
Sesampai di restoran, Nanta langsung menuju ke dapur.
"Pagi semua" sapa Nanta ke semua koki.
"Pagi mbak Nanta" balas semua koki secara bersamaan.
Nanta pun segera mengerjakan pekerjaannya sebagai koki, selang beberapa menit terdengar seseorang membuka pintu.
"Assalamualaikum, apa kabar semua??" Sapa seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik yang tak lain adalah Yuliana sang pemilik restoran sekaligus ibu dari Nanta.
"Baik" ucap para koki dengan semangat.
Nanta yang melihat ibu nya datang ke restoran segera menghampirinya dan mencium punggung tangannya
"Kamu tambah gendut ya nak" puji sang ibu.
"Ehh, biasa aja Bu tetep segini" balas Nanta dengan muka datar karena Nanta masih kesal dengan perlakuan ibunya sendiri ke dirinya.
"Kamu lama ga mengunjungi ibu, apa kamu udah lupa sama ibu??" Sindir sang ibu.
"Sibuk" jawabnya singkat.
"Sibuk??" Tanya ibunya dengan menaikkan satu alisnya.
Tanpa balasan, Nanta langsung kembali ke pekerjaannya.
Sang ibu pun langsung menghampiri anaknya kembali.
"Gimana hubungan kamu sama suami kamu?" Tanya ibunya.
"Suami siapa?, Mas Ye Jun?"
"Ya Khaindra lah!!, kamu ngga menganggap Khaindra itu suami kamu?" Bentak ibunya.
"Ngga, karena dia bilang sendiri kepadaku bahwa aku boleh menganggapnya teman dan bukan suami" balas Nanta dengan santai nya.
"Kurang ajar!!" Bentak ibunya yang langsung menampar Nanta.
"Kenapa ibu menamparku?, Ibu sangat jahat!!" Bentak Nanta.
"Kau yang jahat!!, dia suamimu dan kau menganggapnya teman? kau harus menjaga perasaan suamimu itu"
"Dia yang meminta kenapa aku yang dimarahi, ga percaya tanya aja ke dia, dasar ibu jahat yang merusak kebahagiaan anaknya sendiri, sebenernya aku ini anak kandung ibu bukan sih??, Kenapa ibu sejahat ini kepadaku hah??" Ucap Nanta dengan lantang.
Tak ada balasan dari sang ibu.
"Jawab ibu, sebenarnya aku anak kandung ibu apa bukan?, Kenapa ibu slalu merusak kebahagiaanku" ucap Nanta tak tahan menahan tangis.
__ADS_1
Melihat sang anak menangis kemudian sang ibu pun langsung memeluknya.
"Maafkan ibu nak, ibu ga bermaksud merusak kebahagiaan kamu, ibu cuma ga setuju aja kamu menikah dengan lelaki bermata sipit itu" ucapnya dengan lembut.
"Tapi tidak dengan cara ini ibu, aku dengan mas Ye Jun baru 3 hari menikah lalu ibu menikahkan ku lagi" ucap Nanta dan langsung mendorong ibu nya.
"Pernikahanmu dengan Ye Jun tidak sah Nanta, kerena kalian menikah secara diam diam dan berbeda agama" jelas sang ibu.
"Terserah ibu saja, aku capek debat sama ibu" ucap Nanta yang langsung meninggalkan restoran.
'kenapa ibuku sejahat itu? ' batin Nanta.
Nanta kabur, ia berlari menuju ke sebuah danau yang tak jauh dari restoran, sejak kecil Nanta jika ada masalah slalu datang ke danau tersebut, bagi Nanta danau tersebut adalah teman curhatnya.
"Ayah, kenapa kau meninggalkan putrimu begitu cepat!!, Lihat nasib putri mu ini" ucap Nanta sambil berteriak sekencang kencangnya.
"Aku lelah ayah, aku ga tahan terus membohongi perasaanku, aku lelah terus berbohong dan berpura pura, mending aku ikut denganmu ayah" teriak Nanta sambil menangis sejadi jadinya.
"Danau apakah kau bisa membunuhku?, Aku lelah dengan semua ini" ucap Nanta dengan terus maju perlahan ke arah danau tersebut.
Nanta terus berjalan maju sampai akhirnya ia tercebur ke dalam danau tersebut, para pengawal ibunya yang mengikuti Nanta sedari tadi segera menceburkan diri kedalam danau tersebut setelah melihat anak sang bos tercebur kedalam danau.
Setelah Nanta terselamatkan, para pengawal tersebut terus membangunkan Nanta tetapi Nanta tetap tak bangun bangun, karena panik akhirnya mereka menelepon sang bos yaitu ibunya Nanta.
atas perintah sang bos akhirnya mereka membawa Nanta kerumah sakit dimana suaminya itu bekerja.
Khaindra terus menjaganya disamping tempat tidur Nanta dengan mengelus tangan lembut istrinya itu.
"Bangun ya cantik, kalau kamu pergi aku sendiri dirumah" ucap Khaindra dengan terus menerus mencium tangan sang istri.
"Cantik, aku mohon kamu bangun ya, kamu belum memberiku keturunan, aku sangat menyayangimu cantik" ucap Khaindra kembali berharap sang istri lekas siuman.
"Khai...... kata Krit temanmu, kau sedang ada banyak pasien, cepat kau urus dulu pasienmu itu, kasian mereka telah menunggu lama, biar Nanta aku yang jaga" ucap Yuliana yang tiba tiba masuk kedalam ruangan.
"Nggak kak aku disini saja menjaga istriku sampai dia bangun" kekeh Khaindra.
"Kau jangan egois, mereka membutuhkan mu, kau seorang dokter dan tugasmu untuk menyembuhkan mereka, menyelamatkan nyawa mereka, kau harus menjadi dokter yang profesional" jelas Yuliana sambil mengelus pundak sang adik.
"Baiklah kak, tolong jaga Nanta baik baik, jika dia sudah siuman cepat kabari aku"
"Iya kamu tenang saja"
Selang beberapa menit Nanta tersadar dari pingsannya, badannya terasa lemas.
Yuliana segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaan sang anak, 5 menit pemeriksaan telah selesai, dan dokter tersebut mengatakan bahwa Nanta dibolehkan pulang pukul 14.30
Tak terasa sudah pukul 14.30 lalu Nanta pulang kerumah diantar oleh supir dan ibunya.
__ADS_1
"Maafkan ibu ya nak" ucap Yuliana dengan memeluk Nanta dan mencium rambut Nanta.
"Hmmmm" Jawab Nanta singkat.
Sesampai dirumah ~
"Kamu istirahat dulu dikamar, ibu bikinin makanan kesukaan kamu dulu, nanti ibu suapin" ucap sang ibu.
"Iya Bu makasih"
ibunya mengangguk dan langsung menuju kedapur untuk membuatkan makanan kesukaan anaknya tersebut.
selang beberapa menit makanan pun jadi, Yuliana segera membawa makanan tersebut ke kamar Nanta dan menyuapinya dengan penuh kasih sayang.
'aku merindukan kasih sayang seperti ini ibu, aku rindu ibu yang slalu menyayangiku, slalu menuruti apa mau ku, dan slalu berbuat apapun demi aku bahagia dan bukan malah merusak kebahagiaanku' batin Nanta dengan meneteskan air mata.
"Kamu kenapa nangis sayang?" Tanya ibunya.
"Nggak Bu, aku hanya merindukan ayah"
"Sudahlah, ayahmu sudah bahagia Disana, ayahmu sudah tak merasakan sakit lagi, teruslah berdoa untuk ayahmu jika kamu benar benar menyayanginya" ucap Yuliana kemudian memeluk sang anak yang sedang menangis.
"Iya Bu"
Tak lama kemudian Khaindra datang dan langsung menuju ke kamar untuk melihat keadaan sang istri.
"Gimana keadaanmu?" Tanya Khaindra.
"Sudah enakan" Jawab Nanta.
"Syukurlah"
"Suamimu sudah pulang, yasudah ibu pulang dulu ya" ucap Yuliana dengan mencium kening sang anak dan turun dari lantai 2 dengan membawa piring kotor yang tadi untuk menyuapi Nanta.
setelah menaruh piring kotor tersebut Yuliana pun pulang ke rumahnya.
setelah kepulangan ibunya, Khaindra dan Nanta hanya berdua didalam kamar.
"Kamu kenapa bisa tercebur ke danau?" Tanya Khaindra.
"Entah" jawabnya singkat dengan pandangan kosong.
"Yasudah lupakan, besok kamu jangan kerja dulu"
"kenapa?"
"tunggu sampai badanmu benar benar enakan"
__ADS_1
"oke"