Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"

Kejora "Cinta 3.1 Menit Cahaya"
Hari Pertama


__ADS_3

Kejora terbangun dari tidurnya yang nyenyak dipelukan Zul. Saat membuka matanya Zul telah berada disampingnya, tersenyum memandang kejora. Yang baru saja membuka matanya, Kejora salah tingkah kaget karena Zul memandanginya sambil tersenyum .


“Morning My Lady.“ ucap Zul.


“Morning.“ ucap Kejora tersenyum kaku, dan berusaha untuk duduk.


“Susu.“ ucap Zul, sambil memberikan segelas susu putih hangat pada kejora.


“Makasih Zul.“ jawab Kejora


“Hmmm...“ ucap Zul tersenyum pada Kejora.


“Kamu bangun dari kapan?“ tanya Kejora.


“Dari jam berapa? ya aku lupa.“ jawab Zul.


“Kenapa gak bangunin aku l?“ tanya Kejora.


“Kamu kayaknya capek banget, aku gak tega banguninnya, kamu juga lucu pas tidur.“ ucap Zul.


“Lucu apanya?“ tanya Kejora.


“Rahasia.“ bisik Zul, lalu tersenyum kearah Kejora.


“Kok pake rahasia-rahasiaan sih, jangan gitu dong.“ jawab kejora kesal.


“Mandi sana! udah di tungguin mau sarapan.“ perintah Zul, lalu mencium kening Kejora,


Kejora terdiam kaget karena Zul tiba-tiba mencium keningnya tanpa memberitahu Kejora terlebih dahulu.


“Hoi, kok bengong, apa mau mandinya sama aku?“ goda Zul.


“Aku mandi sendiri.“ ucap Kejora sambil bangkit dari ranjangnya dengan wajah memerah, berjalan kekamar mandinya dengan membuang wajahnya dari Zul.


“Aku tunggu di bawah ya my lady, jangan lupa minum susunya.“ ucap Zul.


“Iya aku mandi bentar.“ teriak Kejora dari kamar mandinya.


Zul pun pergi meninggalkan kejora sendiri di kamarnya dengan tanda menutup pintu kamarnya, sedangkan kejora yang sedang mandi dikamar mandi di bawah guyuran air hangat membasahi tubuhnya, dengan cepat ia membersihkan tubuhnya yang lengket karena langsung tertidur semalam.


Kejora menuju lemari kamarnya, pinggangnya terasa sakit, kakinya lemas, karena terus l-terusan berdiri kemarin, apalagi beberapa jam dia menggunakan sepatu dengan hak tinggi, kakinya benar-benar terasa sakit, dan lemas, berjalanpun sakit, sehingga dia berjalan dengan aneh tidak seperti biasanya.


Kejora mengeringkan rambutnya dan masih memakai handuk, menggerakkan pengering rambutnya kesana-kemari, menatap kaca riasnya, melamun dan tiba-tiba tersenyum dengan sendirinya, hampir gila rasanya, malam pertama sebagai seorang istri. Akhirnya salah satu tujuannya tercapai, meresmikan hubungannya dengan Zul ketahap yang lebih serius.


Setelah selesai berpakaian Kejora menuruni anak tangga menuju meja makan, yang sudah di tunggu oleh keluarga barunya orang tua Zul yang resmi menjadi mertuanya dan kedua orang tuanya yang menunggu Kejora di meja makan, Kejora berjalan aneh terpincang-pincang saat menuruni anak tangga dan saat duduk dia memegangi pinggangnya yang sangat nyeri.


“Pinggangmu sakit?“ tanya Zul.


“Gak papa kok.“ jawab Kejora tersenyum.


Kejora kaget saat Ibu Zul dan Mamanya terlihat tertawa kecil menatapnya dengan tatapan aneh, Kejora bingung dengan tatapan itu. Dan Papa Kejora menatap Zul dengan tajam membuat Zul bingung apa yang salah pada mereka berdua.


“Kenapa sih?“ tanya Kejora bingung.


“Gak papa kok sayang.“ jawab Mamanya mencoba berhenti tertawa.


“Kok ketawa-ketawa kayak gitu, aneh.“ tanya Kejora bingung.


“Ya gak papa, lain kali pemanasan dulu, peregangan dulu biar gak sakit pinggang.“ ucap Ibu Zul.


“Maksudnya?“ tanya Kejora bingung.


“Ah pura-pura gak paham deh.“ ucap Mama Kejora


“Zul lain kali, jangan lama-lama pikirin Rara juga, tuh sampe jalannya pincang kayak gitu, jangan semaunya kamu aja.“ ucap Papa Kejora.


“Maksudnya gimana sih pa?“ tanya Zul yang juga bingung.


“Udah nanti aja, kita makan dulu?“ perintah ayah Zul sambil memberi isyarat kepada papa Kejora.


“Iya kita sarapan dulu!“ jawab Papa Kejora.


Zul menatap Kejora dengan bingung, dengan isyarat menanyakan apa maksud dari pada orang tua mereka, Kejora yang tak kalah bingung menggelengkan kepala, tak mengerti apa maksud dari perkataan orang tuanya, dan mereka pun melanjutkan sarapan mereka dengan penuh pertanyaan, dari perkataan membingungkan orang tua mereka.


Setelah sarapan selesai Kejora diajak untuk pergi ke kamar Mamanya diikuti oleh ibu Zul, dengan memaksa. Sedangkan Zul bersama Papa dan Ayahnya masih berbincang-bincang dimeja makan.


Saat di kamar.


“Kenapa sih Ma?“ tanya Kejora heran.


“Berapa kali kalian semalem.“ tanya Ibu Zul tersenyum aneh pada kejora.


“ Berapa kali apanya?“ tanya Kejora bingung.


“Eh, kok pura-pura gak paham.“ jawab Ibu Zul


“Aku beneran gak ngerti.“ jawab kejora bingung


“Udah gak usah malu-malu jujur aja berapa lama? Mama sama ibu gak bakal ketawain.“ ucap Mama Kejora.


“Aku beneran gak tau, apa yang Mama sama Ibu maksud?“ tanya Kejora bingung.


“Ya itu loh timpah-timpahannya?“ tanya Ibu Zul.


“Apa yang di timpah?“ tanya Kejora polos.


“Aduh, kamu hubungan suami istrinya berapa lama?“ tanya Mama Kejora kesal.


“Hubungan giman?“ tanya Kejora bingung.


“Jangan bilang semalem gak ngapa-ngapain?“ tanya Mama Kejora.


“Ya aku sama Zul cuma tidur sampe pagi udah gak ngapa-ngapai. “ jawab Kejora dengan santai.


Celetok…..


Mama kejora menyentil kening kejora dengan kesal.


“Aduh sakit Ma, kenapa sih?“ tanya Kejora bingung dan kesakitan memegang keningnya.


“Peak.” jawab Mama Kejora kesal.


“Kok marah, emangnya aku salah apa?“ tanya Kejora bingung.


“Hah, kecewa Ibu, Ibu udah seneng liat kamu megangin pinggang, tadi Ibu kira Zul jadi monster semalem, taunya aduh...“ jawab Ibu Zul kecewa dan memegang keningnya tak percaya.


“Aku sakit pinggang gara-gara seharian berdiri kemaren.“ jawab kejora dengan santai.


“Jadi bukan gara-gara permainan kalian semalem waktu di kamar?“ tanya Mama Kejora.

__ADS_1


“Main apaan? aku sama Zul langsung tidur semalem.“ jawab Kejora


“Ya ampun Kejora, kamu bener-bener deh.“ ucap Mama Kejora kesal.


“ Kenapa sih? kok mama sama ibu Kesel gitu?“ Tanya Kejora heran.


“Gimana gak kesel, aturan jangan langsung tidur dong ra, kamu kan udah jadi istri Zul, aturan kamu layanin dia dulu dong sebagai istri.“ jawab Mama Kejora dengan nada kesal bercampur marah.


“Layanin sebagai istri?“ tanya kejora.


“Jangan bilang kamu gak tau juga.“ tanya Ibu Zul.


“Hmmm... iya aku paham.“ jawab Kejora.


“Apa coba?“ tanya Mama Kejora.


“Ya gitu lah pokoknya, nyenengin Zul.“ jawab Kejora.


“Contohnya? “ tanya Mama Kejora.


“Pijitin Zul pas mau tidur.“ jawab Kejora.


“Terus?“ tanya Mamanya.


“Buatin dia minuman, sama siapin baju tidur.“ jawab Kejora.


“Terus?“ tanya Mama Kejora mulai tersenyum.


“ Tidur.“ jawab Kejora polos.


“Ampun deh Ra, udah ah kesel Mama, kamu improvisasi sendiri aja.“ ucap Mama Kejora.


“Ra semuanya gak harus nunggu Zul yang ngomong lo, kalian udah jadi suami istri, gak usah malu lagi itu udah jadi kewajiban soalnya.“ ucap Ibu Zul


“Maksudnya?“ tanya Kejora.


“Kamu cari tau sendiri deh! mama gak mau ngajarin kamu terus, improvisasi sendiri!“ jawab Mama Kejora.


“Apaan sih maksudnya, aneh deh?“ pikir Kejora. Sambil pergi kekamarnya.


Saat kembali kekamarnya Kejora langsung merebahkan badannya diranjang tempat tidurnya, sambil membaca buku untuk persiapan ujian masuknya, Zul masih belum masuk ke kamar kejora membuatnya bingung apa yang sedang mereka perbincangkan hingga selama ini.


Apa karena kejadian Lena kemarin yang mereka bahas, pikir kejora memang cukup keterlaluan kemarin Lena yang hampir saja sukses membuat kacau, dan gagal, upacara sakral yang akan berlangsung, beruntung tuhan memihak pada Zul dan Kejora dengan tidak merestui suksesnya rencana Lena, yang hampir tersusun dengan rapi dan bersih. Mungkin jika Papanya bukan orang yang punya relasi dan memiliki kekuatan yang besar secara finansial rencana Lena akan berjalan dengan mulus.


2 jam lebih setelah sarapan kejora mengantuk, mungkin dia masih terlalu lelah dengan acara yang berlangsung kemarin. Mulutnya beberapa kali menguap dan matanya mengeluarkan air mata tanda mengantuk berat. Saat dia hampir tertidur Zul datang ke kamar mereka menghampiri kejora.


“ ngobrolin apa tadi “ tanya Kejora pada Zul yang baru saja masuk.


“Gak bukan apa-apa cuma saran orang tua aja.“ jawab Zul.


“Beneran?“ tanya Kejora tak percaya.


“Bener kamu gak percaya amat.“ jawab Zul.


“Ya abisnya lama banget ngobrolnya.“ ucap Kejora.


“Kenapa emang? apa kamu udah kangen? baru kutinggal sebentar?“ tanya Zul menggoda Kejora.


“Kepedean.“ jawab Kejora.


“Terus kenapa geh? apa kamu pengen di manjain?“ tanya Zul.


“Terus kenapa dong, kalo kamu gak bilang ya aku gak tau?“ tanya Zul sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Kejora.


“Ngapain kamu deket-deket? kebiasaan deh.“ jawab Kejora kaget.


“Gak boleh ya?“ tanya Zul.


“Gak.“ jawab Kejora tegas.


Zul langsung membelai pipi Kejora dengan halus,


“Kenapa? kan kita udah resmi, kita udah sah kenapa gak boleh?“ tanya Zul.


Kejora menatap Zul dengan tatapan sayu.


“Kenapa sih, Zul kok dia kayak gini?“ pikir kejora.


“Kamu takut?“ tanya Zul


“I...iya.“ jawab Kejora


“Maaf ya.“ jawab Zul tersenyum dan menarik wajahnya yang terlalu dekat dengan Kejora.


“ Iya.“ jawab Kejora.


“Ya udah kamu belajar aja, maaf udah ganggu dan bikin kamu takut.“ ucap Zul sambil pergi meninggalkan kejora sendirian dikamarnya.


“Apa dia marah ya? apa aku salah ya? ngomong kayak gitu ke dia?“ pikir Kejora


Kejora pun memilih melanjutkan belajarnya yang terhenti karena kehadiran Zul, saat makan siang dan makan malam Zul berubah membuat kejora bertanya-tanya mungkinkah Zul sakit hati dengan kata-katanya. Bahkan setelah makanpun, Zul tak berbicara sedikitpun dengan Kejora.


Kejora yang langsung masuk ke kamarnya, dan melanjutkan belajarnya hingga jam 9 malam, Kejora heran karena Zul tak kunjung masuk ke dalam kamarnya. Ia pun langsung mencari Zul karena penasaran dengan tingkah Zul yang berubah dingin padanya. Dan Kejora menemui Zul yang sedang melamun sambil meminum segelas susu di balkon rumahnya.


“Zul“ panggil Kejora


“Hmmm... kenapa?“ tanya Zul yang sadar dari lamunannya.


“Kamu ngapain disini? udah malem lo.“ tanya Kejora.


“Gak papa kok, cuma mau cari angin aja.“ jawab Zul.


“Kamu tersinggung ya.“ tanya Kejora.


“Tersinggung kenapa?“ tanya Zul.


“Sama omonganku tadi?“ tanya Kejora.


“Gak emang kamu tadi ngomong apa?“ tanya Zul.


“Yang tadi siang, kamu lupa?“ tanya Kejora.


“Yang man?“ tanya Zul.


“Yang aku bilang jangan deket-deket.“ jawab Kejora.


“Enggak kok, mikir aku tersinggung?“ tanya Zul heran.


“Kamu jadi dingin.“ jawab kejora.

__ADS_1


“Masa sih, kayaknya sama aja kamu ada-ada aja.“ jawab Zul.


“Iya aku ngerasa kamu beda.“ jawab Kejora.


“Emang aku biasanya gimana?“ tanya Zul.


“Ya biasanya kan kamu gak diem aja kayak gini, maaf ya kalo kamu tersinggung.“ jawab Kejora.


“Gak kok, aku cuma gak mau kamu ketakutan aja, biar kamu juga fokus sama belajar kamu kan tesnya gak lama lagi.“ jawab Zul.


“Bener kan kamu tersinggung?“ tanya Kejora merasa bersalah.


“Bukan tersinggung Ra aku cuma mau nurutin mau kamu aja, gak mau kamu ketakutan, mungkin kamu belum biasa juga, kamu butuh waktu buat adaptasi dengan status kita yang baru ini.“ jawab Zul menatap kejora tersenyum.


“Zul maaf ya, kalo aku banyak maunya.“ ucap Kejora.


“Iya kamu banyak bener maunya, kayak orang lagi ngidam hahaha...” jawab Zul.


“Ih aku lagi serius, kamu malah ketawa.“ jawab Kejora.


“Ya gimana geh? emang kamu lucu banget kayak orang lagi ngidam, padahal hamil juga belum kayak mana kalo hamil, bisa-bisa kamu minta aneh-aneh.“ ucap Zul.


“Kamu tau darimana?“ tanya Kejora kesal.


“Ya kamu aja baru nikah minta jangan deket-deket, minta tidur didada, kalo hamil apa kamu mau minta batu dari mars, apa liburan ke mars paling.“ jawab Zul.


“Iya paling ya, kayaknya ide bagus.“ jawab Kejora.


“Eh kok beneran, kalo ntar ngelahirin di mars gimana coba?“ tanya Zul.


“Mana boleh orang hamil ke mars, kamu aneh.“ jawab Kejora


“Mana aku tau?“ jawab Zul.


“Maafin aku ya?“ tanya Kejora.


“Hmmm... gak ah.“ jawab Zul.


“Aku harus gimana?“ tanya Kejora.


“Bilang maafin istrimu ya suamiku!“ perintah Zul.


“Hmmm... sekarang aku inget kamu ngambek gara-gara kemaren malem gak aku panggil suami ya?“ tanya Kejora.


“Haha... baru inget sekarang.“ jawab Zul.


“Aku lupa banget, kayaknya gara-gara kecapean.“ ucap Kejora.


“Gak deh, kayaknya bukan gara-gara kecapean, tapi gara-gara gak belajar.“ jawab Zul


“Ya gak mungkinlah, gak ada hubungannya.“ ucap Kejora.


“Buktinya kamu abis belajar langsung inget.“ jawab Zul.


“Ya kan hari ini cuma belajar aja gak ngapa-ngapain, kalo kemaren kan capek banget berdiri seharian.“ ucap Kejora.


“Kamu kemaren kugendong gak mau sih capek kan.“ jawab Zul.


“Ih kan banyak orang.“ jawab Kejora.


“Sekarang kan cuma kita berdua, mau gak kugendong kekamar?“ tanya Zul


“Hmmmm... yaudah deh anggep aja aku minta maa,f aku turutin mau kamu.“ jawab Kejora.


Zul langsung mengangkat tubuh Kejora, menggendongnya dengan posisi wajah saling bertatapan.


“Kalo mau minta maaf, ngomongnya kayak mana?“ tanya Zul sambil berjalan menggendong Kejora.


Kejora memeluk Zul dan menaruh wajahnya didekat kuping Zul.


“Suamiku, kamu mau gak maafin istrimu?“ bisik Kejora.


“Liat mukaku dong!“ perintah Zul.


“Suamiku, kamu mau gak maafin istrimu?“ tanya Kejora menatap Zul dengan wajah menahan malu.


“ Cium keningku!“ perintah Zul.


“Kamu cari-cari kesempatan.” jawab kejora.


“Gak mau?“ tanya Zul.


Kejora langsung mencium kening Zul selama 5 detik.


“Hmmmm... bentar banget gak kerasalah.“ protes Zul.


“Nanti kalo udah di kamar, kalo mau lama.“ jawab Kejora.


“Nanti kamu lupa lagi.“ ucap Zul.


“Gak, aku inget beneran.“ jawab Kejora.


Zul menjadi bersemangat dan melangkah dengan cepat menuju kamar mereka, Kejora membuka pintu kamar mereka dengan posisi masih di gendong oleh Zul. Dan Zul menurunkan Kejora saat sudah sampai diranjang. Lalu dia merebahkan dirinya di samping kejora.


“Ya ampun capek juga.“ ucap Zul.


“Aku berat banget y? “ tanya Kejora.


“Lumayan, padahal kukira kamu enteng lo.“ jawab Zul.


“Maaf ya, aku kasih hadiah.“ ucap kejora sambil mengecup kening Zul dengan lembut dan cukup lama.


“Makasih my lady.“ ucap Zul.


“Hmmm... aku boleh tidur kayak kemaren su...suamiku?“ tanya Kejora terbata bata.


“Ngomong apa kamu tadi?“ tanya Zul


“Aku boleh tidur kayak kemaren suamiku?“ ucap kejora sambil memejamkan matanya.


“Boleh kok, kamu gak usah tanya juga boleh, langsung aja tidur.“ ucap Zul.


Kejora langsung menaruh kepalanya di dada Zul.


“Good sleep my lady.“ ucap Zul setelah itu mengecup kening Kejora.


“Good sleep.“ balas Kejora.


Zul langsung mendekap Kejora dengan penuh kasih sayang, Kejora merasakan hangatnya pelukan Zul, membuatnya terlelap dengan cepat. Dinginnya malam sama sekali tak terasa di tubuh Kejora, dekapan hangat penuh cinta Zul membunuh dinginnya hawa di malam hari.

__ADS_1


__ADS_2