
Edgar dan Mitha sama-sama mengatur nafas mereka yang masih memburu, percintaan pertama mereka begitu nikmat dan panas. Edgar memandangi wajah Anna yang memerah , Edgar tersenyum bahagia dan puas akan percintaan yang baru saja mereka lakukan... Anna sungguh sangat nikmat baginya
" Jika ku tau melakukan ini sebegini nikmatnya, aku tak akan menolak saat kau mengajakku dulu Anna hah hah " bisik Edgar terkulai lemas di atas Mitha , Mitha hanya bisa menutup kedua matanya
Terus terang saja ia begitu bahagia saat terbang ke awan bersama Edgar, percintaannya dengan Edgar ini sangat jauh jika di bandingkan dengan mantan suaminya... Edgar begitu romantis dan sangat perkasa, membuatnya sangat sangat puas di atas ranjang....Entah terlempar kemana sudah perasannya terhadap dokter Steven saat ini. Mitha jatuh cinta dengan permainan Edgar di atas ranjang, namun begitu mendengar Edgar memanggilnya Anna, Mitha seakan menginjak bumi lagi...
" Maafkan aku Edgar, aku bukanlah Anna kuharap namun kau tak akan menyesal telah bercinta denganku jika suatu saat kau mengetahui hal ini..Aku akan selalu mengenang momen ini, momen percintaan pertama kita yang begitu menggairahkan seumur hidupku Edgar walau ini mungkin untuk yang pertama dan yang terakhir " ucap Mitha dalam hati, Edgar segera bangun dan membersihkan diri ke kamar mandi sedangkan Mitha masih terkulai lemas tak berdaya
Selesai membersihkan diri, Edgar membantu Anna ke kamar mandi untuk membersihkan diri juga
" Pergilah Edgar, aku bisa sendiri " ucap Mitha saat Edgar menungguinya di kamar mandi
" Kenapa kau mengusirku ? kau malu ....untuk apa malu aku sudah melihat semua dari atas sam..."
" Edgar....!!" cicit Mitha tambah malu , akhirnya Edgar keluar sambil tertawa geli . Mitha memandangi tubuh polosnya di depan kaca, ia melihat dada dan lehernya yang sudah tak bersih lagi begitu banyak bekas tanda bibir Edgar bahkan ada juga bekas gigitan kecil memenuhi area dadanya , membuat Mitha tersenyum malu
" Pecah sudah jandaku...larut sudah prinsipku, tapi itu bukan salah siapapun, keputusan ini aku yang membuatnya sendiri ..Maaf kan ke egoisanku Edgar " ucapnya
Saat membilas tubuhnya Mitha merasakan pedih di beberapa area dadanya dan juga di area miliknya
" Apa karena sudah lama tak melakukannya jadinya rasanya begitu perih atau karena milik Edgar yang begitu besar ??" tanya Mitha dalam hati, setelah bersih Mitha memakai baju mandinya dan keluar dari kamar ... Nampak Edgar sedang berada di balkon kamar, rupanya ia sedang menerima telfon. Mitha langsung saja naik ke ranjang... Ia sungguh sangat lelah dan mengantuk saat ini ia hanya ingin tidur lagi tanpa memikirkan apapun
Mitha berbaring miring dan langsung terlelap begitu kepalanya menyentuh bantal, Edgar yang selesai dengan telfonnya masuk kembali . Melihat Anna tertidur dengan pulas, Edgar pun bergabung ... Ia berbaring di sebelah Mitha dan memeluknya dari belakang
" Apa kau sudah tidur ??" tanya Edgar
" Hemmm " sahut Mitha yang terbangun saat tangan kekar Edgar melingkar di pinggang rampingnya
" Berbaliklah... Aku ingin melihat wajah mu !" pinta Edgar... Mitha pun berbalik membuat mata mereka kembali bertemu, Edgar memandangi wajah Anna dengan mata berbinar
" Fix... Kau lah wanita yang kuinginkan berada di pelukanku sepanjang hari...sepanjang malam ... selamanya, aku tak akan melepaskan mu sampai kapanpun " ucap Edgar membuat Mitha terdiam
" Apakah aku harus mengakuinya sekarang sebelum semuanya terlalu jauh ? namun apakah Edgar akan percaya dan menerima jika aku bukanlah Anna yang sesungguhnya ? sebaiknya aku bertanya pada Romi dulu " ucap Mitha dalam hati
" Bagaimana jika nenekmu tak memberikan restu ?" tanya Mitha
__ADS_1
" Aku tak perduli, aku tetap akan menikahimu " ucap Edgar mantap membuat Mitha tersenyum... entah mengapa ia merasa bahagia saat Edgar mengatakan itu
Edgar kembali mencium Anna dengan penuh perasaan, paginya terasa begitu indah dan sempurna. Tangan Edgar kembali melanglang buana saat Anna juga membalas ciuman paginya ... Ia on fire again
" Edgar aku... Emmm " Edgar tak membiarkan Ana menyelesaikan perkataannya, ia kembali mencium bibir manis yang bagaikan candu baginya kini
" Aku ingin lagi !!" pinta Edgar
" Tapi...."
" Tapi apa ??" tanya Edgar sudah bersiap mengambil posisi
" Krucuk krucuk krucuk ...." terdengar suara perut Mitha membuat Edgar langsung berhenti
" Kau lapar ??" tanya Edgar , Mitha mengangguk sambil tersenyum malu
" Sudah jam 10.00 dan kita belum sarapan apapun " sahut Mitha seadanya apalagi mereka baru saja bekerja keras tadi, mau tak mau Edgar berhenti ia lalu memencet tombol yang tersambung ke dapur untuk memesan sarapan
Sementara di luar...
" Siapa yang melakukan ini pada tuan ??" tanya mereka
" Siapa lagi jika bukan kedua kucluk bangsat itu, kalian juga kemana saja sudah dua jam aku terikat begini !!" omel Hardi
" Maaf tuan kami baru sampai, baru saja pergantian jam kerja .."
" Hajar mereka berdua !!" titah Hardi sambil berkacak pinggang dan ke tiga anak buahnya pun segera bergerak tanpa bertanya lagi
" Tunggu , jangan asal saja...tuan Hardi kami ikat atas perintah tuan Edgar !!" ucap Alex membuat ketiganya langsung berhenti
" Jangan percaya mereka... Perintah apanya , mana mungkin tuan Edgar mau menyakitiku.. Cepat habisi mereka berdua !!" titah Hardi lagi, Romi dan Alex saling pandang ... Mau tak mau mereka melayani tantangan itu tak mungkin kan mereka mengetok kamar dan menganggu tuan Edgar....Romi segera menekan tombol darurat di hpnya agar semua bawahannya membantunya karena bawahan Hardi nampak bertambah jumlahnya
Perkelahian tak terelakkan , kedua kubu saling pukul di depan kamar Mitha....Hardi lalu mengambil kesempatan itu untuk mendekati pintu kamar, ia bermaksud mengetuk pintu agar tuannya segera keluar dari sana....semakin lama tuannya berada di dalam semakin berbahaya nanti.
Belum juga sampai di depan pintu, tiba-tiba saja pintu kamar terbuka ....Edgar keluar dengan hanya memakai piyama mandi
__ADS_1
" Ada apa ini , mengapa kalian berkelahi ??" tanya Edgar mengagetkan semuanya , mereka langsung berhenti dan berbaris sesuai dengan kelompoknya
" Maaf tuan Edgar....pengawal sialan itu menghalangi ku untuk bertemu tuan !!" lapor Hardi
" Aku memang tak mau di ganggu jadi jangan ganggu hari liburku ini Hardi !!" sahut Edgar sambil menjentikkan jemarinya pada pelayan... Pelayan pun segera mendekat
" Tapi tuan....ada rapat penting yang harus anda hadiri jam 11 ini !!" kekeh Hardi
" Aku sudah mengundur rapatnya , sekarang pergilah dan jangan coba menganggu hariku... Ingat jangan pernah mengetuk kamar ini !!" sahut Edgar membuat Romi dan Alex tersenyum senang karena tuan Edgar tak memarahi mereka tapi malah Hardi
" Antarkan sarapan kami ke kamar , beri semua sarapan kesukaan Anna !!" titah Edgar lalu kembali masuk dan menutup pintu
" Tuan... Tuan...erghhhh dasar wanita lampir kurang ajar π€¬π€¬π€¬, aku akan membuat perhitungan denganmu nanti !!" omel Hardi karena Edgar menutup pintu tepat di depan wajahnya....Romi dan Alex tersenyum semakin lebar karena merasa di atas angin kini
" Tersenyumlah untuk saat ini, ingat aku akan membalas kalian juga !!" maki Hardi sebelum pergi dari situ, begitu Hardi tak terlihat Romi dan Alex tertawa gembira
" Ah senangnya hatiku bisa mengikat bandot tua itu !!" ucap Alex
" Aku lebih senang karena tuan Edgar membungkam mulut lemesnya itu dan masuk lagi artinya pecah telor tu jande " sahut Romi
" Iya bos... untung banget tu si Mitha, eh bos gimana kalo kita taruhan !??"
" Taruhan ? taruhan apaan ??" tanya Romi
" Kira-kira berapa hari tuan bersarang di dalam ? Kalo aku sih 2 hari lah "
" Dasar gelo kau, tuan kau jadikan taruhan....kalo aku sih 3 hari lah ha ha ha " gelak Romi
" Ok bos....satu juta gimana !!" tantang Alex
" Satu juta mah Cemen... 3 juta , deal !!"
" Deal hehe he " sahut Alex pula sambil membukakan pintu kamar karena 6 pelayan sudah datang membawakan sarapan untuk Edgar dan Anna.
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya