Kau Bukan Dia

Kau Bukan Dia
49. Medusa


__ADS_3

Maaf pake banget lama baru up tapi ini onel kasih 2 eps jadi satu


" Omg sangat nikmat, kau memang di ciptakan untukku Anna hah hah hah " bisik Edgar setelah percintaan panas mereka selesai, sedangkan Mitha sudah terkulai lemas tak berdaya .... kekuatan Edgar memang sangat mempuni membuat Mitha sang jande ini kalah telak .


Mitha berbalik memunggungi Edgar dengan senyum merekah , ia hanya ingin tidur saja kini...rezeki nomplok kok ngak habis-habis untuknya hari ini


" Tidur dulu ahhh.... yang lain pikirin besok aja " ucap Mitha dalam hati namun Edgar tak membiarkan ia tertidur, Edgar menarik bahu Mitha hingga Mitha menghadapnya


" Biarkan aku tidur Edgar...." cicitnya memelas


" Tidurlah... aku hanya ingin menatap wajahmu " ucap Edgar ....Edgar memandangi wajah cantik di depannya yang nampak kelelahan itu sambil tersenyum bahagia, tangannya menarik selimut hingga si kembar yang tadinya tertutupi kini terpampang nyata di depan matanya


" Aku sangat suka dengan kalian... Apa benar Anna tidak operasi karena dulu kalian tidak sebesar ini " ucapnya pada si kembar , tangannya bahkan dengan usil menekan keduanya karena penasaran....ia sangat jatuh cinta dengan pesona keduanya


" Ow ada sepasang tai lalat di sini... Aku baru melihatnya " ucapnya lagi melihat sepasang tai lalat di dada kanan Mitha


" Di sini ada satu....di sini satu, aku akan mengingat kalian ber empat he he " lanjut Edgar terkekeh sendiri macam orang gila berbicara pada tai lalat di dada Mitha . Edgar mendekati dada Mitha dan meletakkan wajahnya di sana sambil memejamkan kedua matanya


" Alangkah damainya berada di sini hemmm " gumamnya sambil tersenyum mesum... Edgar bak anak kecil yang baru saja mendapat mainan baru , tak lama ia mulai memainkan puncak si kembar dengan bibirnya


" Enak kayaknya sleeping like a baby hehe" lanjutnya dengan posisi seperti bayi yang minta mimi... baru saja hendak beraksi hpnya berbunyi membuat Edgar kaget sendiri


" Oh nenek mengapa kau mengangguku !!" omelnya kesal begitu mengenali ringtone yang khusus di pilihnya untuk panggilan neneknya tersayang, setelah menyelimuti Anna ia pun bangun dan mengambil gawainya


" Mengapa juga tak kumatikan hp ku tadi hufff... ya hallo !!" sahut Edgar setelah sedikit mengomel


" Edgar... Kau di mana ?" tanya neneknya di seberang sana


" aku di Mansion nek, ada apa ?" sahut Edgar


" Kau tidak menghadiri rapat siang ini ? Ini sudah hampir di mulai rapatnya, apa kau sakit ??" tanya neneknya pura-pura tak tau .. Edgar melihat jam di dinding sudah hampir jam 2 siang


" Omg.. aku terlalu asik hingga lupa waktu, benar rapat siang ini sangat penting ....aku harus menghadirinya untuk mendapatkan banyak cuan, kekasih tersayang ku harus bisa berbelanja sepuasnya seumur hidupnya " cicitnya dalam hati


" Edgar... Kau dengar nenek ??"


" Ya nek.. Edgar akan mengikuti rapat melalui laptop....sudah dulu ya nek !!" sahut Edgar bergegas berjalan dan keluar dari kamar mengagetkan Romi dan Alex yang sedang berjaga , Hardi yang sedari tadi berdiri tak jauh dari keduanya akhirnya bisa tersenyum lebar karena usahanya berhasil

__ADS_1


" Siapkan laptop aku akan mengikuti rapat via online saja !!" titah Edgar sambil berjalan ke kamarnya untuk berganti pakaian, Hardi pun segera melaksanakan perintah dan menyiapkan sambungan via online untuk rapat penting itu


Hardi sudah meletakkan laptop di meja , Edgar keluar dengan setelan kemeja ... Ia terlihat begitu tampan dan segar


" Anda terlihat sangat senang tuan ??" tanya Hardi


" Tentu saja... Sarapan dan makan siangku sangat lezat he he he " sahutnya cengengesan membuat Romi dan Alex saling pandang


" Cucok kayaknya tuan ma tu jande bos !!" bisik Alex


" Apa kamu ngak lihat wajah tuan yang begitu sumringah... kayaknya puas banget sama pelayanan Mitha, ngak sia sia jande yang kita kontrak kan lebih berpengalaman hehe " bisik Romi tersenyum bahagia hanya Hardi yang nampak sangat tak bahagia melihat wajah bersinar tuannya itu


" Dasar wanita ular ... Sepertinya ia berhasil membuat tuan tergila-gila di atas ranjang 🀬🀬, tapi tak akan lama aku akan membuat tuan membuang mu medusa !!" omel Hardi dalam hati


Rapat berlangsung lama dan alot, banyak perusahaan lain juga ingin memenangkan tender besar yang akan membuat rekening pemenangnya akan bertambah berkali lipat dalam 2 bulan saja. Edgar mengikuti rapat dengan serius, ia sangat semangat tentu karena ingin Anna tak kekurangan apapun ....dengan memenangkan tender ini , Anna nya bisa berbelanja sepuasnya seumur hidupnya .


Akhirnya setelah 4 jam rapat selesai dengan kemenangan bagi perusahaan Edgar. Edgar tersenyum puas dengan kinerjanya hari ini


" Tuan anda sangat hebat, begitu banyak saingan kita dan anda yang memenangkan tender ini ... Selamat tuan, nyonya besar pasti sangat bangga dengan anda " puji Hardi


" Ada apa dengan wajahmu Hardi, mengapa kau merengut begitu mendengar nama Anna ??" tanya Edgar


" Kerena Anna bukan wanita yang baik tuan, anda sudah tau ia tak setia dan hanya memeloroti anda....mengapa anda masih saja begitu menyukainya, di dunia ini begitu banyak wanita yang baik dan cocok dengan derajat keluarga anda mengapa harus dengan wanita rendah itu ?!!" sahut Hardi terang-terangan


" Jangan sekalipun kau menghina Anna jika kau memang masih betah bekerja padaku Hardi... Jika kau tak mau bekerja padaku lagi karena Anna silahkan kau pergi, aku tak akan menahanmu... Anna adalah wanita yang kusuka dan aku tak akan berubah sampai kapanpun apapun yang kau ucapkan, mengerti!!" bentak Edgar tak mau di bantah


" Tuan... Ingatlah dengan pesan nenek anda, nenek anda sangat berharap tuan mendapatkan istri yang baik... Dengan wanita yang baik akan menghasilkan anak keturunan yang baik pula untuk keluarga tuan " kekeh Hardi


" Nenek itu urusanku... Kau tutup saja mulut tumpismu itu !!" sahut Edgar lagi sambil membanting apa pun yang ada di sekitarnya... Ia sangat marah dengan Hardi yang terus menekannya tentang Anna, ia sangat menyukai Anna ... Ia tak akan melepaskan Anna apapun yang terjadi, Anna adalah segalanya baginya


Bunyi benda di banting terdengar berulang kali, tak ada yang berani menegur Edgar jika ia sudah kumat begini... Termasuk Romi dan Alex karena jika mereka menegur bisa-bisa nyawa mereka yang melayang karena di pinggang tuan Edgar selalu terselip sebuah senjata yang bernama pistol itu.


Hardi hanya bisa bersandar di dinding sambil memencet kepala botaknya


" Tuan Edgar mengapa nona Anna tak bisa di senggol sama sekali ?? sebaiknya aku pergi dari pada kepala botakku ini bolong oleh peluru tuan Edgar " ucap Hardi lalu pergi meninggalkan tempat namun belum lagi berapa langkah Romi menghadangnya


" Mau kemana kau ? Ingin menyelamatkan diri sendiri setelah membuat tuan mengamuk seperti itu hah ??" cecar Romi

__ADS_1


" Bukan aku yang membuat tuan seperti itu tapi nona Anna, beritahu nonamu itu agar menjaga perilakunya jika sekali lagi aku memergokinya berselingkuh aku akan langsung turun tangan, aku tak akan melapor lagi pada tuan " sahut Hardi membuat Romi ternganga


" Dasar bandot tua botak tak tau diri malah melempar kesalahannya pada nona Anna " omel Romi begitu Hardi berlalu


" Bos gimana ini... ? tuan ngak kelar-kelar ngamuknya ?? Padahal tanga tuan sudah berdarah terkena pecahan kaca " bisik Alex dengan wajah pucat dan sialnya bisikannya itu terdengar oleh Edgar


" Apa yang kau bisikkan hah ?? " bentak Edgar dengan mata melotot membuat Alex tambah pucat


" Sa...saya hanya bilang nona Anna mungkin akan terbangun karena keributan ini tuan... maafkan saya " sahut Alex masih bisa ngeles, Edgar terdiam....saking marahnya ia sampai tak ingat jika Anda berada di kamar


" Anna... benar bagaimana jika ia mendengar dan melihatku mengamuk seperti ini " cicit Edgar dalam hati... Edgar bergegas berjalan ke kamar Anna yang tak jauh dari situ


" Bersihkan semua jangan sampai Anna melihat semua ini !!" titahnya sebelum masuk ke kamar


Mata Edgar mencari keberadaan Anna begitu ia menutup pintu, Anna sudah tidak berada di ranjang


" Kemana dia ?? Apakah ia melihat aku mengamuk tadi dan ketakutan ??" tanya Edgar sambil terus mencari keberadaan Anna namun Anna tidak di temukan di ruangan kamar yang lumayan besar itu


" Dimana dia.. apakah dia kabur ??" cicit Edgar dalam hati.. Dadanya berdegup begitu kencang karena takut, ia takut Anna pergi lagi meninggalkan dirinya


" Anna ... Anna ..." teriaknya namun tak dan tanggapan, wajah Edgar sudah begitu pucat namun kupingnya mendengar suara gemericik dari arah kamar mandi... Ia pun berjalan berlahan menuju kamar mandi tanpa menyadari darah menetes sepanjang jalan karena tangannya yang terluka , Edgar mendorong pintu kamar mandi nampak siluet tubuh sexy Anna tengah membilas tubuhnya di bawah shower....Edgar tertegun melihat tubuh mulus polos Anna yang begitu menggoda di matanya kini


Mitha yang sedang asik mandi sambil bernyanyi kecil tak menyadari jika Edgar tengah berada di kamar mandi karena semenjak tadi ia menutup matanya, ia pun segera membuka matanya untuk mengambil handuk karena tubuhnya sudah bersih


" aaaaaaaa..... Edgar kau...???" Mitha kaget luar biasa melihat Edgar tengah menatapnya dengan mata memerah, tangannya otomatis berusaha menutupi si kembar dan area bawahnya dengan kedua tangannya


" Me mengapa kau masuk ke mari ??" cicit Mitha malu , ia berjalan berlahan ingin meraih handuk namun langkahnya terhenti karena Edgar melangkah meraih tubuhnya dan memepetnya di dinding di bawah guyuran shower


" Edgar ... ehmmmmm " Edgar mencium Anna dengan begitu ganas seolah Edgar ingin memakan bibirnya dan menelannya


" ada apa dengan Edgar ??" tanya Mitha dalam hati berusaha mengimbangi ke ganasan ciuman Edgar


Kayaknya si Mitha yang kena imbas kelakuan Hardi ini 🀣🀣, bonus lagi Mit.....


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2