Kedua Suamiku

Kedua Suamiku
pembunuh!


__ADS_3

Setelah semua kembali normal, mama Yeon Dae telah sadar dari pingsannya dan baby Seojun telah kembali normal tak lagi membiru.


Yuliana keluar dari kamarnya dengan membawa koper kecil ditangannya.


"Aku akan pulang sekarang, terimakasih karena telah memberiku izin untuk tinggal disini selama 2 hari" pamit Yuliana.


"Ini!" Yuliana melemparkan sebuah amplop yang berisikan uang.


"Apa ini ibu?" Tanya Nanta.


"Uang bayar selama aku tinggal disini, dan uang untuk pemeriksaan Seojun" jawab Yuliana dengan ketus.


Tanpa salam ia pun keluar dari rumah, sontak Nanta langsung mengejarnya dan menarik tangan sang ibu.


"Ibu tunggu!"


Lalu Yuliana pun menoleh.


"Tolong jelaskan apa maksudnya Mama pembunuh ayah?" Tanya Nanta kebingungan.


"Dia!!" Yuliana menunjuk ke arah Yeon Dae dengan memberinya tatapan tajam.


Semua anggota telah berkumpul melihat kesaksian Yuliana.


"Cepat ibu!"


"Dia telah membunuh ayahmu!" Bentak Yuliana. "Karena menyelamatkan turis itu yang tak lain adalah mertua mu, ayahmu lah yang menjadi korban tabrak lari sampai akhirnya nyawanya tak tertolong!!" Tangisnya pun pecah tak kuat untuk mengingat masa lalu tentang kepergian sang suami.


"Apa!?" Nanta merasa sangat terkejut.


"Makanya ibu ga merestui pernikahanmu dengan dia!!"


Semua anggota keluarga hanya diam membeku dengan mulut yang menganga tak menyangka bahwa yang telah menyelamatkan Yeon Dae adalah ayah Nanta.


Nanta tak kuasa menahan tangis, ia mengeluarkan semua cairan bening yang berada dimatanya.


"Gara gara dia, sekarang kamu jadi ga punya ayah Nanta!!!" Bentak Yuliana.

__ADS_1


"Aku mohon ibu sudah lupakan, semua itu adalah takdir, niat ayah baik ibu, insyaallah ayah akan berada di surga Allah, aku mohon ibu maafkan mama, ini semua kecelakaan dan tidak disengaja" Nanta menenangkan sang ibu.


Yejun pun berlari bersujud dikaki sang mertua memohon maaf atas kejadian 8 tahun yang lalu.


"Ibu, tolong maafkan mama saya, itu semua tidak disengaja, itu semua kecelakaan" Yejun bersujud dikaki sang mertua dengan meneteskan air mata berharap bahwa mertuanya akan memaafkan sang mama.


Yeon Dae pun berjalan perlahan mendekat kearah Yuliana.


"Ma-maafkan a-aku" ucap Yeon Dae terbata bata tak berani terlalu dekat, karena masih trauma akan kejadian tadi siang.


"Aku ga akan pernah memaafkanmu pembunuh!!"


Tanpa pamit, Yuliana langsung berlari dan menaiki bus untuk menuju ke bandar Seoul.


"Ibu!! Bu!!" Nanta terus menangis.


'aku ga akan pernah bisa memaafkanmu, aku akan terus membuatmu menderita, kau akan kehilangan cucu mu' gumam Yuliana dengan perasaan penuh dendam.


*****


"Ma-mama to-tolong ma-maafkan sikap i-ibu ku" ucap Nanta dengan bersujud di kaki sang mertua.


"Aku sudah memaafkan ibu mu, aku sangat meminta maaf atas kejadian 8 tahun yang lalu, dan aku juga berterimakasih karena telah menyelamatkan hidupku hiks hiks" ucap Yeon Dae dengan menangis memeluk sang menantu.


"Iya ma" Nanta memeluk erat sang mertua.


Keduanya menangis sejadi jadinya.


Oek oek oek


Terdengar suara tangis dari baby Seojun.


"Nona ini tuan kecil Seojun menangis" ucap Art yang mendengar tangisan Seojun dan langsung menggendongnya membawanya ke sang ibu.


"Sini nak, mama disini ya, jangan nangis lagi" ucap Nanta dengan menggendong anaknya dan mengusap air matanya.


Setelah Nanta mengusap air matanya, Seojun pun berhenti menangis, entah kenapa mungkin ia tak mau melihat ibu nya menangis.

__ADS_1


Lalu Nanta pun membawa Seojun ke kamar untuk disusui nya, beberapa menit kemudian, Nanta telah selesai menyusui Seojun dan ia memutuskan untuk sholat ashar terlebih dahulu.


Selesai sholat, ia menghampiri sang suami yang duduk menyendiri dibangku halaman belakang rumah.


"By" Nanta menyentuh lengan Yejun dari belakang, Yejun pun menoleh kebelakang.


Ia menaikkan satu alisnya.


"Ngapain sendirian disini, yuk masuk udah sore" ajak Nanta.


Tanpa berbicara ia mengangguk dan masuk kedalam rumah bersama sang istri.


Keduanya telah berada didalam kamar, melihat Seojun yang telah tertidur pulas.


"Kita harus jagain anak kita by, jangan Sampek ibu bisa menyakiti anak kita" ucap Nanta.


"Jangan berfikiran seperti itu, aku yakin ibu ga akan menyakiti cucu nya sendiri"


"Ehmm yasudah" ucap Nanta dengan pasrah karena ia tak ingin berdebat.


"By, kita tempur yuk, mumpung junior Yejun lagi tidur takutnya kalo nanti malem baby bangun jadi kita ga bisa tempur"


Nanta pun mengangguk, dan keduanya mulai membuka pakaian yang ia kenakan masing masing.


Sebelum melakukan ritual tersebut, mereka harus benar benar memastikan bahwa pintu benar benar terkunci dan jendela sudah ditutup.


Setelah semua beres, sebelum melakukan ritual, mereka memulai pemanasan terlebih dahulu dengan melakukan adegan berciuman, keduanya saling bertukar Saliva.


Setelah cukup lama, dan dirasa nafas keduanya mulai habis, mereka pun melepaskan ciuman tersebut, dan memulai pertempurannya.


"Siap sayang?" Tanya Yejun yang sudah berada diatas Nanta.


"Heem" Nanta membalasnya dengan mengangguk.


Pergulatan sore itu pun terjadi, Yejun mulai memasukkan benda keramatnya kedalam kantung milik Nanta.


Yejun memainkannya dengan pelan dan lembut, membuat Nanta menikmatinya.

__ADS_1


~•~


__ADS_2