
Balik lagi ke ceritaku, selamat membaca ~
Sesampai didepan rumah Hyeonjin.
Dalam mobil ~
"Hyeonjin gimana ini?, A-aku gugup" Ucap Kritsan dengan terus memegang tangan Hyeonjin.
Hyeonjin yang melihat Kritsan gemetaran berusaha menenangkannya.
"Udah tenang, papa ku ga segalak yang kamu kira, dan pasti orangtua ku merestui kok" ucap Hyeonjin dengan mengelus tangan Kritsan.
"Iya aku tau, tapi.... A-aku gugup gimana cara ngomongnya" ucap Kritsan dengan keringat yang terus menggelicir di wajahnya.
"Tarik nafas dalam dalam trus keluarkan perlahan lalu tenangkan pikiran dan hatimu"
Ucap Hyeonjin dengan tersenyum lembut.
"Oke oke"
Lalu Kritsan pun menuruti apa yang dikatakan Hyeonjin, seketika rasa gugup nya hilang perlahan.
Lalu Hyeonjin dan Kritsan pun turun dari mobil dan menuju masuk kedalam rumah, tepat di depan pintu rumah, Hyeonjin dan Kritsan disambut oleh Yejun yang sepertinya terlihat kesal.
"Kakak?" Ucap Hyeonjin terkejut.
"Apa?, Siapa dia?" Tanya Yejun dengan menunjuk ke arah Kritsan.
Kritsan pun segera menyikut Hyeonjin dan berbisik menanyakan siapakah Yejun.
"Dia siapa?" Tanya Kritsan berbisik.
"Kakakku" jawab Hyeonjin.
Lalu Kritsan pun mengangguk kecil.
'Keliatannya kakaknya galak, creepy ' batin Kritsan.
"Jawab siapa dia?!" Tanya Yejun.
"Saya pacarnya Hyeonjin" jawab Kritsan dengan tegas.
"Ohh jadi kamu udah punya pacar, pantes aja beberapa hari terakhir kamu sering pulang malem, ngapain aja kalian berdua?, Jangan Sampek aku denger kalian melakukan hal hal itu" Ucap Yejun sedikit kesal.
"Kak tenang kak, kita baru pacaran 2 hari kok, selama ini kita berteman ya kan, kita ga pernah ngelakuin hal hal itu, kita masih normal kok kak ga akan ngelakuin hal itu sebelum nikah, kakak jangan salah paham dulu dong" jelas Hyeonjin.
Sebelum Yejun menjawab perkataan Hyeonjin, tiba tiba mama datang dari belakang Yejun.
__ADS_1
"Ada apa sih kok ribut ribut" ucap Mama dengan menepuk pundak Yejun.
"Ma ternyata anak perempuan satu satunya mama ini yang sering pulang malem ternyata udah punya pacar, aku takut mereka ngelakuin sesuatu" ucap Yejun.
"Ehh kak jangan asal nuduh dong kalo ga ada bukti, selama ini kita pulang malem cuma ngobrol di cafe kadang ditaman kota" jelas Hyeonjin dengan nada tinggi.
Setelah mama menoleh dan melihat ke arah Kritsan, ia pun terkejut.
"Dokter!!" Ucap mama Terkejut.
"Dokter?, Mama kenal sama dia?" Tanya Yejun.
"iya, dia dokter yang udah ngerawat mama waktu di Thailand, yang kaki mama retak habis kecelakaan itu, dia orang baik ga mungkin ngelakuin hal seperti itu sama adek kamu, kamu jangan asal tuduh" ucap Mama.
"Mama bener bener setuju kalo Hyeonjin pacaran sama dia, apalagi dia jadi mantu mama" ucap Mama.
"Noh kan kak apa kata mama, makanya kalo ga ada bukti jangan asal tuduh wlee" ucap Hyeonjin meledek Yejun.
Akhirnya Yejun pun pasrah akan kekalahannya dan berpura pura meminta maaf kepada Kritsan, Kritsan pun langsung memaafkannya.
"Silahkan masuk" ucap mama mempersilahkan Kritsan masuk ke rumah.
Yejun yang berjalan dibelakang bersama Kritsan lalu ia membisikkan sesuatu pada Kritsan.
"Jangan macem macem kamu sama adek ku" Ancam Yejun kepada Kritsan dengan mengecilkan suaranya.
Kritsan hanya membalasnya dengan anggukan kecil.
"Pelayan!!......pelayan!!" Teriak Mama memanggil manggil pelayan.
Tak lama pelayan pun datang.
"Tolong buatin minuman es sirup 4, dan tolong panggilin tuan suruh dia kebawah karena ada tamu" ucap mama kepada asisten rumah tangganya itu.
"Baik nyonya" jawab Pelayan tersebut.
Lalu pelayan tersebut kembali ke dapur dan tak lupa untuk memanggil tuannya itu.
Lalu papa pun turun dari lantai 2 dan menuju ke ruang tamu.
"Papa" sapa Hyeonjin.
"Siang om, om apa kabar?" Sapa Kritsan.
"Iya, kabar saya baik..... Kamu siapa ya?, Saya belum pernah liat muka kamu?" Tanya Papa.
"Jadi dia itu calon mantu kita pa" ucap Mama.
__ADS_1
"Hah mantu?, Kenapa kamu ga bilang?, Bukannya Hyeonjin kita jodohin sama anak keluarga Ji ya?" Ucap papa Penuh pertanyaan.
"Iya emang, tapi kalo Hyeonjin punya pilihannya sendiri ya udah kita batalin aja perjodohannya, lagian Hyeonjin dan Ji Hoon kan ga saling cinta" Jelas mama.
"Ya sudah kalo itu keputusan mama" ucap Papa.
"Om izinkan saya jadi pacar Hyeonjin, tapi sebelum itu saya mau bilang sejujurnya bahwa kita beda agama" jelas Kritsan.
"Beda agama?" Tanya Yejun, mama dan papa bersamaan.
"I-iya ka-kalo kalian ga se-setuju sa-saya akan menjauhi Hyeonjin dan ga akan berhubungan la-lagi sama Hyeonjin" ucap Kritsan terbata bata.
Papa pun tertawa terbahak bahak melihat seorang pemuda didepannya terlihat gugup.
'Lah ketawa?, kenapa?, emang ada yang lucu?' batin Kritsan penuh pertanyaan.
"Biasa aja ga usah gugup, anggap aja saya papa kamu, saya merestui hubungan kalian meski kalian beda agama, kita ga akan mengekang Hyeonjin, apapun yang membuat Hyeonjin bahagia, kita akan turuti, Yejun pun sama dia menikahi gadis yang beda agama dengannya dan kita merestuinya bahkan kita juga menyayangi menantu kita ya kan ma, tapi sayangnya ia tak tinggal disini, dia memilih tinggal di negaranya karena merawat ibunya" ucap Papa panjang lebar.
"Jadi direstui om?" Tanya Kritsan lagi meyakinkan perkataan papa.
Papa membalasnya dengan anggukan dan mama pun tersenyum ramah kepada Kritsan.
"Makasih om.... Makasih tan" ucap Kritsan dengan mencium tangan mama dan papa Hyeonjin.
"Pa sebenarnya dia dokter yang udah ngerawat mama waktu dithailand loh, mama bener bener setuju kalo Hyeonjin berhubungan dengan dia, mama sih berharap mereka segera menikah" ucap mama.
"Wahh really?" Tanya Papa dengan menatap Kritsan.
"Iya om" balas Kritsan dengan tersenyum.
"Kalian berpacaran sudah berapa lama?, Dan kamu orang mana?, Dan apa agama mu?" Tanya Papa.
"Kita baru berpacaran 2 hari, tapi kita sudah lama berteman, saya berkewarganegaraan Thailand tapi sejak bulan kemarin saya tinggal dan bekerja di Indonesia karena ibu saya orang Indonesia, agama saya Islam" jawab Kritsan.
"Ohh jadi gitu, kamu ke Korea ngapain?, Dan sejak kapan?" Tanya Papa lagi.
"Saya ditugaskan ke Korea dari pihak rumah sakit selama 3 Minggu, dan besok saya akan kembali ke Indonesia" jawab Kritsan.
"Jadi bentar lagi kalian LDR an?" Tanya Yejun yang sedari tadi hanya diam.
"Iya" jawab Hyeonjin dan Kritsan bersamaan.
"Brarti sama dong kayak kakak, kalian harus tetap setia dan jaga hati loh" saran Yejun.
"Siap kak" jawab Hyeonjin.
Setelah lama mengobrol, lalu Kritsan pun berpamitan untuk pulang Karena hari sudah mulai sore.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak, Like and Komen Tq🌼🌼.
Tetep jaga kesehatan✨.