Kedua Suamiku

Kedua Suamiku
buat dedek


__ADS_3

Seorang wanita paruh baya sedang menggendong bayi laki laki disebuah halaman yang cukup luas.


"Gantengnya" puji wanita tersebut dengan terus menatap bayi laki laki yang ia gendong.


"Tapi aku membencimu" tambahnya dengan senyum smirk.


"Ibu!!!.... Ibu!!!" Teriak wanita cantik memanggilnya.


Lalu wanita paruh baya tersebut pun menoleh ke arahnya.


"Apa?"


"Mana seojun?" Tanya wanita tersebut yang tak lain adalah Nanta.


"Boleh aku menggendongnya?" Pintanya.


Ya wanita paruh baya tadi adalah Yuliana,


Yuliana pun mengangguk dan memberikan Seojun kepada ibunya.


"Ayo Bu kita sarapan dulu" ajak Nanta.


"Iya, kamu duluan aja"


Lalu Nanta pun meninggalkan Yuliana sendiri dihalaman belakang rumah keluarga Lee.


Selang beberapa menit, Yuliana pun masuk kedalam untuk melaksanakan sarapan bersama keluarga Lee.


"Silahkan dimakan" ucap mama dengan ramah.


"Baik" jawab Yuliana lalu duduk disebelah Dejun.


Mereka pun mulai menyantap makanan yang ada dimeja, sampai akhirnya beberapa menit kemudian, makanan telah habis dan semua kembali ke pekerjaan masing masing.


Yejun, Dejun dan papa melaksanakan pekerjaannya diperusahaan masing masing, sedangkan Nanta dan Hyeonjin mereka mengobrol di kamar Nanta sambil menunggu Jane yang asik bermain dengan kakak sepupunya yaitu Seojun.


Yuliana dan Yeon Dae atau yang biasa dikenal mama, Mereka mengobrol di gazebo belakang rumah.


"Katanya, dulu kamu pernah mengalami kecelakaan?, Apa sekarang kaki nya sudah sembuh seperti semula?" Tanya Yuliana.


"Kaki saya sudah sembuh seperti semula, semua berkat menantu saya, dulu sebelum Kritsan menjadi suami Hyeonjin, dialah yang merawat saya sampai saya sembuh" jawabnya.

__ADS_1


Yuliana memutar bola matanya kemudian mengangguk sebagai balasan.


'dasar pembunuh!' batin Yuliana dengan menatap tajam Yeon Dae.


Cukup lama Yeon Dae dan Yuliana berbincang bincang dan sedikit ada perdebatan, akhirnya mereka pun memutuskan untuk kembali ke kamar masing masing.


Saat hendak masuk kedalam kamar, tiba tiba suara seseorang membuat Yuliana terkejut.


"Aku tau, tante pasti benci sama mama kan, karena kejadian 8 tahun yang lalu?" Ucap seseorang yang muncul dari belakang Yuliana.


Seketika Yuliana pun menoleh.


"Ya emang kenapa?" Jawab Yuliana dengan ketus.


"Itu semua terjadi bukan kesalahan mama, itu semua adalah kecelakaan bukan disengaja, aku mohon hilangkan sifat benci Tante, dan cukup sampai sini saja dendam tante" ucap wanita tersebut yang tak lain adalah Hyeonjin.


"Tante, aku mohon jangan sakiti Seojun, aku tau kak Nanta keguguran karena ulah tante kan" tambah Hyeonjin.


Yuliana tak menggubris ucapan Hyeonjin, ia pun memilih masuk kedalam kamarnya.


"Akhhh!!!!!" Yuliana membuang semua bantal bantal menjadi berserakan.


"Kenapa anak itu bisa tau!!!" Ia menjambak Jambak rambutnya.


"Ganteng banget sih keponakan Tante" ucap Hyeonjin dengan menghujani wajah Seojun dengan kecupan manis.


"Mama kenapa yang dicium cuma kak Seojun, kenapa aku ngga dicium?" Tanya Jane dengan mengerucutkan bibirnya.


"Yaudah deh mama cium, Muaah.... Muaah" Hyeonjin mencium pipi kanan dan kiri Jane.


Jane pun tersenyum bahagia.


"Mama, Tante" panggil Jane.


Hyeonjin dan Nanta pun menoleh ke arah Jane.


"Kenapa aku harus panggil kak ke baby nya Tante?, Kan dia masih kecil, dan aku udah besar?" Tanya Jane dengan mengerutkan dahinya.


Hyeonjin dan Nanta pun saling tatap dengan menahan tawa.


"Ya, kan Tante Nanta itu kakaknya mama, jadi.... Anaknya Tante Nanta itu sama aja seperti kakak kamu meskipun umur kalian beda jauh, meskipun Jane lebih besar dari kakak Seojun, Jane harus menghormati, Jane harus panggil kak" jelas Hyeonjin semakin membuat Jane bingung.

__ADS_1


"Apa hubungannya sih ma? Jane ga paham" Jane menggeleng gelengkan kepalanya.


"Nanti kalo Jane udah besar, pasti tau kok" Jawab Nanta dengan tersenyum manis ke arah Jane.


"Kan Jane udah besar!" Kekeh Jane dengan menunjukkan perut gendutnya.


Hyeonjin dan Nanta tertawa kecil melihat tingkah laku Jane yang menggemaskan.


"Nanti kalo Jane udah sekolah pasti tau kok" jawab Nanta dengan berjalan menuju ke arah Jane dan mencium keningnya.


"Eumm yaudah" jawabnya dengan pasrah dan kembali memandangi wajah tampan kakak sepupunya tersebut yang sedang tertidur pulas


"Mama!" Panggil Jane sekali lagi, Hyeonjin pun menoleh ke arah Jane.


"Apa nak?" Tanya Hyeonjin.


"Kapan mama buat dedek ?, Jane mau punya adek, Jane bosen sendirian dirumah ga ada temennya" seketika matanya dipenuhi oleh cairan bening.


"Buat dedek itu ga gampang sayang, buat dedek itu prosesnya lama, jadi Jane sabar dulu ya" ucap Hyeonjin dengan menenggelamkan Jane kedalam pelukannya.


"Kalo kak Seojun dibawa aja gapapa kan?" Tanya Jane membuat Nanta dan hyeonjin terkejut.


Seketika tawa keduanya pun pecah, membuat suara berisik didalam kamar, mendengar ucapan Jane yang sangat polos, tetapi untung saja Seojun tak terbangun akibat suara berisik dari ketiganya.


"Ahahah ya ga boleh sayang, Tante Nanta itu buatnya susah loh, nanti mama bikinin sendiri ya" ucap Hyeonjin.


"Ehmm yaudah deh iya, tapi.... Harus yang kiyowo kayak kak Seojun ya" Jane mengangkat jari kelingkingnya.


Lalu Hyeonjin pun mengaitkan jari kelingkingnya ke jari anaknya.


Nanta melihat tingkah lucu Jane, ia tersenyum mengingat akan tingkah lucu anak perempuannya yang telah lama ia tinggalkan.


~•~


🌼 Jang Yeon Dae ( Ibu dari Ye jun, Hyeon jin, De jun )



🌼 Lee Do Hyun ( Ayah dari Ye jun, Hyeon Jin, De Jun )


__ADS_1


🌼 Yuliana Artania ( Ibu dari Nanta )



__ADS_2