
" cepatlah mandi .. aku akan menunggumu di...." belum selesai lagi Edgar berucap , Mitha sudah lari ke kamar mandi....wajahnya memerah menahan rasa antara malu dan marah....Edgar terkekeh melihat Anna yang di nilainya sedikit berubah kini
" Dia bersikap malu-malu kucing sekarang... tapi aku malah suka dengan sikapnya yang seperti itu ha ha ha " ujarnya tergelak
" hallo... Alex carikan cara agar aku bisa keluar dari kamar tuan Edgar !! " pinta Mitha di kamar mandi sambil berbisik di hp nya
" Ya... sabar , bukannya kau seharusnya senang bisa cuci mata .... katamu kau sudah lama menjomblo " sahut Alex
" Ya aku memang sudah lama jomblo tapi bukan artinya aku mau sekamar dengan kekasih orang ... kalo dia khilaf gimana !!?" sahut Mitha sewot
" Ya ya....tuan Edgar yang khilaf apa kamu ..." sahut Alex dan langsung mematikan panggilan Mitha
" Sue.... di matikan lagi, belum juga kelar ngomongnya !!" omel Mitha sambil mandi....saking asiknya mengomel dalam hati... Mitha tak ingat sudah dengan keadaan di sekitarnya.. ia keluar dari kamar mandi dengan handuk di dadanya sambil bernyanyi kecil ...
Abang pilih yang mana...?
perawan atau janda....??
Perawan memang menawan
Janda lebih menggoda....
Abang pilih yang mana...??
perawan atau janda...??
Perawan memang bohai
Janda lebih aduhai....
Nyanyinya sambil melempar handuknya ke sembarang arah...lalu berpakaian di depan meja rias....
" Kau sudah makin berani ya !!" terdengar suara Edgar membuat Mitha kaget sekali
" Bukannya aku sendirian di kamar ??":cicitnya sambil mencari keberadaan asal suara
" Ya ampun !!" cicit Mitha melihat Edgar tertutupi handuk yang di lemparnya tadi
__ADS_1
deg...deg...deg....
dadanya berdetak kencang saat matanya bertatapan dengan mata Edgar, yang tengah duduk santai di kursi malasnya
" Kau.... kau... apa yang kau lakukan di sini ??" tanya Mitha dengan mata melotot....sungguh ia sangat terkejut
" Ini kamarku... mengapa kau bertanya ??" sahut Edgar dengan senyum yang di kulum melihat Mitha yang berdiri membeku dengan memegang atasannya yang belum di pakainya....
Sungguh pemandangan yang indah .... ucapnya dalam hati
Semula Mitha terdiam melihat Edgar yang memandanginya dengan tatapan yang tak bisa di artikan itu, apa yang di lihat Edgar sebenarnya ?? namun saat ia melihat ke tangannya yang sedang memegang atasan lalu ke tubuhnya yang belum mengenakan atasan.... wajah Mitha langsung pucat pasi
" aaaaaaaaaaaaa.......!!!" teriak nya sambil menyilangkan kedua tangannya ke dadanya yang hanya memakai bra berwarna merah itu, Mitha langsung berlari ke dalam kamar mandi dan bergegas memakai atasannya , nafasnya turun naik begitu cepat
" Ya ampun... kok bisa-bisanya tuan Edgar ada di kamar sih... malu banget aku, mau di taruh di mana muka ku ini hoa hoa hoa.....doraemoooonnnnn !!" teriak Mitha di dalam kamar mandi
Edgar yang sedari tadi hanya tersenyum langsung tergelak mendengar teriakan Anna dari dalam kamar mandi
" omg... mengapa ia semakin menggemaskan ha ha ha " ucapnya sambil memegangi perutnya
" entah sudah berapa lama tuan Edgar tak pernah tertawa seperti itu, seingat ku dulu waktu tuan SMP terakhir kali Edgar bisa tertawa lepas seperti itu , nyonya besar harus melihat ini " ucap Robert dalam hati
Mitha yang mendengar gelak tawa Edgar di luar kamar merasa sangat dongkol... ia menggenggam erat kedua tangannya
" Cukup... aku sudah tidak tahan lagi, aku akan mencakar wajah nya dengan cakar mautku ini !!" desisnya sambil membentuk jemarinya macam cakar macan... Mitha keluar dengan mata melotot...ia bertekad akan memberikan pelajaran pada tuan Edgar kali ini....
Namun melihat tuan Edgar tertawa begitu gembira membuat Mitha terdiam...
" Mengapa dia begitu tampan saat tertawa sih...jadi kasian kalo di cakar " cicit Mitha dalam hati yang jadi urung hendak mencakar Edgar
" Ada apa nona Anna... tangan anda kram ?? apa anda perlu obat ??" tanya Robert yang melihat tangan Mitha , Mitha langsung menyembunyikan kedua tangannya
" Tidak... aku tidak apa-apa, mulai malam ini aku tidur di kamar tamu !!" ucap Mitha agak nyaring lalu keluar dari kamar
" Mengapa kau mau pindah kamar Anna ??" tanya Edgar sambil mesejajari langkah Mitha, Mitha berhenti dan menatap Edgar dengan mata melotot
" Aku takut semakin lama aku tidur di kamarmu nanti ada yang matanya bintitan !!" sahutnya dengan kesal
__ADS_1
" What... bha ha ha hi hi hi ... Anna... Anna mengapa setelah kabur kau jadi lucu begini ha ha ha !!!" kembali Edgar tertawa geli mendengar jawaban Mitha
Sarapan berjalan dengan agak aneh menurut Robert, wajah nona Anna terus saja merengut dan tak mau menatap tuan Edgar sedangkan tuan Edgar malah terus menatap nona Anna sambil tersenyum bahkan sesekali tertawa kecil, sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka berdua ?? tanya Robert dalam hati namun tak berani untuk bertanya
" Apa perutmu masih sakit ??" tanya Edgar pada Anna
" Tidak..... tapi jiwaku yang sakit , harga diriku jatuh terguling ke dasar lautan" jerit Mitha dalam hati sambil menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Edgar
" Baguslah....aku akan ke kantor, kau istirahat saja di sini..Kau boleh lakukan apapun selain keluar dari mansion ini ... mengerti !!" ucap Edgar setelah menyudahi sarapannya, Mitha manyun saja... ia tak tertarik dengan dengan apapun yang di katakan Edgar saat ini hatinya masih gondok berat.
" Nona.. anda harus mengantar tuan Edgar bekerja !!" ucap Robert
" Oh ya... aku lupa !!" sahut Mitha lalu berjalan ke pintu depan...wajahnya masih saja tanpa senyum melepas kepergian Edgar, apalagi saat Edgar mengecup keningnya wajah Mitha tambah masam
" Tersenyumlah....aku tak melihat apapun sungguh, aku buta warna !!" ucap Edgar membuat wajah Mitha memerah seketika
" Silahkan bekerja.... jangan pulang sekalian !!" desis Mitha lalu berjalan dengan cepat masuk kembali ke dalam....walau sudah berjalan secepat kilat kupingnya masih saja mendengar gelak tawa Edgar
" Ohhhh menjengkelkan sekali sih dia, pengen ku cekek deh rasanya ku masukin karung baru ku penyet sampe puas baru kubuang ke laut " omel Mitha dalam hati... tangannya dengan lincah menekan nomor Alex
" Hallo pa...."
" Datang secepatnya ke sini....!!" desisnya lalu menutup panggilannya dan melemparkan hpnya, Mitha berebah di ranjang sambil menutup kedua matanya
" Sabar Mitha... sabar.. kau sudah menyetujui pekerjaan ini, yang penting kan semua hutangmu lunas... begitu kontrakmu ini selesai kau bisa memulai hidup mu yang baru tanpa hutang lagi, setidaknya Kau tak lagi bergelar janda miskin raya nanti . Sekarang nikmati saja jadi horang kayah mumpung bisa " hibur Mitha pada dirinya sendiri. Mitha bangun lalu berdiri di depan kaca... ia memperhatikan wajah dan juga seluruh kulit tubuhnya yang sekarang sudah begitu bersih , mulus bahkan mengkilat berkat perawatan mehong yang di jalaninya , jika sekarang ia berjalan di lorong rumah sakit tempatnya bekerja ....ia yakin tak satupun rekan-rekan nya akan mengenalinya
tok..tok..tok...
" Nona Anna...tuan Romi dan Alex sudah datang !!" lapor seorang Maid, Mitha tersenyum miring...
" Sekarang giliran kalian yang menerima hukuman dariku , huh enak saja kalian mau lepas setelah menjebak aku di situasi ini !!" ucap Mitha lalu membuka pintu kamarnya sambil tersenyum miring
Apa ya yang bakalan dilakukan Mitha pada Romi dan Alex ??
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1