
Nanta dan Yejun bangun tanpa sehelai benang pun ditubuh mereka, mereka mandi secara bergantian, setelah ritual mandi selesai mereka turun kebawah untuk sarapan, sebelum turun kebawah mereka melaksanakan kewajibannya terlebih dahulu yaitu sholat shubuh, setelah selesai sholat shubuh, mereka pun turun dari lantai 2 menuju ke ruang makan.
"Pagi ma, pa, Dejun" sapa Nanta.
"Pagi" jawab mereka serentak.
Lalu mereka pun duduk dikursi meja makan dan mulai melahap makanan yang berada didepan mereka.
Setelah mereka selesai sarapan, Nanta dan Yejun kembali ke kamar mereka, begitu juga Dejun ia kembali ke kamarnya untuk melanjutkan bermain game di komputernya, sedangkan mama dan papa mereka memutuskan untuk bersiap siap karena mereka akan menuju ke acara pernikahan temannya.
Nanta duduk di sebuah kursi yang berada di balkon dengan menikmati segarnya angin pagi, sedangkan Yejun ia duduk di sofa dengan asik memainkan ponselnya.
'Lebih baik aku jujur tentang semua ini, aku ingin Kayla bersamaku semoga mas Yejun dan keluarganya dapat menerima Kayla, mau sampai kapan aku menutupi kebohongan ini ' batin Nanta.
Nanta pun menghampiri Yejun yang sedang duduk di sofa, ia datang dan duduk disebelah Yejun dengan menggenggam tangan kanan Yejun.
"Ada apa?" Tanya Yejun.
"Aku mau jujur sama kamu" jawab Nanta dengan serius.
Yejun pun mematikan ponselnya dan menaruhnya di kantong celananya.
"Jujur apa sayang?" Tanya Yejun lagi dengan tatapan serius.
"Sebenarnya....." Nanta menggantungkan ucapannya karena ia tak tahan menahan air matanya untuk keluar.
__ADS_1
"Kok nangis?" Yejun mengusap air mata Nanta.
"Kamu jangan marah ya"
'Kenapa? ada apa? kok Nanta nangis? apa dia ga bisa ngasih aku keturunan?' semua pertanyaan tersebut keluar dari benak Yejun.
"Sebenarnya dulu....." Nanta menceritakan semua kejadian setelah ia 3 hari menikah dengan Yejun.
"Ngga mungkin, aku ga percaya, kamu bohong kan, Halah itu mungkin cuma mimpi kamu" ucap Yejun tak percaya apa yang dikatakan Nanta.
"Aku ga bohong by, ini beneran apa yang aku alami selama 4 tahun, by selama ini aku pura pura bahagia, aku menutupi semua rasa sakit hatiku, aku ga mau nangis dihadapan mereka, sebenarnya 4 tahun yang lalu aku sudah punya anak dari om ku" jelas Nanta.
"Aku ga ngizinin kamu ke Indonesia karena aku ga mau ini semua terbongkar, aku ga mau nyakitin perasaan kamu, aku ga mau pisah sama kamu, dan waktu pernikahan Hyeonjin dan Kritsan aku ga Dateng bukan karena aku kecelakaan tapi karena waktu itu aku habis lahiran by" ucap Nanta dengan sesekali mengusap air matanya.
Yejun mengusap air mata Nanta.
'Maksud Nanta apaan sih? mungkin dia habis mimpi trus rasanya seperti nyata' Yejun.
"Sayang, kamu pasti habis mimpi deh, ga mungkin sayang aku ga percaya, kamu pinter banget ya ceritainnya secara detail, kamu mungkin habis baca novel online itu kan trus Sampek kebawa mimpi, makanya kamu jangan baca novel terus Sampek kebawa mimpi kan pake nangis nangis segala lagi menghayati banget akting nya" ucap Yejun dengan tertawa garing.
"Terserah kamu deh by, yang penting aku udah jujur sama kamu, soal kamu percaya sama aku atau ngga itu terserah kamu, kalo suatu saat nanti kamu ketemu sama anak aku kamu baru percaya" ucap Nanta pasrah.
"Iya iya" ucap Yejun dengan memeluk Nanta.
"Udah ah jangan nangis lagi, ntar mama sama papa ngira kita habis berantem, yuk ikut aku ke kantor lagi biar aku tambah semangat kerja nya" ucap Yejun menenangkan Nanta yang terus menangis didalam pelukannya.
__ADS_1
Nanta menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?" Tanya Yejun.
"Aku dirumah aja, besok aja aku ikut kamu"
"Yaudah ga maksa, aku berangkat sekarang ya, nih udah jam setengah 8"
"Iya, hati hati ya by"
Lalu Nanta memasangkan jas ke badan Yejun, lalu mereka pun turun dari lantai 2 dan menuju ke depan rumah.
"By berangkat, jangan nangis lagi ya" ucap Yejun dengan mengulurkan tangannya.
"Iya, semangat kerja nya ya" Nanta mencium punggung tangan sang suami.
Lalu Yejun mencium kening dan kedua pipi Nanta, Nanta pun membalas ciuman Yejun, ia mencium bibir Yejun.
Yejun tersenyum, dan ia pun berjalan hendak masuk ke dalam mobil.
"By pulangnya jangan malem malem!!" Nanta berteriak agar Yejun mendengarnya.
"Oke sayangku!!" Saut Yejun kemudian ia masuk ke dalam mobil dan Yejun pun berangkat ke Kantor.
~•~
__ADS_1