
" Mengapa kau diam ?? katakan apa yang begitu menarik perhatianmu hingga tak memperhatikan aku ?? " cecar Edgar tambah mengeratkan pelukannya
Mitha sudah tak berkutik.... sungguh ia mati gaya kali ini.
Bagaimana tidak seorang pria nan begitu tampan kini tengah memeluknya begitu dekat, nafas seorang Edgar bahkan begitu terasa di pipinya
" Aduh aku harus jawab apa dong, tadi di kamar sudah kutolak ...kalau ini aku salah jawab lagi bisa berabe, Romiiiii tolongin aku dong !!" cicit Mitha sambil memberi kode pada Romi melalui gerakan tangannya
Romi pura-pura tak melihat kode dari Mitha, siapa juga yang berani menganggu tuan Edgar saat sedang memeluk kekasihnya.... itu namanya cari mati
" Pancaran matamu pun sekarang berubah Anna, jika dulu penuh kesombongan dan dingin sekarang tatapan matamu begitu sejuk dan mimik wajahmu macam kelinci yang begitu imut... kau banyak berubah namun aku sangat suka dengan semua perubahanmu ini, kau semakin sexy dan mengemaskan ha ha ha " ucap Edgar dalam hati begitu menikmati wajah gugup Anna saat ini , ia tambah ingin mengerjainya
Edgar semakin mendekatkan wajahnya hingga wajah keduanya nyaris bersentuhan
" Jangan coba-coba berbohong, aku akan menghukum mu jika kau berani berbohong !!" ucapnya lagi dengan tatapan begitu tajam seolah menembus sukmanya
" Aku.... aku hanya mengagumi mansion ini sungguh, aku tidak bohong !!" sahut Mitha sekuat tenaga... sungguh tubuhnya begitu lemas saat ini jika saja Edgar tak memeluknya ia pasti sudah terduduk di lantai
" Apakah Edgar sudah tau jika aku bukan nona Anna ??" tanya Mitha dalam hati
" Kau yakin tidak berbohong ??" lanjut Edgar, Mitha sudah tak bisa menjawab apapun saat ini hanya keringat yang timbul memenuhi keningnya , begitupun Romi... wajahnya sudah seputih kapas jika ada yang menatapnya pasti menyadari betapa Romi sangat ketakutan saat ini
" Ya Tuhan....apakah kematian ku sudah di depan mata ??" ucapnya dalam hati
krucuk..krucuk...krucuk
Di keheningan terdengarlah demo oleh cacing Mitha yang kelaparan minta makan membuat Edgar tertawa geli
" Astaga aku lupa jika kau belum sarapan ... ha ha ha hi hi hi " gelaknya lalu mengenggam tangan Mitha dan menariknya ke ruang makan. Mitha bagai sapi yang di cucuk hidungnya...ia hanya bisa mengikuti kemana langkah besar Edgar berjalan.
Sesampainya di ruang makan , Edgar menyilahkan Mitha duduk dan mengangguk pada kepala pelayan... dalam sekejap para pelayan masuk dan menghidangkan begitu banyak sarapan khas Prancis di meja .
Sungguh jika sekarang Edgar tidak berada di depannya, air liurnya pasti sudah berseliweran melihat semua makanan yang rata-rata adalah jenis makanan kesukaannya yaitu roti.
Walau miskin raya , Mitha ngak katro-katro amat masalah makana di depannya ini. Seringkali ia bercengkrama dengan mbah google, membahas segala jenis roti dari berbagai dunia walaupun kenyataannya yang sehari-hari bisa di belinya hanya roti gepeng π€.
__ADS_1
Mitha melihat ada Brasille, Gibassier, Casserole bruch caledonia, Canistrelli, Oeufs cocote, pain Aux raisin,chouquette, pain perdu dan yang tak ketinggalan tentunya adalah croissant, siapa yang tahan melihat semua ini....Mitha serasa berada di surga roti saat ini.
Mitha segera menunjuk Casserole dan pelayan segera menghidangkannya di depannya
" Mana teh kesukaan Anna ??" tanya Edgar, Mitha segera menyendok Casserole yang merupakan hidangan seperti roti lapis di beri berbagai isian yang di siram campuran telur sebelum di panggang itu dan memasukkannya ke mulutnya....
" Omg..... enak banget, siapa menyangka pada akhirnya aku bisa menyantap Casserole langsung di negara asalnya....hemm enak banget " rucau Mitha dalam hati sambil terus mengunyah dengan nikmat, ia bahkan sudah lupa dengan kehadiran Edgar di depannya yang juga sarapan sambil memandanginya.
Sampai akhirnya karena haus Mitha mengambil teh dan meminumnya sambil memandang kedepan hingga tatapan mereka bertemu....
uhuk...uhuk...uhuk....
Mitha terbatuk keselekan teh, wajahnya bahkan sampai memerah saking kagetnya . Edgar langsung berdiri sambil tersenyum simpul melihat wajah Mitha yang memerah akibat terbatuk, ia mendekat dan membersihkan bibir Anna dengan jempolnya
" Makan saja berlahan tak akan ada yang merebutnya , semua ini untukmu " ucapnya
" Semuanya... mana bisa aku menghabiskan nya !!" protes Mitha
" Makanlah sekuatmu... aku lebih suka jika badanmu berisi seperti ini dari pada terlalu kurus seperti dulu, muah " Edgar mengecup sekilas bibir Mitha sebelum kembali ke kursinya lagi
" Kau....!!" celetuk Mitha kesal, namun hanya sebentar begitu matanya kembali menatap surga roti di depannya dengan segera ia kembali tersenyum
" Kau sungguh suka kopi sekarang ??" tanyanya senang, biasanya mencium bau kopi saja wajah Anna sudah jelek
" Yah begitulah... ternyata rasa kopi lebih nikmat dari teh " sahut Mitha , tangannya sudah mengambil beberapa roti di depannya dan mencicipi nya sembari menunggu kopinya , begitu kopinya tersedia... Mitha segera menyesapnya
" Sungguh tak ada hal yang paling nikmat selain makan roti dengan meminum kopi seperti ini " ucapnya dalam hati begitu menikmati rasa yang di rindukannya itu.
Jika ia minum kopi ,Mitha pasti teringat pada dokter Steven. Karena hanya sang dokter tampan itulah yang selalu membelikan dirinya roti enak. Setidaknya seminggu 2 dokter tampan itu memberinya roti yang jauh lebih enak dari pada roti gepeng ...
" Dokter apa kabarmu ?? Mitha kangen " cicitnya dalam hati
" Permisi tuan...mobil anda sudah siap !!" lapor Hardi sambil memperhatikan Anna yang terlihat begitu menikmati sarapannya
" mengapa nona Anna begitu banyak makannya sekarang ?? biasanya kan nona Anna sangat memperhatikan berat badannya ??" tanya Hardi dalam hati melihat betapa banyak sarapan nona Anna.
__ADS_1
" Jika kau sudah selesai kita bisa segera berangkat Anna !!"
" Berangkat ke mana ??" tanya Mitha
" Aku akan mengajakmu berkeliling Paris " sahut Edgar membuat Mitha segera menghabiskan kopinya
" Aku sudah selesai !!" lapornya dengan wajah berseri indah
" Berikan kuncinya pada Romi !!" titah Edgar
" Tapi tuan.... biasanya kan saya yang...."
" Berikan... kau istirahat saja !!" tegas Edgar tak mau di bantah, keduanya dengan si supir oleh Romi berkelilinkg Paris. Mitha senang sekali , bibirnya tak henti-henti tersenyum mengagumi keindahan kota paris.
Puas berkeliling Edgar mengajak Mitha untuk makan siang di menara Eiffel. Berapa Mitha terus l mengucapkan rasa syukur yang begitu dalam atas rezeki tak terduga nya keliling kota Paris ... kota yang di idamkan semua wanita di muka bumi ini.
Tempat makan yang begitu indah dengan makanan yang juga begitu enak menciptakan rasa bahagia pada Mitha yang tak berkesudahan dan kebahagiaan itu ternyata menular pada Edgar.
Ia merasa begitu bahagia sepanjang pagi hingga siang ini saat bersama Anna, ini adalah waktu terlama yang di habiskan ya berdua dengan Anna selama setahun mereka pacaran.
Selesai makan Edgar mengajak Mitha naik ke puncak menara Eiffel, di dalam Lift Edgar mengenggam jemari Anna dengan erat
" Mengapa kau mengenggamnya begitu erat Edgar ?? lihatlah semua orang melihat kita " bisik Mitha merasa malu dengan perlakuan Edgar
" Untuk apa kau memperdulikan orang lain, yang penting kita yang merasakan " sahut Edgar lagi, genggaman itu terus berlanjut sampai mereka sampai di puncak menara Eiffel. Mata Mitha begitu di manjakan dengan pemandangan nan begitu indah hembusan angin yang lumayan dingin menghampiri kulit mulusnya namun Mitha tak merasa dingin sama sekali mungkin karena hatinya begitu bahagia kini .... sungguh kota ini begitu indah.
Edgar yang semenjak tadi terus memandangi wajah Anna , sudah tak sabar .. sedari tadi ia begitu ingin mencium bibir sexy Anna yang terus tersenyum tanpa henti. Senyuman itu seolah mengundangnya untuk mencicipi nya, saat Mitha asik dengan aktifitasnya mengagumi keindahan kota Paris dari ketinggian , tangan kekar Edgar menarik pinggang Anna mengagetkan Mitha
" Edgar... apa yang ehmmmm" pertanyaan itu terputus karena Edgar sudah membungkam bibirnya dengan sebuah ciuman hangat, Mitha berusaha memberontak... ia malu begitu banyak orang lain di situ namun tangan kokoh Edgar tak bergerak sedikitpun... Edgar terus menyesap bibirnya tanpa ampun, sampai ia puas baru Edgar menghentikan ciumannya
" Edgar.... disini banyak orang !!" omel Mitha dengan wajah memerah, Edgar tak perduli... mata elangnya terus memandangi netra mata Mitha membuat Mitha terdiam seketika
" Kau tau Anna... setahun lalu aku jatuh cinta padamu dan kita berpacaran , anehnya saat ini entah mengapa tapi aku merasa aku kembali jatuh cinta padamu untuk yang kedua kalinya dan kali ini aku begitu yakin bahwa aku mencintaimu Anna... sangat mencintaimu, jadi jangan pernah pergi meninggalkan aku lagi " ucap Edgar sebelum kembali mencium Anna dengan mesra.....
" Doraemon.... tolong Mitha dong, kalau begini terus bisa mati muda aku... oh jantung bertahanlah ππ" cicit Mitha
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya