
Yeon Dae dan Do Hyun telah sampai didepan rumah sakit tempat Jane dirawat karena sebelum mereka menuju ke Indonesia, Kritsan telah mengirimkan alamatnya.
Saat hendak masuk kedalam rumah sakit, terlihat seorang dokter tinggi nan tampan berjalan menuju ke arah mereka berdua.
Dokter tersebut langsung mencium punggung tangan keduanya. Ya dokter tersebut adalah Kritsan.
Lalu ketiganya pun berjalan menuju ke ruang rawat Jane, sesampai di ruang rawat, Yeon Dae menangis melihat kondisi cucu nya yang penuh dengan luka.
Ia langsung memeluk cucu perempuannya tersebut dengan menangis.
"Jane!!" Ucap wanita tersebut dengan memeluk erat cucunya.
"Nenek jangan nangis, Jane gapapa kok" ucap bocah cilik yang berbalut luka sekujur tubuh tersebut, dengan mengusap air mata yang jatuh di pipi neneknya.
"Jane, kamu cepet sembuh ya nak, nanti kita main bareng bareng lagi, kan ada kakek sama nenek disini jadi Jane cepet sembuh ya" ucap lelaki paruh baya tersebut yang tak lain adalah Do Hyun.
"Iya kek" ucap Jane dengan mengangguk pelan.
Lalu Yeon Dae dan Hyeonjin mengobrol didalam ruangan, sedangkan Kritsan dan Do Hyun mengobrol diluar ruangan.
"Pelakunya apa sudah ditemukan?" Tanya Do Hyun.
"Sudah pa" jawab Kritsan.
"Dia juga sudah dipenjara" tambahnya.
"Baguslah, apa alasan dia kenapa habis menabrak ga tanggung jawab malah kabur?"
"Dia bilang bahwa dia takut dipenjara"
__ADS_1
"Cihh dasar bodoh, lebih baik bertanggung jawab daripada kabur"
"Iya pa"
*****
Disisi lain Nanta dan Yejun asik menemani baby kecilnya di gazebo belakang rumah.
"Cepet gede ya sayang, sehat sehat slalu" Yejun mengecup kedua pipi sang anak.
"Gede itu butuh waktu pa, sabar ya" ucap Nanta pada Yejun.
"Iya, nanti kalo Seojun udah bisa jalan, kita buat baby lagi ya, kasian kalo Seojun sendiri ga ada saudaranya"
Nanta menghela nafas dan mengangguk.
"Kamu bikinnya jangan ngebut by, capek aku nya"
Mereka berdua terus asik bermain dan mengajak ngobrol baby Seojun, dan sesekali Seojun menyunggingkan senyumnya.
"Oh ya by, gimana keadaan Jane?" Tanya Nanta dengan tiba tiba.
"Tadi aku habis telfon katanya sih Alhamdulillah ga ada yang parah, trus pelakunya juga udah ketangep" jelas Yejun.
"Oh yasudah Alhamdulillah" saut Nanta.
Setelah merasa capek menemani baby Seojun Berjam jam, lalu mereka pun memutuskan untuk membawanya ke kamar, karena dirasa Seojun lelah dan waktunya tidur.
Bayi tersebut terus saja menangis, entah dia lelah atau dia haus, tetapi secepatnya kedua orang tuanya membawanya kedalam kamar.
__ADS_1
"Kamu haus ya sayang" ucap Nanta dengan menimang nimang Seojun berusaha menenangkannya.
"Udah by, mungkin dia haus, sana kasih minum dulu anakku"
"Iya" jawab Nanta kemudian ia mulai menyusui bayi kecilnya dengan duduk di bibir ranjang dan menyelonjorkan kedua kakinya.
Sedangkan Yejun ia tidur dipangkuan nanta.
"Tuh by dia haus banget keliatan dari mukanya" ucap Yejun dengan terus memperhatikan mimik wajah anaknya.
"Iya ya by" saut Nanta.
Setelah selesai menysui Seojun, Nanta menaruhnya di ranjang bayi karena Seojun telah terlelap di gendongan sang mama.
"Ya ampun udah kenyang langsung tidur" ucapnya dengan mencium bibir kecil anaknya.
"By cepet sini, aku mau peluk kamu, seharian ga peluk kamu rasanya kayak ada yang kurang" ucap Yejun dengan merentangkan kedua tangannya.
"Iya iya sebentar" balas Nanta dan langsung memeluk suaminya tersebut.
Keduanya saling berpelukan seperti telethubbies, Yejun menghujani wajah Nanta dengan kecupan manisnya, dan sampai ia mengecup bibir merah jambu milik Nanta, dan memperdalam kecupan tersebut menjadi sebuah *******, Nanta membalas ******* tersebut.
Sampai akhirnya keduanya tenggelam pada adegan berciuman yang sangat HQQ. Adegan tersebut terjadi cukup lama sampai akhirnya semuanya terhenti akibat tangisan dari bayi kecil mereka.
Keduanya saling melepas kecupan tersebut, lalu Nanta segera berlari dan menggendong bayi nya yang sedang menangis cukup keras.
Jangan lupa, like, komen & Vote thanks
(◔‿◔)
__ADS_1
~•~