
"mama!!! Seojun berangkat!! Assalamualaikum" teriak Seojun hendak keluar rumah dengan membawa skateboard kesayangannya.
Ya Seojun yang dulu masih di timang timang, sekarang ia sudah tumbuh besar, ia sekarang sudah berumur 15 tahun, hobi nya adalah bermain skateboard ditaman kota bersama teman temannya, benar saja dia suka bermain skateboard karena dulu saat hamil, Nanta ngidam meminta untuk bermain skateboard ditemani oleh Yejun.
Seojun adalah anak yang bijaksana seperti Sang ayah, pemberani, dan ramah.
"Mama!!! Kakak kemana?" Teriak anak laki laki berumur 12 tahun.
"Kakak ke taman kota dek!!!" Saut Nanta.
"Kebiasaan kakak ini!" Ucap bocah tersebut merasa kesal.
Bocah tersebut adalah anak kedua dari pasangan suami istri Nanta dan Yejun, ia bernama Lee Yeonjun, dia anak yang lebih kalem dan penurut beda dengan kakaknya.
Sifatnya yang cuek, dingin dan hanya perhatian kepada anggota keluarga nya saja menurun dari ayahnya, wajah tampan nan senyum yang manis menghiasi wajahnya saat tersenyum.
"Yeonjun!!! Makan dulu, mau kemana kamu?" Nanta cepat cepat menarik tangan anak bungsu nya tersebut.
"Ahh iya ma, Yeonjun makan dulu, habis makan adek nyusul kakak ya, pasti kakak habis main skateboard main basket, dia slalu ga ajak ajak" ucap Yeonjun dengan memutar bola matanya.
"Iya iya, ayo makan dulu, mulai dari pagi kamu belum makan" ucap Nanta dengan menggandeng tangan anaknya membawanya ke ruang makan dan hendak menyuapinya.
"Ehm ehm ehm" dehem Yeonjun dengan menggeleng gelengkan kepalanya.
"Kenapa sayang?" Tanya Nanta keheranan.
"Yeonjun udah gede ma, ga usah disuapin malu tau, lagian kan Yeonjun cowok, kalo Sampek temen Yeonjun tau kan malu" tolak Yeonjun
Nanta menghela nafas dan mengelus lembut rambut Yeonjun.
"Yaudah dimakan"
Yeonjun mengangguk dan memakan makanannya, setelah makanan habis, ia segera menyusul sang kakak ke taman kota untuk bermain skateboard bersamanya, tak hanya bermain skateboard, biasanya mereka setelah bermain skateboard mereka bermain basket disebuah stadion dekat taman kota.
"Mama, adek berangkat ya, assalamualaikum" Yeonjun mencium punggung tangan sang mama.
"Iya hati hati ya sayang" Nanta mengecup kening Yeonjun, lalu Yeonjun pun berangkat menyusul sang kakak dengan menaiki sepeda BMX nya.
__ADS_1
'Anak anakku sudah besar, 15 tahun lamanya aku ga menjenguk Kayla di Indonesia, apakah dia masih ingat padaku?' batin Nanta tiba tiba ia merasa sangat merindukannya, dan air mata menetes dipipinya.
"Setelah semua kejahatan yang dilakukan oleh ibu, akhirnya aku bisa hidup tentram dengan keluarga kecilku, tapi aku merasa kasihan dengan ibu yang mendekam dalam penjara selama 8 tahun, ini semua salahku" oceh Nanta dengan pikiran kosong duduk disebuah bangku depan rumahnya.
Yuliana mendekam dalam penjara selama 8 tahun lamanya, akibat semua ulah kejahatannya selama ini, ia lah yang telah menghancurkan bisnis Yejun, sampai akhirnya Yejun mengalami kerugian yang sangat besar bahkan dia sampai bangkrut dan menutup perusahaannya.
Yejun tak lagi mempunyai perusahaan, ia bekerja di perusahaan sang ayah yang sekarang beralih tangan menjadi perusahaan milik adiknya yaitu Dejun, ia bekerja sebagai seorang direksi.
Yuliana juga yang telah membuat Yeon Dae mengalami patah kaki akibat kecelakaan truk orang suruhannya, dia yang telah membuat Nanta keguguran sebelum hamilnya Seojun, dan dialah yang telah membuat Jane kecelakaan, dan sekarang tuhan membalasnya.
Deringan telfon membuyarkan lamunannya, ia segera menggeser tombol hijau karena tertera sang suami yang menelefon ya.
📞 Assalamualaikum
📞 Waalaikumsalam, apa by?
📞 Aku pulangnya agak telat, mungkin sekitar jam 9 aku pulang
📞 Oh iya gapapa, kamu hati hati ya, kerja yang semangat
📞 Iya sayangku, yaudah cuma mau ngomong itu, tolong jaga anak anak, aku tutup dulu assalamualaikum
Percakapan berakhir, Nanta pun masuk kedalam rumah dan melaksanakan sholat ashar terlebih dahulu.
Selesai sholat, ia segera memasak makanan kesukaan anak anaknya.
15 menit kemudian makanan telah siap, tepat disaat makanan telah matang, anak anaknya pulang kerumah.
"Assalamualaikum" salam kedua bocah yang menjadi penyemangat Nanta selama ini.
"Waalaikumsalam" ucap Nanta dan buru buru menyambut kepulangan sang anak.
Keduanya mencium punggung tangan Nanta, dan Nanta mencium kening mereka satu persatu.
"Kalian mandi, trus sholat habis sholat kita makan" perintah Nanta.
"Iya ma" jawab mereka berdua.
__ADS_1
Saat keduanya hendak menaiki tangga menuju kamarnya, Seojun berbalik menuju ke sang ibu di dapur.
"Ma!" Panggil Seojun.
Nanta pun menolah ke sumber suara.
"Eum?"
"Papa pulang malem lagi ya?" Tanya Seojun.
"Iya sayang, maklumi lah... Selain di perusahaan om kamu, mau kemana lagi papa kamu bekerja, sekarang kita ga punya perusahaan seperti dulu, dan juga perjalanan dari Incheon ke Seoul cukup jauh jadi ya papa kamu sampeknya cukup malem" jelas Nanta pada sang anak.
"Eumm iya ma, kelak aku akan seperti papa yang pekerja keras, dan aku akan membangun perusahaan besar seperti papa"
"Iya sayang, bercita cita lah setinggi langit, dan juga disertai oleh usaha dan doa" ucap Nanta dengan mengecup kening anaknya.
"Yaudah kamu mandi, bau kecut"
"Iya ma" jawab Seojun lalu menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.
'sebenarnya kalian masih punya kakak perempuan, tapi mama sulit untuk mengungkapkannya' batin Nanta.
Setelah keduanya selesai mandi, mereka turun kebawah untuk makan bersama.
"Beberapa hari ini kita jarang makan bareng sama papa" ucap Seojun merasa sedikit kecewa.
"Iya kak, papa selalu sibuk" saut Yeonjun.
"Sabar ya nak, doakan kita bisa seperti dulu slalu bersama, papa pulangnya ga slalu malem, dan.... Semoga papa bisa punya perusahaan sendiri seperti dulu" ucap Nanta dengan tersenyum, sebenarnya hatinya sangat sakit mendengar ucapan buah hatinya, ia sangat kasian akan kedua anaknya rasakan sekarang.
Jarang bertemu dengan sang ayah, bahkan hubungannya sudah tak akrab seperti dulu.
Setelah selesai makan, mereka berdua memilih untuk ke kamar masing masing.
Seojun bercita cita sebagai seorang arsitektur, ia sering kali membuat desain rumah dan denah denah rumah, seperti yang ia lakukan sekarang, selesai makan ia langsung melakukan hobi nya menggambar desain rumah.
Sedangkan Yeonjun, ia sedang mempelajari semua tentang makhluk hidup, ia mempelajarinya dari sebuah buku yang ia beli, ia bercita cita sebagai dokter.
__ADS_1
~•~