
Pagi hari telah tiba tepatnya pukul 04.30 Yejun bangun terlebih dahulu kemudian ia membangunkan sang istri untuk melaksanakan sholat shubuh.
Nanta bangun, kemudian Yejun pun mengambil air wudhu begitu juga dengan Nanta secara bergantian, setelah mengambil wudhu mereka pun melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Beberapa menit kemudian mereka telah selesai melaksanakan sholat shubuh, kemudian Nanta mengajari Yejun mengaji sampai jam menunjukkan pukul 05.30
Selesai mengaji, Yejun dan Nanta mandi secara bergantian lalu setelah mandi mereka turun kebawah untuk sarapan.
"Pagi ma pa" sapa Nanta dan Yejun bersamaan.
"Pagi" jawab Mama dan papa.
"Mama sama papa kok udah Sampek rumah? Emang kalian pulang jam berapa?" Tanya Yejun.
"Kita pulang jam setengah satu" jawab papa.
"Ouh malem banget, kenapa kalian ga bilang bilang ke kita dulu kalo mau jenguk Dejun? Tau gitu kita ikut" ucap Yejun.
"iya, Maaf lagian kita juga mendadak ga disengaja, tadi habis dari kantor papa trus sekalian aja jenguk Dejun" jawab Mama.
"Ohh gitu" jawab Yejun singkat.
Percakapan berakhir, lalu mereka pun mulai menyantap makanan yang ada di meja makan tersebut.
Setelah cukup lama makan, akhirnya makanan habis dan mereka pun kembali ke pekerjaannya masing masing.
"By aku berangkat ya" ucap Yejun dengan mengulurkan tangannya.
"Iya by, hati hati ya, inget jangan pulang malem" ucap Nanta dengan mencium punggung tangan sang suami.
Yejun mengangguk kemudian mencium kening Nanta dan Yejun pun masuk kedalam mobil, mobil mulai melaju secara perlahan keluar dari gerbang rumah mereka.
Setelah Yejun berangkat bekerja, Nanta masuk kedalam rumah, ia duduk di sofa ruang keluarga sambil menonton televisi.
Tak lama Mama menghampiri Nanta dan duduk disebelahnya menemaninya menonton televisi.
"Ehh Mama" ucap Nanta dengan menggeser posisi duduknya.
"Silahkan duduk ma" ucap Nanta mempersilahkan mertuanya duduk disebelahnya.
"Iya" jawab Mama.
Mereka berdua serius menonton televisi sambil memakan camilan tanpa ada obrolan sedikit pun.
Sampai pada akhirnya, Nanta merasa ingin buang air kecil, ia pun segera menuju ke kamar mandi.
"Ma aku ke kamar mandi dulu ya" ucap Nanta.
"Iya" jawab Mama singkat dengan terus serius menonton televisi.
Nanta segera menuju ke kamar mandi sebelah kamarnya, beberapa menit kemudian Nanta telah selesai membuang air kecil, kemudian ia pun menuruni tangga menuju ke dapur untuk meminta buatkan susu kepada sang ART.
"Mbak tolong buatin susu ya, nanti tolong di antar di atas diruang keluarga" pinta Nanta.
"Iya nona" jawab ART tersebut.
"Makasih" ucap Nanta dengan tersenyum ramah.
Lalu Nanta pun menuju kembali ke lantai atas untuk melanjutkan menonton televisinya bersama sang mertua.
Sesampai di ruang keluarga, 5 menit kemudian ART tersebut datang dengan membawa segelas susu untuk Nanta.
__ADS_1
"Permisi, non Nanta ini susu nya" ucap ART tersebut.
"Eh iya sebentar" ucap Nanta dengan berdiri berjalan menghampiri ART tersebut.
Lalu Nanta mengambil segelas susu tersebut dari tangan ART.
"Makasih ya, kamu bisa kembali ke dapur" ucap Nanta.
"Iya nona" jawab ART tersebut dengan tatapan sedikit aneh.
Nanta tak menghiraukan tatapannya, Lalu ia kembali ke tempat duduknya dengan meminum segelas susu tersebut.
30 menit setelah meminum segelas susu tersebut, tiba tiba perut Nanta terasa kram.
Ia berteriak kesakitan.
"Akhhh sakit!!!" Ucap Nanta dengan terus memegangi perutnya.
Sontak mama terkejut akan teriakan menantunya, ia pun langsung menoleh ke sang menantu yang sedang tergeletak dibawah memegangi perutnya menahan rasa sakit.
"Nanta!! Kamu kenapa sayang!!" Ucap mama khawatir.
"Perut aku sakit ma hiks hiks" ucap Nanta dengan menangis.
"Udah jangan nangis sayang, mama telfon dokter dulu ya sayang"
1 jam berlalu dokter tak kunjung datang, Nanta terus menangis kesakitan dan pada akhirnya Nanta mengalami pendarahan dan segera dilarikan ke rumah sakit.
Nanta segera dibawa ke ruang kandungan, 15 menit kemudian dokter keluar dari ruangan tersebut dan dokter mengatakan bahwa Nanta mengalami keguguran dan akan segera di kuret dengan waktu sekitar 30 menit.
Lalu kuret tersebut segera dilaksanakan atas izin keluarga.
'Ya ampun, baru aja aku mau punya baby malah ga jadi ' batin Yejun merasa kecewa.
Yejun hanya mengangguk.
"Huh....huh...huh kak!!" Ucap Dejun dengan nafas terengah engah akibat berlarian dari parkiran ke ruang kandungan.
Dejun langsung menghampiri Yejun dan memeluknya memberi semangat.
"Kak yang sabar" ucap Dejun.
"Gimana kak Nanta?" Tanya Dejun sambil melepas pelukannya.
"Iya dek kakak sabar, kak Nanta lagi didalam ruangan" jawab Yejun dengan lemas.
"Ohh, semoga kak Nanta baik baik aja"
"Iya"
"Pa kayaknya ada yang aneh deh" ucap mama berbisik ke telinga papa sambil menjauh dari Yejun dan Dejun.
"Apanya yang aneh?" Tanya papa penasaran.
"Padahal kan Nanta ga ngapa ngapain, tadi tuh kita lagi nonton tv bareng trus habis dari kamar mandi trus minum susu tiba tiba dia teriak kesakitan, apa jangan jangan didalam susu yang diminum Nanta ada obatnya ya pa?" Ucap Mama dengan berbisik.
"Ahh kamu jangan asal nuduh, mungkin ya emang udah takdirnya ma, sabar aja pasti bentar lagi Nanta akan hamil lagi kamu jangan frustasi dan berpikiran yang enggak enggak gitu" ucap papa.
"Bisa aja kan pa, coba nanti kalo kita pulang ke rumah, mama akan Pepet terus tanya ke ART itu yang tadi buatin Nanta minuman siapa tau dia mau ngaku" ucap Mama merasa geram.
"Ya coba aja ma, saran papa sih Mama jangan salah sangka dulu, jangan asal nuduh"
__ADS_1
"Ahh tau pa, papa ini slalu aja belain ART" ucap Mama merasa kesal dan langsung pergi meninggalkan papa.
'Ahh gimana kalo coba tanya aja ke dokter siapa tau dokter bisa jelasin akibat kegugurannya Nanta, soalnya kan dia ga ngapa ngapain kok bisa keguguran' batin Mama.
Beberapa menit kemudian dokter telah keluar dari ruangan tersebut.
"Dok apa istri saya sudah boleh dilihat?" Tanya Yejun khawatir.
"Sudah boleh, tapi cukup satu orang saja" jawab dokter tersebut.
"Baiklah dok, makasih" ucap Yejun kemudian langsung masuk kedalam ruangan tersebut melihat keadaan sang istri.
Sedangkan Mama, ia segera berlari mengejar dokter yang telah membantu proses kuret Nanta.
"Dokter tunggu, hah... hah...hah" ucap mama dengan nafas terengah engah.
Dokter pun menoleh ke belakang dan menghampiri mama, lalu mama mengajak dokter duduk dibangku untuk menanyakan akan akibat kegugurannya Nanta.
"Ada apa ibu mengejar saya?" Tanya dokter tersebut.
"Saya mau tanya, apa dokter tau akibat dari kegugurannya menantu saya?, Soalnya karena kita tau kandungan dia sangat lemah maka kita ga ngebolehin dia melakukan aktivitas yang berat, tadi itu menantu saya kan nonton tv bareng sama saya trus dia pamit ke kamar mandi sama ke dapur, habis itu dia kembali lagi dan beberapa menit kemudian ART datang dengan membawa segelas susu, trus menantu saya minum dan sekitar 30 menitan setelah minum susu tersebut dia mengalami keguguran, apa jangan jangan susu tersebut dikasih obat ya dok?" Tanya Mama penasaran.
"Bu Nanta habis minum susu?" Tanya dokter tersebut meyakinkan.
"Iya" jawab Mama dengan mengangguk.
"Benar saja, sepertinya Bu Nanta telah meminum obat penggugur bayi, secepatnya segera diselidiki apakah Bu Nanta sengaja meminum obat tersebut atau ada orang yang memberi obat tersebut dengan sengaja" ucap dokter kandungan tersebut.
"Ohh baik dok, saya akan segera menyelidikinya" ucap mama semakin yakin bahwa ART tersebut yang memberikan obat penggugur bayi dengan sengaja didalam minuman Nanta.
"Saya permisi" pamit dokter tersebut.
"Baik terimakasih" jawab Mama dengan menunduk.
'Aku akan segera memasukkan orang yang telah membunuh cucu ku kedalam penjara, aku ingin dia dipenjara seumur hidup, aku ingin dia membusuk didalam penjara' Batin Mama merasa dendam.
Mama berjalan kembali menuju ke ruangan Nanta berada dengan amarah yang membara.
"Gimana Nanta pa?, Papa udah masuk kedalam?" Tanya Mama.
"Belum.... papa belum masuk kedalam, Yejun daritadi belum keluar keluar, biarlah ma.... biar Yejun menenangkan istrinya dulu" ucap Papa.
"Yasudah" ucap Mama kemudian duduk disebelah papa.
"Ma, ibu nya kak Nanta udah tau kalo kak Nanta keguguran?" Tanya Dejun.
"Mama ga tau, nanti coba tanya aja ke kakak" jawab Mama.
"Yaudah ma"
*didalam ruangan*
"By, gimana ini... Kita ga jadi punya anak hiks hiks hiks.... Maafin aku ya by, a-aku ga jaga anak kita dengan baik" ucap Nanta dengan menangis.
"Iya sayang gapapa, kamu jangan nangis ya udah ikhlasin aja, sabar aja kan kita masih bisa punya anak lagi" ucap Yejun menenangkan Nanta.
"Tapi by, gimana perasaan papa sama Mama pasti kecewa banget ya?, Aku minta maaf ya by"
"Mama sama papa gapapa kok, mereka udah ikhlas dan sabar, kita akan setia nunggu kehadiran baby kedua dari rahim kamu"
Nanta hanya mengangguk dan terus menangis merasa lega karena mertuanya tak marah kepadanya.
__ADS_1
~•~