Kedua Suamiku

Kedua Suamiku
KS 58


__ADS_3

6 Bulan kemudian, genap 4 bulan usia kandungan Nanta, rencana hari ini mereka akan menuju ke rumah sakit untuk periksa kandungan Nanta.


Sesampai di ruang kandungan, pemeriksaan segera dilaksanakan, terlihat janin didalam rahim Nanta sudah mulai ada pergerakan, janin aktif hingga pergerakan sangat terasa.


Beberapa menit telah berlalu, keduanya sudah berada didalam mobil, sebelum melajukan mobilnya, Nanta meminta sesuatu yang cukup aneh, ia ingin bermain sebuah skate board, padahal ia sendiri tak bisa memainkannya.


"Boleh ya by" pinta Nanta dengan wajah memelas.


"Tapi kan kamu ga bisa main skate board, kalo kenapa kenapa sama bayi kita gimana?, Kamu ga boleh kecapek an sayang" tolak Yejun karena ia tak mau terjadi apa apa pada anak dan istri nya.


"Ngga akan kenapa kenapa, percaya sama aku"


"Tapi...." Menggantungkan ucapannya.


"Tapi apa hah?" Ucap Nanta dengan wajah jutek lalu menyilangkan kedua tangannya didadanya.


"Udah pulang aja lah, kamu minta nya yang aneh aneh, bahaya tau sayang, kalo kamu jatuh gimana?" tolak Yejun sambil melajukan mobilnya perlahan keluar dari parkiran.


Nanta pun langsung mengerucutkan bibirnya dan membuang muka ke arah jendela.


"Ngambek nih?"


"...." Tak ada balasan dari Nanta.


"Sayang, mau makan dulu apa langsung pulang?" Tanya Yejun.


"...." Tetap tak ada balasan dari Nanta.


"Ehmm.... Yaudah deh iya aku turutin kamu, kita beli skate board nya aja, nanti kamu main di halaman belakang rumah sama aku, tapi jangan lama lama, kamu ga boleh kecapek an"

__ADS_1


"Beneran nih?" Tanya Nanta meyakinkan.


"Beneran lah daripada kamu ngambek sama aku, aku dicuekin"


"Yeayy makasih sayangku" ucap Nanta kegirangan sambil mencium pipi kanan Yejun.


30 menit kemudian, mereka telah sampai dirumah dengan membawa sebuah skate board.


"Ayo by cepet kita main skate board nya di halaman belakang" pinta Nanta sambil merengek manja, mereka baru saja masuk kedalam rumah.


"Bentar by, kita kan baru sampai, aku masih capek ini, apa kamu ga capek?"


"Nggak!!, Aku ga capek, ayolah" pinta Nanta terus menerus sambil menarik narik lengan baju Yejun mengekorinya kemanapun Yejun berjalan.


"Huh! Yaudah iya" ucap Yejun pasrah menuruti permintaan sang istri tercinta walaupun sebenarnya ia merasa sangat capek.


Keduanya berjalan menuju ke halaman belakang rumah yang tertutup dikelilingi oleh pagar besi.


"Eh eh hati hati by, awas jatuh" ucap Yejun terkejut sambil memegang kedua tangan Nanta.


Nanta berkali kali hampir terjatuh, yang membuat Yejun merasa takut dan ingin menyudahi permainan ini.


"Ayo by dorong!! Kenapa malah diem aja" pinta Nanta untuk Yejun mendorongkan Skate board nya.


"Aku capek, aku istirahat dulu ya"


Nanta menggelengkan kepalanya dan mengerucutkan bibirnya.


"Oke oke, iya aku dorongin" pasrah Yejun, akhirnya ia menuruti kemauan sang istri dengan mendorongkan Skate board nya.

__ADS_1


Nanta pun tersenyum bahagia, Perlahan skate board tersebut mulai berjalan.


"Yeayy!!, seru by" ucap Nanta dengan girangnya.


sampai tiba tiba Nanta terjatuh akibat ketidak seimbangannya dan tanpa pengawasan Yejun.


"Akhh!!" Teriak Nanta terjatuh sambil memegangi kakinya yang berdarah.


Yejun yang menerima telfon dari sekertaris baru nya itu, mendengar teriakan Nanta, ia segera berlari menghampirinya dan mematikan telfonannya.


"Ya ampun sayang!!" Ucap Yejun berteriak menghampiri sang istri.


"Sakit by!!" Nanta merengek kesakitan.


"Kan udah aku bilang, jangan main ini sayang, takutnya kamu jatuh kan kamu ga bisa main ini!!"


"Kok kamu jadi marahin aku"


"Maafin aku sayang, aku ga bermaksud marahin kamu, disini aku juga yang salah, aku lalai jagain kamu, gara gara tadi aku terima telfon dari Jihye" ucap Yejun merasa bersalah.


"Yaudah sekarang udahan main skate board nya, kamu istirahat dikamar ya" ucap Yejun sambil menggendong Nanta menuju kamar.


Sesampai dikamar, Yejun membersihkan luka di kaki Nanta dengan bantuan kotak p3k yang sudah dibawakan oleh art nya kedalam kamar, kemudian menutupnya dengan sebuah perban dan plaster.


"Makasih ya" ucap Nanta dengan melayangkan senyumannya.


Yejun hanya mengangguk, dan turun ke bawah untuk menaruh kotak p3k ke tempatnya semula.


Selesai menaruh kotak p3k tersebut, ia menuju ke dapur untuk meminum segelas air putih, ia duduk di sebuah kursi sambil menegak segelas air putih setelah air putih habis, kemudian ia kembali ke kamarnya untuk menemani sang istri tidur siang.

__ADS_1


~•~


__ADS_2