Kedua Suamiku

Kedua Suamiku
akhir dari rahasia


__ADS_3

"Nenek siapa yang datang?" Suara seorang gadis cantik berkulit putih dari dapur dengan membawakan segelas teh untuk Yuliana.


Sontak semua orang menoleh ke sumber suara tersebut.


"Permisi, saya bikinkan minuman dulu" ucap gadis 19 tahun tersebut.


Saat hendak ke dapur, tiba tiba Nanta berlari kecil dan memeluk gadis tersebut.


"Anda siapa?" Tanya gadis tersebut.


"Aku mama mu nak, kamu masih inget sama mama kan?" Air mata mengalir deras di pipi Nanta.


Gadis tersebut melepas pelukan Nanta.


"Ingat! Mama yang meninggalkan ku disaat aku masih kecil, masih membutuhkan kasih sayang" Ucap gadis tersebut membuat sayatan sembilu dihati Nanta.


"Maafkan mama nak karena telah meninggalkan kamu hiks hiks..." Ucap Nanta dengan bersujud dikaki putri nya, dan tangisnya pun mulai pecah.


Yejun, Seojun dan Yeonjun hanya berdiam tercengang melihat adegan yang berada didepannya.


Melihat sang mama bersujud di kakinya, ia tak tega lalu memeluknya.


"Kayla udah maafin mama kok, Kayla ga benci sama mama" ucapnya membuat hati Nanta lega.


"Makasih sayang"


"Apa maksudnya ini ibu?" Tanya Yejun pada Yuliana.


"Iya nek, dia siapa! Mama kan hanya mama kita berdua" Yeonjun dibuat kebingungan.


"Kenapa mama mengemis padanya nek?" Tambah Seojun.


"Tenanglah semua!! Aku akan menceritakan semua kejadian yang terjadi 20 tahun yang lalu" ucap Yuliana.


"Dulu....." Yuliana menceritakan kejadian 20 tahun yang lalu dengan penuh penyesalan, dan air mata yang mengalir dengan deras.


"Dan.... Khaindra telah meninggal diusianya yang masih muda, meninggalkan Kayla disaat umur 12 tahun, Khaindra meninggal akibat kecelakaan yang diakibatkan oleh Diana, bahkan Diana juga sering menyiksa Kayla" jelas Yuliana panjang lebar.


"Ya ampun sayang maafkan mama, karena mama kamu mengalami penyiksaan dari ibu tiri kamu, andai dulu mama membawamu ke Korea" Nanta terisak tangis yang sedari tadi belum berhenti.


"Kenapa ibu menikahkan Nanta dengan adik ibu? Kan seharusnya itu dilarang" tanya Yejun.


"Sebenarnya Khaindra hanyalah adik angkatku, orangtuanya adalah sahabat dari orangtua ku, orangtuanya meninggal akibat kecelakaan pesawat, sebelum pergi mereka menitipkan Khaindra pada orangtua ku untuk menjaganya dengan baik, dia waktu itu ditinggal waktu masih umur 5 bulan kasian sekali, aku sangat menyayanginya bahkan telah menganggapnya adik kandung" jelas Yuliana.


Yejun mendengar penjelasan tersebut, ia hanya terdiam tanpa sepatah kata pun, ia berlari masuk kedalam kamar, mengunci dirinya didalam.


"Papa kenapa?" Bisik Yeonjun pada kakaknya.

__ADS_1


"Entahlah" jawab Seojun.


"Ma, jadi.... Dia kakak kita?" Tanya Seojun dengan menunjuk ke arah Kayla.


Nanta mengangguk dan memeluk ketiga anaknya.


Betapa senangnya Seojun dan Yeonjun saat tau bahwa mereka mempunya kakak perempuan walaupun diawal mereka merasa kecewa, begitu juga Kayla, ia juga sangat senang mempunyai 2 adik laki laki yang sangat tampan.


"Mulai sekarang kalian harus jadi anak anak mama yang akur ya, ga boleh ada iri dan benci" ucap Nanta dengan menyatukan ketiga jari anaknya.


"Iya ma janji" jawab mereka bertiga dengan kompak.


Lalu mereka bertiga pun berpelukan bahagia.


"Ma... Papa gimana?" Tanya Yeonjun.


"Biarkan papa mu menenangkan diri dulu" ucap Nanta.


Lalu Nanta menyusul suaminya kedalam kamar, ia menggedor gedor pintu tetapi tak ada balasan.


Sampai akhirnya beberapa menit kemudian, pintu kamar terbuka dan Nanta pun masuk kedalam kamar tersebut.


"By maafin aku, dulu aku udah pernah bilang ke kamu, tapi kamu ga pernah percaya sama aku" ucap Nanta dengan menggenggam tangan suaminya.


Yejun menghempas tangan Nanta.


"Pokoknya kita besok harus pulang, aku ga mau lama lama disini!" Ucap Yejun.


"Iya aku nurut apa kata kamu aja" jawabnya dengan pasrah.


"Tapi.... Gimana sama Kayla? Apa aku boleh membawanya ke Korea? Tinggal bersama kita" pinta Nanta.


"Ngga! Dia tetep disini" tolak Yejun.


"Tapi dia anak ku juga, aku ingin memberikan kasih sayang yang sama seperti Seojun dan Yeonjun" paksa Nanta.


Yejun menghela nafas dan berfikir sejenak.


"Baiklah, dia boleh ikut kita ke Korea, tapi tidak dengan ibu kamu" kekeh Yejun.


"I-iya nanti aku tanya ke kayla apa dia mau ikut"


Lalu Nanta pun keluar dari kamar meninggalkan Yejun merenung sendiri dikamar, dan menuju ke tempat ketiga anaknya berada yaitu dibelakang rumah, melihat ikan ikan koi.


"Anak anak" panggil Nanta.


Ketiganya pun menoleh secara bersamaan.

__ADS_1


"Iya ma?" Tanya ketiganya.


"Sini" ajak Nanta pada kayla dengan duduk digazebo. "Mama mau ajak Kayla tinggal dikorea mau?" Tanya Nanta.


"Apa suami ibu ngebolehin?"


"A-aku takut dia benci sama aku" ucap Kayla dengan menunduk.


"Sayang kamu itu anak mama, yang berarti anak papa Yejun juga, papa Yejun ga akan benci kok sama kamu" jelas Nanta.


"Beneran ma?" Tanya Kayla meyakinkan.


"Iya sayang, mulai sekarang kamu panggil papa ya ke papa Yejun, anggap dia papa kamu meskipun kamu bukan anaknya" titah Nanta.


"Iya ma, yeayy aku ke Korea, aku tinggal sama mama" teriak Kayla kegirangan.


Mendengar teriakan Kayla, Seojun dan Yeonjun menoleh kearah sang mama dan kakak perempuannya, dan 2 bocah tersebut menghampirinya.


"Kenapa ma? Kok kak Kayla seneng banget?" Tanya Seojun.


"Mulai besok, kakak akan tinggal sama kita di Korea" ucap Nanta.


"Wahh yeayy!!!" Sorak Seojun dan Yeonjun.


Tiba tiba dari belakang Kayla, tangan menyentuh pundaknya.


Sontak Kayla langsung menoleh ke belakang.


"Papa Yejun!" Ucap Kayla dengan tersenyum.


"Kamu panggil aku papa?" Tanya Yejun.


"I-iya... Ga boleh ya?"


"Boleh kok" jawab Yejun dengan tersenyum dan memeluk ketiga anaknya.


Suara wanita paruh baya membuat pelukan 4 orang tersebut terlepas.


"Jadilah keluarga yang bahagia ya" ucap Yuliana.


"Iya ibu, Kayla aku bawa ke Korea besok" ucap Nanta.


Yuliana mengangguk menandakan ia menyetujuinya.


Keluarga besar tersebut bercanda ria sampai tak terasa hari sudah mulai petang.


~•~

__ADS_1


__ADS_2