
Fisual Nanta, Ye Jun, dan Khaindra.
πΌ Ananta Gabriella
πΌLee Yejun
πΌ Khaindra Aranthanawong
1 Bulan kemudian ~
Nanta kembali bekerja seperti biasa.
Selang 2 jam tiba tiba Nanta jatuh pingsan, semua orang panik dan langsung menghubungi ibunya Nanta.
π Assalamualaikum, maaf Bu menganggu ini ehmmmm anu....... Mbak Nanta nya pingsan di restoran ( ucap salah seorang koki Disana )
π Apa?, Oke saya akan segera kesana
π Iya Bu
__ADS_1
Percakapan pun berakhir, dan tak lama Yuliana pun sampai direstoran, dia sangat terkejut melihat sang anak pingsan dengan muka begitu pucat, dan akhirnya Nanta pun segera dibawa ke rumah sakit.
Sesampai dirumah sakit ~
"Gimana dok keadaan istri saya?" Tanya Khaindra khawatir.
"Selamat ya dokter Khai, sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ayah, ibu Nanta hamil dengan usia kandungan 2 Minggu" ucap dokter arin yang tak lain adalah teman Khaindra.
"Beneran?" Tanya Khaindra meyakinkan.
"Iya" balas dokter Arin dan langsung meninggalkan dokter Khaindra yang sedang senyum senyum sendiri.
'akhirnya yang aku tunggu tunggu, sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah, semoga hubunganku dengan Nanta akan seperti layaknya suami istri yang saling mencintai dengan kehadirannya calon bayi' batin Khaindra.
"Khai, kamu kok senyum senyum sendiri?, Kamu kenapa?, Istri kamu sakit kok malah senyum senyum ga jelas, jangan bilang kamu stres gara gara istri kamu sering jatuh pingsan bikin kamu jadi gini" ucap Yuliana sang kakak.
"Hah..... Nggak kak, ada berita gembira makanya aku senyum senyum sendiri" balas Khaindra.
"Apa berita gembiranya?"
"Nanta kak, dia...... di-dia hamil, jadi sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah, yeayy" ucap Khaindra sambil meloncat loncat kegirangan.
"Aku nggak bohong kak, ini beneran Nanta hamil dan usia kandungannya baru 2 Minggu, dokter Arin yan mengatakannya kepada ku kalau Nanta hamil" jelas Khaindra.
"Alhamdulillah akhirnya yang ku tunggu tunggu, sebentar lagi aku akan punya cucu dan aku akan menjadi seorang nenek, semoga hubunganmu dengan Nanta akan berjalan baik" ucap Yuliana merasa sangat bahagia.
"Jika Nanta sudah siuman cepat beri tau dia akan kabar gembira ini" ucap Yuliana sambil mengelus bahu sang adik.
"Iya kak, aku ga sabar mau ngeliat reaksi Nanta akan kabar gembira ini"
Lalu mereka berdua segera masuk kamar rawat Nanta, mereka menunggu Nanta bangun dari pingsannya, selang beberapa menit akhirnya Nanta siuman.
"Kamu sudah siuman nak?" Tanya sang ibu merasa sangat bahagia.
"Iya Bu, Bu tolong ambilkan aku air minum, aku sangat haus" pinta Nanta.
Lalu sang ibu pun mengambilkan air minum untuk anaknya.
__ADS_1
"Makasih Bu" ucap Nanta dengan meminum air yang diberikan oleh sang ibu.
"Iya sama sama nak"
"Nanta, ada yang mau suami kamu bicarakan"
'ada apa?, apa yang ingin dia bicarakan?, apa jangan jangan dia minta cerai?, jika benar dia meminta cerai akhirnya aku akan bebas dari semua kepura pura an ini dan aku akan pergi dari sini' batin Nanta.
"Apa yang ingin dibicarakan?" Tanya Nanta.
"Hmmmm....... kamu hamil sayang, sebentar
Lagi kamu akan menjadi seorang ibu dan aku menjadi seorang ayah, usia kandungan kamu baru 2 Minggu" jelas Khaindra.
"Apa!!!" Ucap Nanta terkejut.
'kenapa jadi begini sih, aku kira dia akan menceraikanku tapi ternyata aku hamil, ini akan sulit bagiku untuk meminta cerai, adduh kenapa serumit ini sih hidupku' batin Nanta merasa sangat kesal.
"Kenapa sayang?" Tanya Khaindra.
"Ehh nggak, anu.... A-aku cuma kaget aja, ehmm soalnya kita baru nikah 1 bulan dan aku sudah hamil" ucap Nanta berbohong.
"emang Khaindra Joss, nikah baru 1 bulan Nanta udah hamil ahahhaha" saut Yuliana.
"Ohh begitu ya, aku bahagia banget atas kehadiran calon bayi kita" ucap Khaindra bahagia sambil mengelus perut sang istri.
ia teringat pada saat 3 Minggu yang lalu, saat keduanya melakukan hubungan suami istri tanpa disengaja, pada waktu itu Khaindra melakukannya dalam keadaan mabuk berat.
tanpa sadar Nanta langsung menghempas dengan kasar tangan Khaindra dari perutnya.
'aduh aku ga sengaja ngehempas tangan dia, gimana nih kalau dia marah' batin Nanta.
'kenapa dia ngehempas tanganku?, apa dia ga suka atas berita bahagia ini?' Batin Khaindra penuh pertanyaan.
'ada apa dengan Nanta?, kenapa dia menghempas tangan suaminya?, apa dia ga suka atas kehamilannya?' batin Yuliana.
"Ehh maaf mas, soalnya perutku masih sakit jadi aku ga sengaja menghempas tangan mas" ucap Nanta berbohong.
__ADS_1
"Ohh iya, maaf" ucap Khaindra dengan senyum tipis.
~β’~