
Kayla yang asik bermain handphone nya dikamar sepulang dari kampus, ia tak ingat waktu sampai sampai ia lupa kalau sepupunya akan datang sebentar lagi.
Tok! Tok! Tok!
Terdengar ketukan pintu kamar Kayla, ia pun bangun dari rebahannya dan segera membukakan pintu.
Pintu pun terbuka, terlihatlah Nanta yang berdiri tegak seraya berkacak pinggang.
"Eh mama" ucap Kayla dengan cengir kuda khasnya.
"Masih belum mandi? Ya ampun Kayla, Jane sama Jevan bentar lagi dateng kamu masih belum mandi? Kamu mau nyambut mereka dengan badan bau ini?" Omel Nanta pada anak gadisnya yang masih terlihat lusuh.
"Ah iya ma Kayla lupa, iya ini mau mandi" jawab Kayla seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Nanta pun segera mengambil handphone Kayla yang masih ia pegang, dan menyuruh anak gadisnya untuk segera mandi.
"Hp mama sita, kalo udah selesai mandi boleh diambil" ucap Nanta yang bertingkah galak.
"Iya ma, kay mandi sekarang" jawab Kayla dengan pasrah.
Setelah ke kamar Kayla, Nanta pun berkeliling menuju kamar Seojun dan Yeonjun.
Ia memasuki kamar Seojun terlebih dahulu, dan terlihat Seojun yang tertidur pulas.
"Anak mama, bangun yuk sholat dulu" ucap Nanta seraya mengelus rambut dan pipi Seojun.
Tak butuh waktu lama, Seojun pun bangun saat sang mama mencubit hidungnya.
"Eum? Apa ma?" Tanya Seojun yang masih setengah sadar.
"Sholat dulu ini udah jam berapa sayang, mandi terus sholat ya, bentar lagi kan Jevan sama Jane dateng" jelas Nanta pada putra nya yang terlihat tampan meskipun baru bangun tidur.
"Ah iya ma" jawab Seojun seraya mengangguk. Seojun pun bangun dari tidurnya, sebelum mandi ia memilih untuk duduk mengumpulkan nyawanya.
"Ini masih siang sayangku, kalo tidur itu tirai nya dibuka aja ya" ucap Nanta yang berjalan membuka tirai jendela kamar Seojun.
Seojun membalasnya dengan anggukan dan masuk kedalam kamar mandi.
Nanta pun keluar dari kamar Seojun dan kini ia masuk kedalam kamar Yeonjun yang tidak terkunci.
Ceklek!
__ADS_1
Sontak Yeonjun pun menoleh ke arah pintu, dan terlihat mama nya lah yang membuka pintu.
"Mama" gumam Yeonjun.
"Udah mandi? Udah sholat?" Tanya Nanta pada anak bungsu nya.
"Udah semua ma, ini adek masih nugas" jawab Yeonjun.
"Yasudah lanjutkan, mama cuma mau ngingetin doang kok, oh ya sebentar lagi Jevan sama Jane datang" ucap Nanta yang berjalan menghampiri Yeonjun.
"Iya ma, mereka menginap disini apa dirumah nenek?" Tanya Yeonjun.
"Untuk sekarang disini, tapi mulai besok dirumah nenek" jawab Nanta.
"Ohh, sama om and tante?"
"Engga, mereka cuma berdua aja kesini nya, karena di Indonesia liburan sekolah, jadi Jevan sama Jane kesini, mungkin 1 mingguan mereka di Korea" jelas Nanta.
"Ohh iya ma"
"Yaudah lanjutin, maaf ganggu mama ya"
"Iya ma gapapa"
"Loh by kamu belum jemput Jevan sama Jane?" Tanya Nanta yang kebingungan melihat suaminya rebahan di ranjang.
"Dejun yang jemput mereka" jawab Yejun.
"Oh yasudah" jawab Nanta yang hendak keluar dari kamar.
"Mau kemana by?" Tanya Yejun.
"Ke dapur, mau pastiin makanan udah selesai apa belum" jawab Nanta.
"Ehmmm kiss dulu dong" rengek Yejun yang meminta jatah kiss nya.
Dengan senang hati, Nanta pun mengabulkan permintaan Yejun.
Setelah dirasa puas, Nanta pun keluar dari kamar menuju dapur untuk memastikan apakah makanannya sudah siap atau belum.
Sedangkan Yejun, ia tetap bersantai di kamar seraya asik bermain ponselnya.
__ADS_1
"Ini sudah selesai semua?" Tanya Nanta pada ke lima asisten rumah tangga nya.
"Belum nyonya, kita sudah memperkirakan jika nona Jane dan tuan muda Jevan datang, makanan telah siap dihidangkan jadi makanannya masih tetap hangat enak dimakan" jawab salah satu ART dengan terus menunduk.
"Yasudah baik, ide yang bagus... Lanjutkan saya mau ke lantai 3 dulu" ucap Nanta yang angguki oleh semua ART.
Saat Nanta telah sampai di lantai 3, ia disambut dengan ketiga anaknya yang telah siap dengan pakaian rapi yang membuat mereka terlihat tampan dan cantik.
"Ehmmm anak anak mama" ucap Nanta merasa senang, ia pun memeluk ketiga anaknya seraya mencium keningnya satu persatu.
"Gimana keren kan Seojun ma?" Tanya Seojun dengan menampilkan baju barunya yang ia beli tadi sepulang sekolah bersama papanya.
"Wah keren banget, sebentar deh... Ini keliatannya baju kalian baru semua ya?" Tanya Nanta dengan senyum smirk nya.
"Hehe iya ma, kok tau sih" jawab mereka bertiga bersamaan.
"Keliatan lah, jadi kalian bertiga tadi dijemput papa terus diajak belanja sekalian?" Tanya Nanta.
"Iya ma, kita tadi diajak belanja sama papa, Kayla beli banyak barang dibolehin kok sama papa" ucap Kayla merasa senang.
"Sama ma, kita juga beli banyak barang juga dibolehin, kalo sama mama mesti ga boleh beli banyak banyak" jawab Seojun.
Sedangkan Yeonjun hanya diam menyimak pembicaraan mama dan kedua kakaknya.
"Iya sayang, kita ga boleh boros... Kita harus sering nabung ya buat kebutuhan kita kalo tiba tiba kita lagi kekurangan" jelas Nanta.
"Iya ma, Kay juga nabung kok" jawab Kayla.
"Pinter, tapi mama yakin pasti Seojun sama Yeonjun ga nabung ya"
"Hehe kok tau aja sih ma, kita ga nabung ya kan dek" jawab Seojun seraya menyikut lengan Yeonjun.
"Keliatan dari muka kalian, pokoknya mulai sekarang kalo dikasih jatah sama papa harus ditabung ya sebagiannya"
"Siap mama ku"
Saat ditengah tengah obrolan mereka, tiba tiba suara bel berbunyi, mereka pun segera turun ke lantai bawah.
"ma handphone Kayla mana?" pinta Kayla pada Nanta yang mungkin lupa akan handphone Kayla yang ia sita.
"oh iya lupa, ini" jawab Nanta seraya tertawa kecil dan memberikan handphone Kayla yang ia simpan di sakunya.
__ADS_1
~•~