Kau Bukan Dia

Kau Bukan Dia
32. Mati Gaya


__ADS_3

Pembaca sekalian maaf baru bisa up date lagi, setelah lebaran bapak onel berpulang ke Rahmatullah jadi onel sungguh tak bisa menulis selama beberapa saat. Tapi insha Allah ini dah mulai nulis lagi...mohon dukungannya untuk novel terbaruku ini 😘😘


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Edgar kaget melihat air mata berjatuhan dari kedua mata Anna yang sedang melamun, sebenarnya apa yang sedang di pikirkan oleh Anna hingga ia sampai menangis seperti itu ?? tanya Edgar dalam hati.


Edgar berjalan mendekati Anna


" Anna ... ada apa mengapa kau menangis, apa yang sedang kau fikirkan , apa yang membuatmu terlihat begitu sedih ??" tanyanya membuyarkan semua rekam jejak yang berseliweran di otaknya tadi


" Oh Edgar... kau kau di sini ??" cicitnya kaget dan segera menghapus air mata di pipinya, namun jemari Edgar sudah terlebih dahulu menghapus air mata itu membuat keduanya saling pandang... Mitha sungguh terhenyak mendapati betapa tatapan mata Edgar yang begitu dalam dan penuh cinta...


" Seandainya cinta itu untukku hik hik hik " ucapnya dalam hati kembali menangis mengingat betapa selama ini garis cintanya yang begitu kelabu.


" hei cantik mengapa kau menangis lagi ??" tanya Edgar kaget, Mitha segera memberikan senyum termanisnya agar Edgar tak curiga


" Aku bukannya menangis karena sedih Edgar, tapi karena bahagia... kurasa kau banyak berubah sekarang, tidak seperti dulu yang selalu menghindari ku " ucap Mitha sambil mengalungkan kedua tangannya ke leher Edgar walaupun untuk itu ia harus berjinjit karena Edgar yang begitu tinggi


" Maaf nona Anna aku pinjam sebentar kekasihmu !!" cicit Mitha dalam hati, Edgar pun tersenyum mendengar ucapan Anna... kedua tangannya meraih pinggang ramping Anna dan menariknya ke pelukannya


" Hemm ya aku memang sekarang sudah berubah, kini aku yakin bahwa aku sangat mencintaimu dan tak akan bisa hidup tanpamu " ucap Edgar sungguh-sungguh... Mitha terdiam mendengar ungkapan cinta nan begitu romantis, walau ia tau itu bukan untuknya namun ia sungguh merasa meleleh mendengarnya .


Rem pertahanan Mitha pun blong... ia mendekatkan bibirnya hingga bibir mereka bertemu, dengan memejamkan matanya Mitha menyesap bibir Edgar....sungguh saat ini ia hanya ingin merasa di cintai walau hanya 5 menit saja agar ia memiliki kekuatan untuk menghadapi masa depannya ...


Edgar menyambut bibir Mitha dengan senang hati, entah mengapa bahkan rasa bibir Anna sekarang sudah berubah namun ia suka... sangat suka, ciuman pelan kini berubah menjadi ciuman nan panas... Mitha sudah tersandar di dinding di pepet oleh Edgar yang kembali on fire


" Ahhhh....." terdengar desah dari bibir Mitha saat bibir Edgar dengan lincah berselancar di lehernya membuat semua bulu roma Mitha meremang saat ini, ia sudah lupa dengan peraturan yang di buatnya sendiri bahkan saat Edgar mendorongnya ke atas ranjang Mitha tak menolak... sungguh tubuhnya memang sangat merindukan sentuhan-sentuhan ini, setahun bukanlah waktu yang pendek bagi seorang Mitha menahan gejolak jiwa mudanya yang seringkali masih timbul.


Mitha hanya bisa mengigit bibirnya saat Edgar tengah bermain dengan si kembar dengan leluasa , satu persatu pakaian Edgar telah melayang begitupun baju mandi Mitha sudah tak berbentuk lagi.....


" Oh Anna.... I want you !!" bisik Edgar sambil menciumi kuping Mitha ...Mitha tambah meradang, tubuhnya bergetar hebat saat merasakan kembali hasratnya begitu menggebu....

__ADS_1


" Mitha....!!!" terdengar suara seorang pria yang ia kenali sebagai dokter Steven memanggilnya membuat Mitha tersadar dari rasa nikmat cumbuan Edgar...


" Dokter Steven....!!" cicitnya dalam hati, Mitha segera mendorong tubuh besar Edgar hingga keduanya terpisah


" Ada apa Anna... kau menolakku ??" protes Edgar yang sedang naik-naiknya... ia kini sudah bersiap memanjakan tornadonya yang sedari tadi telah siaga


" Bu... bukan begitu Edgar, aku .. aku !!" Mitha masih berusaha menyadarkan dirinya dari degupan jantungnya yang berpacu begitu cepat ....


" Aku apa...??" desak Edgar tak suka melihat Anna merapikan kembali piyama mandinya


" Aku ... teringat dengan nenekmu, aku takut " sahut Mitha lalu berdiri dan menjauh dari Edgar, Edgar hanya bisa meremas rambutnya dengan kesal.


Memang benar apa yang di katakan Anna... neneknya dengan keras melarangnya untuk bercinta dengan Anna sebelum mereka menikah, nenek mengatakan ingin melihat keseriusan dan kesabaran seorang Anna dalam menjalin hubungan dengannya, tapi ini.....


Edgar memandangi tornadonya yang masih mencari musuh itu, namun musuhnya sudah lari ke kamar mandi....


" Dulu aku tak pernah sebegitu berhasrat pada Anna, namun mengapa sekarang ia jadi begini ??" ucapnya bingung sendiri, akhirnya Edgar pun masuk ke kamar mandi satunya dan berusaha menenangkan dirinya beserta tornadonya agar mau tidur kembali.


Mitha kembali masuk ke dalam jakuci , ia berusaha menenangkan debaran dan degupan jantungnya agar normal kembali


" Doraemon kemari dong bawakan aku pintu ke mana saja , pindahkan saja wanita hina sepertiku ke kutub Utara. Di dalam hatiku mengingat dokter Steven namun tubuhku begitu menikmati sentuhan dari Edgar.... oh ya ampun betapa tidak tau dirinya aku sebagai janda miskin raya ini, aku cocoknya hidup dengan para beruang aja biar bisa sadar diri hu hu hu " rutuk Mitha pada dirinya sendiri


" Aku tidak boleh terlena... sebaiknya aku mencari alasan agar bisa kembali secepatnya ke Jakarta dan menjauh dari tuan Edgar " ucap Mitha dalam hati


Karena perutnya telah berbunyi karena lapar akhirnya Mitha memutuskan untuk keluar dari kamar mandi, ia celingukan melihat apakah masih ada tuan Edgar atau tidak di dalam kamar. Setelah memastikan bahwa Edgar tidak ada di dalam kamar, Mitha pun berjalan mencari di mana pakaiannya berada... syukurlah ternyata pakaiannya sudah di siapkan .


Mitha pun berpakaian dan berdandan seadanya , ia lalu berjalan keluar dari kamar untuk mencari Romi


" Rom... aku lapar !!" bisiknya


" Apa yang terjadi di kamar dengan tuan ??" tanya Romi balik

__ADS_1


" Memangnya kenapa ??" tanya Mitha balik


" Tuan keluar dari kamar dengan wajah memerah ... seperti marah gitu, kalian bertengkar?"


" Bukan bertengkar... Edgar mengajakku begituan tapi aku tolak !!" jawab Mitha membuat mata Romi melotot seakan akan keluar dari tempatnya


" Kau menolak tuan...?? yang benar saja, aduh bisa ketahuan ini kalo kamu itu bukan nona Anna... bagaimana ini ?? lagian kenapa juga sih kamu menolak Mit... ?? " tanya Romi panik


" Eh Rom.. sudah kubilang aku ini janda bermartabat , ngak semudah itu untuk melakukan hal seperti itu tau... sudah aku lapar banget ini , di mana ruang makannya ??" omel Mitha balik , dengan langkah galau Romi berjalan membawa Mitha ke ruang makan. Sepanjang jalan mata Mitha tak henti memperhatikan mansion yang begitu indah dan mewah


" Ini mansion apa istana raja ya...mewah banget, baru kali ini aku melihat rumah semewah ini seumur hidupku !!" cicitnya dalam hati ... saking asiknya melihat ke kanan kiri , atas bawah ...Mitha sampai tak sadar bahwa Edgar sudah berada di depannya


Bruk....


Mitha menabrak Edgar yang sedari tadi sebenarnya memperhatikan dirinya


" Aw.... !!" jeritnya kaget karena tangan Edgar kembali memeluk pinggang rampingnya


" Apa yang kau perhatikan cantik, jangan membuatku cemburu dengan lebih memperhatikan hal lain selain aku !!" bisik Edgar membuat Mitha terdiam


" OMG....mengapa tuan Edgar ini begitu tampan membuat jantungku serasa meleleh seketika " cicit Mitha dalam hati melihat Edgar begitu menawan dengan kaos putih yang di kenalannya saat ini


" Hei janda miskin raya... ingatttt sadar diri !!" alarm dirinya berbunyi begitu kencang memperingatkan otaknya yang sudah mulai tak berfungsi saat mulai terpana .....


" Mengapa kau diam ?? katakan apa yang begitu menarik perhatianmu hingga tak memperhatikan aku ??" cecar Edgar tambah mengeratkan pelukannya . Mitha sudah tak bisa berkutik ... sungguh ia mati gaya saat ini


Bisakah Mitha terlepas dari jerata pesona seorang Edgar ??


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2