Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"

Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"
Episode 13 : Kawan atau Lawan


__ADS_3

Kemarin Zul telah memikirkan dan


menimbang segala resiko yang ia hadapi, serta peluang yang ia milik i dengan


keyakinan dan kebulatan tekadnya, dia akan menjadikan Kejora sebagai miliknya


tidak akan kalah, tak peduli siapa yang menjadi tembok penghalangnya. Dan hari


ini Zul mulai bertingkah seperti biasanya, dia sudah bangun pagi-pagi untuk


jogging seperti biasanya bersama Kejora.


“Zul ayok berangkat.“ ajak Kejora.


“Iya sabar,semangat amat.“ jawab


Zul.


“Kamunya aja yang lama.“ jawab


Kejora.


“Heleh, biasanya juga kamu yang


lama.“ elak Zul.


“ Wajar kalo cewek lama.“ jawab


Kejora.


“Mencari alasan.“ ucap Zul tersenyum


sambil memulai Jogging.


“Aku seneng kamu udah semangat


lagi.“ jawab kejora


“Aku dah bilang, kemaren tuh otaknya


lagi perbaikan aja makanya lemes.“ terang zul.


“Aku udah takut ada salah sama kamu


lo.“ jawab Kejora


“Maaf ya, udah bikin kamu merasa


bersalah, udah gitu aku cuekin, kedepannya gak akan kulakuin lagi.“ jawab Zul


merasa bersalah.


“Janji ya.” tanya Kejora.


“Janji cantik.“ jawab Zul menggoda


Kejora.


“Gak usah gombal kamu ketularan ibu


mu ya.“ tanya kejora.


“Beneran geh, masa iya cewek


ganteng, kamu gimana sih Ra, itu fakta bukan gombal.” jawab Zul tersenyum.


“Rerserahlah, aku gak peduli“ jawab


Kejora kecewa.


“Tapi kamu beneran cantik, di antara


wanita yang pernah kulihat.“ ucap Zul.


“Zul ini masih pagi lo.“ jawab


Kejora yang mulai Kesal.


“Itu bener Ra, bukan gombalan kamu


yang tercantik buat aku selamanya.“ ucap Zul dalam hati.


“Gak seru ah, kamu Ra.“ jawab Zul


sambil berlari sedikit lebih kencang.


“Zul pelan-pelan dong tega kamu.“


teriak Kejora.


“Aku tunggu di tempat biasa, aku


siapin minum.“ jawab Zul.


Zul sampai duluan dan langsung


membeli minum untuk dia dan Kejora, duduk dengan keringat membasahi pakaiannya,


dia mengatur nafas sembari menunggu Kejora yang tertinggal sangat jauh darinya,


rasanya ingin tadi dia katakan dengan lantang bahwa memang Kejora yang


tercantik untuk dirinya sampai kapanpun itu, tapi bibirnya tak punya tenaga


untuk bergerak, keberaniannya menghilang begitu saja. dia belum siap mendengar


kemungkinan terburuk dari jawaban Kejora.


“Jahat kamu Zul.“ ucap Kejora


mengagetkan Zul dari lamunannya.


“Salah siapa? kamu tadi bilang aku


lama.“ jawab Zul tersenyum?


“Dendam ceritanya.“ ucap Kejora


Kesal


“Nih minum, istirahat dulu gak usah


marah-marah, masih pagi gak cantik lagi nanti.“ jawab Zul tersenyum.


“Gak peduli.“ jawab Kejora.


“Ra aku mau tanya boleh gak, tapi


kamu jangan marah“ tanya Zul.


“Tanya apa?“ tanya balik Kejora


penasaran.


“Aku gak pernah liat orang tuamu,


mereka kemana?“ tanya Zul.


“Emang gak pernah di rumah mereka,


aku aja jarang ketemu mereka, apalagi semenjak aku punya handphone, paling


setahun sekali di rumah, kenapa emang?“ tanya Kejora balik.


“Aku cuma penasaran aja.“ jawab Zul.


“Mereka pasti ada pas ulang


tahunku.“ jawab kejora.


“Hmmm kamu kalo ulang tahun di


rayain gitu ya?“ tanya Zul.


“Ya iyalah, emang kamu gak


dirayain?“ tanya balik Kejora


“Gak, gini nih kalo kata ayahku


"Emang kalo gak ngerayain ulang tahun kamu gak hidup, kamu mati gitu"


dia ngomong gitu waktu itu.“ jawab Zul sambil menirukan suara ayahnya.


“Bisa mirip gitu suaranya.“ jawab


Kejora tertawa kecil.


“Aku juga gak tau, kenapa bisa


mirip“ jawab Zul


“Kalian deket banget, aku iri.“ ucap


Kejora.


“Kan kamu juga deket sama keluarga


ku.” jawab Zul


“Iya aku ngerasa kayak aku, jadi


anak mereka.“ ucap Kejora.


“Kamu sama orang tua ku emang udah


di anggep kayak anak, karena ibu tuhpengen punya anak cewek.“ jawab Zul.


“Hmmm... tapi yang keluar malah


cowok.“ kata Kejora dengan polos


“Iya Ra, pasti mereka nyesel banget,


kayaknya aku emang anak yang gak diharapkan“ jawab Zul langsung depresi.


“Mana mungkin Zul, buktinya kamu di


besarin sampe sekarang.“ jawab Kejora menyemangati Zul.


Setelah beberapa saat mengobrol


sambil bercanda mereka pun pulang Kerumah untuk sarapan, setelah itj Kejora dan


ibunya pasti akan mengobrol sambil menonton sinetron TV, dan Zul


bermalas-malasan di kamarnya. Melamun dan berfantasi tiba-tiba ia di kejutkan


dengan ketukan pintu.


“Zul kamu tidur apa?“ teriak Rahmad


mengetuk pintu dengan kasar.


“Pelan-pelan woi,rusak nih pintuku.“


jawab Zul membuka pintunya.


“Kenapa?“ tanya Zul.

__ADS_1


“Kita omongin di kamar.“ jawab


Rahmad dengan serius.


“Kenapa sih Mad, tumben amat?“ tanya


Zul heran.


“Kamu berantem sama Beny?“ tanya


Rahmad balik.


“Gawat, ini gawat, dia tau


darimana?” pikir Zul.


“Enggak kenapa?“ Tanya Zul.


“Gak usah bohong, aku sempet gak


yakin pertamanya kalo ini bakal kejadian.“ jawab Rahmad.


“Maksudmu kayak mana Mad?“ tanya


Zul.


“Kamu suka Kejora.“ tegas Rahmad.


Zul pun langsung terdiam tak


menjawab


“Oke jawabannya udah jelas, dan


perkiraanku gak meleset satu milimeterpun.” jawab Rahmad.


“Terus kamu mau apa?“ Tanya Zul


dengan serius.


“Ikut aku ke taman dan jangan ajak


Kejora!“ jawab rahmad.


“Oke berangkat sekarang.“ jawab Zul.


“Zul mau kemana?“ tanya Kejora.


“Main bentar sama Rahmad.“ jawab Zul


dengan raut emosinya.


“Kemana?“ tanya Kejora penasaran.


“Biasa Ra, urusan cowok.“ jawab


rahmad memotong.


“Urusan cowok apa?“ tanya Kejora.


“Kamu nyesel lo nanti dengernya, ini


sensitif. “ jawab Rahmad.


“Hmmm... yaudah kalo gitu, makan


siang pulang gak?“ tanya Kejora.


“Pulang kok, tenang aja.“ jawab Zul.


Saat di taman.


“Terus sekarang apa?“ tanya Zul


“Zul jangan emos,i aku tau sekarang


kamu lagi marah, kalo kamu emosi, aku juga emosi ini bukan masalah yang harus


di selesaikan dengan emosi.“ jawab Rahmad


“Hmmm... Oke jadi gimana?“ tanya


Zul.


“Dari awal aku udah tau, kalo kamu


jatuh cinta sama Kejora, entah kamu malu untuk ngaku, atau kamu memang gak


sadar, tapi aku udah tau dan aku yakin beny juga tau, aku gak habis pikir apa


mau beny sebenarnya, aku dari awal dukung kamu Zul kamu tenang, aku suruh beny


sama ferdy kesini.“ jawab rahmad.


“Terus kamu tau darimana masalah


ini?“ tanya Zul.


“Kejora dia kemaren chat aku.“ jawab


Rahmad.


“Ternyata dia sadar.“ ucap Zul.


“Dia gak sadar kalo kamu suka dia,


tapi dia sadar ada yang gak beres antara kamu sama beny, dan aku langsung tau


sumber masalahnya.“ jawab Rahmad.


“Jadi maksud kamu gimana?” tanya Zul


belum mengerti.


kejora tau?“ jawab rahmad.


Dan akhirnya Beny dan Ferdy datang.


“Ngapain sih Fer kita kesini?“ tanya


Beny.


“Selesaiin masalah kalian.“ jawab


Ferdy.


“Gak ada yang perlu diselesaiin, dia


emang bukan temenku.“ jawab Beny.


Zul dengan tangan mengepal,menatap


beny dengan tajam.


“Beny kamu jangan egois, kamu selalu


mau apa yang dekat dengan Zul, setiap wanita yang mulai deket sama Zul, kamu


deketin juga udah banyak kali Zul bantu kamu, tentang percintaan tapi kamu enak


banget ngomong kayak gitu ke Zul.“ jawab Rahmad.


“Jadi,'kamu di pihak Zul?“ tanya


Beny


“Beny kamu anggep kita kawan atau


lawan?“ tanya rahmad yang mulai emosi.


“Tergantung situasi dan kondisinya


sekarang.“ jawab Beny.


“Kita bukan bela Zul disini Ben,


tapi kamu sampe ngomong kayak gitu kamu bener-bener kelewatan.“ ucap Ferdy


kesal.


“Kamu juga belain Zul Fer?“ tanya


Beny dengan nada tinggi.


“Beny kenapa harus Kejora?“ tanya


Zul.


“Karena aku suka sama dia simple.“


jawab Beny.


“Apa bener, sesimple itu?“ tanya


Zul.


“Emang kamu bisa ngerti, dengan


Bahasa yang rumit.“ jawab Beny.


“Ben, emang wajar kalo kamu suka


sama Kejora, jujur aku juga suka sama Kejora, dia beda dari wanita lain, tapi


aku dari awal udah tau kalo Zul jatuh cinta sama Kejora, aku rela dia untuk Zul


dan emang Zul lebih pantes buat Kejora l, daripada kita dan aku yakin kamu udah


tau dari awal ini semua, kamu harusnya juga gak lupa berkali-kali Zul bantu


Kamu deketin cewek yang berusaha mendekati Zul, dia udah banyak berkorban,


terus kenapa kamu bisa ngomong begitu?“ tanya Rahmad dengan tatapan tajam.


“Itu persepsi sudut pandangmu,


disudut pandangku, aku lebih pantes, aku gak peduli berapa kali Zul berkorban


buat aku, aku mau Kejora jadi milikku.“ jawab Beny.


“Bangsat kamu Ben, kamu anggep kita


apa?“ teriak rahmad dengan emosi menarik lengan baju Beny.


“Rahmad jangan kasar.“ ucap Ferdy


berusaha melerai.


“Ben kamu cuma iri sama Zul, aku tau


itu kamu sebenernya gak benar-benar jatuh cinta sama Kejora.“ ucap Ferdy pada


beny


“Tau apa kamu Fer tentang aku, apa


kamu udah jadi peramal sekarang? atau kamu indigo bisa nebak isi hati ku? atas


dasar apa pendapat kamu itu?“ tanya Beny.

__ADS_1


“Firasatku.“ jawab Ferdy dengan


tatapan tajam.


“Kalian dukung Zul semua sekarang.


aku yang balik tanya sekarang, kalian anggep aku apa?“ tanya beny.


“Kamu sahabatku Ben?“ jawab Zul.


“Jauhin kejora Zul. kalo kamu anggep


aku sahabat, apa susahnya?“ tanya Beny.


“Kalo gitu, kenapa kamu juga gak


bisa jauhin Kejora, relain Kejora buat aku, kamu anggep aku apa kawan atau


lawan?“ jawab Zul mendekat kearah Beny.


“Tergantung tindakanmu.“ jawab Beny.


“Apa kamu gak bener-bener serius


sahabatan sama aku, kenapa jawaban kamu selalu kayak gitu Ben?“ ucap Zul dengan


nada tinggi.


“Buat apa aku sahabatan sama orang


yang gak bisa nurutin permintaanku? kamu bisa cari yang lain, kenapa Sulit buat


kamu?“ tanya Beny.


“Karena aku bener-bener cinta


Kejora.“ jawab Zul dengan menatap beny tajam.


“Berarti kita lawan sekarang, kamu


musuhku.“ jawab Beny.


“Beny ***, bedebah kamu, berenti


sekarang Ben, sebelum terlambat, kalo aku hajar kamu sekarang, aku jamin kamu


gak bakal bisa bergerak, dari tempat tidurmu selama seminggu, tapi apa kamu


siap kehilangan sahabat terbaikmu, yang coba terus berkorban buat kamu? apa


kamu siap untuk nyesel seumur hidup?“ teriak Rahmad.


“Itu bukan masalah buat aku.“ jawab


Beny


“Beny kamu bener-bener yakin dengan


apa yang barusan keluar dari mulutmu?“ tanya Ferdy mengepalkan tangannya.


“Seribu persen aku yakin, dan


pembicaraan kita selesai sampe disini, selamat tinggal.“ jawab Beny berbalik


badan.


“Tarik kata-katamu Ben?“ teriak Zul.


“Kamu udah tau apa yang harus kamu


lakuin kalo kamu mau aku menarik kata-kataku.” jawab Beny.


“Benyyyy.“ teriak Zul.


Hanya lambaian tangan, tak sepatah


katapun Keluar, atau menengok ke arah Zul sedikitpun.


“Zul dia butuh waktu.“ ucap Ferdy


menenangkan Zul.


“Tapi Fer?” jawab Zul.


“Zul kata ferdy bener?“ jawab


rahmad.


“Aku juga sebenernya suka sama


Kejora.“ ucap Rahmad.


“Aku juga.“ jawab ferdy menengok


kearah Rahmad.


“Terus kalian mau gimana?.“ tanya


Zul.


“Kejora cocoknya sama kamu Zul.“


jawab Rahmad tersenyum.


“Aku pikir juga kayak gitu.“ jawab


ferdy.


“Jadi?“ tanya Zul masih bingung.


“Tenang aja! kami tetep jadi


sahabatmu kami tau cinta kami, gak sekuat cinta kamu Ke Kejora.“ jawab Rahmad.


“Sekarang aku yang mau tanya sama


kamu, kamu pilih Beny atau Kejora.” tanya Ferdy.


“Aku pilih dua-duanya.“ jawab Zul


dengan wajah Emosi masih menatap kepergian Beny.


“Gak ada pilihan dua-duanya Zul.“


jawab Rahmad


“Aku buat itu jadi pilihan, bukan


cuma pilihan itu pasti bisa dilakuin.“ jawab Zul.


“Aku yakin kamu bakal jawab kayak


gitu.“ dengan senyum mengembang.


“Zul jangan nyerah pastiin kamu


dapet dua,duanya.“ ucap Rahmad sambil pergi bersama Ferdy


“Aku janji.“ jawab Zul.


Zul pun pulang ke rumahnya setelah


semua yang telah terjadi dia sangat menyesali perkataan Beny, tapi apa boleh


buat dia yang memutuskan untuk menjadi lawan, tapi Zul tetap menganggapnya


sebagai sahabat dan akan membuat Beny menganggap dirinya sebagai sahabat, bukan


sebagai musuh, "Aku janji Mad, aku bersumpah Fer akan aku lakuin segala


cara untuk pilihan yang aku yakinin untuk pilihan yang telah ku buat" Kata


Zul dalam hati.


Saat dirumah Zul.


“Zul udah selesai main sama Rahmad?“


tanya Kejora


“udah kok, kenapa kangen ya?“ goda


Zul


“Kamu udah gila ya, gara-gara main


sama Rahmad.“ jawab Kejora.


“Sebenernya aku gila karena kamu


Ra.“ ucap Zul dalam hati.


“Gaklah buktinya kamu gak gila main


sama Rahmad.“ jawab Zul.


“Iya sih, tapi kamu ngegombal terus,


becandain aku terus.“ jawab Kejora


“Aku gak gombal Ra, aku jujur, aku


bener-bener bilang jujur, itu bukan gombal sumpah.” ucap Zul dalam hati.


“Kenapa gak boleh, apa


jangan-jangan?“ jawab Zul.


“Jangan-jangan apa?” tanya Kejora.


“Gak tau aku lupa.“ sambil pergi


menuju kamarnya.


“Zul.“ kata Kejora penasaran.


“Rahasia.“ jawab Zul tersenyum menengok


kearah Kejora.


Kejora Cemberut kecewa dengan


jawaban Zul, Zul pun langsung masuk ke kamarnya memikirkan cara apa yang harus


ia pakai agar keinginannya dapat terwujud. "Ra aku pasti bakalan dapetin


hatimu semua yang kamu punya jadi punyaku, begitu juga sebaliknya, dan beny aku


yakin pasti kamu gak seratus persen yakin sama jawabanmu aku yakin itu,


untuk kehilangan salah satu dari


kalian, jujur itu berat buat aku, apalagi kalian berdua yang menghilang, itu


bakal jadi kenangan buruk buatku, aku mungkin bakal diselimuti penyesalan yang


dalam yang akan selalu kuingat seumur hidupku yang tadinya berjalan bersama,


susah, senang, sedih, bersama sekarang menjadi lawan, dan suatu hari aku bakal

__ADS_1


rangkul kamu lagi Ben, aku bakal merangkulmu sebagai sahabat" ucap Zul


dalam hati.


__ADS_2