
Kemarin Zul telah memikirkan dan
menimbang segala resiko yang ia hadapi, serta peluang yang ia milik i dengan
keyakinan dan kebulatan tekadnya, dia akan menjadikan Kejora sebagai miliknya
tidak akan kalah, tak peduli siapa yang menjadi tembok penghalangnya. Dan hari
ini Zul mulai bertingkah seperti biasanya, dia sudah bangun pagi-pagi untuk
jogging seperti biasanya bersama Kejora.
“Zul ayok berangkat.“ ajak Kejora.
“Iya sabar,semangat amat.“ jawab
Zul.
“Kamunya aja yang lama.“ jawab
Kejora.
“Heleh, biasanya juga kamu yang
lama.“ elak Zul.
“ Wajar kalo cewek lama.“ jawab
Kejora.
“Mencari alasan.“ ucap Zul tersenyum
sambil memulai Jogging.
“Aku seneng kamu udah semangat
lagi.“ jawab kejora
“Aku dah bilang, kemaren tuh otaknya
lagi perbaikan aja makanya lemes.“ terang zul.
“Aku udah takut ada salah sama kamu
lo.“ jawab Kejora
“Maaf ya, udah bikin kamu merasa
bersalah, udah gitu aku cuekin, kedepannya gak akan kulakuin lagi.“ jawab Zul
merasa bersalah.
“Janji ya.” tanya Kejora.
“Janji cantik.“ jawab Zul menggoda
Kejora.
“Gak usah gombal kamu ketularan ibu
mu ya.“ tanya kejora.
“Beneran geh, masa iya cewek
ganteng, kamu gimana sih Ra, itu fakta bukan gombal.” jawab Zul tersenyum.
“Rerserahlah, aku gak peduli“ jawab
Kejora kecewa.
“Tapi kamu beneran cantik, di antara
wanita yang pernah kulihat.“ ucap Zul.
“Zul ini masih pagi lo.“ jawab
Kejora yang mulai Kesal.
“Itu bener Ra, bukan gombalan kamu
yang tercantik buat aku selamanya.“ ucap Zul dalam hati.
“Gak seru ah, kamu Ra.“ jawab Zul
sambil berlari sedikit lebih kencang.
“Zul pelan-pelan dong tega kamu.“
teriak Kejora.
“Aku tunggu di tempat biasa, aku
siapin minum.“ jawab Zul.
Zul sampai duluan dan langsung
membeli minum untuk dia dan Kejora, duduk dengan keringat membasahi pakaiannya,
dia mengatur nafas sembari menunggu Kejora yang tertinggal sangat jauh darinya,
rasanya ingin tadi dia katakan dengan lantang bahwa memang Kejora yang
tercantik untuk dirinya sampai kapanpun itu, tapi bibirnya tak punya tenaga
untuk bergerak, keberaniannya menghilang begitu saja. dia belum siap mendengar
kemungkinan terburuk dari jawaban Kejora.
“Jahat kamu Zul.“ ucap Kejora
mengagetkan Zul dari lamunannya.
“Salah siapa? kamu tadi bilang aku
lama.“ jawab Zul tersenyum?
“Dendam ceritanya.“ ucap Kejora
Kesal
“Nih minum, istirahat dulu gak usah
marah-marah, masih pagi gak cantik lagi nanti.“ jawab Zul tersenyum.
“Gak peduli.“ jawab Kejora.
“Ra aku mau tanya boleh gak, tapi
kamu jangan marah“ tanya Zul.
“Tanya apa?“ tanya balik Kejora
penasaran.
“Aku gak pernah liat orang tuamu,
mereka kemana?“ tanya Zul.
“Emang gak pernah di rumah mereka,
aku aja jarang ketemu mereka, apalagi semenjak aku punya handphone, paling
setahun sekali di rumah, kenapa emang?“ tanya Kejora balik.
“Aku cuma penasaran aja.“ jawab Zul.
“Mereka pasti ada pas ulang
tahunku.“ jawab kejora.
“Hmmm kamu kalo ulang tahun di
rayain gitu ya?“ tanya Zul.
“Ya iyalah, emang kamu gak
dirayain?“ tanya balik Kejora
“Gak, gini nih kalo kata ayahku
"Emang kalo gak ngerayain ulang tahun kamu gak hidup, kamu mati gitu"
dia ngomong gitu waktu itu.“ jawab Zul sambil menirukan suara ayahnya.
“Bisa mirip gitu suaranya.“ jawab
Kejora tertawa kecil.
“Aku juga gak tau, kenapa bisa
mirip“ jawab Zul
“Kalian deket banget, aku iri.“ ucap
Kejora.
“Kan kamu juga deket sama keluarga
ku.” jawab Zul
“Iya aku ngerasa kayak aku, jadi
anak mereka.“ ucap Kejora.
“Kamu sama orang tua ku emang udah
di anggep kayak anak, karena ibu tuhpengen punya anak cewek.“ jawab Zul.
“Hmmm... tapi yang keluar malah
cowok.“ kata Kejora dengan polos
“Iya Ra, pasti mereka nyesel banget,
kayaknya aku emang anak yang gak diharapkan“ jawab Zul langsung depresi.
“Mana mungkin Zul, buktinya kamu di
besarin sampe sekarang.“ jawab Kejora menyemangati Zul.
Setelah beberapa saat mengobrol
sambil bercanda mereka pun pulang Kerumah untuk sarapan, setelah itj Kejora dan
ibunya pasti akan mengobrol sambil menonton sinetron TV, dan Zul
bermalas-malasan di kamarnya. Melamun dan berfantasi tiba-tiba ia di kejutkan
dengan ketukan pintu.
“Zul kamu tidur apa?“ teriak Rahmad
mengetuk pintu dengan kasar.
“Pelan-pelan woi,rusak nih pintuku.“
jawab Zul membuka pintunya.
“Kenapa?“ tanya Zul.
__ADS_1
“Kita omongin di kamar.“ jawab
Rahmad dengan serius.
“Kenapa sih Mad, tumben amat?“ tanya
Zul heran.
“Kamu berantem sama Beny?“ tanya
Rahmad balik.
“Gawat, ini gawat, dia tau
darimana?” pikir Zul.
“Enggak kenapa?“ Tanya Zul.
“Gak usah bohong, aku sempet gak
yakin pertamanya kalo ini bakal kejadian.“ jawab Rahmad.
“Maksudmu kayak mana Mad?“ tanya
Zul.
“Kamu suka Kejora.“ tegas Rahmad.
Zul pun langsung terdiam tak
menjawab
“Oke jawabannya udah jelas, dan
perkiraanku gak meleset satu milimeterpun.” jawab Rahmad.
“Terus kamu mau apa?“ Tanya Zul
dengan serius.
“Ikut aku ke taman dan jangan ajak
Kejora!“ jawab rahmad.
“Oke berangkat sekarang.“ jawab Zul.
“Zul mau kemana?“ tanya Kejora.
“Main bentar sama Rahmad.“ jawab Zul
dengan raut emosinya.
“Kemana?“ tanya Kejora penasaran.
“Biasa Ra, urusan cowok.“ jawab
rahmad memotong.
“Urusan cowok apa?“ tanya Kejora.
“Kamu nyesel lo nanti dengernya, ini
sensitif. “ jawab Rahmad.
“Hmmm... yaudah kalo gitu, makan
siang pulang gak?“ tanya Kejora.
“Pulang kok, tenang aja.“ jawab Zul.
Saat di taman.
“Terus sekarang apa?“ tanya Zul
“Zul jangan emos,i aku tau sekarang
kamu lagi marah, kalo kamu emosi, aku juga emosi ini bukan masalah yang harus
di selesaikan dengan emosi.“ jawab Rahmad
“Hmmm... Oke jadi gimana?“ tanya
Zul.
“Dari awal aku udah tau, kalo kamu
jatuh cinta sama Kejora, entah kamu malu untuk ngaku, atau kamu memang gak
sadar, tapi aku udah tau dan aku yakin beny juga tau, aku gak habis pikir apa
mau beny sebenarnya, aku dari awal dukung kamu Zul kamu tenang, aku suruh beny
sama ferdy kesini.“ jawab rahmad.
“Terus kamu tau darimana masalah
ini?“ tanya Zul.
“Kejora dia kemaren chat aku.“ jawab
Rahmad.
“Ternyata dia sadar.“ ucap Zul.
“Dia gak sadar kalo kamu suka dia,
tapi dia sadar ada yang gak beres antara kamu sama beny, dan aku langsung tau
sumber masalahnya.“ jawab Rahmad.
“Jadi maksud kamu gimana?” tanya Zul
belum mengerti.
kejora tau?“ jawab rahmad.
Dan akhirnya Beny dan Ferdy datang.
“Ngapain sih Fer kita kesini?“ tanya
Beny.
“Selesaiin masalah kalian.“ jawab
Ferdy.
“Gak ada yang perlu diselesaiin, dia
emang bukan temenku.“ jawab Beny.
Zul dengan tangan mengepal,menatap
beny dengan tajam.
“Beny kamu jangan egois, kamu selalu
mau apa yang dekat dengan Zul, setiap wanita yang mulai deket sama Zul, kamu
deketin juga udah banyak kali Zul bantu kamu, tentang percintaan tapi kamu enak
banget ngomong kayak gitu ke Zul.“ jawab Rahmad.
“Jadi,'kamu di pihak Zul?“ tanya
Beny
“Beny kamu anggep kita kawan atau
lawan?“ tanya rahmad yang mulai emosi.
“Tergantung situasi dan kondisinya
sekarang.“ jawab Beny.
“Kita bukan bela Zul disini Ben,
tapi kamu sampe ngomong kayak gitu kamu bener-bener kelewatan.“ ucap Ferdy
kesal.
“Kamu juga belain Zul Fer?“ tanya
Beny dengan nada tinggi.
“Beny kenapa harus Kejora?“ tanya
Zul.
“Karena aku suka sama dia simple.“
jawab Beny.
“Apa bener, sesimple itu?“ tanya
Zul.
“Emang kamu bisa ngerti, dengan
Bahasa yang rumit.“ jawab Beny.
“Ben, emang wajar kalo kamu suka
sama Kejora, jujur aku juga suka sama Kejora, dia beda dari wanita lain, tapi
aku dari awal udah tau kalo Zul jatuh cinta sama Kejora, aku rela dia untuk Zul
dan emang Zul lebih pantes buat Kejora l, daripada kita dan aku yakin kamu udah
tau dari awal ini semua, kamu harusnya juga gak lupa berkali-kali Zul bantu
Kamu deketin cewek yang berusaha mendekati Zul, dia udah banyak berkorban,
terus kenapa kamu bisa ngomong begitu?“ tanya Rahmad dengan tatapan tajam.
“Itu persepsi sudut pandangmu,
disudut pandangku, aku lebih pantes, aku gak peduli berapa kali Zul berkorban
buat aku, aku mau Kejora jadi milikku.“ jawab Beny.
“Bangsat kamu Ben, kamu anggep kita
apa?“ teriak rahmad dengan emosi menarik lengan baju Beny.
“Rahmad jangan kasar.“ ucap Ferdy
berusaha melerai.
“Ben kamu cuma iri sama Zul, aku tau
itu kamu sebenernya gak benar-benar jatuh cinta sama Kejora.“ ucap Ferdy pada
beny
“Tau apa kamu Fer tentang aku, apa
kamu udah jadi peramal sekarang? atau kamu indigo bisa nebak isi hati ku? atas
dasar apa pendapat kamu itu?“ tanya Beny.
__ADS_1
“Firasatku.“ jawab Ferdy dengan
tatapan tajam.
“Kalian dukung Zul semua sekarang.
aku yang balik tanya sekarang, kalian anggep aku apa?“ tanya beny.
“Kamu sahabatku Ben?“ jawab Zul.
“Jauhin kejora Zul. kalo kamu anggep
aku sahabat, apa susahnya?“ tanya Beny.
“Kalo gitu, kenapa kamu juga gak
bisa jauhin Kejora, relain Kejora buat aku, kamu anggep aku apa kawan atau
lawan?“ jawab Zul mendekat kearah Beny.
“Tergantung tindakanmu.“ jawab Beny.
“Apa kamu gak bener-bener serius
sahabatan sama aku, kenapa jawaban kamu selalu kayak gitu Ben?“ ucap Zul dengan
nada tinggi.
“Buat apa aku sahabatan sama orang
yang gak bisa nurutin permintaanku? kamu bisa cari yang lain, kenapa Sulit buat
kamu?“ tanya Beny.
“Karena aku bener-bener cinta
Kejora.“ jawab Zul dengan menatap beny tajam.
“Berarti kita lawan sekarang, kamu
musuhku.“ jawab Beny.
“Beny ***, bedebah kamu, berenti
sekarang Ben, sebelum terlambat, kalo aku hajar kamu sekarang, aku jamin kamu
gak bakal bisa bergerak, dari tempat tidurmu selama seminggu, tapi apa kamu
siap kehilangan sahabat terbaikmu, yang coba terus berkorban buat kamu? apa
kamu siap untuk nyesel seumur hidup?“ teriak Rahmad.
“Itu bukan masalah buat aku.“ jawab
Beny
“Beny kamu bener-bener yakin dengan
apa yang barusan keluar dari mulutmu?“ tanya Ferdy mengepalkan tangannya.
“Seribu persen aku yakin, dan
pembicaraan kita selesai sampe disini, selamat tinggal.“ jawab Beny berbalik
badan.
“Tarik kata-katamu Ben?“ teriak Zul.
“Kamu udah tau apa yang harus kamu
lakuin kalo kamu mau aku menarik kata-kataku.” jawab Beny.
“Benyyyy.“ teriak Zul.
Hanya lambaian tangan, tak sepatah
katapun Keluar, atau menengok ke arah Zul sedikitpun.
“Zul dia butuh waktu.“ ucap Ferdy
menenangkan Zul.
“Tapi Fer?” jawab Zul.
“Zul kata ferdy bener?“ jawab
rahmad.
“Aku juga sebenernya suka sama
Kejora.“ ucap Rahmad.
“Aku juga.“ jawab ferdy menengok
kearah Rahmad.
“Terus kalian mau gimana?.“ tanya
Zul.
“Kejora cocoknya sama kamu Zul.“
jawab Rahmad tersenyum.
“Aku pikir juga kayak gitu.“ jawab
ferdy.
“Jadi?“ tanya Zul masih bingung.
“Tenang aja! kami tetep jadi
sahabatmu kami tau cinta kami, gak sekuat cinta kamu Ke Kejora.“ jawab Rahmad.
“Sekarang aku yang mau tanya sama
kamu, kamu pilih Beny atau Kejora.” tanya Ferdy.
“Aku pilih dua-duanya.“ jawab Zul
dengan wajah Emosi masih menatap kepergian Beny.
“Gak ada pilihan dua-duanya Zul.“
jawab Rahmad
“Aku buat itu jadi pilihan, bukan
cuma pilihan itu pasti bisa dilakuin.“ jawab Zul.
“Aku yakin kamu bakal jawab kayak
gitu.“ dengan senyum mengembang.
“Zul jangan nyerah pastiin kamu
dapet dua,duanya.“ ucap Rahmad sambil pergi bersama Ferdy
“Aku janji.“ jawab Zul.
Zul pun pulang ke rumahnya setelah
semua yang telah terjadi dia sangat menyesali perkataan Beny, tapi apa boleh
buat dia yang memutuskan untuk menjadi lawan, tapi Zul tetap menganggapnya
sebagai sahabat dan akan membuat Beny menganggap dirinya sebagai sahabat, bukan
sebagai musuh, "Aku janji Mad, aku bersumpah Fer akan aku lakuin segala
cara untuk pilihan yang aku yakinin untuk pilihan yang telah ku buat" Kata
Zul dalam hati.
Saat dirumah Zul.
“Zul udah selesai main sama Rahmad?“
tanya Kejora
“udah kok, kenapa kangen ya?“ goda
Zul
“Kamu udah gila ya, gara-gara main
sama Rahmad.“ jawab Kejora.
“Sebenernya aku gila karena kamu
Ra.“ ucap Zul dalam hati.
“Gaklah buktinya kamu gak gila main
sama Rahmad.“ jawab Zul.
“Iya sih, tapi kamu ngegombal terus,
becandain aku terus.“ jawab Kejora
“Aku gak gombal Ra, aku jujur, aku
bener-bener bilang jujur, itu bukan gombal sumpah.” ucap Zul dalam hati.
“Kenapa gak boleh, apa
jangan-jangan?“ jawab Zul.
“Jangan-jangan apa?” tanya Kejora.
“Gak tau aku lupa.“ sambil pergi
menuju kamarnya.
“Zul.“ kata Kejora penasaran.
“Rahasia.“ jawab Zul tersenyum menengok
kearah Kejora.
Kejora Cemberut kecewa dengan
jawaban Zul, Zul pun langsung masuk ke kamarnya memikirkan cara apa yang harus
ia pakai agar keinginannya dapat terwujud. "Ra aku pasti bakalan dapetin
hatimu semua yang kamu punya jadi punyaku, begitu juga sebaliknya, dan beny aku
yakin pasti kamu gak seratus persen yakin sama jawabanmu aku yakin itu,
untuk kehilangan salah satu dari
kalian, jujur itu berat buat aku, apalagi kalian berdua yang menghilang, itu
bakal jadi kenangan buruk buatku, aku mungkin bakal diselimuti penyesalan yang
dalam yang akan selalu kuingat seumur hidupku yang tadinya berjalan bersama,
susah, senang, sedih, bersama sekarang menjadi lawan, dan suatu hari aku bakal
__ADS_1
rangkul kamu lagi Ben, aku bakal merangkulmu sebagai sahabat" ucap Zul
dalam hati.