Kedua Suamiku

Kedua Suamiku
Cemburu


__ADS_3

Seperti biasa, Nanta bangun pagi menyiapkan sarapan untuk dirinya dan suaminya.


Sebelum Nanta membangunkan suaminya itu ia terkejut melihat suaminya yang ternyata berada dibelakangnya sejak tadi.


"Astagfirullah..... ngagetin aja, tumben udah bangun sebelum dibangunin" ucap Nanta dengan nada ketus sambil mengusap dada nya akibat terkejut tadi.


"Ya iya lah masa mau dibangunin terus ya malu lah" saut Khaindra.


"Gitu dong ga ngerepotin, mana dibangunin susahnya minta ampun" ucap Nanta sambil melirik tajam ke arah Khaindra yang sedang duduk di kursi meja makan.


"Udah ngocehnya??, Cepet duduk sini aku udah laper" ucapnya dengan nada ketus.


"Dibilangin" ucap Nanta dengan suara kecil yang masih terdengar oleh Khaindra.


"Ehhhem" Khaindra hanya berdehem sambil menggelengkan kepalanya perlahan.


Setelah sarapan mereka memilih mengobrol sebentar sebelum berangkat bekerja.


"Mas, aku mau telpon Mas Ye Jun dulu ya, bolehkan??" Tanya Nanta.


"Heem" jawab Khaindra singkat karena ia merasa cemburu.


"Beneran?" Tanya Nanta untuk meyakinkan Khaindra.


"Iya Nanta yang cantik" balas Khaindra sedikit kesal.


"Mas kesal ya??, Ehhem cemburu nih" goda Nanta yang membuat Khaindra Salah tingkah.


"Tau ah, aku mau mandi dulu" ucap Khaindra lalu pergi meninggalkan Nanta yang masih duduk di kursi meja makan.


Lalu Nanta segera menelepon Ye Jun.


📞 Ada apa sayang?


📞 Kangen ( ucap Nanta dengan nada manja )


📞 Ya udah alihkan aja ke video call


📞 Oke



Terlihatlah sang suami yang berada di Korea baru bangun tidur.


📞 Aku kangen banget sama kamu


📞Ya udah aku kesana ya


📞 Ehh jangan


📞 Kenapa?


📞 Takut kamu sibuk dan lagian kan kamu baru berapa hari pulang ke Korea


📞 Ya udah bulan besok aku ke Indonesia ya

__ADS_1


📞 Ehh jangan


📞 Kenapa lagi??


📞 Aku aja yang kesana, aku kangen sama mertua dan adik adik ipar, ohh iya lupa aku juga kangen sama kamu kok


📞 Ya udah kamu kalo udah siap mau ke Korea bilang sama aku, nanti aku beliin tiket pesawatnya ya


📞 Iya sayangku tercinta, ya udah aku mau berangkat kerja dulu ya byee, kamu yang giat kerja nya jangan lupa jaga hati


📞 Oke siap ibu negara


Lalu percakapan pun berakhir.


Khaindra yang sedari tadi mendengarkan percakapan antara Nanta dan Ye Jun, hatinya bagai di sayat sayat, hati nya sangat sakit mendengar sang istri memanggil sayang terhadap suami satunya sedangkan memanggil dia hanya sebutan mas terkadang salah menyebut dengan sebutan om.


"Nanta!!!!" Panggil Khaindra.


"Iya ada apa?" Saut Nanta.


"Bantuin aku pakein jas"


"Pake jas aja ga bisa?" Ucap Nanta dengan menaikkan satu alisnya.


"Kamu kan istriku jadi harus nurut apa yang diperintah suami, cepet bantuin aku"


"Manja banget" ucap Nanta kesal dengan memutar memutar bola matanya.


Selesai memasangkan jas, lalu Nanta bersiap untuk menuju ke restoran.


"Kamu mau ke Korea bulan besok?" Tanya Khaindra memecahkan keheningan.


"Hmmm" jawab Nanta singkat dengan mengangguk pelan.


"Jangan lama lama"


"Kenapa??" Ucap Nanta dengan nada ngegas.


"Ya aku kan suami mu masa harus ditinggal lama, sendiri lagi dirumah"


"Mas Ye Jun kan suami ku juga, malahan aku lebih lama tinggal sama kamu daripada sama mas Ye Jun, gitu masih iri" ucap Nanta sambil melirik ke arah Khaindra.


'iya ya, Nanta kan lebih sering sama aku, ngapain aku iri' Batin Khaindra.


"Ya udah sepuas kamu aja mau lama pun serah"


"Ya udah aku mau tinggal dikorea selama 1 tahun, oke" balas Nanta dengan senyum smirk nya.


"Jangan!!"


"Katanya lama pun serah, giliran gini ga dibolehin" sindir Nanta.


"Pokok nya paling lama 2 Minggu titik"


"Hmmm ya oke" ucap Nanta pasrah tak ingin berdebat lagi.

__ADS_1


Sesampai di restoran Nanta pun segera turun dari mobil dan tak lupa mencium punggung tangan sang suami.


"Nanti aku yang jemput kamu, kita makan direstoran ini aja" ucap Khaindra dengan muka datar.


"Hmmm" jawab Nanta singkat padat dan jelas dan langsung masuk kedalam restoran.


Khaindra selama diperjalanan menuju Rumah Sakit ~


"Aku ga rela kamu ke Korea, Nanta" ucapnya berbicara sendiri.


"Aku ga mau jauh jauh dari kamu, aku cemburu kalo kamu lebih Deket sama suami kamu yang satu nya" oceh Khaindra.


'kenapa aku egois?, dia juga suami Nanta, Nanta hanya ingin bersikap adil dan kenapa aku merasa iri' batin Khaindra.


Tak lama Khaindra pun sampai di Rumah Sakit Umum, dan disapa oleh dokter cantik keturunan Pakistan.


"Pagi dokter Khai" sapa dokter cantik tersebut yang bernama Riana dengan senyuman manisnya.


"Pagi" jawab Khaindra singkat dan langsung meninggalkan Riana.


Sesampai di ruangannya, Khaindra disapa oleh sahabatnya yang sama sama pindahan dari Thailand.


Namanya Kritsan atau biasa dipanggil Krit, dia seorang dokter muda nan tampan yang sama seperti Khaindra blasteran Indonesia Thailand, dia adalah sahabat Khaindra sejak kecil.


"Hei Khai, Gimana sikap istri lu?, Apa dia tetep cuek?" Tanya nya.


"Sama kek biasa, cuek" jawab Khaindra dengan muka datar.


"Sabar aja, mungkin suatu saat nanti dia bakal jatuh cinta sama lu, dan sifat cueknya akan hilang perlahan"


"Semoga aja" jawab Khaindra.


'alah mana mungkin Nanta cinta sama aku, mungkin Nanta ga akan pernah bisa cinta sama aku, nikah sama aku aja terpaksa' batin Khaindra dengan sedikit kesal.


"Ya udah bro, gw ke ruangan gw dulu ya, byee semoga berhasil menaklukan hati istri lu" ucap Kritsan memberinya semangat.


"Yoi" Balas Khaindra.


Tak terasa sudah pukul 16.00 waktunya pulang, Khaindra segera pulang menaiki mobil kesayangannya itu menuju ke restoran untuk menjemput istri tercintanya.


Sesampai di restoran, ia melihat sang istri sedang duduk di meja pelanggan sedang menunggu dirinya, entah kenapa hatinya sangat berbunga bunga saat tau istrinya sedang menunggunya di meja pelanggan.


"Kamu nunggu lama?" Tanya Khaindra.


"Iya" jawab Nanta singkat.


"Maaf soalnya lagi banyak pasien yang harus aku tangani, kamu udah pesen makanan belum?" Tanya Khaindra dengan nada lembut.


" Aku udah pesen kok makanannya, seharusnya kalo kamu capek biar asisten kamu aja yang jemput aku, kamu langsung pulang aja kerumah, kamu kan habis nanganin pasien banyak pasti lah capek" jawab Nanta dengan nada lembut.


"Iya istriku" ucap Khaindra dengan mencubit hidung mancung Nanta.


'apaan sih ni om om' batin Nanta merasa geli.


Lalu tak lama makanan dan minuman yang mereka pesan pun tiba, dan mereka pun segera makan, setelah makanan habis keduanya memutuskan untuk langsung pulang kerumah.

__ADS_1


__ADS_2