya dulu


Hati Edgar menghangat mendengar jawaban Anna, dengan sekali tarik Anna sudah menempel dan berada di pelukannya


" Ingatlah Anna... Seumur hidupmu kelak kau hanya boleh menangis di dadaku saja hanya di sini ...mengerti !!" ucap Edgar sambil menunjuk dadanya membuat Mitha jadi gemas sendiri dengan sikap cemburu akut Edgar itu


Cup...Mitha mengecup pelan bibir Edgar


" Sudah berhentilah cemburu, tak ada yang perlu kau cem.... emhhh " tak ada lagi perbincangan setelah Edgar membungkam bibir sexy itu dengan ciuman mautnya , Edgar membawa Mitha ke atas ranjang dan mengukungnya


" Edgar nanti ada yang masuk !!" bisik Mitha sambil berusaha mendorong dada Edgar, namun usaha itu sia-sia belaka... Edgar sudah on fire kini tak ada apapun yang bisa menghentikan nya


" Jika ada yang berani masuk... artinya mereka cari mati " sahut Edgar sambil mengamankan kedua tangan Anna dengan sebelah tangan kekarnya


" tapi Edgar....ahhhh ahhhh ....Edgar kau begitu nakal ahhh "


Skippp....


" Sudah lebih setengah jam, mereka belum keluar juga bos... apa Mitha baik-baik saja ??" tanya Alex cemas


Kletek...


" Langsung siapkan penerbangan selanjutnya ke Jakarta begitu jet sampai di Singapura!!" titah Edgar begitu menutup pintu kamar


" Mengapa kita harus mendarat di Singapura jika tuan ingin ke Jakarta ??" tanya Hardi


" Tentu saja untuk menurunkanmu bandot tua, apa kau ingin kuturunkam sekarang !!" sahut Edgar lalu kembali masuk ke kamar ... membuat Hardi terdiam seketika


" Kayaknya kondisi aman saja bos, hebat juga tu jande bisa mengubah keputusan tuan !!" bisik Alex


" Naga-naganya tuan habis ehem ehem , yesss kau pintar Mitha " sorak Romi dalam hati


Edgar kembali berbaring sambil memeluk Anna yang terkulai lemas setelah pertempuran hebat mereka


" Aku sangat suka bercinta denganmu Anna....sangat suka, aku tak akan pernah melepaskan mu sampai kapanpun sayangku ...." janji Edgar dengan perasaan bahagia


Hemm terperosok semakin dalam di jande kita ini, bagaimanakah kisah selanjutnya sista


Jangan lupa selalu beri feedback untuk novelku ini, biar onel cemungut terus nulisnya πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2