Kedua Suamiku

Kedua Suamiku
Jangan peluk aku


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, Nanta telah bangun dari tidurnya.


"Kenapa pusingnya masih ada" ucapnya dengan terus memijit pelipis kepalanya.


Lalu Nanta pun turun kebawah menuju dapur, ia menuruni anak tangga dengan sangat hati hati.


Sesampai di dapur ~


Nanta menemui ART yang tadi memberinya minum.


"Mbak, kok kepala ku pusing ya?" Tanya Nanta.


"Mungkin.... no-nona kecapek an" jawabnya terbata bata.


"Masa sih? Tapi kan aku ga ngapa ngapain masa kecapean sih" Nanta membantah.


"Nona istirahat aja tiduran, siapa tau nanti pusingnya hilang" jawab ART tersebut.


"Aku ini bangun tidur tapi tetep aja pusingnya, tadi habis minum air putih yang kamu kasih tiba tiba langsung pusing!!" ucap Nanta dengan nada tinggi.


"Ma-maaf non, sa-saya ga kasih apa apa ke minuman nona"


"Iya saya percaya kamu ga kasih apa apa ke minuman saya kok" ucap Nanta kemudian pergi meninggalkan ART tersebut.


'Sebenarnya saya tidak tega tapi saya harus membalas dendam saya, perlahan saya akan menghancurkan kamu, saya akan membunuh bayi kamu' gumam seseorang dengan terus menatap Nanta dari kejauhan dengan penuh kebencian.


"Aduh pusing banget sih" ucap Nanta mengeluh dengan terus memijit pelipis kepalanya.


Nanta pun melihat ke arah jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul 16.30 ia pun terkejut dan langsung segera menuju ke kamar mandi untuk mandi setelah itu mengambil air wudhu kemudian ia melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Setelah selesai sholat, ia kemudian duduk di sofa dekat ranjangnya sambil bermain ponsel karena rasa pusing dikepalanya sudah mulai hilang.


Ia menelepon sang suami.


📞 assalamualaikum, By


( Ucap Nanta dengan nada manja )


📞 Waalaikumsalam, iya apa?


📞 Kapan pulang, jangan malem malem kan kamu udah janji ga bakal pulang malem


📞 Iya by bentar lagi pulang kok, mau aku bawain sesuatu?


📞 Aku ga butuh sesuatu, yang aku butuhkan cuma kamu, kamu cepetan pulang


📞 Iya iya aku pulang sekarang deh, aku tutup dulu ya tunggu aku dirumah


📞 Oke assalamualaikum, hati hati di jalan by


📞 Iya waalaikumsalam i love you


📞 Love you to


Percakapan pun berakhir, 15 menit kemudian Yejun pun telah sampai dirumah, ia langsung menemui Nanta di kamar.


"Aku pulang!!" Ucap Yejun dengan merentangkan tangan bertujuan agar Nanta memeluknya.


"Mandi dulu, kamu bau kecut" ucap Nanta dengan mencubit hidungnya.

__ADS_1


"Tumben ga mau peluk dulu, biasanya meskipun aku bau kecut kamu tetep mau peluk" ucap Yejun sedikit kecewa sambil melepas jas nya.


"Cepet masuk kamar mandi by, aku mau muntah tau!!"


"Iya iya aku masuk, awas kalo aku udah wangi jangan peluk peluk aku"


"Peluk!!" Ucap Nanta merengek.


Yejun tak memperdulikan Nanta yang sedang merengek, ia tetap melanjutkan berjalan menuju ke kamar mandi, dalam hati ia sangat tertawa puas.


Selesai mandi ia menghampiri Nanta yang sedang duduk diranjang dengan menyelonjorkan kakinya, Yejun pun tidur dipangkuan Nanta.


"By mulai sekarang kalo pulang kerja mandi dulu ya jangan peluk aku, aku mual tau" ucap Nanta dengan mengelus rambut Yejun.


"Iya iya, tapi kalo aku udah wangi jangan peluk aku ya" balas Yejun sengaja ingin menggoda sang istri.


"Yahh by kok gitu sih"


"Ahahhaha ngga by bercanda, kamu boleh peluk aku kok" ucap Yejun bangun dari tidurnya kemudian merentangkan tangannya.


Dengan cepat Nanta pun langsung memeluk Yejun dengan erat serasa tak ingin melepaskannya.


"Nyaman banget by" ucap Nanta dengan mempererat pelukannya.


Yejun hanya tersenyum dengan mencium pucuk rambut Nanta.


Setelah cukup lama berpelukan mereka pun mulai melepaskan pelukannya kemudian Yejun pun memulai mencium bibir Nanta yang lama kelamaan menjadi sebuah ******n sampai akhirnya semua berakhir dengan adanya suara dering ponsel Nanta.


"Ganggu aja!!" ucap Yejun kesal.


"Bentar ya by aku angkat dulu takutnya penting" ucap Nanta dengan mengelus lengan Yejun kemudian mengambil ponselnya yang berada di etalase.


'gimana ini? aku angkat ga ya? mana ada mas Yejun lagi ' merasa bingung.


"Hmmm... By a-aku keluar dulu ya" ucap Nanta buru buru keluar menuju balkon.


📞 Assalamualaikum, ada apa kamu telfon aku?


📞 Waalaikumsalam, Kayla sakit, dia cariin kamu terus, dia panggil panggil nama kamu terus


📞 Kayla sakit? Mana Kayla aku mau ngomong sama dia


📞 Ga bisakah kamu pulang? 1 hari aja buat nemenin Kayla


📞 Aku ga bisa soalnya aku lagi hamil, biar aku bicara sama Kayla lewat telefon aja ya


📞 Yaudah


Lalu Khaindra pun memberikan handphonenya ke Kayla.


"Ini mama kamu sayang" ucap Khaindra.


"Mama?" Tanya Kayla.


Khaindra pun mengangguk.


📞 Mama!! Hiks hiks


( ucap Kayla dengan menangis )

__ADS_1


📞 Kayla ini mama nak, kamu yang sehat ya sayang, makan yang banyak oke kalo Kayla sehat mama pulang


📞 Kayla kangen sama mama, mama kok pergi ga pulang pulang, kapan mama pulang?


📞 Mama juga kangen sama kayla, kapan kapan mama pulang ya nak


📞 Aku pingin tidur sama mama, aku pingin dipeluk sama mama hiks hiks


( Kayla terus menangis menginginkan ibunya kembali )


Mendengar ucapan Kayla, Nanta pun meneteskan air matanya.


📞 Mama juga pingin banget peluk kamu sayang, nanti kalo ada waktu mama kesana ya, kamu yang sehat ya sayang, makan yang banyak, kamu yang nurut sama papa Khai sama mama Diana ya nak


📞 Iya ma, tapi aku kangen mama


Karena tak tahan menahan tangis, Nanta pun mematikan telfon tersebut dan berlari menuju kamar mandi dengan terus meneteskan air matanya.


'Mama kangen sama kamu Kayla' batin Nanta.


Setelah cukup lama di kamar mandi mengeluarkan semua air matanya merindukan sang anak yang jauh darinya, ia pun mengusap air matanya dan ia berusaha menahan air matanya yang akan keluar, ia mencuci muka dan kemudian keluar dari kamar mandi.


"Kamu kenapa by? Kok lari ke kamar mandi, trus kenapa lagi mata kamu kok sembab kayak habis nangis, kamu habis nangis ya?" Tanya Yejun penasaran.


"Iya aku lari ke kamar mandi soalnya ga tahan mau muntah" jawab Nanta.


"Trus mata kamu kok sembab?" Tanya Yejun lagi.


"Iya tadi banyak yang aku keluarin Sampek perutku sakit dan aku nangis" jawab Nanta berbohong.


"Ya udah sini aku pijitin, bentar lagi waktunya makan malam, kamu makan yang banyak, biar anak kita sehat" ucap Yejun dengan memijit bahu Nanta dengan penuh kasih sayang.


Beberapa menit kemudian makan malam tiba, Yejun dan Nanta turun kebawah menuju ke ruang makan.


"Mama sama papa kemana ya? Kok rumah sepi baget daritadi, aku kira dikamar tapi habis aku cari dikamar ternyata ga ada" ucap Yejun.


"Aku juga ga tau by mama sama papa pergi kemana, tadi pagi sih masih ada trus pas sore sore mama sama papa ga ada dirumah, apa mungkin mereka jenguk Dejun ya?"


"Maybe mereka jenguk Dejun, tapi kok ga bilang bilang ke kita ya"


"Ga tau, ntar kamu telfon mama atau papa, tanyain ke mereka, kemana mereka pergi"


"Iya deh, sekarang kita makan dulu yuk"


"Iya habis makan kita sholat trus tidur"


Setelah selesai makan malam, mereka berdua memutuskan untuk mengobrol sebentar di ruang tamu.


"Siapa yang telfon tadi by? Kok lama banget" tanya Yejun penasaran.


"A-anu I-itu yang telefon i-ibu tanyain kabar aku" ucap Nanta berbohong.


"Ohh gitu kirain siapa, kamu udah bilang ke ibu kalau kamu hamil?"


"Udah, ehmm by yuk sholat dulu, aku udah ngantuk nih" ucap Nanta mengalihkan pembicaraan.


Yejun pun mengangguk dan kemudian menuntun Nanta menaiki tangga menuju ke kamarnya.


Lalu mereka mengambil air wudhu secara bergantian, dan mereka pun melaksanakan sholat isya berjamaah, setelah sholat mereka pun tidur.

__ADS_1


~•~


__ADS_2