Kedua Suamiku

Kedua Suamiku
Rahasia?


__ADS_3

Sore hari telah tiba, keluarga kecil tersebut berkumpul bersama di sebuah ruang tamu.


Saat kedua anak mereka sibuk bermain ponselnya, Nanta mengajak Yejun ke kamar untuk meminta izin menjenguk ibu nya.


"By besok ibu bebas, apa aku boleh....." Ucap Nanta menggantungkan ucapannya.


"Eum?"


"Apa aku boleh ke Indonesia jenguk ibu, kalo ga boleh juga gapapa kok" ucap Nanta dengan pasrah.


Yejun menghela nafas panjang.


"Iya boleh, besok kita kesana sekeluarga, nanti aku beliin tiketnya, lagian Seojun dan Anjun sama sekali belum pernah ke Indonesia" ucap Yejun, sebenarnya ia berat hati untuk bertemu dengan sang mertua.


"Makasih ya" ucap Nanta dengan memeluk erat sang suami.


Yejun mengecup kening Nanta cukup lama, kemudian keduanya kembali ke ruang tamu.


"Anak anak!" Panggil Nanta.


Kedua bocah tersebut mendongak karena mendapat panggilan dari mama nya.


"Iya ma?" Ucap Seojun dan Yeonjun kompak.


"Besok kita pergi ke Indonesia jenguk nenek, kalian seneng ga?" Ucap Nanta dengan wajah sumringah.


"Beneran ma?" Seojun membulatkan matanya menatap ke arah kedua orang tuanya.


"Iya" jawab Nanta dan Yejun bersamaan.


"Yeay!! Akhirnya kita ke Indonesia, aku penasaran gimana wajah nenek" ucap Yeonjun bersorak ria.


"Nenek cantik" jawab Nanta.


"Ma pa, sekolah kita gimana?" Tanya Seojun.


"Nanti mama izinin ya"


"Oke"


"Ma pa, kenapa ga dari dulu kita diajak ke Indonesia, kita kan juga penasaran sama nenek" tanya Yeonjun.


Seketika wajah Nanta dan Yejun berubah menjadi pucat, entah apa yang akan mereka jawab.


"Kenapa kalian ga jawab?" Tanya Seojun.

__ADS_1


"Kalian tau sendiri kan kalo papa sibuk banget, jadi... ga bisa ajak kalian ketemu nenek" jawab Nanta jelas berbohong karena tak ingin anaknya mengetahui tentang neneknya yang amat sangat jahat.


"Oh iya ya" jawab mereka berdua.


****


Keesokan pagi nya, keluarga kecil tersebut pergi ke bandara diantar oleh pamannya yang tak lain adalah Dejun.


"Makasih ya udah anterin kita" ucap Yejun dengan mengelus pundak adiknya.


"Iya kak sama sama"


"Makasih juga udah dikasih izin cuti untuk 3 hari" tambah Yejun.


"Santai lah kak" jawab Dejun dengan merangkul kakaknya.


"Ya udah kita masuk dulu"


"Om makasih, cepet nikah ya" ledek Seojun.


"Hiss anak kecil udah diem" ucap Dejun dengan menyentil dahi Seojun pelan.


Seojun dan Yeonjun pun mencium punggung tangan pamannya dan mereka berjalan mengekori kedua orang tuanya.


"Hati hati kak, semoga selamat sampai tujuan!!! Kalo udah Sampek jangan lupa kabarin!!" Teriak Dejun agar terdengar oleh Yejun.


Setelah 10 menit menunggu, akhirnya pesawat dengan tujuan ke Indonesia mulai terdengar pengumuman keberangkatannya.


Mereka berempat segera menuju ke pesawat dan mencari tempat duduk yang tertera dalam tiket.


"Bismillah semoga selamat sampai tujuan" ucap mereka berempat bersamaan.


Pesawat pun mulai melaju perlahan, sampai akhirnya 7 jam perjalanan tak terasa, semua penumpang telah sampai dengan selamat di bandara Soekarno Hatta.


Semua segera turun dari pesawat termasuk juga Nanta, Yejun, Seojun dan Yeonjun.


Tak lupa dengan pesan sang adik, Yejun segera menelefon Dejun memberi taunya bahwa mereka berempat telah sampai dengan selamat.


Setelah menelefon Dejun, keluarga tersebut menaiki taxi menuju ke rumah Yuliana.


Sesampai didepan rumah dengan gerbang terbuka lebar begitu juga pintu yang terbuka lebar.


"Ini rumah nenek?" Tanya Yeonjun dengan menoleh ke arah mamanya.


"Iya" jawab Nanta.

__ADS_1


"Wahh lumayan besar juga"


"Yaudah yuk masuk" ajak Nanta.


Keluarga tersebut berjalan masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum" salam keempat orang tersebut saat memasuk rumah.


"Waalaikumsalam" balas seorang wanita paruh baya yang duduk di sofa kebesarannya.


Betapa terkejutnya wanita tersebut melihat kedatangan keluarga kecil tersebut, ia merasa sangat senang, mendekamnya di penjara membuat Yuliana sadar akan semua kesalahannya, dan akan menerima Yejun sebagai menantunya.


"Kalian!!" Teriak wanita paruh baya tersebut sambil memeluk erat kedua cucunya.


"Ini nenek?" Tanya Seojun dan Yeonjun tak menolak pelukan Yuliana.


"Iya ini nenek sayang" ucap Yuliana dengan meneteskan air matanya.


Melepas pelukannya, ia beralih memeluk anak semata wayangnya tersebut.


"Ibu kangen sama kamu, maafin kesalahan ibu selama ini ya sayang" ucap Yuliana dengan menghujani wajah Nanta dengan kecupan.


"Iya ibu, Nanta udah maafin ibu kok" jawab Nanta dengan melepas pelukannya.


Yuliana berjalan kearah Yejun dan menggenggam tangannya.


"Maafin ibu ya, ibu janji ga akan berbuat jahat lagi, ibu sudah mau nerima kamu sebagai menantu ibu" ucap Yuliana.


"Dan satu lagi.... Ibu akan mengganti perusahaan kamu yang tiada dengan semua restoran milik ibu, ibu sudah tak membutuhkannya, ibu sudah tua" tambah Yuliana.


"Yejun ga bisa nerima pemberian ibu, maaf" tolak Yejun dengan melepas genggaman Yuliana.


"Kenapa?, Tapi kamu memaafkan ibu kan?"


"Ya, saya memaafkan ibu, tapi saya ga bisa nerima pemberian ibu karena saya ga akan mengambil apa yang bukan dari hasil kerja keras saya" kekeh Yejun.


"Yasudah, biar restoran ibu akan ibu bagi pada ketiga cucu ibu" ucap Yuliana.


"Tiga? Cucu ibu kan hanya Seojun dan Yeonjun" Yejun merasa heran.


"Tidak!! Saatnya semua tau rahasia ini, izinkan ibu membongkarnya ya Nanta" ucap Yuliana sembari menoleh ke arah Nanta yang duduk disofa.


Dengan pasrah Nanta pun mengangguk.


"Jadi apa rahasianya ibu?" Tanya Yejun penasaran.

__ADS_1


"Dulu....."


~•~


__ADS_2