Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"

Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"
Episode 15 : Bercabang


__ADS_3

Tersentak kaget Zul dan Kejora,


apalagi Kejora yang masih kaget dengan pengakuan Zul, ditambah kehadiran orang


lain yang sedang melihat Zul mengungkapkan Perasaannya pada Kejora, Zul


langsung menatap tajam kearah orang itu dengan raut wajah emosi, sedangkan


Kejora hanya diam membeku tak bergerak, dia bingung harus bersikap apa, untuk


saat ini.


“Beny“ ucap Kejora kaget.


“Beny“ ucap zul sambil menggeretakan


giginya.


“Kenapa kaget Zul?“ tanya Beny.


“Gak, aku udah prediksi walaupun


sedikit meleset.“ jawab Zul


“Hmmm... otakmu udah mulai sedikit


ada gunanya ternyata, aku bawa hadiah buat kamu.” Ucap Beny membuat Zul heran.


“Hadiah?“ tanya Zul.


“Lena“ panggil Beny.


“Zul, kenapa kamu pilih Kejora di


banding aku? “ tanya Lena.


“Beny sialan ini bahaya, Kejora gak


suka Lena. ” pikir Zul.


“Zul apa maksud Beny, apa hubunganmu


sama Lena?“ tanya Kejora.


“Aku gak ada hubungan apapun dengan


Lena, aku bersumpah Ra.“ jawab Zul.


“Terus maksud Lena tadi apa Zul?“


tanya Kejora.


“Aku gak tau Ra.“ jawab Zul.


“Apa maksud kamu Ben? kenapa kamu


bawa Lena? dia gak ada hubungannya?“ tanya Zul.


“Hmmmm... gimana ya? biar seru aja


gak membosankan.“ Jawab Beny.


“Ini bukan permainan Ben.“ teriak


Zul.


“Aku tau...“ jawab Beny, “Tapi aku


juga suka sama Kejora, gak cuma kamu aja yang suka dia.“ Ucap Beny.


Kaget sekaget-kagetnya Kejora


mendengar ucapan Beny, tidak menyangka bahwa Beny menyukai Kejora, ternyata


selama beberapa hari Beny bermain Ke rumah Zul adalah ini, dan apa yang di


katakan Zul waktu itu benar, Kejora mengira bahwa Zul sedang bercanda, atau


asal menebak, atau mungkin memang dia sudah tau.


“Sekarang Kejora siapa yang kamu


pilih, aku atau Zul?“ tanya Beny pada Kejora.


“Zul, aku juga suka sama kamu Zul.“


ucap Lena.


“Lena maaf, tapi hatiku udah milih


Kejora, walaupun dia belum menjawab perasaanku, aku gak menyerah, aku akan


tunggu jawaban dari Kejora, karena aku yakin Kejora punya rasa yang sama


denganku, Lena aku gak punya perasaan yang aku rasakan pada Kejora sama kamu,


aku harap kamu bisa mengerti Len!“ jawab Zul


“Kenapa Zul? apa karena Kejora lebih


pintar dari aku? apa karena dia lebih cantik dari aku? apa karena dia lebih


kaya dari aku? apa alasannya? “ tanya Lena sambil meneteskan air mata.


“Aku gak punya.“ jawab Zul.


“Liat Ra dia itu cuma mainin kamu,


dia aja gak bisa jawab kenapa bisa suka sama kamu, aku bisa, beda Ra sama aku,


aku punya alasan bisa suka sama kamu“ ucap beny.


“Ben cinta itu tak terdefinisi,


cinta itu tak terhingga, emang aku gak punya alasan kenapa bisa suka sama


Kejora, tapi kalo liat Kejora Senyum aku jadi bersemangat lebih dari biasanya,


kalo Kejora Sedih aku lebih sedih lagi dari dia, saat dia akrab dengan orang


lain aku takut, aku marah, aku takut dia lebih dekat dengan orang lain selain


aku, aku marah sama orang yang lebih dekat dengan Kejora daripada aku, kalo


kamu butuh alasan yang Rasional dan logis aku suka sama Kejora, aku gak punya,


tapi kalo pertanyaanmu kenapa aku suka sama Kejora, aku punya jawabannnya,


karena aku mencintai dia.“ tegas Zul.


“Zul.“ ucap Kejora.


“Nah Ra, kamu pilih siapa? aku atau


Zul Ra?“ tanya Beny.


“Maaf Ben, aku udah anggap kamu


sebagai sahabat, anggap kamu jadi teman, aku gak ada perasaan seperti yang kamu


rasain ke aku, aku minta maaf Ben, aku gak bermaksud untuk bikin hati kamu


sakit, aku gak ada maksud sama sekali, kalo selama ini aku baik sama kamu itu


di salah artikan sama kamu aku minta maaf Ben, aku baik Ke kamu sebagai seorang


sahabat bukan sebagai pasangan.“ jawab Kejora.


“Zul ayo pulang! aku terlalu kaget


dengan kejadian ini.” kata Kejora.


“Ra tapi.“ jawab Zul terhenti


“Zul aku mohon!“ ucap Kejora


memelas.


“Beny, maaf sekali lagi, aku harap


kita masih bisa jadi sahabat yang baik.“ ucap Kejora.


Beny dan Lena Pergi meninggalkan Zul


dan Kejora, Beny tak menjawab Kejora tak ada satu kata pun keluar, Kejora yakin


Beny mendengarnya tapi Kejora juga tahu Beny pasti sangat sakit saat ini,


hingga bibirnya tak dapat di gerakkan. Zul dan Kejora pun diam tak mengucapkan


satu patah katapun sampai ke dalam rumah, wajahnya tak berekspresi.


Zul pun langsung masuk Ke kamarnya


tak berucap apapun, berbeda dengan Kejora yang berusaha menyembunyikan masalah


tadi, didepan orang tua Zul. Meski masih kaget dan tidak percaya, ini tetap


pilihan yang berat bagi Kejora, walaupun dia ingin mengatakan iya aku mau, tapi


bibirnya benar-benar berat mengucapkan kata-kata itu, dia yakin Zul


mengatakannya dengan jujur, tapi Kejora masih merasa terganjal oleh sesuatu


yang sangat penting baginya.


Zul langsung membuka jendela


kamarnya menatap langit malam dengan jutaan bintang, sinar bulan terhalang oleh


awan hitam tidak terlihat dengan sempurna, tapi bukan bulan titik yang ia


pandang melainkan bintang Kejora, seharusnya sebentar lagi bintang itu akan


menghilang dan akan kembali menampakkan wujudnya saat pagi menjelang.


Badannya terasa lelah dan mengantuk


walaupun malam belum larut ingin rasanya tidur dan bermimpi, tapi matanya terus

__ADS_1


terbuka dengan lebar tak dapat di pejamkan. Kejora yang tidak mengatakan apapun


membuatnya tidak dapat tenang, dan gelisah terus mengganggunya. Saat matanya


terpejam dan kesadarannya hampir hilang, suara seseorang membuat kesadarannya


kembali.


“Zul kamu udah tidur ya?“ tanya


Kejora yang sudah beberapa kali memanggil Zul dan tak mendapat balasan, ia pun


berbalik badan melangkahkan kaki menjauh dari pintu kamar Zul, tapi sebuah


tangan yang besar dan kuat menggenggam erat lengannya.


“Kamu belum jawab Ra, aku gak bisa


tidur dengan tenang “ ucap Zul yang membuat Kejora perlahan menoleh kearahnya.


“Maaf Zul.“ jawab kejora


“Ah... ternyata Kejora tidak membalas


perasaanku, aku terlalu berharap.“ pikir Zul. sambil mengendurkan genggamannya


“Gak papa Ra, kamu punya hak.“ jawab


Zul membalikkan badannya dan melepas genggaman Lengan Kejora tapi.


“Aku belum bisa jawab sekarang, I


need time.“ jawab Kejora menarik lengan Zul.


“I need apa tadi aku gak tau


artinya?“ tanya Zul.


“Aku belum bisa jawab sekarang, Zul


maaf ya.“ ucap Kejora tersenyum.


“Gak masalah aku tau kamu masih


kaget sama kejadian tadi, aku tau ini pilihan berat buat janji jadi pasangan


seumur hidup itu gak mudah, kamu mantepin jawabanmu aku gak akan memaksa


jawabanmu apa, aku gak masalah, tapi Ra aku butuh kepastian.“ tanya Zul.


“Kepastian tentang apa?” tanya


Kejora.


“Kapan aku bisa dapet jawabanmu?“


tanya Zul.


“Besok.“ jawab Kejora mantap.


“Gak usah buru-buru juga aku gak


masalah Ra, tapi lebih cepat itu lebih baik.“ ucap Zul.


“Aku gak peduli jawabanmu apa, aku


gak akan nyerah sampai kamu bilang iya Ra.“ ucap Zul dalam hati.


“Aku udah pikirin baik-baik,'aku


janji aku bakal jawab itu besok, aku harap apapun jawabanku nantinya, aku mau


hubungan kita tetap seperti sekarang.“ jawab Kejora.


“Aku janji.“ jawab Zul sambil


mengarah ke tempat tidur dan menunjukkan jari kelingkingnya tanpa menghadap ke


arah Kejora.


“Makasih Zul.“ jawab Kejora sambil


menutup pintu kamar Zul.


Senang dan cemas dalam hati Zul,


senang karena akan mendapatkan jawaban dari ungkapan perasaan Zul besok, cemas


karena apa yang akan menjadi kejawaban Kejora besok tidak sesuai dengan


ekspetasinya, hanya akan ada dua jawaban besok hanya kemungkinan baik dan


kemungkinan buruk, serta jawaban baik dan jawaban buruk, meski jawabannya


adalah jawaban buruk Zul akan terus berusaha mengubahnya menjadi baik, tapi


bohong rasanya jika dia tidak cemas, tidak mungkin hilang sepenuhnya.


Malam terasa lebih panjang dari


biasanya, mata terpejam namun tubuhnya hanya berguling kesana-kemari, untuk


masih sepenuhnya sadar tidak terlelap, bahkan hanya sedetik pun. Tadi malam Zul


merasa malam lebih lama dari biasanya, tapi saat pagi hari menjelang dia merasa


kenapa hari ini terlalu cepat berganti, untuk menenangkan pikirannya dia


membuka jendela kamarnya di waktu yang hampir pagi ini, memandang kelangit dan


melihat bintang Kejora, ia pandangi terus bintang it terus-menerus tanpa


bergeming ke arah lain.


Tok… tok… tok…


“Iya siapa?“ tanya Zul tersadar dari


lamunannya


“Zul udah mau pagi kamu mau jogging


gak?“ tanya Kejora.


“Jangan-jangan dia mau jawab pas


jogging.“ pikir Zul bersemangat.


“Iya Ra, tunggu.“ jawab Zul yang


bergegas, memakai pakaian joggingnya dengan terburu-buru hingga menimbulkan


suara berisik yang terdengar oleh ibu Zul.


“Zul kamu ngapain sih? Berisik


amat.“ tanya Ibu Zul.


“Mau jogging, lagi pake baju kenapa


Bu?“ jawab Zul.


“Bisa gak pelan-pelan, jangan


berisik ayah masih tidur!“ perintah Ibu Zul.


“Iya Bu.“ jawab Zul sambil keluar


dari pintu kamarnya.


“Kenapa sih? mau jogging aja


berisik?“ tanya Ibu Zul heran.


“Gak kenapa-kenapa, emang berisik


ya?“ tanya Zul


“Bisa gak kerasa sama kamu, ayah


kecapean masih tidur, kamu malah berisik.“ Ucap Ibu Zul memarahi Zul.


“Bu aku kasih tau sesuatu.“ ucap


Zul.


“Apaan sih?“ tanya Ibu Zul.


“Cowok itu gak suka sama cewek yang


pagi-pagi udah marah-marah.“ jawab Zul.


“Sok tau kamu, gak usah ngajarin ibu


soal kayak gini.“ ucap Ibu Zul.


“Tapi aku cowok lo Bu, pasti ayah


pikirannya sama kayak aku.“ jawab Zul menggoda Ibunya sambil pergi.


“Zul anakku ganteng,tunggu bentar!“


panggil Ibu Zul tersenyum merayu Zul.


“Eh, tumben baik, ada apa nih sampe


muji-muji segala.” jawab Zul tersenyum.


“Ah, kamu kok kayak gitu sih, biar


ayah makin lengket sama Ibu gimana ya? Zul kamu kan cowok pasti ngerti kan


maksud Ibu?“ tanya Ibu Zul.


“Minta duit.“ jawab Zul.


“Cih...“ ucap Ibu Zul spontan.


“Hmmm... gitu ya padahal aku tau caranya,

__ADS_1


ternyata gak butuh, yaudah deh, aku mau Jogging dulu.“ jawab Zul.


“Ah, kamu kok jadi gampang


tersinggung sih, kan ibu cuma becanda segini cukup?“ tanya Ibu Zul sambil


menunjukkan uang pecahan 100 ribu sebanyak dua lembar.


“Sebenernya sih kurang, tapi gak


papalah, demi Ibuku tersayang ini ,aku kasih tau deh.“ jawab Zul


“Terus gimana?“ tanya Ibu Zul.


“Ayah itu orangnya agak dingin, Ibu


harus agresif, Ibu yang inisiatif, aku saranin bangunin ayah sekarang, suapin


makan, dan habis itu, Ibu bisa improvisasi sendiri.” ucap Zul sambil pergi.


“Eh, beneran cuma gitu aja?“ tanya


Ibu Zul.


“Semangat!“ jawab Zul.


Zul pun langsung menghampiri Kejora.


“Lama amat, ngomongin apa sama Ibu?“


tanya Kejora.


“Bisnis.“ jawab Zul tersenyum.


“Bisnis apaan?“ tanya Kejora.


Zul mendekatkan wajanya ke telinga


Kejora dan berbisik.


“Rahasia.“ ucap Zul


“Ih kok gitu.“ jawab Kejora.


“Udah ayok lari, nanti pulangnya


keburu panas.“ ucap Zul sambil memulai joggingnya.


“Jangan rahasia-rahasiaan dong?“


tanya Kejora penasaran.


“Tanya aja, nanti sama Ibu.“ jawab


Zul.


“Kenapa gak kamu aja sih yang


ngomong, aku jadi penasaran.“ ucap Kejora yang semakin penasaran.


Zul berhenti sejenak...


“Aku juga penasaran sama jawaban


kamu.“ dengan wajah tersenyum menatap Kejora dan melanjutkan larinya.


Kejora terdiam dengan wajah tersipu


malu karena tatapan Zul, jantungnya berdegup kencang, memang dia sedang berlari


namun dia rasa ini lebih kencang dari biasanya, saat dia sedang berlari bersama


Zul. Belum lagi senyum Zul terlihat sangat indah di mata Kejora, membuat ia


terpukau, takjub dengan senyuman Zul.


Merekapun akhirnya berhenti,


beristirahat di tempat yang sama saat Zul menyatakan perasaannya pada Kejora,


masih terbayang Kejadian pada malam itu, yang tadinya hanya dua orang remaja


yang duduk di situ dan menyatakan perasaanya, bercabang bertambah menjadi dua


orang remaja yang menyatakan perasaannya kepada orang yang telah membuat mereka


jatuh cinta, dan masih menunggu satu jawaban yang belum didapatkan oleh Zu,l


dia masih menanti jawaban Kejora.


“Zul“ ucap Kejora..


“Hmmm...“ jawab Zul sambil meneguk


air mineral.


“Aku belum bisa jawab sekarang, aku


udah putusin untuk jawab itu, nanti malem apa kamu mau nunggu sampe malem?“


tanyaKejora.


“Gak masalah mau selama apapun? itu


tetep kutunggu.“ jawab Zul.


“Kamu bisa ke rumahku, nanti malem


aku butuh tempat yang privasi, dan gak ada yang ganggu.“ ucap Kejora.


“Emang boleh sama pak Jon, sama bi


Maryam?“ tanya Zul.


“Boleh tenang aja, aku yang ngomong


ke mereka, kamu tinggal dateng kesana aja.“ jawab Kejora meyakinkan Zul.


“Oke kalo gitu.“ jawab Kejora,


“Aku habis sarapan, pulang Kerumah.“


ucap Kejora.


“Yaudah nanti kuanter.“ jawab Zul.


“Gak usah, aku sendiri aja, aku


pengen sendiri dulu.“ jawab Kejora.


“Yaudah kalo itu mau kamu, aku gak


bisa maksa.“ ucap Zul.


“Makasih Zul, udah mau ngerti aku,


selama ini aku seneng.“ jawab Kejora


“Kalo kamu seneng, aku lebih seneng


dari kamu.“ jawab Zul.


Dan akhirnya merekapun pulang untuk


sarapan di rumah Zul. Setelah itu kejora berpamitan untuk pulang kerumahnya.


Kejora bingung hatinya terus mengatakan dan memaksa bibir Kejora bergerak untuk


berkata Iya, tapi dipikirannya masih terganjal sesuatu yang tidak kalah


pentingnya tentang perasaannya, jika dia menjawab tidak sama saja dia bohong


pada dirinya sendiri.


Malampun telah tiba, Kejora makin


gugup dadanya serasa ingin meledak, apa ekspresi Zul nanti saat mendengar


jawabannya. Kejora sudah memberi pesan pada pak Jony jika Zul datang, langsung


temui Kejora di balkon atas rumahnya, tempatnya cukup tertutup terhalang


rimbunnya pohon, dan kebun rumah Kejora di tambah dengan tempatnya yang cukup


luas, dan dapat dapat melihat langit malam dengan jelas.


“Hai Pak Jon.“ sapa Zul yang membuat


pak Jony kaget.


“ Bkin kaget aja, ke balkon atas


langsung!“ jawab Pak Jony.


“Gini pak, kan Rumahnya ini luas


udah kayak hotel, balkon atasnya yang mana ya pak? saya gak tau?“ tanya Zul.


“Nanti dianter bi Maryam, dia ada di


ruang tamu, dan saya harap kamu gak amnesia.“ tegas pak Jony.


“Bapak bisa percaya sama saya, saya


udah janji“ jawab Zul.


Dan Zul pun diantar Bi Maryam Ke


balkon atas Rumah Kejora.


“Makasih Zul udah mau dateng.“ ucap


Kejora.


“Gak mungkin, aku gak dateng buat


sesuatu yang sangat penting kayak gini.“ jawab Zul.


“Iya Zul, aku gak mau lama-lama Zul

__ADS_1


jawabanku.“ ucap Kejora terhenti.


__ADS_2