
Flashback on....
Pagi tadi beberapa jam setelah nona Anna dan pengawalnya pergi ke rumah sakit , Robert segera menelfon tuan Edgar
" Pagi tuan....!!" sapa Robert
" Katakan ada apa , aku sedang rapat !!" titah nya
" Begini tadi pagi nona Anna pergi ke rumah sakit katanya mau melanjutkan pelajaran nya sebagai pera...."
" Apa ?? mengapa Anna tidak izin padaku ? " cecar Edgar
" Saya sudah menyarankan hal itu tuan ,tapi kata nona Anna biar saya saja yang bilang pada tuan ... maafkan saya tuan " jawab Robert
" Lalu kemaren kemana saja Anna pergi ??" tanya Edgar , ia sudah melonggarkan dasinya kini
" Nona pergi ke kebun binatang dan berbelanja di mall !!" sahut Robert
" Kau yakin ??"
" Ya tuan... nona bahkan memberikan hadiah berupa atasan batik pada saya " sahut Robert lagi, Edgar langsung berdiri
" Apa kau bilang , Anna memberikan mu hadiah ??" beo nya marah....wajah Edgar bahkan sampai memerah kini, selama ini Anna bahkan tidak pernah memberinya hadiah dan kini ia malah memberikan hadiah pada lelaki lain ??
" Jangan coba-coba kau berani menerima hadiah itu Robert !!" cecar Edgar
" Baik tuan....maafkan saya " sahut Edgar dengan wajah pucat , mengapa ia sampai kelepasan ngomong tadi ?? bahaya ini .....
Telfon langsung di matikan oleh Edgar, Edgar kemudian menuliskan perintah pada salah satu tangan kanannya melalui chat
" Beri Robert pelajaran, ia sudah berani menerima hadiah dari kekasihku. Jangan sampai Anna tau !!" titahnya
" Baik tuan !!" jawab sang pengawal
" Hubungkan aku dengan Anna !!" titah Edgar pada Hardi yang semenjak tadi berdiri di belakangnya
" Tapi ini masih rapat tuan !!"
" Hardi...!!" bentak Edgar, ia paling tak suka jika perintahnya di sela... mau tak mau Hardi menekan nama Anna di hp Edgar, begitu tersambung Hardi pun segera menyerahkan nya pada tuan Edgar .
" Hallo...." terdengar sedikit suara Anna oleh kuping Hardi, mengapa intonasi berbicara nona Anna berbeda sekarang ?? pikir Hardi, Hardi mendekatkan kupingnya ke arah hp namun mata Edgar yang melotot padanya membuat nya melangkah ke belakang hingga tak bisa lagi mendengar suara Anna
" Apa kau begitu asik dengan pelajaran mu hingga tak sempat menelfon ku ? apa kau tak rindu padaku ? apa dokter dan perawat di RS telah membuat perhatianmu padaku teralihkan... mengapa tak meminta izin padaku jika hendak ke sana ??" cecarnya membuat Hardi merasa sangat jengkel
__ADS_1
" Dasar wanita ular " omelnya dalam hati sambil mendengarkan seribu pertanyaan Edgar yang ia tak tau apa jawaban dari Anna di seberang sana
" Baru 2 hari kau ku tinggal, kau sudah memberikan perhatian pada pria lain ?" cecar Edgar membuat Hardi tersenyum senang
" Kapok kau ular hehe" ucapnya dalam hati
" Kau sudah berani memberikan hadiah pada Robert ? aku saja tidak pernah kau belikan hadiah, apa Robert jauh lebih penting di hatimu ? hingga ia kau belikan hadiah sedangkan aku tidak ??" cecar Edgar lagi membuat mata Hardi terasa hendak mencelot keluar dari tempatnya
" Tuan Edgar kau cemburu pada seorang Robert ?? apa kau sudah gila... oh Tuhan " cicit nya lagi, Hardi menutup kedua kupingnya saking keky nya ... tiba-tiba
" Hardi... menurutmu apa yang Anna lakukan ??" tanya Edgar membuat Hardi mendekat ingin melihat video call tersebut, namun Edgar langsung menjauh dan meletakkan hp nya di dadanya
" Tak ada yang boleh melihat Anna ku " ucapnya membuat habis kesabaran Hardi
" Anna ku ?? Anna ku.... sejak kapan kau begitu lebai Edgarrrrrr " ingin sekali rasanya Hardi berteriak sekencang-kencangnya di depan tuannya itu
" Putar lagi !!" titah Edgar sambil melotot pada gawainya itu Edgar bahkan beberapa kali menelan salifanya , sungguh Hardi sudah tak bisa menahan marahnya lagi
" Hardi, kembali ke Jakarta bawa jet jemput Anna untukku !!" titahnya
" Apaaa ??" ucap Hardi tak percaya
" Satu kalimat lagi darimu, kau boleh kembali bekerja pada nenekku " ucap Edgar membuat Hardi segera pergi dari ruangan tanpa bersuara apapun lagi
Setelah keluar dari ruangan rapat, mulut Hardi terus menyerukan sumpah serapah beserta isi kebun binatang habis di absennya
ππππ
Sementara itu di Jakarta... di Mansion Edgar
Belum sempat melangkah Robert sehabis meletakkan telfon, pukulan bertubi di layangkan pada tubuh Robert kecuali wajahnya sampai Robert rubuh
" Pesan tuan jangan berani menerima hadiah apapun dari nona Anna dan jangan sampai nona tau mengenal hukumanmu ini !!" ucap pengawal lalu pergi begitu saja, beberapa maid langsung membantu Robert dan membawa Robert ke kamar
" Panggilkan saja aku dokter, nanti jika nona Anna datang beritahu aku !!" rintih Robert memegangi area perut dan kaki nya yang serasa rontok semua... ia tak lagi muda jadi sudah tak sekuat dulu menahan pukulan semacam itu.
Namun walau tubuhnya sakit Robert tersenyum senang, tuan Edgar cemburu ... itu adalah hal yang begitu jarang ditemui. Jika ia masih bisa cemburu maka sisi kemanusiaannya masih ada, Robert selama ini takut karena bergabung di dunia mafia tuannya itu nanti tak akan memiliki rasa kemanusiaan lagi.
" Aku akan membantumu nona Anna, hanya nona yang bisa membuat tuan Edgar tetap menjadi manusia yang normal " tekad Robert.
Kamar Anna
" Ada apa dengan Robert ? sakit apa dia ?" tanya Mitha tak mau berhenti bertanya
__ADS_1
" Kurasa itu ada hubungannya dengan hadiah yang berikan ini, kurasa tuan Edgar cemburu dan ia menghukum Robert karenanya " sahut Romi membuat mata Mitha melotot
" What ?? hanya karena aku memberi hadiah pada Robert, Robert di hukum ?? di mana salahnya Robert ??" tanya Mitha tambah bingung
" Intinya Mitha... selama kau menjadi Anna jangan pernah memperhatikan pria lain selain tuan Edgar, kau kan sudah melihat sendiri bagaimana jika tuan sedang marah. Untung saja tuan Edgar tidak berada di sini, jika ia disini... tuh radar tua sudah jadi bubur " papar Romi lagi.. Mitha terduduk di sisi ranjang, tubuhnya langsung saja lemas
" Ternyata sebegitu cintanya tuan Edgar pada nona Anna, sungguh beruntung nona Anna itu mempunyai pacar yang begitu mencintainya... namun mengapa nona Anna malah kabur ??" tanya Mitha
" Entahlah Mitha namun yang jelas tugasmu adalah memastikan tuan Edgar tidak mengetahui kalau kau itu palsu sampai nona Anna di temukan , mengerti !! Mitha mengangguk paham
" Sekarang beristirahat lah, besok kau harus terlihat fresh di hadapan tuan Edgar . Jangan lupa hadiah dan gaun batik mu itu kau bawa !!" ucap Romi lagi
Mitha berebah sambil memandangi langit-langit kamarnya yang begitu mewah
" Ibu... apa yang sebenarnya kini anakmu ini lakoni ? apakah ini adalah jalan yang benar ibu ? aduh pusing kepalaku ... ibu doakan anakmu ini semoga bisa menyelesaikan kontrak ini sampai selesai. Jika sudah tak ada hutang, aku akan baik-baik saja ibu " curhatnya pada sang ibu yang dianggapnya selalu mendengar apapun yang di curhat kan oleh nya.
Pagi-pagi sekali Hardi sudah sampai di mansion Edgar, wajahnya begitu butek
" Mana dia ?? nanti kalau lambat sampai ke Prancis tuan Edgar bisa marah lagi ??" tanyanya pada Robert
" Aku sudah di sini Hardi, kita berangkat sekarang ??" sapa Mitha mengagetkan Hardi
" Nona sudah siap setengah jam yang lalu, apa anda mau minum kopi dulu tuan Hardi ??" tanya Robert
" Tidak ... kami langsung berangkat !!" sahut Hardi tanpa mengindahkan Mitha
" Nona Anna, boleh saya memberikan sebuah saran ??" tanya Robert sambil berbisik
" Saran apa Robert ??" tanya Anna
" Kelemahan tuan Robert terhadap wanita adalah dengan senyuman, berikan senyum terbaik nona saya jamin tuan akan tambah mencintai nona "
" Ow terimakasih saranmu Robert !!" sahut Mitha senang
" Satu lalu nona "
" Ya katakan Robert !!"
" Nona adalah gadis yang baik dan memberi hawa positif pada tuan, rahasia ini hanya nona yang tau.... tuan Edgar itu masih perjaka , jadi sebaiknya nona bergerak cepat " bisik Robert lagi
" Apa....?? masih perjaka ?? " beo Mitha tak percaya
" Jadi nona Anna dan tuan Edgar selama ini belum pernah wik-wik ?? kok aku ngak percaya ya , karena jika denganku tuan Edgar pengennya nyosor Mulu ?? " cicitnya tak percaya
__ADS_1
see you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya