Kau Bukan Dia

Kau Bukan Dia
63. Barang Rusak


__ADS_3

Dua hari berlalu hanya di habiskan di dalam kamar, Edgar benar benar menikmati masa bulan madunya ini...ia tak mengizinkan Anna turun dari ranjang kecuali saat ke kamar mandi atau makan .


Mitha sebenarnya keberatan... ia sangat ingin berkeliling melihat pemandangan di sekitaran Bandung maklum selama ini ia belum pernah berkelana ke daerah ini walaupun tak jauh dari Jakarta....sesulit itulah hidupnya selama ini, namun untuk menyenangkan hati Edgar yang kini sudah resmi menjadi suaminya akhirnya Mitha mengalah dan mengikuti saja keinginan Edgar tersebut.


Senyum Edgar tak lekang walau sudah lebih satu jam ia memandangi wajah cantik Anna yang sudah terlelap sedari tadi setelah pertempuran panas mereka yang entah sudah ke berapa kali, Edgar tak habis pikir mengapa ia sekarang begitu mesum dan bernafsu padahal setahun lalu saat pertama kali melihat Anna sampai beberapa bulan lalu ia tak begitu.


Jangankan ingin bercinta dengan Anna , berciuman saja ia ogah ... dulu ia hanya suka memandangi Anna dan mengagumi kecantikannya namun kini berbeda, Anna bagaikan candu baginya... ia selalu ingin berdekatan...bersentuhan, dan bercinta dengan Anna tanpa batas waktu.


" Mengapa waktuku hanya beberapa hari menikmati ini ?? Ahhh seandainya ini bukan pekerjaan besar aku tak akan pergi ke Singapura Anna, menjauh darimu yang begitu nikmat dan memabukkan ini " gumam Edgar sambil terus memandangi wajah Anna , matanya turun menyusuri dada Anna yang sudah tak mulus lagi karena penuh dengan bekas kissmark


" Satu... dua...tiga...empat ...lima " hitungnya mengabsen jumlah titik hitam kecil yang menghiasi dada Anna, satu lagi hal aneh yang suka di lakukannya yaitu menandai tubuh Anna dengan menghitung semua tai lalat yang ada di dada dan punggung Anna, seolah titik hitam itu merupakan tanda pengenal di tubuh Anna nya


Merasa terganggu karena telunjuk nakal Edgar terus menyusuri dadanya, Mitha berbalik membelakangi Edgar


" Enam...tujuh... delapan dan sembilan, kalian masih lengkap ... oahhh akhirnya aku mengantuk " ucap Edgar lalu bergabung ke dalam mimpi menyusul Anna tentu dengan senyum mengembang di bibir nya


Betapa lama ia tak merasa sebahagia ini....semenjak ibunya meninggal baru kali ini ia kembali merasa hidup, dulu ia bagaikam barang rusak yang tak mau mengenal apa itu cinta,baru kali ini ia rasanya tak ingin kemanapun selain di pelukan seorang wanita . Padahal ia dulu sudah berjanji tak akan mau berumah tangga karena ia tak mau merasakan penderitaan dan kehilangan yang begitu mendalam akibat di hianati pasangan. Edgar tak mau jika nanti ia akan di hianati juga oleh pasangannya seperti ayahnya mengkhianati ibunya, namun semua janji itu rontok dengan berjalannya waktu dan janji itu hilang tak berbekas tak kala ia bertemu dengan Anna.


Setelah Anna menghilang beberapa minggu ia baru merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang di cintai dan rasanya sungguh tak enak


" Edgar... Aku tak bisa bernafas !!" cicit Mitha terbangun karena Edgar memeluknya begitu erat


" Ingat Anna... Jangan pernah mengkhianati aku dan pergi meninggalkan aku, bersumpah lah !!" bisik Edgar sambil melonggarkan pelukannya


" Hemmm ...." sahut Mitha yang begitu mengantuk


" Berjanjilah Anna !!" pinta Edgar lagi


" Iya Edgar... aku berjanji !!" sahut Mitha asal yang penting ia bisa tidur kembali, Edgar tersenyum senang... di ciuminya bahu Anna dengan penuh rasa cinta


" I love you Anna... I love you so much, jangan patahkan hatiku..okay !!" bisiknya lagi


" Hemmmn!!" balas Mitha lalu berbalik dan masuk ke pelukan Edgar


" Istri pintar he he he " Edgar pun tidur dengan begitu bahagia ❤️❤️❤️


🎉🎉🎉🎉


Pagi pun menjelang sepasang merpati masih betah di pembaringan sambil berpelukan , Mitha sebenarnya masih betah menutup matanya namun ia harus ke kamar mandi ... dengan berlahan Mitha melepaskan pelukan Edgar lalu berjalan pelan ke kamar mandi... Ia sangat ingin pi***


Selesai dengan hajatnya, Mitha langsung berendam di jakuci untuk membersihkan diri... seluruh tubuhnya terasa rontok dan lemas, dua hari ini Edgar begitu menggila di atas ranjang... Ia sampai kewalahan meladeni hasrat seorang Edgar


Air hangat dan wewangian sungguh membuatnya merasa lebih baik... Mitha pun betah berlama-lama berendam sambil beristirahat di dalam jakuci


" Ibu ... akhirnya Mitha merasakan kembali kebahagiaan ibu, walau sebagai Anna ...Mitha tak keberatan . Lebih baik menjadi Anna namun bahagia dari pada menjadi Mitha namun selalu sengsara, doakan putrimu ini selalu bahagia ibu !!" doanya dalam hati


" Aku ingin sekali berjalan-jalan di sekitaran vila ini... nanti setelah mandi aku akan pergi he he mumpung Edgar masih tidur " ucap Mitha lagi


🎆🎆🎆🎆


Edgar membuka kedua matanya , hal pertama yang di lakukannya adalah meraba-raba mencari istri tercintanya Anna.. namun tangannya tak juga menyentuh tubuh molek itu


" Anna...Anna...!!" panggilnya namun tak ada sahutan atas panggilannya itu, Edgar langsung meloncat menyusuri seluruh kamar...


" Anna tidak ada ..?? Jangan bilang ia pergi ??" tanya Edgar lalu bangun dan membuka pintu kamar mengagetkan pengawal yang tengah berjaga di depan pintu kamarnya

__ADS_1


" Di mana Anna ??" tanyanya


" A..apa nona Anna ??" beo pengawal bingung


" Iya .. mana Anna ? mengapa ia tak ada di kamar ?" cecar Edgar


" Tapi nona Anna tidak ada keluar dari kamar ini tuan !!" sahutnya


Bug...bug...bug..


" Brengsek kalian....bagaimana cara kalian menjaga pintu ini hingga Anna bisa menghilang !! semua cari Anna !!" teriak Edgar kesal setelah memukul kedua pengawalnya hingga keduanya terjatuh kesakitan


" Baik tuan !!" sahut maid dan pengawal lain kebingungan, mereka kocar kacir berkeliling vila mencari keberadaan nona Anna


" Apa kau melihat nona pagi ini ?"


" Tidak.. bukannya nona bahkan tidak pernah keluar kamar semenjak datang ??"


" Iya... tapi kok nona Anna bisa menghilang dari kamar ? bagaimana caranya ??... tuan Romi bagaimana ini nona Anna menghilang ?!!" lapor maid berlari mendatangi Romi yang juga baru bangun tidur


" A... apa Anna menghilang ? bagaimana bisa ? Alex... Alexxx !!!" teriak Romi membuat Alex yang baru saja mau beristirahat kaget


" Ngak usah teriak napa bos, belum budeg gue !!" sahutnya keki


" Anna menghilang... Kau kan semalaman berjaga , apa Anna ada keluar dari kamar ??" tanya Romi


" Tidak bos... tak ada pergerakan sama sekali selama 2 hari ini !!" sahut Alex


" Kau yakin ??" cecar Romi


" Yakin bos... aku kan duduk di depan pintu dengan setia walau kupingku harus panas mendengar suara rimba yang selalu mengalun dari kamar !!" jawab Alex begitu meyakinkan


Prang dug prang...


Tiba-tiba terdengar bunyi benda berjatuhan di selingi suara pukulan , apa lagi jika bukan Edgar yang mengamuk karena setelah 5 menit belum ada kabar mengenai keberadaan Anna nya


" Cepat cari Anna sampai ketemu, jika tidak kalian semua akan menanggung akibatnya... Anna...Anna !!" teriak Edgar begitu prustasi sambil terus menghancurkan apa saja yang ada di depannya, semua maid menjauh ... Tak ada yang berani mendekati Edgar jika sudah begini


" Ya ampun ke mana sih tu jande... cari masalah aja !!" cicit Alex sambil mencari-cari keberadaan Mitha


" Ahh segarnya... !!" Mitha menggeliatkan seluruh tubuhnya agar merasa lebih fresh


" Keributan apa itu ? siapa yang berkelahi ??" tanda tanya besar membuat Mitha pun keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ke arah suara yang berasal dari luar kamar itu


" Cepat cari dia.. Bodoh kalian semua, begitu banyak orang mengapa tak satupun yang berguna hah !!apa perlu peluru ini mengenai kalian baru kalian becus bekerja hah " teriak Edgar membahana ... Ia tak memperdulikan tangannya yang kembali berdarah tengah memegang sepucuk senjata


Edgar sangat marah... Bagaiman mungkin Anna bisa menghilang lagi, ia tak bisa kehilangan Anna ..ia bisa gila


Kletek......


" Edgar...? Ada apa ini ??" tanya Mitha membuat Edgar langsung berbalik mencari asal suara Anna itu


" Anna.. Kau kemana saja ? Aku mencarimu kufikir kau pergi meninggalkan aku !!" dengan spontan Edgar menyahut


" Pergi ?? aku sedari tadi di kamar mandi , kau ....??" sahut Mitha tercekat melihat isi vila yang sudah tak berbentuk .....

__ADS_1


Edgar duduk lemas...


" Apa sudah yang di fikirkan Anna saat ini, ia pasti takut padaku !!" cicit Edgar sambil melemparkan senjatanya ke atas sofa , Mitha yang sudah memahami apa yang terjadi berjalan pelan mendatangi Edgar


Alex berusaha mencegah namun Romi menahannya


" Sudah semua menyingkir dahulu, beri mereka ruang !!" ucap Romi


" Tapi bos bagaiman nanti jika Mitha terluka ??" bisik Alex


" Tuan tak akan bisa menyakitinya, sudah kau istirahat saja matamu dah busuk tuh !!" titah Romi


" Busuk.. busuk... memangnya ini mata ikan , dasar bos gelo !!" omel Alex sambil masuk ke dalam kamar


" Jangan mendekat... Apa kau tidak takut denganku ??" larang Edgar sambil memunggungi Mitha, Mitha berjalan memutar lalu duduk di samping Edgar


" Aku tidak takut padamu Edgar, aku percaya kau tidak akan melukai aku... Kemarikan tanganmu berdarah !!" sahut Mitha sambil berusaha meraih sebelah tangan Edgar yang berdarah namun Edgar menolaknya


" Aku tidak apa-apa, kembalilah ke kamar !!" tolaknya kembali berbalik... Ia tak berani menatap Anna, ia malu


" Ayo kembali ke kamar bersamaku... Aku akan mengobati lukamu ...okay !!" rayu Mitha lalu menarik Edgar ke kamar ....Maid segera membawakan kotak obat dan menaruhnya ke dalam kamar. Edgar hanya bisa mengikuti tarikan tangan Anna sampai mereka masuk ke kamar


Dengan cekatan Mitha segera mengobati luka di tangan Edgar, ia melakukannya tanpa suara ... Hal itu semakin membuat Edgar jadi salah tingkah


" Sudah selesai... Apa kau mau kumandikan ??" tanya Mitha dengan lembut membuat Edgar semakin menunduk


" Ed..."


" Aku ini barang rusak Anna, maafkan aku . Kufikir kau pergi meninggalkan aku... Aku rasanya tak menginjak bumi lagi saat ku sadari kau tak berada di ranjang ataupun di kamar " ucap Edgar sambil menunduk


" Jauhkan pikiran itu dari otakmu Edgar, aku sekarang adalah istrimu... aku tak akan kemana-mana , kau bukan barang rusak... Kau hanya masih trauma dengan masa lalu ..."


" Tapi .."


" Walaupun seandainya kau adalah barang rusak aku tak keberatan Edgar, aku akan tetap di sampingmu ... percayalah!!" ucap Mitha sambil mengangkat dagu Edgar agar keduanya bisa bertatapan


Dada Edgar bergetar hebat mendengar jawaban dari Anna itu, tak terkira bahagia nya ia mendengar nya . Mitha duduk di paha Edgar lalu mengalungkan kedua tangannya di leher Edgar sambil tersenyum


" Jangan terlalu cepat marah Edgar... belajarlah untuk mengendalikan emosimu, aku yakin kau bisa ...okay !!" ucapnya membuat Edgar tersenyum bahagia


" Terimakasih sayang... terimakasih sudah hadir di hidupku ..."


" Sama-sama Ed...ehmmm " Edgar tak menunggu jawaban itu selesai ia sudah tak tahan untuk menjamah bibir sexy itu dan menjajalnya lagi dan lagi


" Edgar nanti tanganmu berdarah jika kau banyak bergerak !!" protes Mitha saat Edgar hendak mengukungnya di atas sofa


" Aku tau aku tak boleh banyak bergerak... Tapi kau kan bisa bergerak dengan lincah sayang !!" bisik Edgar lalu mengubah posisi


" Again Edgar ?? Aku bahkan belum sarapan !!" protes Mitha begitu Edgar mendudukkannya di atas nya


" Kita sarapan ini dulu, cepatlah aku sudah tak tahan !!" pinta Edgar sambil membuka baju mandi yang di pakai Mitha


Weleh-weleh


Masih edisi bulan madu sis

__ADS_1


Ini 2 episode jadi satu ya, terimakasih sudah bersabar menunggu episode ini


Love you alla


__ADS_2