
Mitha hanya bisa terdiam di tempat, sungguh ini adalah hal yang tak terduga. Seorang pria yang begitu di kagumi dan dirindukan nya selama ini sekarang berdiri hanya beberapa meter di depannya.
Dokter Steven terlihat tambah begitu tampan dengan setelan celana panjang Levi's dan kaos ketat berwarna putih , ini baru pertama kali bagi Mitha melihat dokter Steven tidak memakai seragam dokternya. Dada Mitha berdetak begitu kencangnya kini...
" Ya ampun apa yang harus kulakukan ? kata Romi tak siapapun akan mengenaliku namun mengapa dokter Steven bisa mengenaliku ? apa aku pingsan aja kali ya " cicit Mitha dalam hati
" Mitha... mengapa kau diam saja ?" tanya dokter Steven lagi, Romi yang kini paham siapa dokter Steven yang selama ini selalu di gaungkan Mitha pun segera turun tangan
" Maaf tuan ... ini nona Anna bukan Mitha seperti yang anda maksud, permisi kami harus pergi !!" ucap Romi sambil berdiri di depan Mitha memasang badan gempal nya sedangkan Alex berdiri di sebelah Mitha berjaga
" Tapi ... dia sungguh sangat mirip dengan Mitha !!" tegas Steven, sebenarnya sudah 5 menit ia mengamati gadis yang begitu mirip dengan Mitha. Wanita yang selalu di carinya selama beberapa minggu ini, sungguh ia sangat merindukan Mitha. Apa karena begitu merindukannya ia menganggap gadis lain sebagai Mitha , tapi gadis itu memang sangat mirip dengan Mitha yang membedakan hanya gadis itu memakai pakaian bermerk dan rambutnya berwarna coklat sedangkan rambut Mitha berwarna hitam.
" Tuan sudah saya bilang dia itu nona Anna, kekasih tuan Edgar jadi silahkan pergi !!" usir Romi lalu berjalan meninggalkan Steven yang tetap saja memandangi Mitha. Alex segera menarik lengan Mitha karena jika tidak Mitha akan tetap saja membeku di tempatnya berdiri.
Steven mengikuti langkah kaki Anna, ia tak mau kehilangan jejak. Romi yang menyadari hal itu langsung memerintahkan 2 anak buahnya untuk mengatasinya.
Langkah kaki Steven terhenti saat 2 orang pria menghadangnya
" Tuan... sebaiknya anda bekerja sama, tuan kami pasti tak akan suka jika kekasihnya nona Anna, diganggu pria lain " ucap salah satunya membuat Steven diam , yah benar dia bukankah Mitha.
Mata Steven terus memandangi sampai gadis yang di anggapnya Mitha itu menghilang dari pandangan matanya. Steven menghela nafas panjang, ia sungguh sangat kecewa. Sejenak ia sudah sangat bahagia tadi karena ia fikir ia bertemu dengan Mitha namun ternyata bukan
" Benar juga kata pria itu, ia hanya gadis yang mirip. Bagaimana mungkin seorang Mitha bisa memakai barang branded, berbelanja di sebuah butik ternama dan memiliki bodyguard begitu banyak " ucap Steven menertawakan dirinya sendiri
Sementara itu Mitha sudah duduk manis di mobil , namun dadanya masihlah berdetak begitu kencangnya bahkan mengalahkan kencangnya angin badai.
" Oh jadi itu dokter gebetanmu Mit, wooy sadar kebagusan itu mah !!" celetuk Alex membuat Mitha tersadar
" Tau tau, aku sadar siapa dokter Steven dan siapa aku. Tapi kalau sekedar mengagumi kan ngak dosa juga kale " sahut Mitha setelah berhasil menenangkan dadanya
" Mitha , jika kapan-kapan kau bertemu dengan orang yang mengenalmu sebagai Mitha tolong jangan seperti itu lagi. Siapapun orangnya kau harus tetap berjalan tanpa meninggalkan kesan bahwa kau mengenal mereka, paham !!" tegur Romi
" Iya....maaf, habisnya tadi aku kaget banget. kalian kan liat sendiri betapa tampannya dokter idolaku .... dialah yang membuat semua perawat betah bekerja di rumah sakit he he " sahut Mitha
" Cih dasar janda ganjen " olok Alex
" Biarin... yang janda gue yang ganjen gue ngapain kamu yang repot wek. Ayo Rom kita balik saja ke Mansion !!" omel Mitha balik
Sepanjang perjalanan Mitha diam saja, ia sibuk sama mbah googling mengenai masakan Prancis juga tempat wisata di paris
" Ngak kebayang rasanya aku bisa terbang sampai ke Paris, siapa coba yang menyangka . Janda miskin sepertiku bisa sampai ke Paris, mimpi aja ngak pernah " ucap Mitha dalam hati
" Tapi aku takut bagaimana jika nanti di sana sikapku akan begitu norak dan tuan Edgar akan tau bahwa aku bukan Anna karena sikapku itu " pikir Mitha lagi
" Ee Rom... jika suatu saat tuan Edgar tau aku bukan nona Anna , apa yang kira-kira akan terjadi ?" tanya Mitha
__ADS_1
" Jangan sampai Mit, bisa bisa aku dan bos mati di hukum oleh tuan Edgar. Kau sudah lihat sendiri kan bagaimana tuan jika sudah marah . Pokoknya sebisa mungkin jangan sampai ketahuan !!" sahut Alex
" Bener begitu Rom ??" tanya Mitha lagi, Romi menghela nafas panjang
" Entahlah Mit... sikap tuan Edgar itu tak bisa di prediksi, namun ia pastilah sangat marah jika tau telah di bohongi " jawab Romi sambil memandangi Alex memberi kode. Keduanya tak berani membeberkan semua kisah mengenai tuan Edgar, takutnya Mitha bakalan kabur duluan sebelum menuntaskan tugasnya.
Tuan Edgar memanglah terlihat diam dan sangat berwibawa di hadapan semua orang namun hanya orang-orang tertentu yang tau bagaimana sepak terjang seorang tuan Edgar yang sesungguhnya.
Bukan bisnis semata yang membuat seorang Edgar begitu cepat kaya dan raya namun sepak terjangnya sebagai seorang mafia sangat menunjang semua bisnisnya itu.
Itu adalah sebab mengapa tuan Edgar sering menghilang secara tiba-tiba, kapan saja dunia memerlukannya ia harus segera meninggalkan aktifitas biasanya walau di manapun ia berada.
Dunia mafia di turunkan dari sang nenek yang juga sudah menekuninya semenjak suaminya hidup dulu, namun karena ayah Edgar tidak ada bakat di dunia itu maka pekerjaan dunia hitam itu pun di turunkan pada Edgar . Sedangkan tuan Hardi adalah tangan kanannya di dunia mafia yang di minta oleh nenek nya untuk membantu sekaligus mengawasi Edgar .
" Trus kapan dong nona Anna di temukan ?? aku takut malah ketahuan keduluan " tanya Mitha mengagetkan lamunan Romi
" Nanti kau pergilah ke Prancis bersama Alex saja , aku akan minta cuti dengan alasan ada acara keluarga...aku akan mencari Anna dengan lebih serius. Ada kemungkinan Anna pergi ke luar negri, sebentar lagi laporan dari bagian IT akan ada " jelas Marco
" Kenapa tidak Alex saja yang mencari nona Anna ? aku males sama dia " pinta Mitha sambil memonyongkan bibirnya pada Alex
" Terserah Alex saja...kalau dia sanggup aku akan bertukar tempat dengan Alex "sahut Romi, Alex terdiam... ia sedang menimbang mana yang lebih menguntungkan. Ke Prancis mengawal si janda ganjen ini namun dengan resiko kalau ketahuan dia Anna palsu maka ia duluan yang bakalan di sembelih oleh tuan Edgar, atau pergi ke daerah yang entah di mana bagai mencari jarum di tumpukan jerami yang jelas ia bakalan tidak akan bisa tidur ataupun beristirahat selama berhari-hari.....ahhhhh pusing dua-duanya sama saja
Alex menggaruk kepalanya berkali-kali sambil memandangi Mitha sesekali
" Apa lihat-lihat ? mau ku colok ??" tanya Mitha keky, entah mengapa semakin hari ia jadi semakin jengkel terhadap Alex
" Kamu nyumpahin aku ??" tanya Alex melihat kelakuan Mitha yang mengelus perutnya sambil memandang jutek padanya
" Kok tempe wek !!" sahut Mitha langsung membuang muka melihat ke arah jendela mobil, membuat tensi Alex langsung naik
" Aku cari nona aja, siapa juga yang mau ketemu janda ganjen plus geblek kayak dia !!" ucap Alex tensi
" Emang gue pikirin terserah mau janda ganjen kek mau janda geblek kek yang penting gue tetap bos sedang you ...." sahut Mitha tanpa meneruskan kalimatnya kembali membuang pandangannya dari Alex
" Aku jongos ?? gitu maksudmu ??" cecar Alex
" Tumben pinter"
" Kamu tu ya... tambah lama tambah ngelunjak !!" habis sudah kesabaran Alex
" Sudah sudah kalian itu gimana sih, sudah sama-sama tua juga yang satu janda yang satu bujang tua ribut aja... ku kawinkan nanti baru tau rasa !!" omel Romi
" Amit-amit "
" Mending mati aja gue !!"
__ADS_1
sahut keduanya bersamaan
" Jangan bertengkar walau bagaimanapun kita ini sekarang satu team, kita harus bekerja sama dengan baik hingga nona Anna di temukan. Baiklah jadi Alex kau pergi mencari Anna, aku yang mengawal Mitha ke Paris " ucap Romi
Mobil memasuki mansion Edgar, Robert sudah berdiri menyambut mereka ... wajahnya terlihat begitu tegang.
" Selamat datang nona Anna " sambutnya sopan
" Selamat sore Robert !!" sahut Mitha
" Maaf nona bisa saya bicara sebentar ?" tanya Robert
" Tentu saja... ada apa ?"
" Mohon maaf hadiah nona saya kembalikan, saya tidak bisa menerimanya " ucap Robert sambil mengembalikan paper bag yang berisi batik itu
" Lho kenapa ? " tanya Mitha bingung
" Tidak apa-apa nona, hanya saja saja saya tidak bisa juga memakai baju lain selain baju seragam ini " sahut Robert sambil memberi kode pada Romi agar segera membawa nona Anna dari hadapannya
" Sudah bajunya buat aku saya ya, ayo nona Anna bukankah anda harus bersiap untuk segera ke Paris ??" ajak Romi yang paham dengan kode Robert
" Baiklah ... !!" sahut Mitha lalu berjalan masuk ke dalam, begitu Mitha masuk Robert langsung terduduk karena sedari tadi menahan sakit. Namun sial bagi Robert ternyata tiba-tiba saja Mitha kembali berjalan keluar
" Lho Robert kau kenapa ??" tanya Mitha kaget , naluri perawatnya pun muncul . Mitha segera memeriksa kening dan nadi Robert
" Saya tidak apa-apa nona hanya demam, Romi .....Romii !!!" panggil Robert
Romi datang dan segera menarik tangan Mitha
" Ikut aku !!" ucapnya
" Tapi Robert sa..."
" Dokter sebentar juga datang, bukan urusanmu mengurus sakitnya Robert... mengerti !!" ucap Romi lagi membuat Mitha terdiam
Mata Mitha tetap mencuri melihat ke belakang, di mana Robert sedang di papah oleh beberapa maid berjalan masuk ke kamarnya.
" Sebenarnya apa yang terjadi ??" tanya Mitha dalam hati
Apa ya yang terjadi dengan Robert, penasaran ??
Tunggu episode berikutnya ya
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya