
"mama handuk Yeonjun mana?!!" Anjun berteriak menuruni tangga.
"Kan tadi shubuh udah mama taruh di kamar mandi!!" Saut Nanta dengan menghampiri sang anak.
"Tapi ga ada ma" kekeh Yeonjun.
"Masa sih?"
"Ya udah yuk mama bantu cari, kita naik ke atas" ajak Nanta, kemudian keduanya menaiki anak tangga menuju kamar Yeonjun dan Seojun.
Saat membuka pintu kamar, tiba tiba mereka dikejutkan oleh Seojun yang bertelanjang dada hanya menggantungkan handuk di bagian bawah.
"Aaaaa!!!!" Teriak Nanta dan Yeonjun.
"Kakak kok mandi di kamar mandi ku sih, pake handukku segala lagi" Yeonjun menatap tajam kakaknya.
"Ya maaf, soalnya kamar mandi kakak air hangatnya ga bisa keluar, dan handuk kakak tadi ketumpahan coklat yang tadi malam ga kakak minum" Seojun menggaruk garuk kepalanya.
"Ihh dasar!!" Yeonjun menaruh kedua tangannya di dada dengan mengerucutkan bibir nya.
"Udah jangan ribut!!, Adek pake handuk mama aja yang baru, nanti mama ambilin, dan kakak...." Sebelum melanjutkan ucapannya, Nanta menghampiri sang anak dan menarik telinganya.
"Aduh ma!! Sakit" Seojun meringis kesakitan.
"Lain kali, kalo mau pake handuk adek izin dulu, kalo ngga bisa bilang ke mama" Nanta melepaskan jeweran tersebut.
"I-iya ma" jawab Seojun dengan mengelus elus telinganya yang merah akibat jeweran sang mama.
Lalu Nanta turun kebawah diikuti oleh Yeonjun.
"Sukurin!!" Ucap Yeonjun dengan menjulurkan lidahnya meledek sang kakak.
Seojun segera mengejar Yeonjun dan melempar adiknya dengan bantal.
Sesampai dibawah, Nanta mengajak Yeonjun masuk ke dalam kamarnya, dan memberikan handuk baru nya kepada sang anak.
"Hah kok warna nya pink sih ma?" Yeonjun sangat terkejut dan berjalan mundur perlahan.
"Mau ga?, Kalo ga mau yaudah mandi ga pake handuk, atau bisa pake yang udah dipake kakak tadi" Nanta bersikap acuh tak acuh.
Yeonjun menghela nafas kasar, kemudian menarik handuk berwarna merah muda tersebut dari tangan sang mama.
Lalu ia pun segera mandi di kamar mandi nya.
Setelah keduanya selesai mandi, wajah pun sudah terlihat fresh, mereka turun ke bawah menuju ruang makan, dan sarapan bersama hanya dengan sang mama, seperti biasa Yejun berangkat lebih pagi.
"Papa selalu aja berangkat pagi" keluh Seojun dengan mengaduk aduk makanannya.
"Udah ayo cepetan dimakan, takut kesiangan" ucap Nanta dengan memasukkan satu sendok makanan ke mulut Seojun.
Seojun membulatkan matanya dan tersenyum.
"Enak kan?" Tanya Nanta.
"Enak banget masakannya" jawab Seojun.
__ADS_1
Setelah makanan habis, keduanya berpamitan untuk berangkat ke sekolah menaiki sepeda masing masing.
"Ma kita berangkat" ucap keduanya dengan mencium punggung tangan sang mama sebelum berangkat ke sekolah.
"Hati hati dijalan, belajar yang fokus" Nanta mencium kening kedua anaknya.
"Iya ma!" Jawab mereka bersamaan.
"Seojun, agak pulang terlambat ma, soalnya Seojun lagi ada les basket" izin Seojun.
"Sama ma, Yeonjun juga ada les piano" tambah Yeonjun.
"Iya, tapi kalian jangan bohongin mama loh"
"Iya ngga ma"
"Byee!!!"
Mereka pun berangkat ke sekolah.
Setelah kedua anaknya berangkat ke sekolah, Nanta duduk di sofa kamarnya dengan menatap foto masa kecil anak perempuannya.
"Kamu apa kabar sayang" ucap Nanta dengan mengelus foto tersebut.
"Maaf mama ga bisa liat kamu, mungkin sekarang kamu sudah tumbuh besar"
"Semenjak kasus penangkapan nenek kamu, papa kamu jadi lost kontak" Nanta meneteskan air matanya.
Nanta mengusap air matanya, dan berdoa semoga bisa bertemu dengan putri nya.
"Ohh iya, lusa kan ibu bebas dari penjara, aku pingin jenguk ibu, tapi...." Nanta menggantungkan ucapannya.
****
"Kakak ga ada cita cita buat perusahaan lagi?" Tanya Dejun.
"Sepertinya engga, soalnya masih ga ada modal" jawab Yejun dengan terus fokus menatap laptop nya.
"Ya ampun kak, bisa aku pinjamin kalo kakak bener bener mau bikin perusahaan lagi" ucap Dejun.
"Ngga ah, kakak ga mau bikin perusahaan hasil uang pinjaman" jawab Yejun.
"Yaudah kak" jawab Dejun pasrah.
"Kakak masih marah sama mertua kakak?" Tanya Dejun sekali lagi.
"Sedikit, tapi bagaimana pun juga dia ibu dari istri ku dan nenek dari anak anakku" jawab Yejun mendongak menatap Dejun didepannya.
"Iya kak, lusa Tante Yuli dibebaskan, apa kak Nanta ga minta ke Indonesia?" Tanya Dejun.
"Ngga, dia diem aja" jawabnya singkat.
"Kalo kak Nanta ngajak, apa kakak mau nurutin?"
"Banyak tanya!" Yejun menatap tajam Dejun.
__ADS_1
"Hehe maaf, yaudah lanjutin kak" ucap Dejun dengan cengir kuda nya.
Meskipun ia adalah pemilik perusahaan, tetapi ia tetap saja takut pada sang kakak yang hanya bekerja sebagai direksi diperusahaanya.
Jam terus berputar, sampai akhirnya waktu pulang pun tiba.
Yejun segera pulang kerumah, tak lupa ia membelikan sebuah makanan untuk istri dan anak anaknya.
Sesampai dirumah ~
"Assalamualaikum" salam Yejun dengan memasuki rumah yang pintunya terbuka lebar.
"Waalaikumsalam" jawab Seojun dan Yeonjun yang berada duduk di sofa ruang tamu, dan segera menghampiri papa nya, mencium punggung tangannya.
"Kita seneng pa, kalo papa pulang sore, sering sering pulang sore ya pa" ucap Seojun.
"Iya nak, insyaallah papa akan sering sering pulang sore"
"Oh ya ini, papa bawain makanan buat kalian" ucap Yejun dengan menaruh makanan diatas meja.
"Makasih pa" ucap Kedua bocah tersebut merasa gembira.
Yejun mengangguk. "Mama mana nak?" Tanya Yejun.
"Dikamar pa, ga tau ngapain" jawab Yeonjun.
"Ya udah papa ke kamar dulu ya, ingat sisahin buat mama makanannya" Titah Yejun.
"Siap pa" jawab kedua bocah tersebut dengan memberi hormat.
Yejun segera masuk kedalam kamar dan terlihat sang istri berdiri pas didepan pintu, keduanya sama sama terkejut.
"Aaaa!!" Teriak sepasang suami istri tersebut.
"Huh kamu, kirain siapa" Nanta memukul pelan lengan suaminya.
Lalu ia mencium punggung tangan sang suami dan mencium bibirnya sekilas.
"Ehmm mulai nggoda" ucap Yejun dengan smirk nya.
"Jangan sekarang!" Cegah Nanta.
"Kenapa?"
"Ada anak anak" jawab Nanta dengan berjalan meninggalkan Yejun sendiri dikamar.
Lalu Yejun pun mengekori Nanta menuju ke ruang tamu.
"Ma ini makanannya dibeliin papa, udah kita sisahin" ucap Seojun dengan memberikan makanan tersebut.
"Makasih" jawab Nanta.
Kemudian keluarga kecil tersebut bercanda ria di ruang tamu tersebut.
Tak terasa sudah pukul 17.00 mereka berempat masuk ke kamar mandi masing masing.
__ADS_1
Sepasang suami tersebut melakukan pergelutan sore hari didalam bathup, menumpahkan kerinduannya yang beberapa bulan ini sang suami sangat sibuk.
~•~