Kau Bukan Dia

Kau Bukan Dia
29. Perampok Hati


__ADS_3

" Bagaimana ini... kalau aku menolak tuan Edgar pasti curiga secara selama ini nona Anna memang selalu menyosor tuan Edgar, tapi aku tidak mau melakukan hal sepenting itu dengan identitas orang lain.... jika pun aku bercinta dengan tuan Edgar, ia harus tau bahwa aku bukan nona Anna " cicit Mitha dalam hati


" Apa aku pura-pura pingsan aja kali ya ?? " otak Mitha mulai bekerja keras agar bisa keluar dari masalah ini.


Tangan Edgar mulai meraba si kembar yang kini sangat di kagumi nya ... Edgar mulai on fire kini


" Edgar... kepalaku... pusing...." ucap Mitha sambil mengigit bibirnya agar ******* tak keluar dari bibirnya akibat kenakalan tangan Edgar


Mitha segera melemaskan tubuhnya seperti orang pingsan , Edgar segera memeluk tubuh Mitha dengan erat


" Anna....Anna...panggil dokter !!" teriak Edgar sambil mengendong Mitha masuk ke dalam mansion nya


Hardi segera menelfon dokter langganan mereka sedangkan Romi berlari mengikuti tuan Edgar yang juga panik, Romi membukakan pintu kamar agar memudahkan tuan Edgar masuk . Edgar segera meletakkan Anna di ranjang dan melepas sepatu Anna


" Anna... Anna ada apa denganmu ??" tanyanya panik , Romi yang tau itu hanya gimik Mitha pun mengeluarkan aromaterapi dari sakunya


" Tuan.. coba ciumkan di hidung nona, kurasa nona hanya kelelahan akibat perjalanan jauh " ucapnya sambil menyerahkan aromaterapi di tangannya


Edgar segera mengambil aromaterapi itu dan mendekatkan nya di hidung Anna.


" Anna....Anna.. !" panggil nya panik, Mitha pelan-pelan membuka kedua matanya , ia melihat Edgar yang begitu panik wajahnya bahkan sampai memucat. Di belakang Edgar Mitha melihat Romi yang berdiri mengawasinya , Romi tersenyum sambil mengacungi jempol ke arahnya membuat Mitha melotot sebal


" Awas kau Romi aku akan membuat perhitungan denganmu jika nanti tuan Edgar sudah tidak ada !!" omelnya dalam hati


Edgar mencium kening Anna dengan penuh perasaan, ia sangat lega Anna telah sadar


" Maaf Edgar kepalaku pusing entah kenapa !!" ucap Mitha dengan suara lemah


" Pintar kali kau rupa-rupa jendes hehe" kekeh Romi

__ADS_1


" Mungkin kau kelelahan Anna, sebentar dokter akan memeriksa mu " ucap Edgar


" Tidak usah panggil dokter, apa kau punya tensi meter ? kalau ada aku bisa memeriksanya sendiri " tolak Mitha karena ia takut jika dokter yang memeriksanya ia ketahuan bohongnya


" Tuan.. dokter sudah datang !!" lapor Hardi yang datang bersama seorang dokter


" Kenapa dokternya laki-laki aku tidak mau, ganti cari dokter perempuan !!" tolak Edgar....ia tak mau lelaki lain menyentuh tubuh Anna


" Tapi tuan Edgar... Dokter Sam adalah dokter lang...."


" Kalau kubilang ganti ya ganti !!" kekeh Edgar sambil menutupi tubuh Mitha dengan selimut, Mitha memiringkan tubuhnya bukan karena apa tapi karena ia merasa sedih ...


" Seandainya suamiku dulu sedikit saja perhatian dan melindungiku sebagaimana perlakuan tuan Edgar terhadap nona Anna , aku tak akan pernah mau berpisah dengan suamiku itu. Ibu mengapa nasip percintaanku tak semulus orang lain.... nona Anna sebenarnya kau sangatlah beruntung tidak seperti aku hik hik hik " ratap Mitha dalam hati, Mitha sudah tak menghiraukan lagi Edgar yang marah-marah perihal dokter pada Hardi.


Mitha hanya ingin bangun dari tidurnya seandainya ini adalah mimpi... Mitha pun tertidur tak lama kemudian, itulah ciri khas seorang Mitha jika ia merasa sedih ia menghilangkannya dengan tidur


" Maaf tuan Edgar... sepertinya nona Anna telah tertidur, bagaimana jika dokternya datang besok pagi saja... kasihan jika nona Anna dibangunkan saat sudah tertidur seperti itu, sepertinya nona Anna hanya kelelahan saja " ucap Romi membuat Edgar langsung terdiam dan memeriksa kondisi Mitha dan memang benar Mitha tengah tertidur pulas.


" Anda tidak ke kamar tamu saja tuan Edgar ?" tanya Hardi membuat kesal Edgar


" Kau fikir aku ini anak kecil yang masih harus kau atur Hardi ?? malam ini kau berjaga di pagar sana !!" sahut Edgar kesal, semua langsung keluar termasuk Romi. Hardi apalagi ia keluar dengan membawa rasa gondok sebesar gunung , dulu Edgar selalu menurut padanya....apa yang di katakannya selalu di lakukan oleh Edgar tapi kini semenjak bertemu dengan gadis ular itu, tuan Edgar jauh berubah


" Ini tak bisa di biarkan, aku akan melaporkan pada nyonya besar !!" ucap Hardi yang terdengar oleh Romi


Romi kembali melepak kepalanya sendiri


" Mengapa jadi begini ?? seharusnya Mitha hanya menjadi pengganti nona Anna sementara saja, namun mengapa jadi kacau begini dan yang membuat kacau adalah si bandot tua itu ..." omel Romi


Di kamar Edgar segera membersihkan tubuhnya lalu berebah di sebelah Mitha yang tertidur pulas, di tariknya Mitha ke pelukannya....di pandanginya bagian dari tubuh Mitha yang sangat di sukainya itu yaitu apa lagi jika bukan si kembar milik Mitha yang sekarang terlihat lebih berisi dan montok

__ADS_1


" Dulu perasaan tidak sebesar ini, kau bilang kau tidak operasi tapi bagaimana mungkin ukurannya jadi 2 kali lipat ??" celoteh Edgar , sebelah tangannya dengan usil menyentuh si kembar ceritanya memeriksa apa benar asli atau implan


" Seperti nya benar asli !!" ucapnya lagi, Mitha yang merasa terganggu menjauhkan tangan Edgar tanpa sadar dan masuk kepelukan Edgar mencari kehangatan.


Edgar tersenyum senang


" Ternyata enak ya tidur ada yang menemani seperti ini... mengapa selama ini aku selalu menghindar jika Anna ingin menghabiskan malam denganku " ucap Edgar terus membelai rambut panjang Anna , tak lama Edgar pun mengantuk.. ia lalu memeluk Anna dan segera ikut tidur dengan perasaan hangat di hati.


Pagi yang indah di Paris....


Mitha menggeliatkan tubuhnya sepuas hati, itu adalah ritual bangun baginya . Mata indahnya pun terbuka ....tak lama ia pun terbelalak


" Di mana aku ?? " cicitnya begitu tersadar, Mitha segera berdiri dan berjalan menuju jendela besar di depannya


" Indah sekali... " cicitnya tapi ia kebelet pengen pipis, matanya mencari-cari kamar mandi dan akhirnya ia menemukannya ..Mitha langsung mandi , kemarin ia tidak mandi karena seharian di pesawat. Selesai mandi Mitha keluar dari kamar mandi hanya menggunakan baju mandi yang sudah tersedia di kamar mandi... entah siapa yang sudah menyediakan baju mandi yang begitu indah


Mitha kembali ke jendela besar, ia belum puas menikmati pemandangan indah di luar jendela itu


" Ibu... apakah ibu tau ,Mitha sekarang sedang beruntung bisa hidup seperti layaknya orang kaya. Naik jet ke Paris, makan di restoran mewah, makan makanan yang begitu enak... walau hanya sementara tapi Mitha sudah sangat bersyukur mungkin ini semua karena doa dari ibu, tapi bu... mengapa Mitha mengalami ini di saat ibu sudah berpulang, seandainya ibu masih hidup pasti Mitha akan membelikan semua kesukaan ibu dengan kartu yang di beri tuan Edgar.... " Mitha begitu asik terlarut dengan lamunannya hingga tak menyadari seorang Edgar telah masuk ke kamar.


Edgar terdiam saat melihat Mitha yang tengah melamun sambil memandang ke luar jendela... dadanya berdetak begitu kencang saat menatap Anna yang terlihat begitu cantik di matanya saat ini. Pemandangan itu seketika membuat jantungnya terlepas dari tempatnya ....terguling entah kemana saat ini


" Ow Anna kau sungguh telah merampok hatiku !!" ucap Edgar dalam hati


Seperti apa sih penampakan Anna kw yang telah membuat seorang Edgar tersepona ???



hemmm pantas saja tuan Edgar klepek-klepek

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2