
Sebelumnya onel minta maaf jika lama pake banget up nya ... karena memang kesibukan di bulan ramadhan ini yang begitu menyita waktu.
ππππ
Dengan lesu Mitha berangkat ke rumah sakit setelah membawa semua barangnya ke rumah kontrakan ibunya. Kedua adik ipar dan mertuanya tertawa puas melihat ia pergi pagi ini
" Makanya jadi orang itu jangan belagu... sok ngatain ibu macam-macam, nah akhirnya kau kan yang keluar dari rumah ini ha ha ha " ucap mertuanya , Mitha tak punya kekuatan bahkan hanya untuk menyahuti perkataan mertua nya itu.
Tubuh nya sungguh lelah di tambah jiwanya yang juga hancur lebur membuat Mitha hanya bisa berjalan bak mayat hidup kini.
Bruk....
" Aduh.... sakit !!" cicit Mitha yang jatuh terduduk saat ia bertabrakan dengan seseorang
" Maaf.. saya tidak melihatmu, saya sedang buru-buru" ucap sang pria yang menabraknya setelah membantunya berdiri... Mitha terpana melihat ketampanan pria yang menabraknya itu
" Ya Tuhan ini manusia apa dewa sih....cakepnya kebangetan !!" cicitnya dalam hati
" Mba... mba ngak papa ??" tanya pria itu lagi melihat Mitha hanya bengong persis ayam terkena tetelo π€
" Ngak ... ngak papa, saya hanya sedikit pusing " jawab Mitha apa adanya , pria tersebut langsung membantunya duduk dan memeriksa denyut nadinya, Mitha yang mulai sadar segera menarik tangannya
" Saya tidak apa-apa, saya hanya kurang istirahat " ucap Mitha sopan setelah menarik tangannya namun pria itu kembali menarik tangan Mitha...
" Saya dokter... biar saya memeriksa mu sebentar sebagai ucapan maaf ku " kekeh pria tersebut, akhirnya Mitha menyerah... ia membiarkan pria tampan itu memeriksa nya
" ya kau benar nona, kau kurang istirahat dan terutama kurang nutrisi... apa kau sudah sarapan pagi ini ??" tanya pria tersebut
" Belum ....saya akan sarapan di kantin, silahkan anda melanjutkan urusan anda... bukannya anda sedang terburu-buru?" tanya Mitha
" Urusanku bisa menunggu, ayo aku juga belum sarapan... di mana kantinnya ??" ajak pria tersebut
" Kantinnya di sana... tapi itu khusus untuk karyawan, tuan jika ingin makan bisa di restoran di depan sana !!" ucap Mitha
" Baiklah kalau begitu aku akan mengantarmu sampai ke kantin saja, bolehkan ?? aku harus memastikan bahwa kau benar-benar sarapan karena wajahmu sangat pucat nona !!"
Akhirnya keduanya berjalan ke kantin... banyak mata melihat iri ke arah Mitha karena berjalan dengan seorang pria nan begitu tampan
Sang pria tersebut memaksa masuk ke kantin walau Mitha sudah menolak... mereka pun duduk berhadapan
" Kopi dan roti " pesan Mitha , ia sangat perlu kopi untuk membuatnya terjaga saat ini
" Tidak ... soto daging dan air putih hangat 2 porsi !!" potong pria tersebut
__ADS_1
" Saya ti...."
" Nona kau itu kurang nutrisi jadi harus sarapan protein yang baik....sudah jangan membantah aku yang bayar, tambah 2 jus buah naga " setelah pelayan pergi....
" Namaku Steven...siapa namamu ?? " tanya pria tersebut
" Saya... Mitha " sahut Mitha sambil membenarkan rambutnya yang berantakan... saking marahnya dengan suaminya, ia bahkan mandi tidak pakai sabun dan rambutnya hanya di basahi tanpa memakai shampho, alhasil ia berangkat ke rumah sakit dengan rambut yang setengah kering dan masih terurai
Saat Mitha sibuk dengan rambut panjangnya... mata Steven diam-diam mengamati
" Cantik... walaupun ia tak memakai riasan yang berlebihan tapi ia sudah terlihat begitu cantik. Apakah gadis cantik ini sudah ada yang punya ??" tanya Steven dalam hati
" Apa kau sakit nona, hingga kau ke rumah sakit ? kau sakit apa ??" tanya Steven memberanikan diri
" Saya tidak sakit, saya bekerja di sini sebagai perawat " sahut Mitha masih asik dengan rambutnya... leher jenjang dan kulit putih bersihnya sungguh membuat Mitha terlihat begitu sexy di mata Steven saat ini
" Tapi mengapa kau tak memakai seragam ?" lanjut Steven
" Jadwal saya nanti siang , saya cepat ke sini untuk menjaga ibu di UGD " jawab Mitha dengan mata sendu, terlihat sekali bagaimana ia begitu sedih saat ini.
" Kau perawat di rumah sakit sini ??" tanya Steven senang, Mitha hanya mengangguk
" Ibumu sakit apa ??" tanyanya lagi
Tak lama makanan pun tiba
" Ayo cepat di makan, jangan melamun... kau perlu mengisi tenagamu agar bisa menjaga ibumu " ucap Steven membuat Mitha tersentak
" Ya .... pria ini benar, ibu masih membutuhkannya... ia tak boleh patah semangat " ucapnya dalam hati
" Terimakasih Steven...!!" ucapnya lalu makan dengan lahap, air mata masih saja jatuh dari ujung matanya membuat Steven sangat ingin menghapusnya dengan jemarinya... baru saja tangannya dengan menggapai pipi Mitha...
" Mitha.... ibumu terkena serangan lagi !!" teriak salah seorang sohibnya di rumah sakit... Mitha segera berdiri dan berlari meninggalkan meja tanpa pamit pada Steven... ia sudah tak mengingat Steven, hanya kata ibu yang terucap di bibirnya sambil menangis. Mitha bahkan sampai meninggalkan tas nya di kursi ...
Dengan sekuat tenaga Mitha berlari menuju ruang ICU rumah sakit, nampak beberapa dokter tengah menangani ibunya
" Ibu.... ibu... ada apa dengan ibu, bukannya ibu sudah lebih baik kemaren dok ??" tanya Mitha panik
" Ya Mitha... seharusnya serangan ini tidak terjadi, entah apa pemicunya ??" jawab dokter juga bingung
" Apa karena kedatangan suamimu Mit?" celetuk perawat
" Su... suamiku datang menengok ibuku tadi pagi ??" beo Mitha kaget
__ADS_1
" Iya... aku sempat melihat ia keluar dari ruang ICU begitu aku hendak masuk tadi pagi... tak lama ibumu merasa sesak dan terkena serangan jantung lagi " jawab rekannya itu... Mitha tersandar di dinding dengan tubuh bergetar
" Mas ... apa yang kau katakan pada ibuku ? apa kau bilang pada ibu bahwa kau menceraikan aku di saat ibuku baru saja menjalani operasi jantung ?? apa kau sudah gila mas... apa kau tak tau pasien jantung tak bisa mendengar berita yang mengejutkan seperti itu ... mas mas dasar kau lelaki yang sangat tidak punya perasaan hik hik hik " ratap Mitha dalam hati
" Mitha .. ibumu sudah sadar sepertinya ia mencarimu !!" panggil dokter
" ibu... ibu yang kuat ya bu, jangan sakit lagi hik hik hik " Mitha sudah tak kuat menahan air matanya melihat wajah pucat ibunya... satu-satunya kerabat yang tersisa di dunia ini, Mitha mengenggam jemari ibunya yang begitu dingin dan menciuminya dengan penuh kasih sayang
" Mitha... maafkan ibu nak, karena ibu kau selalu menderita... mungkin jika ibu mati baru kau akan lepas dari beban ini " ucap ibunya terbata-bata, air mata nampak berjatuhan dari mata ibunya
Ya ibu sangat sedih begitu mendengar bahwa menantunya menceraikan putrinya karena putrinya lebih memperhatikan dirinya dari pada suaminya, ia sedih karena ia adalah penyebab menantunya menceraikan putrinya... ia sungguh merasa sebagai ibu yang tak berguna
" Tidak ibu... Mitha tidak menderita, selama Mitha masih punya ibu... Mitha bahagia ibu, ibu yang kuat ya... jangan tinggalkan Mitha hik hik hik " ratap Mitha terdengar begitu menyayat hati, ibu menyentuh pipi Mitha
" Maafkan ibu Mitha, ingat ibu sangat menyayangi......!!"
Tittttttttt titttttt mesin berbunyi menandakan alat vital ibunya tengah menurut drastis
" Ibu... ibu tidak... dokterrrr dokterrrr !!" Mitha berteriak panik , dokter kembali melakukan penanganan pada ibunya hingga akhirnya terdengar bunyi panjang tanda ibunya sudah tak bernyawa lagi
Mitha terduduk lemas mendengar bunyi itu, ia hapal benar dengan bunyi itu karena sudah seringkali menghadapi hal itu, namun saat ibunya yang mengalaminya ia tak kuasa lagi berdiri. Mitha menangis sejadi-jadinya, ada apa dengan hidupnya mengapa di hari yang sama suaminya menceraikannya dan ibunya pun meninggalkan dirinya untuk selamanya.
Mitha terkulai lemas tak tahan menghadapi hari terberat dalam hidupnya ini, Steven yang menyusul dengan maksud memberikan tas Mitha yang tertinggal pun langsung menolong Mitha .
Steven mengangkat Mitha dan membaringkannya di salah satu ranjang yang kosong
" Apakah anda suami Mitha ?? " tanya dokter yang memang tak pernah melihat suami Mitha, Steven terperanjat kaget
" Suami....?? jadi dia sudah punya suami ??" cicit Steven dalam hati, entah mengapa dadanya langsung serasa di cucuk sembilu
" Bukan...saya hanya kenalannya, ini tadi tasnya tertinggal di kantin " jawab Steven dengan wajah memerah akibat kaget
" Anda bukannya dokter Steven ?? ya ampun ... maaf bagaimana mungkin saya sampai tak mengenali anda !!" ucap dokter yang menangani ibu Mitha tadi
" Apa kabar... dokter Andre bukan ??" sambut Steven
" Kau di sini... berarti kau menerima tawaran dari pemimpinan , sungguh kami akan sangat terbantu dengan kehadiranmu dokter Steven. Apa kau sudah menghadap pimpinan ??" lanjut dokter Andre
" Belum....setelah ini aku akan ke sana, oh ya ini tas gadis itu ... kalau begitu aku permisi " pamit Steven sambil memandangi Mitha sekali lagi, nampak jelas gurat kekecewaan di wajah tampannya
" Ternyata kau sudah ada yang memiliki ...." ucap Steven lalu meninggalkan ruangan dengan wajah sedih
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya