Kedua Suamiku

Kedua Suamiku
Melahirkan


__ADS_3

5 bulan kemudian tepat sehari sebelum waktu melahirkan yang ditentukan oleh dokter.


"Ma kok punggung bawahku panas ya?" Tanya Nanta kepada sang mertua yang sedang duduk berdampingan dengannya.


"Emang gitu sayang, kalo mau lahiran pasti pungguh bawah terasa panas" ucap mama sambil memijitnya perlahan.


"Tapi ini makin lama makin panas, terus perut aku sakit ma" ucap Nanta dengan meringis kesakitan.


"Jangan jangan kamu mau lahiran sekarang, tapi kata dokter waktu lahirannya kan besok, yaudah cepet kita ke rumah sakit" ucap Mama merasa panik.


Lalu keduanya pun menuju ke rumah sakit dengan menaiki mobil pribadi dan diantar oleh supir pribadi.


"Cepetan pak!" Ucap Mama sambil menepuk pundak bapak supir tersebut.


Sebelum sampai dirumah sakit, mama terlebih dahulu menghubungi anaknya.


๐Ÿ“ž Ada apa ma?


๐Ÿ“ž Istri kamu mau lahiran


๐Ÿ“ž Beneran ma?, Sekarang mama sama Nanta masih dirumah apa dirumah sakit?


๐Ÿ“ž Iya, mama sama Nanta ada diperjalanan menuju ke rumah sakit, kamu langsung ke rumah sakit mentari saja ya nak


๐Ÿ“ž Iya ma


Tak lama keduanya telah sampai dirumah sakit, mama segera membawa Nanta ke ruang IGD.


"Nanta mana ma? Hah... Hah..." Tanya Yejun dengan tergesa gesa akibat berlarian.


"Nanta masih diruangan"


Beberapa detik kemudian suster keluar ruangan menanyakan keluarga pasien.


"Suami ibu Nanta?!" Tanya suster tersebut.


"Saya sus" jawab Yejun.


"Mari masuk kedalam" ucap suster tersebut.


Yejun pun mengangguk dan masuk kedalam ruangan.


"Gimana keadaan istri saya dok?" Tanya Yejun dengan khawatir.


"Tuan Yejun, istri anda baru pembukaan 6 jadi masih lama lagi, dan air ketubannya juga belum pecah jadi masih aman, coba bawa istri anda jalan jalan dulu, 30 menit kemudian bawa kesini lagi, kita periksa sudah pembukaan berapa" Tutur Dokter tersebut.

__ADS_1


"Baik dok terimakasih" ucap Yejun.


Lalu Yejun dan Nanta pun berjalan jalan, hanya didalam rumah sakit saja, Yejun menuntun sang istri dengan sangat hati hati.


30 menit kemudian.


"By aku capek, kita istirahat dulu ya" pinta Nanta.


Yejun pun mengangguk menuruti permintaan sang istri.


Tiba tiba keluar cairan bening dari bawah, membasahi gamis yang dikenakan oleh Nanta, dan perutnya pun mulai berkontraksi.


"By, aku mules banget, ayo kita kembali ke ruangan" ucap Nanta merasa tak tahan akan sakit yang ia rasa.


Lalu yejun langsung menggendong sang istri kedalam ruang bersalin Tak lagi di IGD.


"Dok cepat dok!! Istri saya mau lahiran" ucap Yejun dengan paniknya.


"Baik" jawab dokter tersebut lalu segera menangani Nanta.


Lalu dokter pun mulai memeriksa Nanta, " sudah pembukaan 9 Sus, mari kita Persiapkan semuanya" ucap dokter tersebut.


Lalu proses melahirkan pun dimulai dengan dibantu doa oleh anggota keluarga.


****


"Baik" jawab Yejun dengan mengangguk.


Lalu ia pun mulai memberi semangat kepada sang istri, sambil terus menggenggam tangan kanannya.


"Maaf Bu Nanta jangan mengejan dulu karena pembukaan masih belum sempurna, ikuti arahan kami, rileks tarik nafas lalu keluarkan perlahan" ucap Suster dengan memimpin jalannya proses melahirkan.


Nanta pun mengangguk.


"Siap sus, sekarang pembukaan sudah lengkap" ucap dokter.


"Baik dok"


"Ibu Rileks, sekarang ikuti aba aba saya, jika kontraksi mulai terasa ibu boleh mengejan"


Ucap dokter tersebut.


Kontraksi terasa kembali, seperti arahan dokter, ia pun mengejan sekuat kuatnya, sambil menahan rasa sakit, ia mencengkram bahu Yejun, sampai terdapat banyak luka Disana.


Tetapi Yejun tak memperdulikannya, yang ia pedulikan sekarang hanya keselamatan istri dan anaknya.

__ADS_1


Yejun merasa sangat hancur saat melihat sang istri merasa kesakitan.


"Akh... Ah... Ehmm" Nanta terus mengejan dengan badan dipenuhi keringat.


"Ayo Bu, sebentar lagi bayi nya akan keluar" ucap Dokter.


Beberapa menit kemudian, bayi laki laki keturunan keluarga Lee telah lahir dimuka bumi ini.


Oek oek oek


"Selamat bayinya laki laki ya Bu, tuan" ucap dokter tersebut dengan menunjukkan bayi yang masih berlumuran darah.


"Alhamdulillah terimakasih dok" ucap sepasang suami istri tersebut dengan perasaan lega bercampur bahagia.


Bayi yang selama ini ditunggu tunggu kehadirannya, sekarang telah terlahir membawa kebahagiaan bagi keluarga besar Lee.


Setelah bayi dibersihkan dari lumuran darah, Yejun pun langsung menggendongnya dan mengadzani nya dengan air mata bahagia yang menetes deras.


****


"Tampan sekali cucu kakek" seru Papa sambil menggendong cucu laki laki yang beru lahir tersebut.


Semuanya telah berkumpul di ruang perawatan karena Nanta telah dipindahkan, terlihat kebahagiaan terpancar dari wajah papa, mama, Dejun, Yejun dan Nanta.


Mereka menimang nimang bayi laki laki tersebut secara bergantian dengan perasaan bahagia.


"Ma, tolong cepat kabari Hyeonjin dan suaminya akan kabar gembira ini" pinta papa.


"Baik pa, tadi kita belum sempat mengabarinya, karena kita terlalu panik" ucap mama dengan tersenyum dan langsung mengabari putrinya.


"Ibu kamu sudah dikasih kabar nak?" Tanya mama kepada Nanta.


"Belum ma, nanti aku kabari" jawab Nanta.


"Yasudah" ucap mama dengan mengangguk


"Mau kalian kasih nama siapa cucuku ini?" Tanya papa penasaran.


"Sudah kupikirkan bahwa, Yejun junior ini akan ku beri nama Lee Seojun" ucap Yejun.


"Bagaimana? Baguskan?"


Semua mengangguk mengatakan bahwa nama yang diberikan Yejun cukup bagus untuk anak pertamanya.


~โ€ข~

__ADS_1


Maaf semua ini ceritanya aku percepat๐Ÿ™๐Ÿ™, agar ceritanya ga berbelit Belit dan langsung ke intinya aja, dan maaf kalo ceritanya sedikit kurang menarik atau ga masuk akal, disini aku sebagai pemula masih banyak kesalahan mohon dimaklumi๐Ÿ™๐Ÿ˜Š.


Terimakasih untuk yang sudah memberikan like, hadiah dan vote, dan juga terimakasih selama ini udah setia menjadi pembaca diceritaku ini, semoga sehat slalu๐Ÿ˜˜๐Ÿค—.


__ADS_2