
Hardi segera berlari ke kamar Anna dengan wajah seputih kapas, penjaga pintu kamar Anna bersiaga begitu melihat Hardi datang
" Buka ...!!' titahnya
" Maaf tuan... kami mendapat perintah untuk tidak menganggu tuan dan nona " sahut salah seorangnya
" Sejak kapan tuan di dalam ?" tanya Hardi
" sejak semalam " sahut nya membuat mata Hardi semakin melotot
" Buka kataku , aku mau masuk !!" titahnya
" Tidak seorangpun di perkenankan masuk !!" kekeh keduanya yang tidak lain adalah Romi dan Alex
" Kalian tidak tau siapa aku ?? aku adalah orang kepercayaan nyonya besar, apa kalian mau di pecat karena melawan perintahku hah !!" bentak Hardi semakin berang
" Tuan... tuan...tuan Edgar, kita ada rapat penting pagi ini, tuan ...." teriak Hardi sambil berusaha menerjang barikade Romi dan Alex si penjaga pintu
Sementara itu di dalam kamar.....
Edgar tengah asik mengolah bibir dengan Mitha, Mitha akhirnya memutuskan untuk menyenangkan Edgar dengan alasan 50% karena kasihan dan 50% karena ingin mengisi kesepian dirinya juga . Jadilah keduanya begitu asik sampai Mitha mendengar suara ribut dari arah luar, Mitha melepaskan ciumannya dan mendorong dada Edgar
" Seperti nya ada yang mencarimu " ucapnya namun Edgar tak mau berhenti, ia menarik kedua tangan Mitha yang mendorong dadanya ke atas dan menahannya dengan sebelah tangan kekarnya....
" Jika sampai ada yang berani menganggu kita aku tak akan segan menembaknya !!" ucapnya membuat Mitha tertegun
" Apa ? menem....ehmmmm" Edgar kembali menikmati bibir ranum sexy yang begitu nikmat rasanya , ia tak akan melepaskan Anna kali ini.. ia sudah bertekad untuk memiliki Anna dan menjadikan Anna sebagai pendamping hidupnya terlepas neneknya merestui atau tidak.
Bukannya ia tak tau neneknya telah tau semua tentang Anna dari Hardi dan bagaimana neneknya pasti akan mengikuti pendapat Hardi, ia juga sudah berusaha melupakan Anna dan menjalin hubungan dengan gadis lain namun hatinya tak bisa merasakan rasa seperti rasanya terhadap Anna pada gadis lain. Anna adalah satu-satunya gadis yang bisa membuat jantungnya berdetak begitu hebat dan membuat hasratnya naik begitu cepat
Sedangkan Mitha tau saat Edgar menaikkan tangannya seperti ini artinya Edgar tak akan berhenti kecuali ia telah mendapatkan apa yang diinginkannya
" Setidaknya salah satu di antara kita bahagia walaupun itu bukan aku " ucap Mitha sambil membalas ciuman panas Edgar dengan tidak kalah panas .. Mitha berusaha melepaskan semua beban hidupnya melalui ciuman itu, ia ingin terbang setidaknya untuk saat ini
Ciuman terus berlanjut menjadi cumbuan panas membuat Mitha mendesah saat bibir Edgar berselancar di leher jenjangnya , satu persatu kain penghalang di antara keduanya melayang jatuh ke lantai... cumbuan Edgar sungguh membuat Mitha melayang , Mitha sudah lupa dengan janji janda bermartabat nya... ia kini bahkan sudah tak sabar untuk melambung tinggi bersama Edgar, pahanya terbuka lebar dengan sendirinya sebagai tanda mempersilahkan Edgar untuk masuk....
Saat Edgar melepaskan kedua tangannya, Mitha segera meremas rambut Edgar
__ADS_1
" Aku menginginkanmu Anna ..." bisik Edgar sambil mengambil posisi, mata Mitha terbuka lebar mendengar permintaan Edgar... ia memandangi manik mata pria di depannya itu
" Apa kau tak menyesal Edgar ?" tanya Mitha yang sebenarnya sedikit ragu apakah ia harus lanjut atau tidak... jika ia menerima keinginan Edgar sungguh ia telah mengambil jatah wanita lain namun wanita itu kan sudah meninggal artinya ia tidak mengambil pria wanita lain bukan ??, jika ia menolaknya bukankah ia seorang wanita jablai yang super super bodoh karena tubuhnya juga sangat menginginkan nya
" Aku sudah tak bisa berhenti Anna....aku ingin kau sekarang ahhh " desah Edgar sambil berusaha mendesak masuk namun sulit sekali, Mitha memejamkan matanya sedangkan sebelah tangannya mencari tornado Edgar dan membantu agar mudah masuk karena ia juga sudah tak sabar untuk merasakan rasa nikmat yang setahun belakangan ini tak pernah dirasa kan lagi olehnya
Mitha merasakan betapa milik Edgar begitu besar
" Omg ... pantas saja sulit sekali untuk masuk, apakah bisa masuk ??" cicit Mitha dalam hati menyadari size Edgar yang jauh lebih besar dari mantan suaminya , sedangkan Edgar sudah begitu tak sabar untuk berkelana ..... dengan sekali dorongan kuat ia berusaha untuk kembali memasuki milik Mitha yang begitu kecil
Jeritan kecil Mitha akhirnya terdengar menandakan Edgar berhasil memasukinya, Edgar mulai bergerak berlahan dan rasanya omg...sungguh wow
Sungguh rasa yang tak bisa di jabarkan dengan kata-kata, rasanya begitu nikmat membuat Edgar terus bergerak semakin cepat dan cepat, membuat ******* bercampur jeritan kecil terdengar semakin intens dari bibir Mitha
" Kau sungguh nikmat Anna ahh ahh !!" rucau Edgar sambil terus memompa, milik Anna sungguh sempit bahkan rasanya mengigit memuat Edgar mabuk kepayang, begitupun Mitha ... walau ini bukan percintaan pertamanya namun sungguh kali pertama ia merasakan betapa lamanya permainan kali ini, sudah berkali ia sampai di puncak namun Edgar belum juga berhenti bergerak di atasnya.... membuat Mitha sampai lemas
π₯π₯π₯π₯
Sementara di dalam kamar keduanya tengah terbang ke bulan....di luar kamar
" Tuan Hardi jangan ngotot, semalam tuan Edgar sudah memberi perintah dengan sangat jelas bahwa tidak seorang pun di perkenankan menganggu tuan dan nona !!" sahut Alex kesal dengan Hardi yang masih saja ngotot
" Tapi aku harus memberitahu tuan pagi ini ada rapat yang sangat penting !!"
" Apapun itu walau terjadi gempa dan tsunami , anda tetap tak boleh masuk !!" sahut Alex tak kalah sengit
" Dasar kau ... aku akan memecatmu karena telah berani melawanku !!" bentak Hardi
" Kami bekerja pada tuan Edgar bukan padamu, hanya tuan Edgar yang bisa memerintah dan memecat kami ... pergilah sebelum kami bertindak kasar padamu !!" usir Romi, Hardi melangkah mendekati Romi sambil berkacak pinggang
" Coba... apa yang berani kau lakukan padaku !!" tantang Hardi begitu percaya diri, Romi memberi kode pada Alex dengan mudah Alex memeteng Hardi dari belakang lalu mengikat kedua tangan Hardi dengan borgol
" Kau !! kau benar-benar berani padaku, kalian akan menye emmmmm" sebelum berteriak Romi mengikat Hardi di kursi dan menyumbat mulutnya seperti titah tuan Edgar semalam
Flashback on
Edgar yang tak bisa tidur berjalan ke depan pintu Anna, begitu sampai Romi dan Alex yang kebetulan sedang berjaga segera memberi hormat
__ADS_1
" Buka !!" titah Edgar membuat keduanya saling pandang
" Gimana ini bos, bisa di amuk kita sama tuh jande ??" tanya Alex lewat pandangan matanya
" Kamu mau di cakar sama jande apa di tembak oleh tuan pilih saja sendiri !!" sahut Romi membuat Alex segera membukakan pintu kamar Mitha walau dengan wajah pucat, Edgar segera melangkah masuk namun kemudian berhenti
" Jangan biarkan siapapun menganggu ku apapun alasannya , mengerti !!" titahnya
" Mengerti tuan, tapi bagaimana jika tuan Hardi datang ??" tanya Romi yang tau jika Hardi tak akan membiarkan hal ini
" Lakukan semua yang di perlukan untuk membungkam mulut lobernya itu, jika ia sampai mengangguku kalian semua yang akan menanggung akibatnya " ucap Edgar dingin membuat bulu kuduk keduanya langsung berdiri
Flashback off
Hardi berusaha berontak di kursi... ia sangat sangat marah dengan kelancangan pengawal Anna, berani sekali pengawal sekelas Anna melawan dirinya, orang kepercayaan nyonya besar dan tuan Edgar
" Kalian berdua akan mati jika aku bebas nanti π€¬π€¬" caci maki Hardi namun hanya dalam hati karena mulutnya terbungkam
Sudah pagi dan tuan Edgar tak juga keluar dari kamar Anna, Romi dan Alex berulang kali saling pandang... entah apa yang terjadi di dalam
" Bos... kayaknya pecah jandanya si Mitha !!" bisik Alex
" Entahlah... kalau aku sih berharap si Mitha jadian aja sama tuan, walau janda ia jauh lebih baik dari nona Anna si mata duitan itu " ucap Romi
Sementara di kamar....
Keringat telah membasahi tubuh keduanya , penyatuan keduanya belum juga usai
" Edgar ah ah ah " desah Mitha berulang kali, sungguh ini untuk pertama kalinya ia bercinta begitu lama
" Aku sudah 3 kali ah ah " lapor Mitha namun Edgar masih belum sampai lagi, ia masih sangat menikmati rasa dan hasratnya yang begitu menggebu kini
" Sebentar lagi Anna....sebentar lagi " ucap Edgar begitu menggebu dan ia terus bergerak , jika bisa ia tak ingin berhenti karena begitu nikmat nya saat ini sampai akhirnya Edgar mengejang dan mengerang hebat tanda ia sudah sampai ke puncak kenikmatannya
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1