Kedua Suamiku

Kedua Suamiku
Hyeonjin


__ADS_3

Di Rumah Sakit ~


"hei bro, gw mau ngomong sesuatu sama lu" ucap khaindra.


"Apaan?" Tanya Kritsan.


"Jangan disini, lu ikut gw keruangan gw" ucap Khaindra.


Lalu Kritsan pun menuruti perintah sahabatnya dan mereka menuju ke ruangan Khaindra.


"Lu mau ngomong apa?" Tanya kritsan.


"Sebenarnya sih gw mau jodohin lu sama sahabat istri gw, dia orang nya baik, sopan, cantik lagi, dia orang korea" jelas Khaindra.


"Emang dia nya mau ke gw?" Tanya kritsan.


"Katanya sih mau, tapi entah kenapa dia mau sama lu, secara lu kan udah tua, buluk lagi" ledek Khaindra dengan melihat penampilan Kritsan dari bawah ke atas.


'Untung sahabat, kalo bukan sahabat udah gw buat jadi adonan donat lu' bergumam dalam hati.


"Enak aja lu ngatain orang buluk, lu sendiri juga buluk" oceh Kritsan dengan memukul lengan Khaindra pelan.


"Udah udah, jadi katanya dia pernah ketemu sama lu waktu lu masih kerja di RS thailand, katanya lu pernah ngerawat dan nyembuhin kaki mama nya yang waktu itu habis kecelakaan.... akhirnya dia terpesona sama lu" ucap Khaindra.


"Ya iya lah gw kan dokter tugas gw ya nyembuhin orang, lagian pasien gw kan banyak ya gw udah lupa sama semua pasien gw, emang dia siapa namanya?, And mamanya siapa namanya? Siapa tau gw masih inget" ucap Kritsan.


"Ya ya ya, nama nya tuh Hyeon Jin dan mamanya itu namanya Yeon Dae" ucap Khaindra.


"Yeon Dae?, Hmmm....... Bentar gw inget inget dulu" Ucap Kritsan.


"Yeon Dae itu mamanya bukan anaknya ngapain lu inget inget mamanya" ucap Khaindra.


"Ya kan inget inget mamanya dulu siapa tau inget sama anaknya" ucap Kritsan.


"Ohh iya iya" ucap Khaindra cengengesan.

__ADS_1


Setelah beberapa menit Kritsan mengingat ingat akhirnya dia pun ingat akan pasiennya yang bernama Yeon Dae dan anak perempuannya itu.


"Ohh Hyeon Jin..... Oke gw inget sekarang, gw pertama ketemu sama dia itu di parkiran, ehh ternyata mamanya itu pasien gw and setiap gw lagi meriksa keadaan mamanya dia terus ngeliatin gw... Gw kan jadi risih, cantik sih tapi gw ga tertarik" jelas Kritsan.


"Cewek model kek apa sih yang bisa bikin lu tertarik, udah ah lu coba Deket sama si Hyeon Jin dulu siapa tau ada rasa, keburu unggas lu kadaluarsa" ucap Khaindra menyikut lengan Kritsan.


"Nggak ah, kalo gw udah ga tertarik ya udah ga tertarik ga bisa dipaksa" ucap Kritsan kesal dan langsung keluar dari ruangan Khaindra.


"Mau Sampek kapan lu jomblo terus Krit, gw kasian sama lu, umur udah tua juga ga mau nikah nikah, Gw capek terus terusan nyari cewek buat lu ehh lu nya ga tertarik" oceh Khaindra.


tanpa memperdulikan ocehan Khaindra, Kritsan pun langsung pergi meninggalkannya.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 16.00, lalu Khaindra segera menjemput sang istri direstoran tempatnya bekerja.


Sesampai direstoran ~


Khaindra langsung masuk ke dapur karena ia sudah lama menunggu Nanta yang tak keluar keluar dari restoran.


"Assalamualaikum semua" sapa Khaindra.


"Waalaikumsalam" jawab para koki.


"Iya, daritadi saya nunggu kok ga keluar keluar, emang dia kemana?, Sekarang kan udah waktunya pulang" ucap Khaindra sedikit khawatir.


"Mbak Nanta daritadi bolak balik ke toilet mas, sekarang dia masih ada di toilet belum keluar keluar, kami sedikit khawatir tapi kata mbak Nanta dia gapapa" ucap koki perempuan tersebut.


"Ohh ya udah makasih" ucap Khaindra langsung menuju ke toilet menunggunya diluar.


'Nanta kenapa ya?, apa dia mual mual lagi?' ucap Khaindra bergumam dalam hati.


Khaindra terus mengetuk pintu toilet berkali kali.


Tok!...tok!....tok!....


"Nanta, kamu gpp kan?, Kok daritadi belum keluar keluar" ucap Khaindra sedikit mengeraskan suaranya.

__ADS_1


"Iya bentar lagi keluar!!" teriak Nanta dari dalam toilet.


Setelah beberapa menit menunggu didepan toilet, akhirnya Nanta pun keluar dalam keadaan lemas, dan langsung pingsan di pelukan Khaindra.


"Sayang.... Bangun, kamu kenapa?" Ucap Khaindra berusaha membangunkan istrinya.


Segera Khaindra langsung membawa Nanta ke rumah sakit.


Setelah diperiksa ternyata Nanta hanya kecapean.


"Kamu udah bangun nak?" Tanya Yuliana yang melihat sang anak baru sadar dari pingsannya.


"Hmmm" jawab Nanta tak bertenaga.


"Kamu makan dulu ya, kata para koki Disana kamu bolak balik ke toilet, kamu mual ya nak?" Tanya sang ibu.


"Heem" ucap Nanta dengan mengangguk pelan.


"Kamu makan ya, aku ga mau liat kamu sakit, pokoknya besok kamu ga boleh kerja titik" ucap Khaindra merasa khawatir.


"Hmmm" Jawab Nanta dengan mengetipkan matanya.


Lalu Yuliana segera menyuapi sang anak dengan penuh kasih sayang.


"Udah Bu, makanannya ga enak, rasanya pait" ucap Nanta dengan mendorong piringnya perlahan.


"Kamu kan baru makan 2 sendok sayang, ayo makan lagi yang banyak, biar kamu ada tenaganya" ucap Yuliana dengan membelai rambut Nanta.


Nanta hanya membalasnya dengan gelengan kecil.


"Kamu makan ya, kasian anak kita, dia laper loh" ucap Khaindra.


Nanta yang mengingat bahwa dia sedang hamil, maka dia memutuskan untuk makan lagi meskipun ia merasa tidak enak makan.


"Hmm anak ibu emang nurut, gitu dong sayang dihabisin makanannya biar kamu ada tenaga, trus biar anak kamu sehat" ucap Yuliana dengan senyum Pepsodent.

__ADS_1


"Hmmm" jawab Nanta dengan meminum air putih.


~•~


__ADS_2