
" Tuan... berfikir lah sekali lagi, kedudukan dan kekayaan anda tidak sesuai dengan Anna, okay jika anda hanya ingin menjadikannya sekedar wanita simpanan itu tidak masalah, tidak akan ada yang melarang " protes Hardi
" Kedudukan.... harta kekayaan ?? apa hubungannya dengan ketidakpantasan Anna, aku sudah punya banyak uang untuk apa aku harus mencari gadis yang sudah kaya juga ? sungguh pemikiranmu itu sangat ketinggalan zaman orang tua !!" balas Edgar membuat Hardi terdiam
" Memang tak perlu gadis kaya tuan... namun setidaknya bukan gadis pengeretan !!" balas Hardi
" Pengeretan dari mana ?? jika ia berbelanja itu juga uangku bukan uangmu pak tua, sudah pergi sana bikin ilfil aja !!" usir Edgar kesal
Hardi pergi juga dengan hati yang tak kalah kesal
" Apa sih yang sudah dilakukan oleh gadis pengeretan itu hingga Edgar begitu tergila-gila padanya ?? apa dia pake pelet ?? aku harus melaporkan hal ini pada nyonya besar, sepertinya hanya nyonya yang bisa mengatasi Anna !!" ucap Hardi lalu masuk ke kamarnya dan menelfon nenek Edgar
" Hallo nyonya.. maaf saya menganggu malam-malam begini " sapa Hardi sopan
" Ya Hardi ... katakan ada apa ??"
" Begini.... sepertinya tuan Edgar sangat tergila-gila pada gadis itu, tadi ia baru mengatakan akan menikahinya. maaf nyonya saya sudah tidak bisa menangani tuan, apapun yang saya katakan tidak lagi mau di dengar oleh tuan muda " keluh Edgar
" Bagaimana mungkin bisa begitu, setauku Edgar selalu menuruti mu ?"
__ADS_1
" Ya nyonya itu dulu ... sebelum tuan bertemu dengan gadis ular itu, entah apa yang di lakukan gadis itu pada tuan, tuan sampai sangat tergila-gila. Tuan bahkan hendak mengenalkan gadis itu pada nyonya setelah pertemuan para mafia selesai " lapor Hardi berapi-api
" Hemmm begitu ya..."
" Ya nyonya... harap nyonya bisa menyelesaikan gadis itu , kasihan jika tuan sampai memperistri gadis ular itu. Larang saja tuan membawa gadis itu ke tempat anda " pinta Hardi
" Biarkan saja dia kemari Hardi, aku malah jadi penasaran seperti apa gadis yang bernama Anna itu.. tenang saja, Edgar tak akan bisa melawan perintahku.. jika aku tidak merestuinya , Edgar tak akan melawan ku " sahut nyonya Barbara, nenek Edgar.
" Baiklah nyonya ... sebagai catatan nyonya juga sudah tau kah bahwa gadis ular itu telah berselingkuh dengan pria lain dan menghabiskan begitu banyak uang tuan , bahkan ia sempat kabur dan mengosongkan rekening yang jumlahnya tidak sedikit " lanjut Hardi terus mengompori
" Baik Hardi, terimakasih atas infonya... selamat malam " putus nyonya Barbara
" Hufff apa yang harus kulakukan, Edgar sangat berbeda dengan ayahnya. Jika Philip sangat mata keranjang , Edgar malah sangat setia ... tapi mengapa ia bisa jatuh cinta pada wanita yang salah ?? aku jadi tambah penasaran dengan gadis yang bernama Anna ini " tanya Barbara dalam hati
Selama ini Edgar belum pernah dekat dengan seorang wanita pun , ia sibuk membangun kerajaan bisnisnya dan juga melanjutkan kepemimpinan mafia yang dulu di pegang olehnya karena Philip, putranya tak memiliki bakat di dunia mafia ... bakatnya hanya menghabiskan uang dan juga wanita saja.
Barbara terus menghela nafas panjang memandangi foto Monika , almarhum menantunya yang sangat di sayanginya itu. Barbara tak akan lupa betapa Monika sangat sabar menghadapi kelakuan flamboyan Philip , Monika pura-pura tak mengetahui kelakuan Philip dan berkonsentrasi membesarkan Edgar dan juga menemani Barbara, hingga suatu hari Philip membawa seorang wanita yang tengah hamil besar dan mengatakan bahwa wanita itu adalah istri mudanya . Monika sudah tak tahan lagi, ia menulis surat yang menitipkan Edgar padanya dan pergi dengan mengendarai sebuah mobil dengan kecepatan tinggi hingga menabrak pembatas jalan dan mobil itu terjun bebas ke jurang dan menemui ajalnya di usia Edgar yang masih 8 tahun, menoreh kan lukan nan mendalam di hati seorang Edgar hingga saat ini.
Sementara itu di Mansion Edgar....
__ADS_1
Pagi nan cerah secerah hati Mitha, semalaman ia rasanya tak bisa tidur karena begitu bahagia kontraknya akan segera berakhir
" Selamat pagi dunia....hemmm bantal guling ini sangat empuk apalagi kasurnya, sangat jauh jika di bandingkan dengan yang di kos-kosanku tapi setidaknya aku sudah pernah merasakan tidur bak putri raja hehe . Terimakasih Tuhan atas jalan yang telah kau berikan padaku... aku akhirnya bisa melunasi semua hutang-hutang ku dan bisa memulai hidup baru tanpa beban lagi " ucap Mitha penuh syukur pagi ini
Dengan ceria dan penuh semangat Mitha mandi dan bersiap untuk sarapan. Pagi ini ia sarapan di balkon kamarnya karena ia ingin bisa bebas berbincang dengan Romi dan Alex dan yang paling menyenangkan bagi Mitha adalah karena hari ini ia akan bebas dari tuan Edgar karena tuan Edgar ada urusan mendadak.
Makanan sudah selesai di antar ke balkon kamarnya, Mitha duduk sambil tersenyum lebar apalagi begitu melihat keduanya datang. Namun aneh mengapa wajah keduanya nampak pucat ?? cicit Mitha dalam hati
" Ayo duduklah... kita sarapan dulu sebelum berbincang he he he " ajak Mitha dengan wajah yang begitu ceria, membuat Romi dan Alex hanya bisa saling pandang. Semalaman Romi tak bisa tidur , ia bingung apa yang harus di katakan nya pada Mitha dan akhirnya karena otaknya dah buntu macam paret kota jakarta zaman dulu 🤭🤭 Romi menyerahkan pada Alex terserah mau mengatakan apa pada Mitha
" Jadi bagaimana ?? kapan aku dan nona Anna akan bertukar tempat ??" tanya Mitha sudah tak sabar...sambil terus mengunyah
" Begini Mit... eee aku sudah menemukan di mana nona Anna, tapi dia sudah...." sahut Alex sambil memandangi Romi... Romi hanya melotot tajam padanya
" Hadehhhh sadis amat tu mata , kalo keluar ku injak nanti baru kapok !!" omel Alex dalam hati
" Halloooo....dia sudah apa ???" celetuk Mitha mengagetkan Alex
" Dia sudah mati !!" sahut Alex membuat Mitha dan Romi melotot seketika
__ADS_1
" Apaaaaa ??? uhuk uhuk uhuk " teriak Mitha kaget luar biasa ia sampe keselek makanan yang sedang di kunyah nya
See you next eps Jangan lupa untuk like komen dan vote ya