
Assalamualaikum, maaf baru up lagi... onel sedang dalam perjalanan mudik ke Kalsel mengunjungi kampung halaman β€οΈβ€οΈ tapi akan selalu sempatkan diri ketak ketik ππ
π₯π₯π₯π₯
Mitha mengurung diri di kamar setelah sampai di mansion Edgar, ia bahkan makan di kamar saja. Mitha bolak balik di ranjang sekian jam namun matanya tak jua matanya mengantuk , ingin sekali Mitha menelfon rekan sejawatnya di rumah sakit sekedar untuk mengobrol namun hp lamanya di sita oleh Romi dan ia tak hapal nomor mereka... hanya nomor dokter Steven yang di hapal oleh Mitha tapi tak mungkin ia menelfon nya .
Mitha membuka paper bag yang berisi lingerie, dengan sedih ia melihat satu persatu lingerie itu lalu memakai salah satunya dan memandangi tubuh sexy nya di depan cermin.
Dulu ia sering memakai pakaian macam ini saat baru menikah dengan suaminya, walaupun lingerie nya yang entah kw ke berapa yang di pakainya... namanya juga belinya juga hanya di pasar namun ia selalu bersemangat memakainya karena begitu ingin menyenangkan suaminya.
Setelah bercerai, semua pakaian kurang bahan itu di bakar oleh Mitha karena ia begitu sakit hati dengan kelakuan suaminya itu. Suami mana coba.... minta jatah di malam hari lalu menceraikan istrinya di pagi harinya....πππ, sedikit dendam dan janji tersimpan di hati nya. Ia berjanji jika suatu saat ia sukses , ia akan mencari mantan suaminya itu dan akan menunjuk wajahnya sambil berkata...
" Lihat lah aku ... setelah kau ceraikan aku hidup lebih baik bahkan jauh lebih baik di bandingkan saat menjadi istrimu !!" ia akan meneriakkan hal itu dengan segenap hatinya
Namun itu mungkin hanyalah mimpi, lihatlah dirinya sekarang... nasip tidak jelas ke kanan atau ke kiri . Ia tetaplah seorang janda jablai , walaupun ia memiliki kekasih tapi kekasih wanita lain ... nasip nasip, entah apakah masih tersedia seorang pria baik untuknya di dunia ini yang benar-benar mencintai dirinya apa adanya.
Mengapa semenjak di lahiran ia sudah merana, tidak punya ayah... hidup serba kekurangan bersama ibunya, setelah menikah di perlakukan semena-mena oleh mertua serta iparnya dan pada akhirnya di ceraikan oleh suaminya lalu ditinggalkan oleh ibunya seorang diri di dunia yang kejam ini πππ, seolah masih kurang penderitaan nya.. ia pun harus membayar hutang dengan melakukan kontrak ini yang entah kapan akan berakhir .... Tuhan bisakah aku tegar sampai akhir ??? tanya Mitha dalam hati....
Mitha menangis sesegukan sambil memeluk gulingnya dan akhirnya ia pun tertidur sambil menangis akibat lelah jiwa dan raga
ππππ
" Tuan ini sudah malam, sebaiknya besok pagi saja kita kembali ke mansion... perjalanan ke sana lumayan lama !!" sahut Hardi saat Edgar memerintahkan untuk kembali ke Mansion segera setelah pertemuan selesai. Pertemuan bahkan di genjot tak berhenti semenjak pagi hingga tengah malam oleh Edgar , hingga pertemuan yang biasanya di gelar 2 hari selesai dalam sehari.
" Jika kau mau tidur di sini silahkan !!" sahut Edgar tak mau di bantah...entah mengapa hatinya begitu rindu pada Anna, biasanya sebulan tak bertemu ia tak pernah sebegini rindu... sekarang baru sehari dadanya serasa di remas-remas begitu sakit , otaknya bahkan tak bisa fokus untuk bekerja dan tangannya sudah tak sabar untuk memeluk kesayangannya itu .
Edgar segera berjalan dan masuk ke dalam mobil tanpa suara, Hardi mau tak mau mengikuti ke mana Edgar pergi....ia harus mengawasi tuan mudanya itu dengan ketat. Hardi tak rela jika gadis ular seperti Anna menjadi nyonya mudanya kelak.
Jauh melewati tengah malam baru rombongan Edgar sampai ke mansion, Edgar segera berjalan ke kamar tamu di mana Mitha berada, tangannya sudah hendak membuka pintu kamar
" Tuan... sebentar lagi pagi, apa tidak sebaiknya pagi saja anda bertemu nona... kasihan jika nona terbangun di jam segini " rayu Hardi membuat Edgar menarik kembali tangannya dan masuk ke kamarnya sendiri, membuat Hardi tersenyum penuh kemenangan... dengan tenang ia pun masuk ke kamarnya lalu beristirahat
Karena tak bisa juga tidur akhirnya Edgar pun mandi, ia bolak balik di ranjang namun tubuh lelahnya tak juga bisa membuatnya bisa tidur
__ADS_1
" Peduli setan denganmu Hardi !!" umpat Edgar lalu keluar dari kamarnya, ia memerintahkan penjaga pintu kamar Anna untuk membukakan pintu
Begitu masuk nampak siluet tubuh Anna yang bergelung di bawah selimut, Edgar membuka selimut Anna berlahan nampak tubuh mulus putih itu tengah memakai lingerie yang begitu sexy. Edgar tersenyum lebar melihatnya, ia pun membuka kaosnya dan bergabung ke dalam selimut....di tariknya tubuh Anna ke pelukannya
" Kau habis menangis Anna ?? apa yang terjadi ??" tanya Edgar marah melihat bekas air mata yang masih tertinggal di pipi Anna, namun Anna tetap tertidur nyenyak... ia malah memeluk balik Edgar dan mencari kehangatan di dada Edgar membuat kemarahan Edgar langsung menguap.
Edgar menghapus air mata itu dengan mencium kedua pipi mulus itu dan ikut bobo cantik karena begitu ia bisa memeluk Anna ia merasa begitu tenang dan langsung mengantuk.....π₯°π₯° hemm sepertinya ia sudah menemukan obat tidurnya kini
Mitha tersenyum sambil menggeliatkan tubuh mungil sexynya, ia tertidur begitu nyenyak karena merasakan hangat sepanjang malam namun begitu membuka mata ia di kejutkan dengan wajah Edgar yang berada di depannya, rupanya rasa hangat yang di rasanya berasal dari pelukan tuan Edgar
" Dasar lelaki buaya... enak saja memelukku tanpa izin π‘" omelnya kesal namun ia tak berani membangunkan Edgar , ia akhirnya hanya bisa memandangi wajah tampan dan kokoh itu tengah tertidur di sampingnya dengan begitu nyenyak, Mitha memandangi wajah Edgar dengan rasa iba
" Kasihan juga jika Edgar tau nona Anna sudah meninggal pasti ia akan sedih sekali, aku tau pasti Edgar begitu mencintai nona Anna . Kau begitu beruntung dengan percintaan nona Anna namun tidak dengan umurmu berbanding terbalik dengan aku " ucap Mitha dalam hati, cukup lama Mitha diam namun Edgar tak juga terbangun... akhirnya Mitha bergerak berlahan sekali untuk bangun karena tubuhnya terasa agak kaku tak bisa bergerak
Sedikit pergerakan dari Mitha membuat mata Edgar terbuka
deg...deg...deg...
detak jantung Edgar begitu membuka mata dan wajah cantik Anna sudah terpampang nyata di depannya
" Tidak... tapi jangan bergerak, diam di situ !!" sahut Edgar
" Mengapa ??" tanya Mitha
" Aku masih ingin memandangi mu "
" Whattt ??" cicit Mitha mendengar jawaban Edgar sedangkan posisi mereka begitu intip saat ini
Edgar menyurai rambut indah Mitha dengan jemarinya .....
" Kau menangis semalam.. mengapa ??" tanya Edgar membuat kaget Mitha
" Bagaimana Edgar bisa tau ?? aku harus menjawab apa ??" cicit Mitha sambil mengigit bibirnya menandakan ia sedang panik kini namun justru itu membuat dada Edgar semakin berdetak kencang , tanpa di sadarinya jempolnya menyentuh bibir Anna yang begitu menggoda
__ADS_1
" Jawab....!!" ulang Edgar sambil memandangi manik mata Mitha
" Jika kubilang karena aku rindu padamu , apa kau percaya ??" jawab Mitha pelan , jawaban sederhana namun sungguh membuat hati Edgar begitu girang
" Jika kau rindu mengapa tak menelfon ku ?"
" Aku takut menganggu , kata Romi kau sedang menghadiri pertemuan pen..... ehmmm " belum lagi kelar jawaban Mitha , Edgar sudah mencium nya membuat Mitha kaget
Sementara di luar kamar....
Hardi keluar dari kamarnya setelah mandi dan berpakaian lengkap karena pagi ini mereka kembali ada rapat penting , ia lalu menuju kamar Edgar
" Buka pintu... aku mau membangunkan tuan !!" titahnya membuat kedua penjaga pintu saling pandang
" Mengapa kalian diam saja , apa kalian tuli...??" bentak Hardi
" maaf tuan.. tapi tuan Edgar tidak tidur di kamar ini " sahut salah satunya
" Lalu... ia tidur di mana ??" tanyanya
" Tuan ke kamar nona Anna "
" Apaaaaa...???" cicit Hardi dunia hendak runtuh rasanya , bagaimana mungkin ia sampai kecolongan ... Hardi segera berlari ke kamar Anna dengan wajah seputih kapas.....
Hemm bagaimana ini ??
Siapa yang lebih gercep, Hardi atau Edgar π€π€£π€£
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
Bonus foto onel di kampung halaman π€π€
__ADS_1