Kedua Suamiku

Kedua Suamiku
Rencana pulang ke Indonesia


__ADS_3

1 Minggu kemudian semua telah kembali seperti semula mengikhlaskan kepergian calon bayi yang berada di rahim Nanta.


Sore itu Nanta dan Yejun duduk santai disebuah bangku taman belakang rumah mereka.


Mereka mengobrol bersama sambil menikmati angin sore.


"By aku kangen sama ibu" ucap Nanta.


"Kamu kangen?, Yaudah yuk kesana" ucap Yejun.


"Kamu ngebolehin?" Tanya Nanta.


"Ya boleh lah, kapan mau kesana? nanti aku beliin tiketnya, sambil sekalian nanti jenguk Hyeonjin" ucap Yejun.


"Terserah kamu aja, tunggu kamu kalo ga sibuk"


"Aku mau turutin semua permintaan istriku ga peduli aku sesibuk apa"


"Aduhh makin sayang" ucap Nanta dengan tersenyum dan mencubit hidung mancung Yejun.


"Yaudah gimana kalo besok kita berangkat?" Tanya Yejun.


"Ya ya aku mau, besok ya" ucap Nanta dengan meloncat loncat kegirangan.


"Oke, ntar aku suruh asisten aku buat beliin tiketnya" ucap Yejun.


"Oke, tapi......" Ucap Nanta menggantungkan ucapannya.


"Tapi apa?" Tanya Yejun penasaran.


"Tapi kalo ibu ga mau nerima aku sama kamu gimana?, Kalo dia ga ngebolehin kita tinggal dirumahnya gimana?" Tanya Nanta ketakutan.


"Ya semoga aja ibu mau nerima kita, kalo ga mau yaudah kita tinggal di hotel"


"Yaudah oke, ya semoga ibu mau nerima kita"


Percakapan terus berlangsung sampai akhirnya senja mulai tiba, dari dulu mereka sangat senang melihat senja pulang kesinggahsana nya apalagi melihat senja dipantai.


"Bagus ya by" ucap Nanta dengan bersender dipundak Yejun.


"Iya" jawab Yejun.


Beberapa menit kemudian senja telah menghilang berganti awan gelap, mereka pun kembali masuk kedalam rumah untuk melaksanakan sholat Maghrib karena sudah waktunya untuk melaksanakan kewajiban tersebut.


Mereka segera menuju ke lantai atas untuk mengambil air wudhu secara bergantian kemudian melaksanakan sholat berjamaah.


Selesai sholat Maghrib, mereka turun dari lantai 2 dan menuju ke ruang tamu untuk menemui tamu yang tak lain adalah sahabat Yejun yang telah bertahun tahun tak bertemu.


"Hei apa kabar bro!" Ucap Yejun dengan berjabat tangan dengan sahabatnya.


"Baik, makin gemuk aja lu" ucap Hajoon sahabat Yejun.

__ADS_1


"Ahahah tetep aja kayak dulu segini" jawab Yejun.


"Eh ini istri lu?" Tanya Hajoon dengan menunjuk ke arah Nanta.


"Iya, Sampek lupa mau kenalin, ini istri gw namanya Nanta dia orang Indonesia" ucap Yejun.


"Salam kenal Nanta" ucap Nanta ramah dengan membungkukkan badan.


"Salam kenal juga Hajoon sahabat Yejun dari kuliah" ucapnya dengan membalas membungkukkan badan.


"Maaf gw ga undang lu ke pernikahan gw karena ini pernikahannya ada di Indonesia dan sepakat cuma ngundang saudara saudara dari Nanta sama Gw doang" ucap Yejun berbohong untuk menutupi aib pernikahannya.


"Iya gapapa santai aja kali, ntar kalo gw nikah lu harus dateng ya" ucap Hajoon.


"Ngga ah kalo lu ga kasih undangan, masa dateng ke pernikahan lu tanpa diundang kan malu"


"Aduh gobl*k, ya maksud gw lu harus dateng ke pernikahan gw, kan ntar gw kasih undangan" ucap Hajoon dengan menepuk dahi nya.


"Ngobrol dong"


"Tauk ah"


"Tumben kesini, yang lain mana? Kenapa ga diajak?" Tanya Yejun.


"Yang lain sibuk sama istri istri nya" ucap Hajoon.


"Lah, lu kapan nikahnya? Keburu kadarluarsa tuh unggas" ucap Yejun.


"Maaf, saya permisi dulu" ucap Nanta mulai berdiri kemudian pergi meninggalkan 2 sejoli tersebut yang sedang asik mengobrol.


"Iya" jawab Yejun dan Hajoon bersamaan sambil melihat kepergian Nanta menaiki tangga.


"Manis istri lu" ucap Hajoon seperti terpesona oleh senyuman Nanta.


"Jangan jelalatan, disini ada suaminya, awas kalo sampek macem macem lu tau akibatnya" ancam Yejun.


"Iya iya, lagian gw cuma bercanda"


"Bercanda apa beneran? Secara lu kan playboy"


"Iya dulu, sekarang mah ngga, eh btw Hyeonjin mana?" tanya Hajoon mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa lu tanya tanya adek gw, kangen?, udah lu jangan tanya tanyain dia, dia udah ikut suaminya ke Indonesia, lu ga punya peluang buat deketin adek gw sekarang"


"Haaaaaaa ikut suaminya?!!!!" Ucap Hajoon terkejut dengan mulut yang menganga.


"Iya kenapa?" Tanya Yejun.


"Padahal gw kesini mau liat dia, rencananya mau nembak dia sih, eh kok malah udah ada suaminya, nyesek" ucap Hajoon dengan mata berlinang linang.


"Udah ah cowok jangan cengeng, masih ada cewek lain diluar sana yang lebih cantik dan lebih baik dari adek gw, udah cukup Sampek sini lu jangan kejar kejar adek gw lagi, dia udah bahagia sama keluarga kecilnya, bahkan dia udah punya putri kecil yang gemesin banget" ucap Yejun panjang lebar.

__ADS_1


"Iya iya, yaudah gw pamit pulang, tolong sampein salam gw buat Hyeonjin ya" pamit Hajoon dengan membungkukkan badan.


"Iya ntar gw sampein" ucap Yejun dengan membalas membungkukkan badan.


Setelah kepergian Hajoon, Yejun pun kembali ke kamarnya untuk melaksanakan sholat isya berjamaah karena telah tiba waktu sholat isya.


"By ayo sholat dulu, baru ntar makan malam" ajak Yejun.


"Iya by, kamu wudhu duluan sana, ntar gantian aku nyusul" jawab Nanta.


Kemudian Yejun pun mengambil air wudhu di kamar mandi sebelah kamar mereka, setelah Yejun selesai, Nanta pun bergantian mengambil air wudhu kemudian mereka melaksanakan sholat isya berjamaah.


Beberapa menit kemudian, mereka telah selesai melaksanakan kewajibannya sebagai seorang umat muslim, mereka pun melanjutkan turun kebawah untuk makan malam bersama.


20 menit kemudian, makan malam telah selesai dan mereka memilih untuk duduk duduk sebentar di sofa kamar mereka sebelum melakukan ritual seperti biasa sebelum tidur.


"By jangan sekarang ya, aku mau beres beres buat besok kita ke Indonesia" pinta Nanta.


"Ngga!!, Pokoknya sekarang, udah lama aku nahan loh by, ayo sekarang kita beres beres dulu aku bantuin biar cepet selesai" tolak Yejun.


"Huuu kalo aku ga bisa jalan besok gimana?"


"Aku gendong lah" jawab Yejun dengan gampangnya.


"Ngga malu tau"


"Udah pokoknya sekarang kita harus main, janji ga akan kasar, liat aja besok kamu pasti bisa jalan kok" ucap Yejun.


"Yaudah oke, ayo bantuin dulu beresin baju baju"


Lalu mereka pun membereskan barang barang yang akan mereka bawa besok.


"Btw kamu udah pesen tiketnya kan?" Tanya Nanta meyakinkan agar Yejun tidak lupa.


"Udah kok" ucap Yejun dengan menunjukkan tiketnya.


"Wahh kok cepet banget"


"Tuan Muda Yejun gitu loh" ucap Yejun menyombongkan diri.


"Mulai sombongnya, males ah"


"Ehh ngga deh maaf, janji ga akan ulangi"


"Hmm" jawab Nanta singkat.


30 menit kemudian, mereka telah selesai membereskan barang barang yang akan mereka bawa besok.


Kemudian mereka akan melakukan ritual sebelum tidur seperti biasa.


Malam itu Yejun memainkan dengan sangat lembut, desahan demi desahan keluar dari mulut Nanta, mereka terus melakukannya sepanjang malam.

__ADS_1


~•~


__ADS_2