Kau Bukan Dia

Kau Bukan Dia
48. Bonus


__ADS_3

Mitha tersenyum lebar melihat menu sarapan di depannya, gimana ngak ... semua adalah menu kesukaannya . Namun sebelum menikmati sarapannya Mitha mengambilkan dulu sarapan kesukaan Edgar tak lupa juga dengan kopinya.


Edgar terdiam melihat Anna melayaninya sarapan...baru kali ini Anna melayaninya seperti ini apa mungkin karena selama ini mereka selalu makan di ruang makan hingga pelayan yang selalu menghidangkan sarapannya, hatinya terasa menghangat mendapat perhatian kecil dari Anna pagi ini.


" Ada yang kurang ??" tanya Mitha melihat Edgar tak juga memakan sarapannya


" Tidak... Aku hanya senang kau melayaniku seperti ini , ini adalah yang pertama kali jadi aku akan mengingat moment ini sayang muahh " jawab Edgar lalu mencium punggung tangan Mitha membuat Mitha terdiam


" Jadi selama setahun mereka pacaran, nona Anna tak pernah melayani Edgar makan seperti ini ?? Omg untung aja Edgar tak curiga " ucap Mitha dalam hati


" Baiklah selamat makan !!" ucap Mitha mengalihkan pembicaraan , Mitha segera mengambil beberapa roti dan melahapnya dengan penuh penghayatan... sungguh setumpuk roti yang rasanya tentu sangat jauh lebih lezat jika di bandingkan dengan roti gepeng dan kopi adalah kombinasi surga dunia menurutnya


" Nikmati sebelum kau kembali ke tempat asalmu Mitha !!" ucap Mitha dalam hati, namun Edgar tak jua melahap sarapannya, ia asik memandangi Anna yang makan begitu lahap....sesekali ia hanya menyeruput kopinya


" Cara makanmu pun sekarang berubah Anna, dulu kau makan begitu sedikit namun sekarang kau makan lebih banyak... tapi aku malah lebih suka begini kau, tubuhmu malah jadi semakin sexy dan berisi membuatku semakin suka menyentuhmu " lamun Edgar sambil tersenyum


" Mengapa kau tidak makan ? apa kau tidak suka dengan menunya, apa mau ku ambilkan makanan yang lain ... bubur ini juga enak " tanya Mitha untuk ke dua kali ...Edgar tersenyum melihat Anna kembali melayaninya dengan mengambilkan semangkuk kecil bubur abalon dan menambahkan kopi nya yang hampir habis


" Seandainya setiap hari seperti ini... hidupku pasti tak akan membosankan " ucapnya membuat Mitha kaget


" Kau bosan dengan hidup keseharianmu Edgar ? Kalau kau bosan pergilah berlibur , berlibur akan membuat jiwamu lebih sehat dan akan membuat otakmu lebih fresh " sahut Mitha sambil terus mengunyah


" Kemana kau ingin jalan hari ini, aku akan menemanimu ??" tanya Edgar kembali menyeruput kopinya .


melihat Edgar tak juga menyentuh sarapannya Mitha menyuapkan sepotong roti di tangannya ke mulut Edgar

__ADS_1


" Jangan kebanyakan melamun, ini makanlah yang banyak... aku tau kau pasti banyak pekerjaan hari ini, aku tak akan menganggu mu ... agendaku hari ini hanya ingin tidur, aku sangat lelah " jawab Mitha kembali menyuapi Edgar karena sarapannya sudah habis, Edgar menarik Mitha agar duduk di pangkuannya ... kedua tangan kekarnya melingkar sempurna di pinggang ramping Mitha.


Mitha terus saja menyuapi Edgar walau sebenarnya hatinya cenat cenut cekot-cekot berada di pangkuan Edgar dan sedekat ini, jika saja Edgar adalah suaminya sudah melayang mangkuk dan sendok di tangannya itu dan ia akan bertindak nakal melayani nya namun ia tau ia tak boleh berharap, sekali melakukannya sekali dengan Edgar sudah merupakan anugrah dan itu sudah lebih dari cukup setidaknya kegersangannya selama ini sedikit terobati.


Sementara di luar kamar...


Sudah hampir jam makan siang dan tuan Edgar masih betah saja di dalam sana... Hardi sudah bolak balik macam gosokan rusak menunggu Edgar karena akan ada rapat lain lagi menunggu mereka


" Kurang ajar... bahkan kini tuan tak menghiraukan rapat yang sebegini penting, tuan akan kehilangan banyak uang jika tak mengikuti rapat ini !!" omel Hardi terus saja bolak balik sementara Romi dan Alex terus saja bersiaga..keduanya bahkan tidak pergi walau jam jaga mereka sudah usai


" Lihat bos si gosokan rusak, kalo aku hitung dah lebih 20 kali bolak balik ... ngak cape apa kaki nya !!" lapor Alex


" Biarin aja ... bentar juga cape sendiri, yang penting ingat jangan sampai ia mendekati pintu keramat ini... mudahan aja tu jande hamidun dan menikah dengan tuan, kerjaan kita aman jaya raya selamanya he he he " sahut Romi


" Betul itu bos, walau tu jande gesrek tapi jauh lebih baik dari pada yang aslinya... Cih kepedean akan kembali jika tuan mau menikahinya, di fikirnya kita bodoh apa ?? untung aja bos cerdas menemukan pengganti nona hehe he salut bos " puji Alex membuat senyum Romi semakin lebar


" Maksud bos ... Mitha akan selamanya menjadi Anna begitu ??" tanya Alex


" Ya dengan begitu kita juga aman Lex, kau kan tau gaji bekerja dengan tuan Edgar jauh lebih besar daripada di tempat lain....dan selama nona Anna ada di samping tuan , maka pekerjaan kita juga aman ... makanya baek-baek lah kau dengan Mitha jangan di ajak bertengkar terus, kalau dia ngambek kita juga yang susah " nasihat Romi panjang kali lebar


" Ya bos iya, tapi bos topcer juga tuh jande bisa mengurung tuan sampe siang gini... biasanya tuan kan sangat disiplin dalam bekerja , lihat saja tuh gosokan mondar mandir artinya tuan punya pekerjaan penting tapi tuan cuek saja " bisik Alex melihat Hardi kembali mendekat


Hardi mengambil gawainya dan menelfon nyonya besarnya, sepertinya hanya nyonya besar yang bisa menegur tuannya saat ini


" Ada apa Hardi ??"

__ADS_1


" Nyonya... tuan siang ini ada pertemuan yang sangat penting, tapi tuan tak juga keluar dari kamar nona Anna dan saya di larang menganggu tuan, bagaimana ini ??" tanya Hardi


" Baiklah Hardi, aku akan menelfonnya " sahut di seberang sana


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Habis bubur semangkuk, Mitha menyuapi buah pada Edgar namun Edgar menolak


" Aku tidak suka buah asam itu !!" tolaknya saat Mitha hendak menyuapinya buah stroberi, akhirnya Mitha memasukkan buah tersebut ke mulutnya dan mengunyahnya dengan nikmat....kalau dia mah sangat suka dengan buah asam itu tapi jarang memakannya karena menurutnya harganya di atas jangkauannya , mumpung di sini gratis ia akan memakannya sepuasnya...sedang asyik-asyiknya mengunyah tiba-tiba saja Edgar mencium bibirnya membuat Mitha hanya bisa melongo dan dalam sekejap buah di mulutnya berpindah ke mulut Edgar


" Ternyata buah ini sangat manis, apa lagi buah yang satu ini hehehe" ucap Edgar sambil meraba si kembar dengan gemas


" Edgar !!" desis Mitha kesal dan mencubit tangan nackal itu


" Aw... apa yang kau lakukan Edgar , turunkan aku !!" jerit Mitha saat Edgar tiba-tiba bangun dari kursi dan mengangkatnya , hanya beberapa langkah dan mereka sampai kembali ke ranjang..Edgar membaringkan Mitha di atas ranjang, ia lalu melepas baju mandinya membuat Mitha tercekat melihat tubuh kekar nan berotot milik Edgar yang kini hanya mengenakan boxer itu


" Omg.... tubuh Edgar sangat mengiurkan, oh dasar kau janda hina kemana sudah prinsip mu mengapa kau malah begini 😭😭 ?? " cicit Mitha gemas sendir dengan gerakan tangannya yang segera meraba dada bidang Edgar begitu Edgar berada di atasnya


" Bersiaplah untuk ronde kedua sayang !! " bisik Edgar sebelum beraksi mencumbu Mitha ... Mitha memejamkan matanya pasrah lahir batin saat ini


" Sepertinya aku mendapat bonus ini... sayangkan jika tak di ambil he he " ucap Mitha dan mulai membalas ciuman mesra Edgar.....πŸ¦πŸ¦β€β¬›πŸ¦πŸ¦β€β¬›πŸ¦πŸ¦β€β¬›


Ya ya ya .. masih edisi manis manis ya sista


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2