Kau Bukan Dia

Kau Bukan Dia
23. Lupa Daratan


__ADS_3

Perut kenyang, misi selesai ketiganya lalu kembali ke apartemen guna menghabiskan waktu sampai sore. Walau Romi menawarkan Mitha jika hendak berbelanja lagi ke Mall namun Mitha menolak, ia lebih memilih nonton sinetron sambil makan pizza. Menurut Mitha kegiatan itu saja sudah sangatlah mewah


" Mana Alex.. dia ngak mau pizza ??" tanya Mitha


" Noh doi lagi membelai mobil kesayangannya sambil mewek, sudah biarkan saja si lebai satu itu !!" sahut Romi sambil terus mengunyah tak lama gawai Mitha berdering


" Tuan Edgar menelfon... gimana ini ??" tanya Mitha


" Angkat saja... bicara dengan santai kalau bisa jangan video call nanti ketahuan lagi kita lagi di mari " sahut Romi, Mitha lalu menekan tombol hijau


" Hallo ....!" sapanya


" Apa kau begitu asik dengan pelajaran mu hingga tak sempat menelfon ku ? apa kau tak rindu padaku ? apa dokter dan perawat di rumah sakit telah membuat perhatianmu padaku teralihkan... mengapa tak meminta izin padaku jika hendak ke sana ??" cecar Edgar membuat Mitha langsung pusing dengan semua pertanyaan itu , yang mana yang harus di jawab


" Tentu saja aku merindukanmu Edgar, kau fikir mengapa aku belajar lagi ke rumah sakit tentu saja untuk belajar lebih banyak. Setelah aku melihat apa yang terjadi kemarin denganmu aku semakin semangat untuk belajar, seharusnya kau senang bukannya marah " sahut Mitha dengan manis membuat kadar kemarahan Edgar langsung turun


" Sekarang kau di mana ?? " tanyanya lagi


" Aku mampir ke apartemen sebentar untuk beristirahat ka..."


" Mengapa tidak beristirahat di mansion ??"


" Aku ingin pergi nonton setelah ini, jika balik ke Mansion terlalu jauh untuk ke Mall " jawab Mitha lagi... Romi mengacungi dua jempol pada Mitha


" Berikan hp nya pada Romi !!" pinta Edgar, Mitha langsung memberikan hp nya pada Romi


" Selamat siang tuan !!" sapa Romi


" Ingat selama di rumah sakit jangan biarkan Anna di tinggal sendiri ataupun di dekati pria manapun, jangan lengah awas kalau sampai Anna menghilang lagi. Kau tau hukuman dariku sangat berat !!" ucap Edgar dengan suara dingin sampai membuat bulu kuduknya berdiri


" Baik tuan, saya mengerti !!" jawabnya


" Tambah personel untuk mengawasi Anna !!" lanjut Edgar


" Baik tuan !!" sahut Romi lagi sambil menunduk seolah Edgar ada di depannya


" Sambungkan vc dengan Anna !!" titahnya lagi , Romi memberi kode jika Edgar mau vc dan kondisi Edgar sedang tensi tinggi, Mitha menekan tombol vc dan terlihat lah wajah tampan Edgar yang sepertinya sedang duduk di ruang rapat, wajah Edgar terlihat di tekuk entah marah pada siapa . Mitha memberikan senyum terbaiknya namun sepertinya tak juga ampuh menurunkan tensi Edgar


" Baru 2 hari kau ku tinggal sudah berani memberikan perhatian pada pria lain ya !!" semprotnya marah


" Perhatian pada pria lain ? siapa , aku tak mengerti ??" tanya Mitha

__ADS_1


" Kau sudah berani memberi hadiah pada Robert, aku saja tak pernah kau berikan hadiah . Apa Robert jauh lebih penting di hatimu ? hingga ia kau belikan hadiah sedangkan aku tidak, begitu ??" cecar Edgar membuat Mitha ternganga


" What ? doi marah karena aku memberikan hadiah pada Robert kemaren, ya amplop sebegitu cemburuan nya Edgar ini ? aduh bagaimana ya aku menjawabnya, Doraemon bantu aku dong " cicit Mitha dalam hati


" Aku hanya iseng saja, habis aku bosan melihatnya pake baju itu itu saja, jangan marah aku juga belikan kok hadiah untukmu " sahut Mitha sekenanya


" Tidak ada alasan, mana hadiah untukku !!" tagih Edgar membuat Mitha sungguh mati kutu kini


" Ya nanti kalau kamu sudah pulang aku berikan baju batik mu ya !!" rayunya


" Aku mau sekarang !!" sahut Edgar dengan wajah memerah


Terus terang ia sangat-sangat kesal mendengar Anna memberikan hadiah pada pria lain walaupun pria itu adalah Robert, Anna tak boleh perhatian pada lelaki lain selain dirinya.


Otak Mitha berputar cepat untuk menenangkan di manusia setengah dewa ini. Matanya hanya melihat sebuah bag paper yang di bawanya dari mansion , isinya baju batik tapi kan batik....


" Ahaa aku ada akal !!" ucapnya dalam hati, Mitha membawa hpnya ke dalam kamar beserta paper bag nya


" Baiklah kalau mau sekarang, aku akan memberinya....tunggu sebentar ya !!" ucap Mitha lalu meletakkan hp nya di meja menghadap tembok.


" Apa yang kau lakukan ? aku tak bisa melihatmu !! " protes Edgar


" Sebentar, katanya kau mau hadiahnya sekarang !!" terdengar teriakan Mitha dari kamar mandi


" Menurutmu apa yang Anna lakukan ?? " tanya Edgar pada Hardi


" Tuan... ini masih di tengah rapat, bagaimana jika menelfon nona Anna di sambung nanti lagi. Peserta rapat menunggumu !!" bisik Hardi , Edgar memandangi satu persatu bawahannya di ruang rapat tersebut


" Kalian keberatan menungguku ??" tanyanya , tentu saja semua menggeleng , siapa yang berani mengatakan keberatan pada tuan Edgar


" Mereka tak keberatan, kalau kau bosan kau ngopi saja dulu sana !! " usir Edgar membuat Hardi hanya bisa menghela nafas dan berdiri kembali seperti biasa


" Anna kau memang pengganggu yang sangat lihai " omel Hardi dalam hati, bagaimana tidak padahal tadi Edgar begitu serius rapat. Uang yang di bicarakan di rapat ini bukan uang kecil namun milyaran namun begitu mendapat laporan dari Robert bahwa Anna pergi lagi ke rumah sakit , Edgar langsung tidak konsentrasi.


Apalagi saat mendengar bahwa kemaren Anna memberi Robert hadiah berupa baju batik, Edgar langsung saja menelfon Anna di tengah rapat. Sungguh ternyata pengaruh gadis licik itu masih besar pada tuan Edgar, padahal sudah ada bukti bahwa Anna memeloroti Edgar dan ia sudah memberikan bukti pada Edgar namun Edgar tetap tak perduli . Hardi jadi hilang akal sudah bagaimana caranya menjauhkan Anna dari Edgar .


Edgar terlalu baik untuk seorang Anna gadis licik pengeretan sedangkan Edgar adalah seorang pria tampan, cerdas, kaya raya hanya satu kekurangannya yaitu tak bisa mengontrol diri jika sudah marah. Edgar juga punya jiwa posesif yang luar biasa hal itulah kelemahan dari Edgar yang di manfaatkan oleh Anna, Edgar berani mengelontorkan banyak uang untuk Anna yang penting Anna setia disampingnya dan menuruti semua perintahnya.


Anehnya 2 bulan lalu ia sudah mendapatkan bukti bahwa Anna tidak setia, ia bahkan sudah memberikan foto perselingkuhan Anna dengan seorang pria .Edgar sudah meradang dan berjanji akan memutus hubungan dengan Anna namun mengapa sekarang ia bahkan seperti tak mengingat hal itu ? Edgar kembali bucin setengah mati pada Anna ??


" Apa Anna memakai sejenis dukun untuk membuat Edgar tak bisa melupakan dirinya ? tapi masa sih di zaman sekarang ini masih eksis yang namanya dunia perdukunan begitu. ?" tanya Hardi dalam hati

__ADS_1


" Taraaaaa... ini hadiah untukmu !!" terdengar suara Anna dari hp Edgar, mata Edgar langsung membulat melihat pemandangan di depannya


" Aku membeli gaun batik ini agar kau bisa melihatnya, bagaimana kau suka hadiahmu ??" lanjut Anna , air liur Edgar hampir saja tumpah jika saja Hardi tidak mendekat dan bertanya. Edgar sampai lupa jika ia sedang berada di ruang rapat yang penuh dengan bawahannya


" Ada apa tuan, boleh saya melihatnya ?" tanya Hardi membuat Edgar segera mengambil hpnya dan berdiri


" Tidak ada yang boleh melihat Anna ku !!" ucapnya dan berjalan ke pojok ruangan


" Putar lagi !!" pinta Edgar entah apa maksudnya... Hardi sangat lah penasaran


Mitha tersenyum sambil berputar di depan hp nya


" Se marah-marah nya seorang lelaki pasti luntur jika melihat yang beginian, untung aku sudah punya pengalaman dulu hehehe" ucap Mitha dalam hati tersenyum senang melihat Edgar terdiam melihat apa yang di pakainya saat ini.


Berulang kali tangan Edgar menyentuh layar gawainya guna menyimpan gambar Anna yang sedang berpose , sungguh Anna sekarang begitu sexy dan auranya begitu bersinar sangat berbeda dengan dulu.


Hardi dan peserta rapat saling pandang melihat kelakuan bos mereka yang di luar kebiasaan itu. Biasanya bos mereka itu sangatlah disiplin dalam rapat, namun lihatlah sekarang. Di tengah rapat bos mereka malah melakukan vc dan sekarang berdiri di pojok ruangan sambil melotot melihat gawainya , bos mereka bahkan beberapa kali menelan salifanya saat melihat gawainya


" Apa tuan Edgar sedang menonton blue film ??" bisik seseorang


" Bukannya tuan sedang melakukan vc dengan kekasihnya ? " sahut sebelahnya


" Ya tapi lihatlah, mata tuan seakan mau lepas saat melihat hp nya, apa kekasihnya melepas pakaiannya ??" peserta rapat saling bisik membahas bos mereka yang sedang asik dengan dunianya sendiri


Hardi berjalan hendak keluar dari ruang rapat dengan perasaan gondok tapi belum lagi menyentuh pintu...


" Hardi, kembali ke Jakarta bawa jet jemput Anna untukku !!" titahnya


" Apa...??"


" Apa...??" ucap Hardi dan Mitha bersamaan


wkwkwkwk seperti apa sih penampakan si Anna palsu yang membuat Edgar langsung lupa daratan ??


Look it down



hemm pantas saja Edgar langsung panas dingin pengen ketemu


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2