
Edgar segera membahas pekerjaan besar mereka begitu jet lepas landas , satu yang di sukai Edgar dari Hendrik ... jika menyangkut pekerjaan Hendrik sangat profesional, kecerdasan otaknya sebanding dengan kecepatannya bekerja walaupun gayanya melambai seperti itu.
Edgar tau... banyak perusahaan lain yang melirik Hendrik karena kepiawaiannya dalam bekerja namun Hendrik masih tetap setia padanya walau Edgar tak tau apa alasan sebenarnya.
Apakah karena gaji besar yang di berikannya atau kah karena Hendrik merasa sudah nyaman bekerja dengannya, Edgar tak perduli selama Hendrik masih bisa berguna untuknya.
" Ingat Hendrik tangani proyek ini dengan serius, tak boleh ada kesalahan karena aku mau mega proyek ini selesai tepat pada waktunya agar proyek selanjutnya segera terlaksana juga ... mengerti !!" tegas Edgar untuk yang ke sekian kalinya
" Ya bos ... Ya ampun sudah seratus kali bos mengingatkan hal ini, kenapa sih bos buru-buru amat pengen selesai ? memangnya proyek apa yang berikutnya , perasaan kita belum ada mengajukan tender baru ??" sahut Hendrik sambil be cermin merapikan rambutnya
" Proyek pernikahan aku lah, tapi ini masih rahasia " jawab Edgar sambil tersenyum mengingat kegiatan paginya tadi yang sungguh.... sungguh ... ahh membayangkannya saja saat ini membuatnya merinding rasanya
" What...? bos benar-benar mau mengadakan resepsi ? bos yakin akan mengenalkannya pada dunia sebagai istri sah bos ?" cecar Hendrik tak terima
" Tentu saja , kenapa memangnya hah ??" tanya Edgar
" Ya ...sebaiknya bos jalani dulu jangan buru-buru, bos kan tau nona Anna itu mata duitan... akika ngak rela kalau dia nanti menyakiti hati bos hik hik " ucap Hendrik sedih beneran, pupus sudah harapannya kini π€£π€£
" Memangnya kenapa jika Anna mata duitan, namanya juga perempuan jika ia suka shopping dan menghabiskan sedikit uangku itu tak masalah bagiku yang penting ia selalu setia di sisiku " sahut Edgar
" Tapi bos kan kasian , kerja keras pontang panting bagai kuda begini sedangkan dia... cih hanya jelong-jelong, belanja belanja ngabisin duit bos π€¬... enak bener, lagian ku dengar nona Anna tidak setia juga " omel Hendrik lagi
" Anna setia dan akan selalu setia karena aku akan memberikan apapun yang diinginkannya , apalagi jika hanya shopping ..memang itu kodratnya wanita ... Itu sebabnya aku semakin semangat mengerjakan mega proyek ini Hendrik mengerti !!"
" Maksud bos ??" tanya Hendrik tak mengerti
" Keuntungan mega proyek ini bisa untuk belanja Anna ku seumur hidup , dia bisa berbelanja sepuasnya sampai cape " jelas Edgar masih dengan senyum lebarnya....di otaknya masih terlihat jelas bagaimana tadi Annanya terlihat begitu lemas setelah ia melahapnya... dan itu hal yang sangat di sukainya
" Ah Anna ku sayang, I miss you already π₯°π₯°" gumamnya membuat Hendrik tambah gondok
" Apa sih kurangnya aku dengan nona Anna bos hingga kau lebih memilih dia hik hik hik " tangis Hendrik sedih
" Apa kau sudah gila ?? pertanyaan apa itu , lelaki manapun pasti lebih memilih Anna di banding kau ....kau tau kenapa ??" sahut Edgar
" Kenapa ??"
" Karena Anna memiliki satu hal luar biasa yang tak akan bisa kau miliki ..."
" apa itu bos ??" tanya Hendrik tambah penasaran
" Anna memiliki pintu surga yang akan membawaku ke bulan memetik bintang-bintang hehe" kekeh Edgar tersenyum lebar
" Cih aku kan juga punya pin..."
" Yang kau punya itu pintu wc bukan pintu surga , sudah kembali bekerja !!" omel Edgar sambil mendorong laptop nya dan memberikannya pada Hendrik
__ADS_1
1 jam 45 menit tak terasa keduanya sampai di Singapura
" Kita langsung ke kantor bos ?" tanya Hendrik setelah puas mewek meratapi cinta sebelah tangannya
" Kau langsung saja ke kantor, siapkan semuanya aku akan ke rumah nenekku dulu sebentar " sahut Edgar lalu masuk ke mobil yang sudah menantinya
" Setidaknya aku masih bisa berada di sisinya walau tak bisa memiliki hatinya hik hik hik " ratap Hendrik sambil duduk manis di mobil yang di sediakan untuknya
" Kenapa lagi Hen....kau di tolak bos lagi ? kenapa sih kau tak bisa move on ... sudah kubilang bos itu normal , biar pun bengkok mana naksir sama kamu !!" ucap sang supir yang tak lain adalah sahabatnya itu
" Baru ketemu juga sudah bawel aja , ngak usah mengurusi percintaanku ....injak gas saja aku banyak kerjaan !!" sahut Hendrik keky.... Ya begitulah Hendrik walau melambai tapi ia sangat keras kepala
" Ya terserah padamu Hen..."
ππππ
" Apa Anna sudah bangun ??" tanya Edgar
" Tadi sudah tuan ... setelah sarapan nona tidur lagi " sahut Romi membuat Edgar tersenyum lebar
" Ya sudah biarkan ia istirahat , ingat jaga Anna dengan baik !!" tegas Edgar sekali lagi
" Baik tuan !!" sambung Romi
" Sepertinya anda sangat bahagia tuan " ucapnya tak bisa di rem
" Apa begitu terlihat ?" tanya Edgar balik
" Tentu saja tuan, berapa lama saya menjadi supir keluarga anda baru kali ini saya melihat tuan muda tersenyum... saya turut bahagia untuk tuan , maaf jika saya lancang apa itu karena wanita yang anda sebut tadi ? nona Anna apakah dia kekasih tuan ? " tanya sang supir lagi
" Kekasih ? ya bisa di bilang begitu... " sahut Edgar kembali tersenyum lebar
" Wah pasti nyonya besar sangat senang mendengar berita ini tuan , lalu mengapa tuan tidak memperkenalkannya pada nyonya besar ?"
" Nenek sudah tau aku berpacaran dengan Anna, tapi nenek tidak suka dengan Anna... itu sebabnya aku tidak pernah memperkenalkan Anna ..." ucap Edgar sedih
" Mengapa nyonya tidak suka bahkan di saat nyonya besar belum pernah bertemu ? " tanya supir bingung
" Itu karena Hardi " sahut Edgar sambil menghela nafas, sang supir pun terdiam. Ia juga tau betapa besar pengaruh seorang Hardi di keluarga tuan Edgar... tuan Hardi adalah orang kepercayaan nyonya besar
" Jangan patah semangat tuan muda, jika anda sangat menyukainya pasti ia gadis yang baik dan saya yakin jika nyonya besar bertemu dengan nya nyonya besar pasti akan menyukainya juga " ucap sang supir penuh semangat
" Terimakasih saranmu ... aku akan mempertimbangkannya " Edgar kemudian diam sepanjang sisa perjalanan menuju mansion neneknya
" Sebenarnya apa yang di katakan supirnya itu benar , selama ini neneknya hanya mendengar laporan sepihak dari Hardi mengenai Anna.. Jika neneknya itu bertemu langsung dengan Anna pasti pendapat nenek akan berubah , apalagi sekarang Anna sifatnya sudah berubah tidak seperti dulu " lamun Edgar
__ADS_1
" Kita sudah sampai tuan muda !!" ucap supir sambil membukakan pintu mengagetkan Edgar dari lamunannya
Dengan langkah panjang dan tegap Edgar memasuki Mansion, belum lagi mendekati pintu neneknya sudah keluar dengan bahagia
" Oh Edgar ... cucuku sayang, kau bertambah tampan saja.. lihat tubuhnya lebih berisi sekarang dan wajahmu lebih bersinar , kemari peluk nenek sayang " ucap Barbara dengan penuh tetesan air mata, Edgar memeluk balik Barbara juga dengan penuh kasih sayang.
Neneknya adalah satu-satunya orang yang mengasihi dan merawatnya semenjak ibunya meninggal karena itu ia sangat menyayangi neneknya itu di atas apapun
" Nenek sehat ? " tanya Edgar
" Seperti yang kau lihat, ayo masuk !!" ajak Barbara , keduanya masuk sambil berbincang dan tertawa
" Kau terlihat lebih gemuk Edgar dan wajahmu begitu bersinar, sebegitu bahagianya kau mendapat mega proyek itu Edgar ?" tanya neneknya
" Tentu saja aku senang mendapat mega proyek itu nek, namun kebahagiaan ini bukan karena itu "
" Oh ya...? Lalu apa yang yang membuatmu begitu bahagia Edgar ?" tanya Barbara
" Anna tentu...siapa lagi " jawab Edgar
" Kau masih berhubungan dengan gadis mata duitan itu Edgar ? bukannya nenek sudah melarangnya !!" protes Barbara
" Sekarang aku tanya, apa yang membuat nenek tidak menyukai Anna bahkan sebelum bertemu dengannya ??" tanya Edgar membuat Barbara terdiam sejenak
" Nenek tidak menyukainya hanya karena laporan dari Hardi bukan ??" tembak Edgar membuat Barbara kembali terdiam
" Jangan menilai sesuatu hanya dari satu sisi nek, jika nenek sudah bertemu dengan Anna ... nenek akan mengerti mengapa aku menyukainya . Beri aku kesempatan untuk membuktikannya nek " pinta Edgar
" Membuktikan apa ??"
" Bahwa Anna tidak seperti yang Hardi ceritakan , aku akan memperkenalkan Anna pada nenek bulan depan " pinta Edgar
" Nenek tidak ingin ber..."
" Ibu mengapa ibu tidak mau bertemu dengan calon menantuku , apa ibu ingin putraku menjadi lajang tua nantinya ?" suara seseorang yang sangat di kenal Edgar memotong pembicaraan mereka. Edgar seketika meradang seketika, betapa ia sangat membenci pria yang tiba-tiba sudah berdiri di depannya itu
" Hai son....apa kabarmu ?" ucap Ayah Edgar dengan senyum khas nya....senyum yang sangat mirip dengan senyum nya itulah makanya Edgar begitu jarang tersenyum , bahkan senyum ayahnya ia tak suka
" Apa yang kau lakukan di sini brengsek !!" sahut Edgar sambil mengepalkan tangannya
Waduh bakalan rame ini !!!
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1