Kedua Suamiku

Kedua Suamiku
Syetan


__ADS_3

"maaf kak, aku dan Jane ga bisa berlama lama disini, kita pamit" pamit Hyeonjin sebelum berangkat ke bandara.


"Iya gapapa" Nanta membalasnya dengan senyuman.


"Selamat ya atas kehadirannya baby unyu nya, hati hati ya kak, karena takut ada syetan yang mencoba mencari celah keteledoran kalian" ucap Hyeonjin dengan melirik ke arah Yuliana.


Yuliana merasa geram, ia mengeraskan rahangnya serasa ingin menampar wanita yang berada di sebelahnya yaitu Hyeonjin.


"Iya, makasih banyak, udah nyempetin dateng ke pesta kelahirannya Seojun" ucap Yejun dengan mencium kening sang adik.


"Ma, pa Hyeonjin dan Jane pulang ya" pamit Hyeonjin dengan mencium punggung tangan keduanya.


"Iya nak hati hati dijalan, titip salam buat suami kamu ya" ucap Yeon Dae.


Hyeonjin mengangguk


"Ayo cium tangan dulu, sama semua" perintah Hyeonjin untuk Jane.


Lalu Jane pun mencium punggung tangan semua anggota keluarga yang berada di dalam rumah tersebut.


"Oh ya... Tante tolong jaga cucunya baik baik ya" sindir Hyeonjin dengan senyum smirk nya menatap Yuliana.


Yuliana hanya memutar bola matanya dengan mencubit pelan lengan Hyeonjin saat hendak berjalan ke luar rumah.


"Kak aku ikut anter ya" pinta Dejun.


"Iya" balas Hyeonjin.


Lalu Hyeonjin, Dejun dan Jane pun masuk kedalam mobil menuju ke bandara Seoul dengan diantar oleh supir pribadi mereka.


Jane melambaikan tangan pada semua dengan tersenyum Pepsodent menunjukkan gigi putihnya.


"Tante Om!!! Bilangin sama kak Seojun aku sayang dia ya!!" Teriak Jane dari dalam mobil Yang melaju perlahan keluar dari gerbang.


"Iya sayang!!!" Balas Nanta dan Yejun dengan berteriak.


****


Semua telah kembali bekerja, Nanta asik menimang baby nya dengan perasaan bahagia, ia melamun terus memandangi wajah tampan sang anak.


Tiba tiba deringan telfon membuyarkan semua yang ada dipikiran Nanta.

__ADS_1


📞 Hallo assalamualaikum


📞 Waalaikumsalam


📞 Apa krit?


📞 Hyeonjin udah berangkat kak?


📞 Udah, barusan berangkat, emang kenapa?


📞 Oh yaudah, jadi daritadi aku telfon Hyeonjin ga diangkat angkat sama dia, hp nya ga aktif


📞 Iya krit, jadi daritadi Jane nya rewel jadi mungkin ga sempet buka hp


📞 Oh gitu ya kak, yaudah makasih ya, aku tutup telfonnya


📞 Iya assalamualaikum


📞 Waalaikumsalam


Percakapan pun berakhir, saat hendak menaruh Seojun ke ranjang bayi, tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.


Tok tok tok


Lalu Nanta pun membukakan pintu kamarnya dengan menggendong Seojun.


"Ibu? Ada apa?" Tanya Nanta.


"Ngga ada sih, cuma mau bilang kalo besok ibu pulang ke Indonesia" ucap Yuliana.


"Oh gitu, kenapa pulangnya buru buru banget, kan ibu baru Dateng kemarin"


"Ya ga enak aja lama lama dirumah besan" jawab Yuliana kemudian duduk di bibir ranjang.


"Boleh gendong?" Pinta Yuliana.


"Boleh lah" jawab Nanta dengan memberikan baby nya ke sang nenek.


"Bu, titip Seojun bentar ya, aku mau ke kamar mandi dulu, mau buang air kecil, gapapa ya?"


"Iya gapapa"

__ADS_1


Lalu Nanta pun menuju ke kamar mandi.


'kesempatan' gumam Yuliana.


Lalu Yuliana menaruh Seojun diatas ranjang, dengan perlahan ia membekapnya dengan bantal.


Oek! Oek! Oek!


Suara tangisan Seojun terdengar keras didalam kamar.


"Lebih baik kamu mati!!!" Ucap Yuliana dengan terus menekan bantal tersebut.


Bruak!!


Nanta mendobrak pintu kamarnya yang terkunci.


"Ibu!!!" Bentak Nanta melihat kelakuan sang ibu didepan matanya.


Seketika Nanta pun mendorong Yuliana sampai tersungkur dilantai, lalu ia pun menggendong bayi nya yang wajahnya terlihat sangat merah.


"Kenapa ibu tega ngelakuin ini!! Dia cucu ibu!!" Bentak Nanta.


"Ibu ga Sudi punya cucu dari anak seorang pembunuh!" Bantah Yuliana.


"Siapa yang pembunuh ibu?"


"Dia!!!" Yuliana menunjuk kearah Yeon Dae yang sedang berdiri mematung didepan pintu kamar.


"Apa salahku?!!" Yeon Dae kebingungan dengan tubuh yang bergetar.


"Kamu yang telah membunuh suamiku!!" Ucap Yuliana berlari menuju kearah Yeon Dae dan mencekiknya.


"Ibu lepaskan!! Ibu!!" Nanta berteriak ketakutan.


"Akh...akhh" Yeon Dae kehabisan nafas lalu ia pingsan dengan badan yang tersungkur dilantai karena Yuliana saat mengetahui Yeon Dae kehabisan nafas ia membantingnya kearah lantai.


Yuliana pun turun kebawah dan mengunci dirinya didalam kamar.


Sedangkan Nanta, ia merasa panik dan segera menelefon dokter untuk datang kerumahnya.


Selang beberapa menit, dokter telah sampai dirumah, lalu ia segera memeriksa keadaan Yeon Dae, tak hanya Yeon Dae ia juga memeriksa keadaan bayi mungil yang kelihatan sedikit membiru.

__ADS_1


~•~


__ADS_2