
Dua minggu genap Zul dan Kejora telah menjalani kehidupan baru mereka sebagai pasangan suami istri. Tapi belum ada yang spesial untuk Zul dan kejora dari waktu dua minggu yang telah mereka lalui, bahkan untuk hubungan ranjang suami-istri belum mereka lakukan sama sekali.
Kejora yang sibuk dengan belajarnya, dan Zul yang juga menyibukkan dirinya dengan belajar untuk menjadi penerus dari Papanya Kejora, membuat mereka tak banyak menghabiskan waktu bersama. Para orang tua merekapun mulai khawatir dengan Zul dan Kejora yang tak banyak bicara setelah dua minggu menjadi pasangan suami istri, mereka takut hubungan Zul dan Kejora renggang dan dapat menimbulkan sesuatu yang tidak di inginkan, menimbulkan kejenuhan, dan kebosanan pada Kejora dan Zul.
Saat makan malam...
“Ra bukannya kamu bentar lagi, ujian masuknya?“ tanya Papa Kejora.
“Iya mungkin dua minggu lagi.“ jawab Kejora pelan dan mengunyah pelan makanan yang ada dimulutnya.
“Hmm... jadi harusnya sebentar lagi kamu berangkat kesana dong?“ tanya Papa Kejora.
“Iya pa.“ jawab Kejora.
“Zul ikut gak?“ tanya Mama kejora.
“Gak.“ jawab Zul santai.
“ eh kenapa “ tanya Mama Kejora.
“Kejora harus belajar, aku juga disini harus belajar, buat nepatin janji aku ke Papa.“ jawab Kejora.
“Kenapa gak ikut aja sih Zul, sekalian bulan madu?“ tanya Ibu Zul.
“Kapan-kapan ajalah, kan pas kejora libur kuliah juga bisa, kejora kan harus fokus dulu sama ujian masuknya.“ jawab Zul.
“Kata Ibumu bener juga lo Zul.“ ucap Mama Kejora.
“Bener itu, gak bagus juga kalo belajar terus-menerus, otak juga butuh istirahat, ada batasnya, gak bisa terus-terusan belajar kayak gitu.“ ucap Ayah Zul.
“Gimana Ra? kamu setuju gak?“ tanya Papa Kejora.
“Aku sih gak keberatan.“ jawab Kejora.
“Tuh kata Rara dia pengen banget bulan madu sama kamu sekarang.“ ucap Papa Kejora.
“Eh, aku gak ngomong kayak gitu.“ ucap Kejora.
“Hmm... kalo maunya Rara kayak gitu, aku mau.“ jawab Zul.
“Zul aku gak maksa lo, aku juga gak terlalu pengen.“ ucap Rara pada Zul.
“Kamu malu-malu juga mau ngomong jujur.“ ucap Mama Kejora.
“Mama gak usah sok tau.“ jawab Kejora.
“Gak papa kok Ra, buat kamu aku pasti usahain bisa.“ ucap Zul.
“Yaudah deh kalo kamu maksa.“ jawab Kejora.
“Oke berangkat besok ya?“ ucap papa Kejora.
“Eh Pa, apa gak kecepetan?“ tanya Kejora.
“Ya terus mau kapan? mau nanti kalo udah deket kamu ujian masuk kan gak mungkin?“ tanya Papa Kejora.
“Ya gak papa sih Pa, pas deket ujian masuk.“ jawab Kejora.
“Udah besok aja, sekalian siap-siap biar gak ribet ntar kalo mepet-mepet, Zul temenin sekalian sampe kamu udah masuk kuliah nanti.“ perintah papa Kejora.
“Kamu mau Zul?“ tanya Kejora.
“Gak masalah sih, yang penting kamu gak merasa terbebani kalo aku disana.“ jawab Zul.
“ Enggak kok Zul, malah aku seneng, kalo bisa sih kamu tinggal di sana juga.“ ucap Kejora pelan.
“Ehemm...“ ucap Zul.
Kejora langsung terdiam mendengar jawaban dari Zul, Zul tetap tak merubah keputusannya sama sekali, meski Zul bukan berbicara tidak, tapi Kejora tahu bahwa Zul tetap pada pendiriannya, harapan Kejora pun langsung memudar dan hilang, dia sudah menerima kenyataan bahwa dia akan berpisah dengan Zul, meskipun mereka baru saja resmi sebagai suami dan istri. Setelah itu kejora benar-benar terdiam menatap Zul putus asa, dan menghentikan makannya yang masih banyak tersisa.
“Aku ke kamar duluan, aku udah kenyang.“ ucap Kejora
“Abisin dulu dong sayang makannya!“ perintah Mama Kejora.
“Aku kenyang Ma, maaf.“ jawab Kejora.
“Biarin ma!“ perintah Papa Kejora.
“Tapi pa.“ ucap Mam Kejora.
“Zul kamu nurut aja coba deh, ikutin Rara!“ perintah Ibu Zul.
“Gak bisa, keputusanku udah gak bisa goyang.“ jawab Zul.
“Zul pikirin raranya dong.“ ucap Ibu Zul.
“Biar Bu, Zul juga gak boleh terlalu nurut sama maunya Kejora, nanti dia terbiasa ngambek kayak gitu, kalo maunya gak diturutin.“ ucap Papa kejora.
__ADS_1
“Nanti aku coba ngomong lagi sama dia pelan-pelan.“ jawab Zul.
“Tolong ya Zul, dia memang keras anaknya.“ pinta Mama Kejora.
“Aku tau kok Ma.“ jawab Zul.
Dan cepat-cepat Zul mengunyah makanannya, menghabiskan makannya hingga piring benar-benar bersih, lalu menyilangkan sendok dan garpunya. Dan pergi ke kamar mereka berdua, saat Zul membuka pintu kamar yang tak terkunci, Kejora sedang menyiapkan barang bawaaan yang akan di bawa besok .
“My lady.“ panggil Zul.
“Kenapa? aku lagi packing barang ini.“ jawab Kejora.
“Masalah yang tadi kamu...“ ucap Zul terhenti.
“Gak papa kok, aku mau siap-siap buat besok.“ potong Kejora.
“Aku bantuin ya?“ pinta Zul.
“Gak usah biar aku aja, ini udah tugas aku.“ jawab Kejora.
“ Gak papa, biar cepet aku bantu ya?“ pinta Zul.
“Gak usah, kamu langsung ke ruangan papa aja, biar aku yang urus semuanya oke.“ jawab Kejora tersenyum
“Yaudah kalo gitu, aku ke ruangan Papa dulu ya.“ ucap Zul sambil pergi meninggalkan Kejora.
Kejora melanjutkan menyiapkan barang-barangnya dan Zul, yang akan dibawa, kesal kecewa, marah, 3 rasa menjadi satu, yang tadinya dengan lebarnya ia melemparkan senyumnya pada Zul, sekarang berubah murung, setelah selesai menyiapkan barangnya kejora langsung mengganti bajunya dengan piyamanya, dan langsung tertidur dengan lelapnya.
Membelakangi posisi Zul saat tertidur dan berada di ujung ranjangnya menjauhi Zul. Zul yang baru saja pulang dari ruangan Papanya karena di suruh untuk beristirahat untuk perjalanan mereka besok, Zul melihat sudah ada 2 koper berada di sudut lemari. Lalu ia mengallihkan pandangannya pada sang istri yang sudah lelap tertidur.
”Aku tau kamu marah, kamu kesel dan jengkel, tapi keputusanku yang kali ini bulat Ra, maaf Istriku semoga kamu bisa sedikit ngerti.“ gumam Zul. Dan langsung merebahkan dirinya di ranjang mereka berdua dan menarik selimutnya untuk tidur.
Pagi-pagi Zul dan kejora bangun dan langsung menyiapkan diri mereka untuk memulai perjalanan mereka ke Australia Canberra tepatnya. Saat sampai di Canberra airport telah menunggu karyawan dari Papa kejora yang akan membawa Kejora dan Zul keapartment yang telah disiapkan oleh Papa Kejora. jaraknya tidak terlalu jauh dari Australian National University. Kejora dan Zul langsung merapihkan barang-barang mereka dan beristirahat sebentar, di Canberra saat ini masih siang hari ada waktu untuk berjalan-jalan.
“My lady.“ panggil Zul.
“Kenapa?“ tanya kejora dingin.
“Dingin amat kenapa sih?“ tanya Zul pura-pura heran.
“Gak papa.“ jawab Kejora
“Capek ya masihan, yaudah kalo gitu tadinya mau ngajak jalan-jalan kalo kamu masih capek, yaudah deh besok.“ ucap Zul terpotong.
“Tunggu bentar, aku siap-siap.“ potong kejora bersemangat.
“Eh, kok cepet amat ekspresinya berubah.“ pikir Zul.
“Apaan itu?“ tanya Zul bingung.
“Terminal komunikasi ruang angkasa lo, kamu gak tau?“ tanya Kejora.
“Ya gak tau dong, kan aku gak pernah kesini.“ jawab Zul.
“Hmmm... aku pengen banget kesitu l, abis itu kequestacon, terus kedanau griffin.“ ucap Kejora sambil mengganti pakaiannya.
“Emang cukup waktunya? gak bisa dong kalo hari ini semua?" tanya Zul.
“Cukup.“ ucap Kejora melotot.
“Iya, iya cukup waktunya cukup.“ jawab Zul ketakutan.
“Cepetan kamu siap-siap dong, kamu gak mau nemenin aku ya? gak niat ya?“ tanya Kejora kesal.
“Gak my lady, aku beneran mau nemenin kok, kasih aku waktu 2 menit.“ ucap Zul langsung mengganti bajunya dengan cepat.
Setelah selesai mereka langsung berangkat ke tujuan pertama mereka keterminal ruang angkasa, saat sampai disana dan kejora melihatnya, dia langsung terdiam takjub memandang sekelilingnya. Dia berkeliling kesana kemari, dan meminta Zul untuk mengabadikan moment tersebut, dengan sesekali diselingi foto mereka berdua dengan Zul yang memaksakan senyumnya, seolah dia mengerti. Kejora terlihat bersemangat dan bersenang-senang sudah satu jam lebih dia berkeliling, dan langsung mengajak Zul menuju ke Questacon.
“Ayok ke Questacon.” ajak Kejora.
“Eh bukannya itu jauh dari sini? katanya bisa satu jam lo kesana, ini udah jam 3 besok aja ya?“ ucap Zul.
“Aku mau kesana sekarang.“ jawab kejora melotot.
“Yes my lady.“ ucap Zul lemas menurut keinginan Kejora.
Saat sampai di Questacon kejadian saat di Deep space terulang lagi, déjà vu rasanya untuk Zul, Kejora pergi kesana-kemari tanpa memerhatikan Zul, Zul hanya menjadi tukang foto kejora saat berada disana, hampir setiap menit kejora meminta Zul untuk memotret dirinya, dan kadang-kadang bergantian memotret Zul, walaupun tak banyak, ada juga potret mereka berdua yang lumayan banyaknya, dengan wajah gembira ditemani senyum kaku dari Zul.
Setelah sore hari saat jam hampir menujuk ke angka 6 tepat, kejora mengajak Zul ke Danau Burley Griffin. Yang jaraknya tak terlalu jauh dari sana.
“Wah keren.“ ucap Kejora takjub.
“Duduk dulu! kamu gak capek apa dari tadi jalan muter-muter.“ tanya Zul.
“Iya juga, tadi sih gak capek, tapi sekarang betisku pegel semua.“ jawab Kejora.
“Kamu terlalu semangat sih, minum dulu nih.“ ucap Zul sambil memberikan Kejora minuman.
__ADS_1
“Makasih suamiku sayang.“ jawab kejora tersenyum lebar menerima minuman dari Zul.
“Kamu seneng?“ tanya Zul.
“Seneng banget.“ jawab Kejora.
“Pantesan kamu manggil aku suami sayang.“ ucap Zul.
“Ya gak papa kalo disini, kan jarang juga yang ngerti Bahasa Indonesia.“ jawab Kejora.
“Iya juga sih.“ ucap zul.
“Untung aja masih ada mataharinya walaupun musim dingin.“ ucap Kejora.
“Iya jarang-jarang ya, mungkin gara-gara kita kesini mataharinya keliatan.“ ucap Zul.
“Iya juga ya.“ jawab Kejora.
“Mungkin mataharinya takut kamu marah.“ ucap Zul.
“ kenapa kayak gitu? gak mungkin banget.“ tanya Kejora.
“Ya kalo mataharinya gak keluar, terus saljunya tebel, kan kamu gak bisa main, dan jelas abis itu kamu marah-marah hahahaha...“ ucap Zul tertawa kecil.
"Eh, aku gak gitu ya, tapi kamu ada benernya juga sih, emangnya aku serem amat apa? kalo udah marah sampek matahari takut.“ ucap Kejora bingung.
“Bener-bener serem, auranya itu bener-bener kayak Papa kamu, bikin dengkul lemes.“ jawab Zul.
“Jahat ah kamu.“ jawab Kejora malu.
“Tapi gini-gini kan aku tetep suami kamu, walaupun aku jahat.“ ucap Zul.
“Aku gak mau punya suami orang jahat l.“ jawab kejora.
“Aku gak masalah asalkan itu kamu, aku gak peduli kamu mau kayak mana juga jawabanku tetep." jawab Zul.
“Gombal l.“ ucap kejora.
“Aku beneran, orang jujur malah di bilang gombal, aku bener-bener kayak Playboy tau gak,'kalo kamu bilang kayak gitu.“ jawab Zul.
“Tapi kan emang fakta.“ jawab Kejora.
“Wanita pertama yang aku deketin kamu, sahabatku yang wanita cuma kamu, pacarku yang pertama dan terakhir kamu, dan cuma kamu istriku selama aku masih hidup.“ ucap Zul menatap Kejora.
“Aku juga sama Zul, kayak kamu.“ ucap kejora.
“Gak, sahabat kamu yang laki masih ada tiga lagi.“ ucap Zul.
“Oh iya juga ya, maaf ya, yang pentingkan cuma kamu yang ada di hati ku, apa itu masih kurang buat kamu?“ tanya Kejora.
“Aku udah seneng kok.“ ucap Zul menatap Kejora.
Dan merekapun beradu pandang seketika, jantung kejora berdetak kencang l, dan waktu seperti melambat Zul perlahan-lahan mendekatkan wajahnya ke wajah kejora, kejora terdiam dan memejamkan mata, dan Zul memeluk tubuh kejora dengan lembut membuat kejora kaget, karena dia salah memprediksi gerakan Zul.
“Makasih ya.“ ucap Zul memeluk Kejora. Dan tidak lama setelah itu Zul melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Kejora.
“Kenapa kok kamu kayak gitu?“ tanya Zul heran.
“Gak ada apa-apa.“ jawab Kejora kesal.
“Eh, kenapa sih? gak mungkin kalo gak ada apa-apa.“ tanya Zul.
“Gak ada apa-apa.“ jawab Kejora melotot.
“Jelas banget kalo ada apa-apa.“ pikir Zul.
“Oh gitu ya, maaf ya, udah tanya aneh-aneh.“ ucap Zul.
“Hmm...“ jawab kejora dingin dan diam dalam waktu yang cukup lama, Zul bingung apa yang telah ia lakukan kenapa Kejora justru marah kepadanya, dan kejora diam membuang wajahnya, belum lagi dia terlihat kesal, Zul mencari cara untuk mendinginkan suasana saat ini, hingga langit mulai gelap mereka masih terdiam tak bersuara, dan Zul mencoba untuk mengajak kejora pergi setelah melihat handphonenya.
“My Lady, kamu laper gak? ini udah mulai gelap cari makan yuk?“ ajak Zul.
Tapi kejora hanya diam dan tak menjawab.
“Kamu gak mau dinner apa? ini udah mau gelap lo.“ tanya Zul terhenti.
“Dinner? sekarang? mau dinner dimana?“ tanya Kejora kaget.
“Iya sekarang, sekalian kita masih di luar kamu mau?“ tanya Zul.
“Terserah sih.“ jawab Kejora.
“Yaudah yuk, ke restoran Water’s Edge “ ajak Zul.
“Dimana itu?“ tanya Kejora.
“Gak jauh sih harusnya dari sini.“ jawab Zul
__ADS_1
"Yaudah yuk,cari taxi.“ ajak Kejora.
Kejora langsung mencari taxi dan setelah dapat, Kejora langsung meminta supir taxi untuk menuju Water’s Edge Restaurant. Kejora seakan tak sabar ingin segera sampai, dan makan malam bersama Zul, direstoran yang Zul pilih.