
" Tunggu.... Sebelum menikah aku masih ada satu permintaan lagi !!" sahut Mitha seraya berdiri dari tempatnya duduk
" Whattt.... apa lagi Anna ??!" tanya Edgar tak percaya, apa lagi Romi dan Hendrik keduanya terlonjak namun dengan ekspresi yang berbeda... Jika ekspresi Romi begitu cemas maka ekspresi Hendrik malah begitu sumringah. Wajahnya yang semula begitu mendung karena sedih bos pujaan hatinya akan menikah jadi begitu bahagia karena masih ada celah pernikahan ini akan gagal
" Mitha... apa kau sudah gila ??" teriak Romi melalui pandangan matanya
" Sebaiknya kita dengarkan dulu apa keinginan mempelai wanita, karena yang namanya pernikahan tak akan bisa terjadi jika salah satunya tak menginginkannya !!" sang pemimpin pernikahan menengahi
" Baiklah ...katakan Anna, apa permintaanmu ??" tanya Edgar membuat semua yang berada di ruangan memandangi Mitha
" Aku.... aku... bolehkan aku menikah menggunakan nama kecilku ?" pinta Mitha akhirnya
" Nama kecilmu ? apa maksudmu Anna, bukannya namamu sedari kecil adalah Anna ?? " tanya Edgar, wajah Romi langsung memucat ... Ia tau arah permintaan Mitha, jika Mitha menikah tanpa menggunakan nama aslinya maka pernikahan itu sama saja tidak sah....
" aku harus membantunya !!" tekad Romi
" Maksud nona begini tuan, sewaktu kecil nama nona Anna bukanlah nona Anna namun karena nona sempat terpisah dengan orang tuanya ... kerabatnya memberi nama baru untuk nona " ucap Romi yang kagum dengan kepintarannya sendiri...
" Tumben amat Romi pinter " cicit Mitha sambil mengangguk meng iyakan jawaban Romi
" Lalu siapa nama aslimu ? mengapa kau tak pernah menceritakannya selama ini padaku ??" tanya Edgar sambil berkacak pinggang... entah mengapa ia merasa kecolongan
" Maaf Edgar...dulu aku fikir itu bukanlah hal penting, tapi jika harus menikah ... kurasa hal itu harus kau ketahui . Setidaknya untuk pernikahan ini saja, jika nanti resepsi tak apa-apa memakai nama Anna ....boleh kan pak ??" tanya Mitha pada pemimpin pernikahan
" Ya bisa saja... Yang penting acara sakral ini jika hanya untuk pesta nanti tak masalah " sahut beliau
" Jadi siapa nama aslimu ??" tanya Edgar sekali lagi, Mitha mengangkat berlahan wajahnya lalu menatap dalam manik mata Edgar ... Pria yang tak lama lagi akan sah menjadi suami ke duanya itu
" Namaku... Paramitha " ucap Mitha lembut membuat Edgar terhenyak, entah mengapa Edgar merasa nama itu memang lebih cocok untuk Anna saat ini dari pada nama Anna
" Baik... sekarang nikahkan kami !!" akhirnya Edgar menyerah, ia menarik Anna kembali dan keduanya duduk di hadapan pemimpin pernikahan...Edgar tak akan mempermasalahkan hal itu selama mereka cepat menikah, tornadonya sudah tak tahan lagi cenat-cenut meriang
Mitha duduk pasrah , ia tak punya alasan apapun lagi untuk menolak pernikahan ini. Mitha memandangi wajah Edgar yang duduk di sebelahnya ....
" Ibu .... Aku sungguh tak menyangka akan menikah secepat ini bahkan aku dulu tak pernah membayangkan akan menikah lagi, pria di sebelahku ini adalah pria yang sangat mencintai Anna ibu, gadis yang sangat mirip denganku namun kini ia sudah bersama ibu . Tolong sampaikan pada Anna bu, aku akan melayani Edgar dengan ikhlas sebagai suamiku dan aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Edgar dan membahagiakan nya " ucap Mitha dalam hati, setetes air bening mengalir dari ujung mata indahnya ...
__ADS_1
Namun tak hanya Mitha yang meneteskan air matanya, tak jauh dari Mitha air mata Hendrik juga mengalir dengan deras....sedangkan Romi berkaca-kaca
" Aku tau kau terharu bahagia karena tuan menikah Hendrik... tapi ngak usah mewek kayak gitu juga kale !!" bisik Romi
" Siapa yang bilang gue menangis bahagia !! Huh sok tau !!" balas Hendrik sengit
" Terus kenapa juga kau menangis sampe ingusan begitu ??" tanya Romi bingung
" Gue sedih hik hik hik sedih banget, pujaan hatiku kok malah milih dia dari pada aku hua hua hua kurang apa juga aku ππ" sahut Hendrik sambil menunjuk Mitha , membuat Edgar melotot jengkel karena semua mendengar sahutan Hendrik itu
" Hei manusia jadi-jadian bikin ribut aja, sudah ganti saja saksinya....Alex usir dia !!" titah Edgar kesal... acara pernikahannya jadi ternoda rasanya
" Tidak... Jangan tuan, akika hanya bercanda... hik hik hik sudah akika ngak akan nangis lagi " jawab Hendrik sambil membersihkan wajahnya yang penuh air mata dan ingus membuat Mitha tertawa kecil
" Edgar memang sangatlah tampan, sangat sangat tampan...bisa dibilang aku ini dapat durian runtuh bisa menikah dengan pria setampan segagah dan sekaya Edgar, mungkin ini adalah jawaban dari doa-doa ku selama ini " ucap Mitha dalam hati
Acara pernikahan berlangsung dengan hikmat dan sakral, walau hanya di hadiri oleh para bawahan Edgar .
" Kini kalian sah menjadi suami istri, silahkan kalian bertukar cincin !!" ucap pemimpin pernikahan, Edgar membuka kotak cincin dan menyematkan sebuah cincin yang begitu indah di jemari Mitha ....begitupun Mitha
Edgar pun mencium kening Mitha, Mitha menutup kedua matanya... Ia ingin menikmati momen sakral ini dan menyimpannya di dalam hatinya
" Hari ini dan besok kalian semua boleh libur, aku dan Anna akan pergi berbulan madu !!" ucap Edgar sambil mengendong Mitha dan berjalan menuju ke halaman
" Au kita mau ke mana Edgar ?? " tanya Mitha, Edgar tersenyum lebar tanpa menjawab
Nampak sebuah helikopter sudah menunggu mereka , Edgar segera masuk setelah memasukkan Mitha terlebih dahulu
" Hendrik jangan menghubungi aku dalam 3 hari, selesaikan semua urusan sendiri... Awas kalau ada urusan yang tidak beres !!" titah Edgar membuat Hendrik mengangguk lemas
" Baik bos... tapi kalau tuan Hardi bertanya bagaimana ? akika harus jawab apa ??" tanya Hendrik
" Kau bilang saja aku sedang dinas luar... awas kalau mulut mu sampai lober "
" Ih bos emangnya bibir akika wc sampai lober... bos jahat !!" rajuk Hendrik sambil memeluk sebelah lengan Romi dan menggigitnya
__ADS_1
" Apaan sih !! lepas nanti rabies gue !!" bentak Romi jijai
" Wkwkwk bos di sengat tawon ha ha ha " gelak Alex membuat semua ikut tertawa
" Selamat berbulan madu tuan muda... nona Anna, kami semua mendoakan kebahagiaan untuk kalian berdua " ucap kepala maid sambil menangis, ia sudah mendampingi Edgar semenjak Edgar kecil...ia sudah mendampingi Edgar dalam menjalani suka dukanya selama ini , kini melihat Edgar menikah dengan gadis yang di cintainya sungguh membuatnya ikut bahagia . Ia tak menyangka Edgar akhirnya mau menikah, karena sebelumnya Edgar bertekad untuk tak akan pernah menikah karena kelakuan ayah kandungnya yang seringkali berganti wanita hingga membuat ibunya sakit hati dan memutuskan untuk bunuh diri saat ayahnya membawa seorang wanita yang tengah hamil tua ke rumah mereka.
" Nona tolong bahagiakan tuan Edgar, dia sudah banyak menderita hik hik hik " ucapnya sebelum Romi menutup pintu Hely
" Kemana kita Edgar ??" tanya Mitha penasaran
" Sebenarnya aku ingin membawamu keluar negri, tapi waktu tak memungkinkan jadi kita ke vila ku di Bandung saja " jawab Edgar
" Mengapa kita tidak di mansion saja..."
" Tidak.... Aku hanya ingin berdua saja denganmu tanpa ada seorangpun menganggu, ingat kau sekarang sudah menjadi istriku... Kau milikku seorang , jangan pernah pergi lagi dariku Anna... selamanya ...berjanjilah padaku !! " pinta Edgar membuat Mitha terdiam
" Berjanji ...??" beo Mitha
" Ya berjanjilah bahwa kau tak akan pernah meninggalkan aku apapun yang terjadi... selamanya !!" ulang Edgar
" A... apa ??"
" Berjanjilah Anna...aku sungguh mencintaimu, sepenuh hatiku ... Aku tak bisa hidup tanpamu, apa kau mengerti ?!" pinta Edgar sungguh-sungguh
" Nona Anna betapa beruntungnya dirimu, bisa di cintai begitu besar oleh Edgar namun mengapa kau harus pergi begitu cepat ? Romi benar ... Jika Edgar tau kau sudah meninggal pasti Edgar akan sangat sedih " ucap Mitha dalam hati
" Nona Anna .... Izinkan aku mengantikanmu untuk membahagiakan Edgar " lanjutnya sambil memeluk leher Edgar
" Baik Edgar... Aku berjanji , aku tak akan meninggalkanmu kecuali kau mengusirku karena aku juga mencintaimu " bisik Mitha membuat Edgar sangat bahagia, Edgar mendekati wajah cantik Anna...
" Mengapa bibirmu itu begitu menggoda ??" tanyanya terus mendekat
" Edgar lihat betapa indah pemandangan dari atas sini !!" celoteh Mitha mengalihkan ciuman yang hampir terjadi membuat geram Edgar
" Kau....!! berani sekali kau ...." geram Edgar
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya