Kau Bukan Dia

Kau Bukan Dia
56. Siaga


__ADS_3

" Sekarang jelaskan mengapa kau ingin putus lagi denganku.... Apa ada pria lain ??" teriak Edgar menggelegar di kamar, mata Edgar memerah melotot seolah akan lepas dari tempatnya membuat Mitha bergidik, namun setakut-takutnya ia dengan Edgar ia jauh lebih takut dengan pesan ibunya


" Tidak... tak ada hubungannya dengan pria lain , aku..."


" Tak usah berbohong ! lalu mengapa kau sampai minta putus 2 kali ... Apa lagi yang kurang? Kau tak mau bertemu nenekku aku turuti.. Kau mau ke Jakarta aku turuti, lalu mengapa masih minta putus hah ??" teriak Edgar lagi


" Pria lain apanya Edgar ? dari mana pria itu bisa mendekatiku sedangkan aku selalu di dekatmu " sahut Mitha


" Lalu katakan alasanmu , dengan jelas...!!"


" Semalam aku bermimpi... Ibu mengingatkan aku agar tidak berbuat dosa "


" Ibu ? Ibu dari mana , kau kan di besarkan oleh ayahmu dan kau tak pernah bertemu dengan ibumu semenjak kecil....sekarang bagaimana mungkin kau di mimpikan oleh ibumu hah , katakan siapa pria itu aku akan menghabisinya dengan tanganku sendiri !!" sahut Edgar sambil menarik tangan Mitha membuat Mitha tersentak


" Omg bagaimana aku bisa lupa bahwa nona Anna berbanding terbalik denganku keadaannya 🀦🀦" cicit Mitha dalam hati


" Su...sungguh Edgar, aku memang belum pernah bertemu ibuku dan namun sangat merindukannya, makanya saat bilang dia ibuku , aku percaya itu " sahut Mitha ternyata


" Lalu apa hubungannya mimpimu dengan aku, jangan bilang ibumu di mimpi itu yang menyuruh kita untuk putus !!" sahut Edgar kesal


" Ibu tidak menyuruhku untuk putus denganmu Edgar, ibu hanya memintaku untuk tidak berbuat dosa "


" Dosa...?? Memangnya dosa apa yang kau perbuat dengan berpacaran denganku hah ?? Sungguh tidak masuk di akal.. Anna aku bukan anak kecil yang bisa kau bodohi... Katakan siapa ..."


" Dosanya itu karena kita melakukannya sebelum menikah Edgar!!" bentak Mitha balik membuat Edgar terdiam


" Karena kita melakukannya sebelum menikah katamu ?? Melakukan apa ??" tanya Edgar balik masih belum konek


" Kau ini tidak tau apa pura-pura Edgar ??!" cicit Mitha


" Katakan saja Anna jangan berbelit-belit, apa memangnya dosa yang sudah kita lakukan... Kita saling mencintai sa..."

__ADS_1


" Kita berhubungan badan, main ***, tidur seranjang dan apalah lagi istilah lainnya sedangkan kita belum suami istri .... apa kurang jelas Edgar , itu dosa yang aku tak mau lagi lakukan !!" semprot Mitha membuat Edgar ternganga tak percaya


" Kita kan melakukannya atas dasar suka sama suka dan saling membutuhkan, sebentar lagi kita juga akan menikah lalu mengapa harus putus Anna ?? Aku masih tak mengerti di mana salah nya hubungan kita Hingga kita harus putus !!" protes Edgar


" Karena jika kita tidak putus dan status kita masih pacaran kita akan melakukan dosa itu lagi dan lagi "


" Jika kau tak mau melakukannya sebelum menikah lagi fine... Ok aku akan menurutimu yang penting aku tidak mau putus "


" Omong kosong Edgar... Kau pasti menginginkannya tak mungkin kau bisa menahan hasratmu selama kita selalu berdekatan , begini saja jika kau memang tak mau putus setidaknya kita tak usah bertemu selama kita belum menikah... "


" Apa kau sudah gila ?? Aku tak boleh bertemu denganmu selama itu hah ?? !!" teriak Edgar prustasi... tak mungkin ia bisa tak bertemu Anna selama tentang waktu berbulan-bulan itu , ia bisa gila


" Ya sudah ... Kalau begitu kita putus sa..."


" Tidak akan pernah Anna... beri aku opsi lain !! " pinta Edgar yang kini sudah ketar-ketir melihat tubuh sexy Anna yang sudah di rindukannya sedari tadi namun ia tak bisa menyentuhnya


" Anna benar tak mungkin ia bisa menahan hasratnya selama itu, karena ia sudah merasakan betapa nikmatnya bercinta pasti ia menginginkannya lagi dan sumpah demi apapun bahkan saat ini ia sangat ingin menerkam Anna mengukungnya di atas ranjang dan menikmatinya sepuasnya arghhh... namun Anna malah minta putus ? tidak akan pernah !!" geram Edgar dalam hati


" Apa opsi lain selain putus atau berpisah, bukan hanya Edgar... yang paling di takutkan ya adalah dirinya sendiri yang juga tak akan bisa menahan nya bukan hanya Edgar "


" Katakan Anna beri aku opsi lain , selain putus dan tak bertemu !! " pinta Edgar lagi


" Hanya sisa opsi terakhir namun aku ragu kau akan mau melakukannya "


" Katakan saja !! Mana kutau jika kau tak mengatakannya !!" desak Edgar sudah tak sabar


" Kita menikah secepatnya ....."


" Apa...menikah secepatnya ? mengapa kau tak mau sabar Anna , aku pasti akan menikahimu tapi tunggu proyek besar ku selesai .. hanya 2 atau 3 bulan , setelah itu kita menikah Anna... menikah tidak semudah itu, butuh banyak persiapan ...mengurus surat menyurat , perjanjian pra nikah dan lain...."


" Aku tidak meminta menikah secara negara Edgar, hanya agar kita tak berdosa kita bisa menikah secara agama saja ... Aku tidak perduli dengan hartamu jadi tak usah khawatir jika aku meminta harta gono gini jika seandainya suatu saat kita berpisah " ucap Mitha sambil mendekati Edgar yang sedang berdiri sambil berkacak pinggang di depannya

__ADS_1


" Aku sudah memberimu 3 opsi Edgar, pilihlah yang mana yang bisa kau lakukan... sekarang aku akan kembali ke kamarku, permisi !!" bisik Mitha di kupingnya lalu mengecup pelan pipi Edgar sebelum berbalik hendak keluar dari kamar Edgar


Kecupan... Hanya kecupan sekilas jika di timer pun hanya sepersekian detik bibir Anna menyentuh pipinya namun mengapa hal sekecil itu saja langsung membuat tubuh Edgar begitu menggelora, ia ingin menarik Anna ke pelukannya namun Anna sudah membuka pintu dan menghilang begitu cepat meninggalkannya terkatung-katung seorang diri


" Inikah rasanya hidup segan mati tak mau... tornadonya celingak-celinguk mencari musuh namun musuhnya tak ada ......untuk memilikinya saja mengapa begitu banyak alasan arghhhhhh " Edgar yang prustasi mulai membanting semua barang yang ada di dekatnya


" Annaaaa....Annaaaaa argh!!brak brug " teriaknya sambil membanting meja kursi bahkan apapun yang dekat padanya


Semua pengawal dan maid hanya bisa diam berdiri dengan tubuh gemetaran jika tuannya sudah begini


" Sebenarnya apa yang di katakan nona Anna hingga tuan mereka jadi begitu marah ???" tanya semua orang dalam hati, Mitha yang mendengar Edgar mengamuk hanya bisa menarik nafas panjang


" Maafkan aku Edgar... " ucapnya dalam hati


" Mitha sebaiknya kau masuk ke kamar ... jika tuan melihatmu aku takut kau akan terluka !!" bisik Romi lalu menarik Mitha agar masuk ke dalam kamar


" Berjaga di depan sini jangan biarkan tuan masuk... Aku takut dia nanti terluka !!" titah Romi pada Alex dan 2 orang bawahan lainnya


Lelah membanting semua barang di kamarnya untuk meluapkan rasa kesalnya Edgar terduduk di ranjang sambil mengatur nafas nya yang menderu...


" Mengapa walau aku begitu marah pada Anna .. Aku tak bisa membencinya ? Aku tetap begitu mencintai dan menginginkannya ? bahkan tornadoku tak berhenti berkedut sedari tadi mengapa... mengapa... mengapaaaa ???? " teriak Edgar begitu prustasi , Edgar segera keluar dari kamar


" Di mana Anna ???" bentaknya begitu sampai di luar kamar, semua hanya memandang ke arah pintu yang di jaga Alex dan kawan-kawan yang artinya Anna sedang berada di kamar itu


Edgar berjalan berlahan sambil memandangi pintu yang menghalangi nya, membuat Alex dan kawan-kawan langsung pucat


" Ya ampun bagaimana ini ??? " cicit Alex sambil bersiaga dan memandang ke arah Romi meminta pertolongan


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2