
Tepat disaat Nanta asik bermain dengan sang anak, tiba tiba deringan telfon rumah berbunyi kencang, ia segera mengangkat telfon tersebut.
📞 Hello?
📞 Assalamualaikum kak
📞 Waalaikumsalam, Hyeonjin? Ada apa tumben telfon pake nomer telfon rumah?
📞 Kak! Hiks.... Hiks....
📞 Kamu kenapa? Kok nangis?
📞 Jane kak!
📞 Jane kenapa ?
📞 Dia kecelakaan korban tabrak lari
📞 Apa! Astaghfirullahaladzim, gimana keadaan Jane sekarang?
📞 Jane lagi dirawat dirumah sakit, daritadi dia pingsan masih belum siuman, kepalanya terkena benturan cukup keras, a-aku takut dia amnesia, di-dia juga mengalami luka luka cukup parah kak hiks... Hiks...
📞 Ya ampun!, Ka-kamu yang sabar ya, semoga Jane ga kenapa kenapa, aku bantu doa dari sini, dan nanti aku akan sampein ke semua
📞 Iya kak makasih ya
📞 Dan semoga pelaku tabrak larinya segera tertemukan
📞 Iya kak, aku tutup dulu ya assalamualaikum
📞 Waalaikumsalam
Setelah mendengar berita tersebut, tubuhnya merasa sangat lemas.
"Semoga Jane ga kenapa kenapa" ucap Nanta merasa panik. Ia terus berdoa supaya keponakannya tak ada luka yang serius.
Setelah menenangkan diri, ia segera memberitahu akan berita ini kepada semua anggota keluarganya.
Betapa kaget nya mereka mendengar berita tersebut, dan tanpa pikir panjang mama Yeon Dae dan papa Lee Do Hyun segera menuju ke Indonesia.
******
Diluar ruangan dimana tempat Jane dirawat, tampak seorang wanita memakai pakaian serba hitam dan menutupi wajahnya dengan masker dan juga kacamata hitam terus memandang bocah tersebut dengan penuh kebencian.
"Kau gagal lagi" ucapnya dengan geram pada seseorang disebrang sana, nampaknya ia sedang berbicara dengan seseorang dihandphone nya.
__ADS_1
"......." Sambung orang disebrang sana.
"Seharusnya kau tabrak saja, sampai dia tak lagi bernafas!"
"....."
"Pokoknya untuk yang kedua kalinya nanti kau jangan sampai gagal!!"
Ia terus menatap bocah dan ibu dari bocah tersebut dengan tangan mengepal dan amarah yang membara penuh dendam.
Saat ia berjalan untuk menuju pulang, tiba tiba seorang dokter tinggi nan tampan tak sengaja menabraknya.
"Ahh maaf, aku tidak sengaja, aku buru buru harus melihat keadaan anakku" ucap dokter tersebut yang tak lain adalah Kritsan, ia membantu wanita tersebut untuk berdiri, dan tanpa sepatah kata pun, wanita tersebut berlari tanpa arah.
'sepertinya aku mengenalnya' batin Kritsan.
"ah sudahlah" Tanpa pikir panjang, ia segera masuk kedalam ruangan rawat sang anak dengan membawakan beberapa botol susu beruang dan membawakan makanan untuk sang istri.
"Assalamualaikum" salam Kritsan.
Hyeonjin pun menoleh kebelakang melihat kedatangan sang suami, ia segera mencium punggung tangannya dan berhambur kedalam pelukannya.
"Waalaikumsalam"
Kritsan pun membalas pelukan tersebut dan tambah mengeratkan pelukannya.
"Udah sayang sabar, bentar lagi Jane bangun kok, nangis itu ga ada gunanya sayang, yang terpenting kita berdoa semoga Jane ga kenapa kenapa, oh iya aku juga sudah melapor kepada polisi atas kejadian tabrak lari yang menimpa anak kita" jelas Kritsan menenangkan sang istri sambil mengelus sambutnya.
Hyeonjin mengangguk "makasih karena udah nenangin aku" ucapnya dengan melepas pelukan.
Kritsan pun tersenyum dan menghapus air mata Yang membasahi wajah cantik istrinya itu, dan ia juga menghujani wajah Hyeonjin dengan kecupan manis.
"Ini aku bawain makanan, aku suapin ya" tawa Kritsan.
Hyeonjin mengangguk dan tersenyum, merasa gemas, Kritsan pun mengecup bibir merah jambu Hyeonjin sekilas dan mencubit hidung mancungnya.
Lalu Kritsan pun mulai menyuapi sang istri dan sesekali mereka saling berbalas suapan, betapa romantisnya mereka berdua, meskipun dalam keadaan kesusahan tetapi mereka tetap tak lupa akan adegan romantis.
Beberapa menit kemudian makanan telah habis.
"Mas, kamu pulang aja dulu, istirahat dirumah, biar Jane aku yang jaga" ucap Hyeonjin dengan mengelus lengan suaminya, terpancar dari wajah Kritsan bahwa ia terlihat sangat kecapek an.
"Aku disini aja jagain kalian berdua, aku juga ga mau liat Jane sedih pas waktu dia sadar ga ada aku disisinya" tolak Kritsan dengan merangkul sang istri.
"Yasudah terserah kamu aja" jawabnya dengan lembut.
__ADS_1
Lalu mereka berdua menjaga sang anak sampai ia tersadar dari pingsannya.
"Mama!! Papa!!" Panggil Jane dengan suaranya yang lemas.
"Sayang!!" Ucap Hyeonjin dan Kritsan bersamaan.
Jane tersenyum melihat kedua orangtuanya menjaga dirinya disisinya.
"Makasih udah jagain Jane" ucap Jane dengan mata yang tak tahan untuk terbuka.
Kritsan segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Jane, setelah beberapa menit pemeriksaan.
"Alhamdulillah Jane sudah sadar, tak ada bagian yang cukup serius, hanya luka luka nya saja yang cukup parah, dan untuk benturan keras dikepalanya untungnya tidak menimbulkan apa apa hanya luka robek kecil" ucap Dokter tersebut.
"Baik dok terimakasih" ucap kedua orang tua Jane.
"Dok, jadi Jane ga amnesia kan?" Ucap Hyeonjin merasa panik.
"Ngga Bu, Jane baik baik saja, ia juga tidak amnesia, hanya luka lukanya saja yang cukup parah" jelas dokter tersebut.
"Baikah, makasih dok"
Dokter pun mengangguk dan keluar dari ruangan.
"Kenapa kamu bisa berfikiran kalo Jane Amnesia?" Tanya Kritsan sedikit bingung dengan apa yang dipikirkan sang istri.
"Ya aku takut aja kalo Jane Amnesia karena ia terbentur trotoar sangat keras" jawab Hyeonjin.
"Eumm begitu, yasudah yang terpenting Jane tidak amnesia, coba kau hibur dia agar tidak sedih"
"Iya"
Lalu Hyeonjin pun mulai menghibur Jane, agar Jane tak terlihat sedih, mungkinkah dia trauma.
"Sayang, aku pulang dulu ya, mau mandi trus sekalian sholat Maghrib dirumah, habis isya aku kesini lagi" ucap Kritsan.
"Iya, hati hati ya" ucap Hyeonjin dengan mencium punggung tangan sang suami.
"Papa pulang dulu ya nak, nanti papa kesini lagi oke"
"Iya pa, papa hati hati ya, aku ga mau papa seperti Jane banyak luka nya" ucap Jane merasa trauma.
"Iya sayang" Kritsan memberikan kecupan di kening anak dan istrinya, lalu ia pun pulang kerumah.
~•~
__ADS_1