
" Apa maksudmu berbicara begitu padaku Robert ??" selidik Mitha
" Tidak ada maksud apapun nona, jadi selama ini jika tuan Edgar menolak nona bukan karena tidak mencintai nona tapi karena ia tak mau salah pilih. Selama ini saya juga selalu menghalangi keinginan nona untuk bersama dengan tuan tapi sekarang tidak lagi nona " jelas Robert membuat Mitha tambah bingung
" Tidak lagi ..? maksudnya apa ya ??" tanya nya lagi
" Maksud saya mulai sekarang saya akan membantu menyatukan kalian berdua... saya berjanji karena saya yakin nona adalah gadis terbaik untuk tuan Edgar" jawab Robert
" Uhuk uhuk uhuk " Mitha langsung terbatuk mendengarnya
" Gadis...? aku janda hu hu hu ya sudahlah namanya dia tak tau kalau aku Anna palsu biarkan sajalah " cicit Mitha dalam hati
" Baiklah Robert terimakasih atas perhatianmu , oleh-oleh apa yang kau inginkan dari Paris ??" lanjut Mitha
" Tidak ada nona , terimakasih hati-hati di jalan " sahut Robert
Mitha memasuki jet memakai kacamata hitam, tentu itu ada maksudnya... ia tak mau Hardi tau jika matanya kelayapan ke mana-mana dan melotot melihat di mana ia berada kini. Seumur hidupnya 25 tahun ini baru kali ini ia naik yang namanya jet... naik pesawat biasa aja belum pernah
" Mudahan aku ngak mabuk ya... kalau mabuk habis aku ketahuan oleh Hardi kalau aku kw " ucap Mitha dalam hati, Romi mempersilahkan Mitha duduk di kursi yang agak jauh dari Hardi agar perbincangan mereka tak terdengar oleh Hardi nantinya
" Apa kau mabuk udara ??" bisik Romi yang telah menyiapkan obat di kantongnya
" Entahlah karena aku belum pernah naik jet... !!" sahut Mitha
" Ya sama aja naik pesawat biasa lah " lanjut Romi
" Aku juga belum pernah naik pesawat biasa !!" balas Mitha
" Ya ampun, aku lupa kalau kau itu ... jamis " bisik Romi sambil memejamkan mata....terlihat sekali ia prustasi kini
" Aduhhh bagaimana ini, aku sungguh tak mengira ni jande harus melalui begitu banyak hal yang belum pernah di alaminya, aku rasa tak lama lagi penyamarannya ini pasti terbongkar dan tuan Edgar akan sangat murka entah apa yang akan terjadi padaku..apa sebaiknya aku membuat surat wasiat sekarang ya ??" cicitnya dalam hati
" Rom .. aku pengen pipis di mana toiletnya ?? " bisik Mitha
" kau lurus saja, di sebelah kanan.. apa perlu ku antar ?" tanya Romi
" Ngak usah, aku bisa !!" ucapnya percaya diri, tanpa melepaskan kacamata hitamnya Mitha berjalan ke arah yang di tunjuk oleh Romi.
__ADS_1
" Ya ampun mewah banget sih ni jet.. enak memang ya jadi orang kaya, eh itu dapur ya ??" cicitnya dalam hati sambil memperhatikan area yang merupakan dapur mini nan mewah , di dapur itu bahkan tersedia kulkas, microwave dan oven
" Selamat pagi nona, nona mau pesan apa ?" tanya pramugari sopan
" Tidak... aku hanya ingin ke toilet " sahutnya lalu membuka pintu toilet
Lagi-lagi Mitha di buat ternganga di dalam toilet yang berukuran sedang itu.
" Di dalam toilet ada parfum..? banyak lagi omo omo beneran horang kaya tuan Edgar ini " Mitha hanya duduk lemas di atas toilet, kakinya sesungguhnya gemetaran kini
" Tenang Mit.. tenang nikmati saja apa yang ada di depanmu, bisa jadi di antara 1000 orang susah hanya kau satu-satunya yang pernah naik jet dan pergi ke Paris, jangan panik tarik nafas panjang..... hembuskan, tarik.....hembuskan , tarik....."
" Nona Anna ... anda baik-baik saja ??" terdengar pramugari memanggilnya membuat Mitha tersentak, ia segera berdiri dan membuka pintu dengan wajah yang di buat sedikit jutek
" Tentu saja aku baik-baik saja, kau fikir aku tidur di dalam... buatkan aku teh !!" titahnya dengan pongah macam Anna beneran
Mitha hendak segera kembali ke bangku nya namun rasa penasaran membuatnya berjalan ke belakang dan betapa kagetnya ia melihat di belakang ada sofa panjang yang begitu empuk dan sebuah tv layar datar yang besar juga begitu banyak bantal
" Wow.... fantastis " cicitnya dengan air liur hampir menetes
" Tidak...!!" sahutnya cepat dan segera kembali ke kursi empuknya semula
Mitha pun memasang safety belt dan memundurkan sedikit sandaran duduknya , matanya kembali memindai semua fasilitas di sekitarnya, ada cd,tape bahkan tv jika ingin menonton. Saat jet akan take off , Mitha menutup matanya dan kedua tangannya mencengkram bantal tangvdi peluknya... ia tak bersuara sama sekali bahkan kacamatanya juga tak di lepasnya....sungguh ini adalah moment yang sangat mendebarkan baginya
Saat jet mulai naik perut Mitha serasa ikut terangkat, membuat Mitha sampai mengigit bibirnya pelan untuk menghilangkan kegugupannya.
Romi terus mengawasi pergerakan Mitha , jangan dikira hanya Mitha yang gugup... Romi jauh lebih gugup kini apalagi Hardi sesekali menengok melihat ke arah Mitha dengan wajah dingin.
Mitha baru berani membuka kedua matanya saat ia merasa jet sudah stabil, ia memeriksa kondisi kanan kiri... semua orang tenang saja dan melakukan aktifitas masing-masing.
" Hem begini ya rasanya naik pesawat, aku mau intip ah di luar bagaimana ....omg aku ada di atas awan omg omg " cicitnya takjub setelah membuka jendela kecil di depannya
Untung saja Mitha tidak mabuk udara dan ia bisa menjaga dirinya dengan baik selama di atas jet. Mitha bahkan tertidur pulas tak lama setelah makan siang membuat Romi sedikit tenang.
Romi hanya bisa berdoa saja kini, ia tak mungkin memaksa Mitha untuk melakukan apa yang tak pernah dilakukannya dengan sempurna. Romi hanya bisa mengharapkan kecerdasan dan keberuntungan Mitha selama berada di Paris
Jet mendarat dengan sukses di bandara Carles the Gaulle Paris pada malam hari, Mitha masihlah tertidur dengan begitu pulasnya hingga saat Romi membangunkannya ia tak juga mau bangun.
__ADS_1
Langkah kaki Edgar terdengar menaiki tangga jet, Romi segera menyingkir sedangka Hardi sudah keluar dari jet sedari tadi. Entah mengapa rasa gondoknya pada Anna tidak juga surut padahal selama perjalanan Anna hanya tidur tidak mengganggunya sama sekali.
Edgar menatap wajah Anna yang tengah tertidur dengan begitu pulasnya, ia tersenyum sambil memandangi bibir sensual Anna yang sedikit terbuka. Edgar mendekati wajah Anna sampai begitu dekat hingga deru nafas mereka saling terasa.
Tangan Edgar mengelus pipi Anna dengan penuh perasaan, ia tadinya datang dengan rasa marah yang membara akibat rasa cemburu di hati ... niatnya ingin menghukum gadis nakal itu begitu berjumpa namun begitu melihat wajah Anna yang tertidur like a baby membuat kemarahannya menguap hingga hanya meninggalkan rasa rindu
Edgar mencium bibir Anna dengan mesra , ia tak sabar menunggu gadis itu terbangun . Merasa kesulitan bernafas dan bergerak Mitha akhirnya membuka kedua matanya, betapa kagetnya ia mendapati Edgar tengah menciumnya
" Edgar aku tak bisa bernafas .... hah hah hah !!" cicit Mitha begitu bisa melepaskan ciuman Edgar dengan mendorong dada Edgar
" Itu hukuman untukmu karena telah berani memperhatikan pria lain !!" ucap Edgar sambil mengendong Anna
" Aw.....!!" teriak Mitha yang begitu kaget , tangannya otomatis berkalung di leher Edgar
" Edgar... turunkan aku, aku malu !!" ucap Mitha yang beneran malu di perlakukan seperti itu, Edgar hanya tertawa melihat Anna menyembunyikan wajahnya di lehernya
" Welcome in Paris Anna !!" ucap Edgar setelah keduanya duduk di mobil mewah milik Edgar
Mitha terdiam....dari dalam mobil ia memperhatikan pemandangan gemerlap kota Paris di malam hari .
Tiba-tiba saja atap mobil terbuka membuat Mitha lagi-lagi takjub
" Edgar... ini...?? "
" Ayo kau bisa melihat Paris dengan lebih jelas melalui pintu itu !!" ajak Edgar... keduanya lalu berdiri hingga separuh tubuh mereka menyembul dari dalam mobil.
Mitha benar-benar takjub melihat Paris di malam hari, bibirnya terus tersenyum .. matanya memandang ke sana ke mari
" Oh sungguh Paris memang begitu indah....Edgar apa ini surga??" tanya Mitha sambil memandang ke arah Edgar yang sedari tadi hanya memandangi nya tanpa di sadari Mitha
" No Anna... ini Paris tapi jika kau ingin merasakan di surga aku akan memberikannya padamu " ucap Edgar lalu menarik pinggang Anna dan kembali menciumnya dengan mesra
Mitha hanya bisa pasrah, walaupun hatinya menolak hal ini namun tubuhnya malah menerima ciuman Edgar bahkan membalasnya
" Ya Edgar... ini memang serasa di surga !!ibu maafkan putrimu ini " ucapnya sambil membalas ciuman Edgar tak kalah panas
"
__ADS_1